Actions

Work Header

Look at Me

Summary:

Rok Soo look at me! -Cale
Cale.. I still have to take care of the company shares - Rok Soo

 

'Alberu Hyung, I will kill you after this' -Cale

(Alberu sneezes)

Notes:

Aigo, I'm so naughty.
I don't know how to write this, it's my first time.
I can't hold my fingers :b
Well maybe I'll fix it later

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Mengetik

Mengetik

 

Kim Rok Soo terus mengetik, dia sibuk mengerjakan dokumen kantor yang tidak berguna, besok adalah hari dia presentasi jadi dia harus menyelesaikannya sekarang atau tidak bosnya Alberu akan memberinya senyum menakutkan.

 

Serius! Bagaimana bisa dia menyelesaikan semua dokumen ini, dia mencoba menahan diri melihat pacarnya yang sekarang sedang memeluknya dari samping SEPERTI mencoba merayunya.

Kekasihnya memakai kaos polos yang kebesaran (milik Rok Soo), celana pendek hitam yang memperlihatkan pahanya yang mulus.

Tapi sayangnya Rok Soo masih harus membuat presentasi untuk perusahaan.

“Cale.. Tolong aku harus menyelesaikan ini dulu sayang”

Rok Soo berkata dengan nada lelah, bunyi klik pada keyboard berlanjut, Cale hanya menatapnya dengan malas.

 

“Lanjutkan saja Hmp-!” Cale mendengus, kecewa karena pacarnya lebih memilih dokumen daripada bercinta padanya.

Setelah ini, dia akan memarahi Hyungnya karena sudah memberi pacarnya banyak tugas bodoh!

[Disisi lain, Alberu bersin, merasa hawa dingin dipunggungnya tapi dia mencoba melupakannnya.]

 

⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂

"Rok Soo Bodoh"

gumam Cale, walau mengatakan begitu Cale bukannya balik ke kamar, dia malah mencium leher dan telinga Rok Soo.

 

Rok Soo berusaha menahan diri.

"Cale, aku akan segera selesai jika kau tidak menggangguku"

kata Rok Soo menarik diri dari Cale, yang lain cemberut dengan penolakan kekasihnya. Ayolah Cale sekarang sedang mood!

Jarang melihat Cale menyerang duluan, karena dia anak yang memiliki stamina sedikit, mungkin karena itu dia cocok dengan Rok Soo yang kadang pemalas.

 

Cale tidak mengenal kata menyerah pikir Rok Soo.

Sekarang Cale malah berlutut, di antara kedua kakinya, mencium penis Rok Soo yang masih tertutup celana.

Astaga, walau tidak melihat wajah yang lain di bawahnya, Rok Soo benar-benar akan ereksi dengan tindakan Cale sekarang.

Kenapa Cale tiba-tiba manja begini batin Rok Soo berusaha menahan dirinya.

Cale hanya meletakkan kedua tangannya di paha Rok Soo, sambil mencium penis Rok Soo atau terkadang menggosokkan wajahnya.

Dia hanya melakukan itu selama beberapa menit, karena dia bosan, jadi dia dengan iseng menyerang Rok Soo.

Cale terlalu fokus dengan tindakannya, tidak memperhatikan bahwa Rok Soo sudah menutup laptopnya.

Saat Rok Soo berdiri, Cale baru menyadari Rok Soo sepertinya sudah selesai dengan pekerjaannya.

 

“Kau.. anak nakal”

 

Kim Rok Soo mengangkat Cale, kembali duduk dan menaruh Cale di atas pangkuannya. Mereka menyatukan bibir mereka, ciuman itu bukanlah ciuman suci yang biasa mereka lakukan sebelum bercinta. Itu ciuman yang intim dan panas, Cale mengerang saat merasakan lidah Rok Soo menyerang mulutnya, dia menyukai saat yang lain menjadi ganas.

 

Rok Soo meletakkan tangannya di pinggang kekasihnya, mencoba mengatur nafas mereka saat mereka berpisah, ketika mereka berpisah Cale langsung mencoba membuka kancing kemeja hitam sexy Rok Soo tetapi yang lain malah menghentikannya.

Oh Ayolah! Dia ingin melakukannya!

 

"Aku agak lelah, jadi kita pelan-pelan saja ya"

Ucapnya lembut dan dengan suara serak Rok Soo bahkan sudah berhasil membuat Cale terangsang, dia tidak bisa tidak menolak kekasihnya karena Cale sekarang dalam mood baik.

Rok Soo mencium leher Cale, menggigit, meninggalkan tanda dan menghisap kulitnya dengan pelan.

 

“Ayolah Rok Soo~ “

Dengus Cale, sambil menahan erangan dengan menggigit bibir bawahnya.

"Kalau begitu kau saja yang melakukannya untukku"

“Ya?”

Rok Soo menyeringai nakal, ketika dia menarik Cale mendekat padanya, mengangkatnya dan berdiri, yang lain melingkarkan kakinya erat-erat di sekitar pacarnya, memeluknya dan terkadang menciumnya.

Rok Soo membawanya ke kamar mereka.

