Work Text:
“bukankah kamu harus segera kembali ke asramamu?” pemuda berambut pirang gradasi mengernyitkan alis. “sebentar lagi sudah jam malam.”
“eeehhh, padahal aku ingin bersama vil lebih lama lagi.”
pundak Vil terasa berat, kepala sewarna mapel bersandar di sana, merajuk. Vil melirik sekilas, mengulas senyum tipis, lalu kembali membaca buku di pangkuan.
“kalau kamu belum mau pulang, terserah. tapi aku tidak bisa menemani; ada jadwal tidur, kamu tahu kan.”
“hmm, kalo gitu gue tidur bareng lo, gimana?” kekeh jahil terlontar.
Vil menghela napas, iris violet mengerling arloji. sudah jam 10, ia harus segera bersiap. “tidak boleh.”
bibir sang Heartslabyul melengkung ke bawah. “lo bukan dorm head gue, ga bisa ngatur.
“memang benar, tapi aku bisa memberitahu Riddle tentang hal ini.”
“aaaaaahh, iya iya!!” mana mau ia dipenggal kepalanya oleh sang Ryoucho, Cater segera bangkit berdiri. ruang rekreasi Pomefiore kosong melompong, hanya eksis keberadaan mereka berdua. tentu, tak ada yang berani terjaga di bawah tatapan tajam Vil dari balik bukunya. dirinya pun ikut beranjak, berniat memadamkan lilin yang masih membara.
“good night, Vil~!”
“night, Cay.”
tetapi Cater belum beranjak sedikitpun. malah, ia maju mendekati Vil dengan senyum khas merekah. Vil mengerti.
diberinya satu kecupan ringan di bibir sang kekasih, memercik hangat merasuk kulit. gelenyar memabukkan membawanya terbang, melayang. andai waktu terhenti, oh, betapa bahagianya.
namun lilin terakhir ruang rekreasi mati, dan kegelapan pun menyelimuti.
.
.
.
end.
