Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2021-09-12
Words:
1,131
Chapters:
1/1
Comments:
6
Kudos:
62
Hits:
735

The Biggest Revelation

Summary:

Hari itu akhirnya tiba.. hari dimana mereka mengumpulkan segala keberanian untuk mengungkapkannya kepada seluruh dunia.. hari pengakuan terbesar dihidup mereka..

Notes:

Halo temen-temen. Semua pasti banyak yang sedih ya habis ini drama kesayangan kita semua mau berakhir. Its hard for saying goodbye.. apalagi ini udah jadi healing drama yang ditungguin tiap minggunya. Ada atau nggaknya Season 3, mari tetap berpengangan tangan buat mendukung kerja keras aktor/aktris & tim Hospital Playlist selama ini maupun project-project mereka mendatang. Semoga tulisan yang masih banyak kekurangan ini, bisa mengobati sedikit kesedihan di hati kita semua. Selamat membaca!

Work Text:

Obrolan dan sedikit canda tawa memenuhi ruangan departemen bedah umum. Siang hari itu, hampir semua Professor, dokter fellow, dan residen dari Departemen Bedah Umum yang tidak memiliki jadwal operasi berkumpul bersama untuk membahas konferensi yang akan diadakan oleh rumah sakit mereka 3 bulan lagi.

"Baik. Rapat kali ini selesai, untuk rapat selanjutnya mungkin akan dilakukan 2 minggu lagi. Untuk sekarang, mohon masing-masing mengerjakan tugas sesuai dengan yang telah disebutkan tadi dengan baik. Terimakasih atas kerjasamanya. Sugohaesseo" ucap Prof Kwon mengakhiri rapat yang ada. Semua dokter yang ada diruangan tersebut pun tampak bersiap kembali melanjutkan aktifitasnya masing-masing.

"Tunggu. Ada yang ingin saya sampaikan" ucap Gyeoul yang membuat semua mata menatap penuh tanya kepada dirinya. Mendapatkan perhatian secara mendadak membuat Gyeoul tiba-tiba menjadi mual. Ah kenapa aku jadi begini..kau bahkan tidak seperti ini saat ujian dokter spesialis. Sadarlah Jang Gyeoul.. Kau pasti bisa.. ini bukan hal yang sulit.

"Wae Gyeoul-ah? Apakah ada berita baik yang ingin kamu sampaikan kepada kami?" Prof Lee Jihoon berkata sambil tersenyum jahil menggoda Gyeoul yang tampak begitu gugup.

"Mungkin-kah kau ingin memberitahu kami tentang kabar pernikahanmu?" Timpal Prof Hwang Baejin ikut menggoda

Ah sudahlah.. mau bagaimanapun mereka pasti akan tahu nantinya. Gyeoul menginggit kecil bibirnya kemudian mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan membagikannya kepada semua orang diruangan tersebut. "Ini.. Jika Professor dan teman-teman yang lain ada waktu, mungkin bisa mampir untuk makan siang sederhana"

"Heol Daebak!!" Ucap Prof Lee Jihoon dan Hwang Baejin serentak.

Semua orang mendadak mengucapkan selamat atas pernikahannya. Undangan berwarna rose squartz tersebut tampak cantik dan menarik perhatian mereka semua. Bagaimanapun, ini adalah berita besar dan membahagiakan. Jang Gyeoul, residen satu-satunya di departemen mereka selama 4 tahun kemarin yang sudah mereka anggap seperti putri mereka sendiri akhirnya akan menikah. Setiap kali melihat badannya yang kurus dan kulitnya yang pucat itu harus menjalani kesibukan yang tiada henti terkadang membuat para professor khawatir kepadanya. Namun apa daya, ia memang sangat dibutuhkan bagi departemen mereka.  

Tanpa Gyeoul, bedah umum akan hancur..

Meskipun sekarang departemen mereka kedatangan 4 residen baru dan Gyeoul bukan lagi residen, tapi tetap saja ia tidak berhenti bekerja keras dan selalu membantu juniornya yang kesulitan. Semangat juang tersebut lah yang membuat para professor kagum padanya. Tidak jarang para professor berusaha menjodohkannya dengan kenalan mereka. Jang Gyeoul pantas mendapat yang terbaik, putri mereka berhak mendapatkan laki-laki yang akan selalu menjaga dan melindunginya.

"Pengantin wanita : Jang Gyeoul.. Waahh.. Chukae Gyeoul-ah.. Pengantin pria : Ahn Jeongwon. Heol~ Namanya persis seperti Prof Ahn. Luar biasa, kebetulan sekali ya namanya sama" Jong Sehyeok membaca nama diundangan tersebut dengan lantang tanpa menyadari bahwa itu adalah orang yang sama.

Keheningan pun secara tiba-tiba menyelimuti ruangan tersebut. Mereka semua saling menatap satu sama lain, berusaha mencari jawaban atas pertanyaan yang ada.

"Seolma~"

“Eiii.. maldo andwae~ Di Korea nama Ahn Jeongwon tidak hanya satu. Nama ku saja kalau dicari di Naver akan muncul banyak nama. Lee Jihoon actor, Lee Jihoon anggota grup idol, Lee Jihoon announcer, baru namaku.” Ucap Prof Lee Jihoon berusaha menepis informasi yang ia terima.

“Benar.. selama ini Prof Ahn memang selalu baik kepada semua orang dirumah sakit ini.. tidak hanya Gyeoul.” Ucap Jong Sehyeok

"Tapi kenapa Prof Ahn tidak diberi undangan oleh Gyeoul jika bukan dia orangnya?"

