Chapter Text
Aku selalu percaya bahwa rumor atau gosip adalah fakta yang belum terungkap. Entahlah, mungkin otakku sudah teracuni oleh acara gosip kesukaan Ibu yang tayang setiap hari pukul lima sore di salah satu stasiun televisi swasta. Banyak sekali rumor yang beredar di kampusku. Semua layak untuk dibahas dan diperbincangkan ketika kami berkumpul bersama, ghibah dengan khidmat tanpa memikirkan dosa. Dari berbagai macam rumor yang sudah kami bicarakan, hanya ada satu yang masih belum jelas.
Rumor tentang permainan nakal salah satu dosen tergalak di kampus; Sir Levi.
Gosip tentangnya tidak jauh dari urusan selangkangan dan ranjang. Mahasiswi genit angkatan lama yang sampai hari ini belum lulus mengaku pernah bersetubuh dengan dosen muda tersebut untuk mendapatkan nilai bagus tanpa jaminan yang jelas. Maksudnya adalah jika sesi persetubuhan itu tidak memuaskan, maka jangan berharap nilai bagus akan muncul di portal mahasiswa.
Mahasiswa angkatan baru mengaku pernah diminta untuk melakukan servis oral. Ia menyebut kemaluan Sir Levi sedikit melengkung seperti terong dan segendut lobak segar yang baru dipanen. Ia mengaku diminta melakukan oral karena dosen muda berwajah datar itu tertarik padanya.
Fakta terbaru membuktikan bahwa pengakuan mahasiswa baru tersebut hanya halu tingkat tinggi. Sebuah impian yang tidak bisa ia raih karena selalu ditolak oleh Sir Levi.
Rumor di atas hanya dua di antara banyak rumor lainnya. Aku sungguh tidak bisa menyebutkan satu per satu karena cerita ini bukan berisi tentang rumor keperkasaan Sir Levi Ackerman. Justru sebaliknya, tugasku di sini adalah untuk membuktikan apakah rumor tersebut benar atau salah.
Mari kita ambil kesimpulan. Cerita ini akan berisi tentang usahaku untuk membuktikan rumor yang beredar mengenai salah satu dosen di kampusku. Di sisi lain, kulakukan semua trik nakal ini untuk memperbaiki nilai. Anggap saja sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Aku bisa buktikan rumor sekaligus mendapatkan nilai memuaskan.
Demi Tuhan, akan kulakukan apa pun agar nilai mata kuliah yang diajarkan Sir Levi bisa naik ke titik aman! Aku tidak mau mengulang mata kuliah yang beliau ajarkan untuk kedua kalinya!
