Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandoms:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2020-02-02
Words:
842
Chapters:
1/1
Comments:
2
Kudos:
17
Bookmarks:
1
Hits:
104

Adhikari

Summary:

Adhikari means Special. Just like their presence to each other.

( barista! wooseok & office-worker! jinhyuk )

Notes:

hi! this works already published on write.as and i decided to post it on this platform as well. hope you enjoy it, weishination! ♡

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

"Bang, beneran gak mau ikut gue?"

Pria jangkung itu melongok ke arah kubikel rekannya.

"Bukannya gak mau hyuk, gue juga lagi pengen americano nih. Mata gue sepet banget.."

"..Tapi lo tau sendiri ini resume pelamar banyak banget, masih harus gue seleksi."

Jinhyuk masih belum juga beranjak dari kubikel Seungwoo — orang yang ia panggil bang.

"Bentar doang bang, lagian juga bentar lagi istirahat. Lemesin aja napa."

"Gue nitip aja deh, serius ini masih banyak banget. Gak kelar kalo gak gue kerjain sekarang."

"Gak terima nitip, harus dine-in."

Beberapa saat kemudian, Seungwoo tersenyum iseng.

"Lo udah gede padahal hyuk, masa ketemu gebetan aja masih harus ditemenin?"

"Hah?"

"Lo kira gue gak tau kalo alasan lo suka banget ke coffee shop itu gara-gara baristanya? Ya selain sajiannya emang enak-enak sih,"

"Anjir bang..."

Ya emang sahabat sedari kecil sekaligus head divisionnya HRD tuh gak bisa dibohongin.

 

Jinhyuk juga gak sadar kalau udah hampir dua mingguan ini dia selalu mampir ke kedai kopi yang baru buka sejak sebulan lalu itu.

Kedai kopi itu namanya Adhikari. Sewaktu Jinhyuk tanya apa artinya, barista manis (yang katanya Seungwoo) gebetannya Jinhyuk itu bilang kalau artinya adalah Istimewa.

 

Awal mulanya waktu bagian editorial ngadain rapat semi-formal di work-space Adhikari.

Bagian editorial yang isinya gak lebih dari 7 orang itu dipesankan caramel macchiato oleh head divisionnya.

Sialnya espressonya 4 shots. Lambung Jinhyuk yang sedari dulu intoleran dengan kadar kafein berlebih pun langsung bereaksi begitu ia menandaskan minuman di gelasnya.

Begitu rapatnya rampung, Jinhyuk segera melesat ke toilet.

Dan dari situlah semuanya berawal.

"Masnya kenapa? Dari tadi kok megangin perut terus?"

Jinhyuk inginnya tersenyum menanggapi pertanyaan lelaki manis di hadapannya itu, tapi karena lambungnya serasa ditusuk-tusuk jadinya ia malah meringis

Melihat respon Jinhyuk yang kayak gitu, barista itu melanjutkan perkataannya.

"Mules kah mas?"

''Eh nggak kak.. lambung saya yang perih..."

Sesaat Jinhyuk melihat name tag di apron lelaki itu. Kim Wooseok — Barista.

Mata barista itu makin membola,

"Lho? Maagnya kambuh mas? Bawa obatnya gak?"
Jinhyuk cuma menggeleng sekenanya,

"Aduh.. ya udah ikut saya yuk mas, di loker saya kayaknya masih ada obat maag deh."

Jadilah Jinhyuk dibawa ke ruang ganti pegawai oleh Wooseok, si barista.

 

"Kok bisa kambuh sih mas?"

Tanya Wooseok setelah Jinhyuk mengonsumsi obatnya.

Walaupun obatnya yang kunyah tapi lumayan lah, perih di perutnya udah gak separah tadi. Soalnya Jinhyuk biasa minum yang suspensi alias yang cair dan menurut Jinhyuk itu lebih ampuh.

''Iya kak, asam lambung saya naik."

Alis Wooseok berjengit.