"Itu Lee Ikjun juga tidak diberi undangan"

“Ah sudah-sudah. Daripada bertengkar, kenapa tidak langsung kita tanyakan saja kepada orang yang bersangkutan. Dia siapa Gyeoul-ah? Calon suami-mu?” tanya Prof Hwang Baejin ingin tahu.

Gyeoul pun melirik ke arah seseorang yang dimaksud dan membuat semua orang menjadi terdiam.

Jadi inilah jawaban atas teka-teki yang selama ini mereka cari.. Dialah yang membuat putri mereka tersenyum saat sedang melihat ponselnya dan mengirimkan makanan di mejanya. Seseorang yang membuat putri mereka tampak lebih bahagia.

"Yaampun.. aku baru sadar. Beberapa hari yang lalu Prof Ahn dan Jang Gyeoul-seonsaeng izin cuti untuk tanggal yang sama. Saat kutanyakan alasannya, mereka hanya menjawab karena ada urusan pribadi. Mereka juga jarang mengambil cuti jadi langsung kuberi izin tanpa bertanya lebih lanjut. Tidak kupercaya bahwa mereka akan menyampaikan berita besar ini. Ngomong-ngomong, Selamat Prof Ahn dan Jang Gyeoul-seonsaeng. Ah, sebenernya aku juga ingin tahu penjelasan sejak kapan kalian berpacaran, tapi sayangnya aku ada rapat dengan Kepala Rumah Sakit. Aku pamit dulu"

Semua orang pun berdiri dan membungkuk sopan kepada Prof Kwon sebelum kembali menatap dua orang yang sedang membuat kehebohan besar di siang itu.

"Heol~~ sejak kapan kalian memiliki hubungan spesial?"

"Ah sudahlah. Datang saja jika bisa.. jika tidak bisa, kirimkan saja hadiahnya. Ini kan yang kalian tunggu-tunggu beberapa tahun ini? Berikan hadiah terbaik untuk Gyeoul yg sudah banyak membantu kalian saat ia menjadi residen" calon pengantin pria yang ada di undangan itu pun akhirnya membuka suara.

"Wah.. aku tidak menyangka bahwa mereka akan kaget dan bersikap seheboh ini. Bagaimana bisa mereka tidak sadar kalau kedua orang ini berpacaran. Padahal mereka semua dokter, tapi hal kecil seperti ini saja bodoh sekali" ucap Ikjun pelan.

"Tentu Gyeoul-ah. Kau ingin hadiah apa? Mesin pembuat kopi, TV, AC?"

"Animnida Gyosunim. Gwaenchana. Datang saja aku sudah cukup senang." Ucap Gyeoul tersenyum canggung.

"Mwoya Gyeoul-ah. Andwae, terserah kalian bisa membelikan Gyeoul-ie apapun. Uang cash bahkan lebih baik. Intinya jangan datang dengan tangan kosong, arrasseo?" Ucap Jeongwon

"Aigoo Ahn Jeongwon.. Lo tuh chaebol pemilik rumah sakit ini. Seolma~ kau nggak menikahi Gyeoul dengan tangan kosong kan?"

"Ya! Tentu saja. Bagaimanapun aku nggak akan membiarkan uri Gyeouli kelaparan dan kehujanan"

"Sudahlah Gyeosunim." Tanpa sadar kedua tangan Gyeoul pun memegang lengan Jeongwon untuk menghentikan pertikaian kekanakannya dengan Lee Jihoon gyosunim. Sebuah skinship yang pertama kali diperlihatkan di depan banyak orang.

"Heol~~ uri Gyeouli?? Luar biasa, Ahn Jeongwon.. bagaimana mungkin, ani, sejak kapan, kalian berpacaran?"

"Omo, berarti ucapan Lee Ikjun pada saat itu benar? Hampir 2 tahun yg lalu saat kita rapat mempersiapkan simposium pensiun Prof Kim Jinmo. Tidak bisa kupercaya"

"Benarkah Gyeoul-ah? Lalu kenapa kau.."

Dering telpon Ahn Jeongwon menghentikan pembicaraan yang ada "Ne.. aku akan segera kesana. Aku pergi dulu, ada panggilan darurat. Kajja Gyeoul-ah." Jeongwon pun menarik tangan Gyeoul untuk segera pergi dari ruangan tersebut.

"Ya Ahn Jeongwon! Gyeoul sekarang ada didepartemenku ya! Kenapa kamu mengajaknya untuk panggilan darurat!" Protes Lee Jihoon yg hanya ditanggapi oleh pintu yang menutup dengan sendirinya "Aishh.. tidak kusangka jika pria yg berkencan dengan Gyeoul adalah Ahn Jeongwon"

"Sudah hentikan Jihoon-ah. Apa kau bisa memilih orang yang kau cintai? Semua itu terjadi begitu saja. Kenapa kau mengomel seperti ibu mertua yang mengintrogasi calon menantunya. Lagipula kau bisa apa, acaranya diadakan beberapa hari lagi. Sudah-sudah ayo kembali ke tempat masing-masing. Ingat jangan lupa berikan hadiah mahal untuk uri Gyeoul, balas lah hutang budi kalian selama ini saat pernikahannya nanti..ah omong-omong itu khusus untuk para professor ya.. untuk para residen kalian cukup datang saja, oke" Ikjun mengedipkan matanya kepada para residen yang diikuti oleh anggukan kepala mereka tanda mengerti.


Semua orang pun meninggalkan ruangan tersebut kecuali Lee Jihoon yang sedang merenungi kebodohannya dalam memahami kenyataan yang ada.