"Tadi masnya minum apa? Jangan bilang pesen kopi,"

Diam-diam Jinhyuk mengulum senyum.

Kok lucu sih, malah keliatan kayak kucing.

"Iya kak, tadi keburu dipesenin sama kepala divisi. Gak enak kalo gak diminum..."

Sekarang dahi Wooseok berkerut dan bibirnya mengerucut,

"Tolak aja harusnya mas, daripada begini. Kasian kan lambungnya mas yang jadi korban?"

"Iya kak, maaf ya..."

Wooseok malah ketawa. Tawanya kedengaran renyah banget di telinga Jinhyuk.

Ngapain minta maaf ke saya, mas? Minta maaf ke lambung mas tuh harusnya."

Jinhyuk cuma ngangguk-ngangguk sambil nyengir.

"Ikut saya lagi yuk mas,"

"Kemana lagi kak?"

"Saya traktir minuman yang bersahabat sama lambung masnya."

Akhirnya Jinhyuk pulang dengan segelas matcha frappe dan pesan yang tertulis di gelasnya,

'Mas Jinhyuk, kalau ke sini lagi pesan yang non-coffee aja ya. :)'

Dan ya, Jinhyuk ke situ lagi. Hampir tiap hari.

 

Di sinilah Jinhyuk sekarang, meja pojok dekat jendela yang bersebrangan dengan meja barista.

Definisi strategis versi Lee Jinhyuk.

Sambil menyesap berry yogurt frappe yang direkomendasikan oleh the one and only, Kim Wooseok.

The one and only in Jinhyuk's heart, maksudnya.

Gak lupa pesan di gelasnya yang bertuliskan,

'You're the sun to your surroundings. Have a great day, mas Jinhyuk! :D'

Jinhyuk kadang heran, biasanya Wooseok hanya menuliskan nama pelanggan di tiap gelasnya, terkadang beserta emoticon.

Setidaknya itu yang Wooseok tulis di gelasnya Seungwoo tiap kali ia memesan.

Jinhyuk gak mau besar kepala, tapi siapa yang gak ge-er kalau dapat perlakuan spesial gitu?

Ya dapat pesan panjang dan dipanggil 'mas' - buat Jinhyuk udah termasuk kategori spesial.

Ditambah Seungwoo yang pernah iseng bilang,

"Dia naksir sama lo kali, hyuk."

Matanya bertemu dengan mata kucing Wooseok. Barista itu tersenyum dan menunjuk meja Jinhyuk, lalu mulutnya bergumam 'aku ke situ ya?'

Yang tentu aja disambut meriah oleh Jinhyuk, senyumnya cerah banget.

"Nih mas, dimakan ya."

"Lho apa nih? Aku gak pesen deh kayaknya,"

Wooseok senyum,

"Lemon Shouffle. Traktiran dari aku."

"Wih dalam rangka apa nih kak? Kan jadi enak."

"Abisnya mas Jinhyuk rajin banget ke sini. Ya udah aku traktir aja, itung-itung rasa terima kasih."

"Wah makasih banget. Ya udah aku makan ya?"

"Iya mas, dihabisin ya. Aku balik dulu mas,"

Jinhyuk baru aja mau nyuap, tapi Wooseok buru-buru ngomong lagi sambil senyum.

"Jangan lupa cek di bawah piring ya mas, ada sesuatu. Tapi habisin dulu cakenya."

Jinhyuk mengerjap keheranan, karena kepo dia makan kuenya cepet-cepet.

'Mas Jinhyuk, kamu adhikari alias istimewa. Kalau aku mau ngobrol banyak sama kamu, boleh? :)'

ternyata pesannya gak cuma satu, dibaliknya masih ada selembar post-it lagi.

'0813-2710-1027, itu nomor aku mas. Ditunggu ya pesan dari mas. :D'

Senyum Jinhyuk merekah, mencapai kedua netranya.

Dan di balik meja barista, Wooseok sedang tersenyum malu-malu.

Notes:

hope you enjoy this story! would you like to gimme some feedback? thank you ♡