 

⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂

 

“Ahhh ~”

Rok Soo mencium leher Cale sambil meremas pantat Cale, sementara kekasihnya mengeluarkan erangan lembut. Rok Soo dengan lembut mendorong kekasihnya ke tempat tidur.

“Oh~ Yaaaahh!!~~”

Cale mengerang dengan kesenangan yang dia rasakan saat lidah panas yang lain menyentuh putingnya dan menggigitnya. Udara dingin malam hari terasa di kulitnya, dia sekarang telanjang.

Pandangan Rok Soo agak gelap saat menyaksikan kekasihnya yang sedang terengah-engah, yang lain memiliki wajah dan bahu yang merah seperti warna rambutnya, rambut merah gelapnya terurai brantakan dan indah di kasur, kulit putih yang jarang olahraga sangat berbeda dengan milik Rok Soo yang terdapat bekas luka, bahkan ada air liur yang menetes di dagunya karena bekas ciuman panas tadi.

“R-rok Soo?”

Cale bertanya sambil memiringkan, mengangkat tangannya untuk meraih Rok Soo di atasnya, dia sempat heran mengapa Rok Soo berhenti. Tidak mungkin Rok Soo ingin berhenti kan?

"Ambil semua dariku rok soo yah"

‘CRAK’
Tindakan kecil yang lain sudah membuat membuat tali kewarasan Rok Soo putus dalam sekejap.

 

⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂

 

"Ah..Rok Soo tolong-"

Cale berantakan di bawah Rok Soo, dua jari yang perlahan masuk dan keluar dari lubangnya menyentuh titik sensitifnya, Cale menyukai itu tapi dia merasa itu masih belum cukup, dia ingin yang lebih- lebih, dia ingin Rok Soo.

 

"Tenanglah.. sudah aku bilang bukan? Kita lakukan perlahan saja"

kata Rok Soo, menambahkan jari ketiga dengan sangat pelan, jujur dia tidak ingin menyakiti Cale juga.

Rok Soo hafal semua titik sensitif Cale, itu mungkin karena mereka sering melakukannya.

Sebenarnya Rok Soo ingin merasakan Cale juga tapi jarang bisa melihat anak anjing kecilnya berjuang dan memasang wajah memohon.

 

Sementara itu, Cale mengerang saat jari ketiga perlahan memasukinya, punggungnya melengkung, dia meraih seprai dengan kasar, menginginkan dan membutuhkan lebih banyak! Rok Soo sangat pelit.

"Rok Soo- tolong-"

Cale terengah –engah dan meneteskan air mata.

 

“Hm apa Cale? Aku tidak bisa mendengar suaramu dengan jelas, ”kata Rok Soo, menyeringai licik.

 

"Aku-"

Cale ingin menampar yang lain sekarang, menutupi wajahnya dengan tangan, Cale menelan ludah saat merasakan gelombang kenikmatan mengalir dalam tubuhnya.

"A-aku ingin bercinta denganmu"
Gumamnya, warna merah terlihat semakin jelas diseluruh tubuhnya, dia sunguh malu.

 

“Hmm.. sayang sekali, tapi aku sekarang sangat malas sayang”

kata Rok Soo, tepat ditelinga Cale, mencium keningnya dan mengeluarkan jari-jarinya. Cale tersentak mendengar omong kosong Rok Soo, jadi selama ini kekasihnya hanya menggodanya?!

 

Rok Soo terkekeh kecil melihat reaksi Cale, dia menggunakan itu untuk berbaring dan memindahkan Cale di atasnya. Cale duduk di atas Rok Soo, tepat di atas penis Rok Soo.

Yang lain berbisik ke Cale,

“Bukannya kau ingin merasa enak?”

Cale menelan ludah, karena dia memang sangat ingin melakukan itu, dia bisa merasakan penis Rok Soo di sekitar lubangnya yang basah, sedikit lagi-

Cale mengerang hanya dengan merasakan dan membayangkannya, kemudian dia mengambil penis Rok Soo, meenempatkannya masuk ke dalam lubang Cale. Cale sempat malu dengan tindakannya tetapi dia juga tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bercinta dengan bajingan sexy ini.

Tetapi sayangnya itu tidak bergerak atau lebih tepatnya Rok Soo memilih untuk tidak bergerak.

 

“Aah ah~ Rok Soo~ T-tolong”

 

Memohon agar Rok Soo bergerak di dalam dirinya. Tapi tetap saja Rok Soo tidak bergerak, Cale tahu akan itu, karena itu dia menggerakan tubuhnya sendiri, naik dan turun ke penis Rok Soo, membantu membiarkannya meraih lebih ke dalam dan ke titik sensitifnya.

Dia menggerakkan tubuhnya ke atas dan ke bawah, mencoba menyesuaikan dan menemukan ritme.

 

“Kau sepertinya menikmatinya ya”

Ucap Rok Soo melihat Cale yang sedang berjuang untuk bisa merasakan kesenangan.

Dalam hubungan mereka sebagai kekasih, ini adalah pertama kalinya berhubungan seks dengan Cale di atasnya.

Melihat pemandangan tubuh Cale yang di atasnya terengah-engah dan memohon berkali-kali, meluluhkan hati Rok Soo perlahan.

 

Betapa imutnya batin Rok Soo, dia pun meraih puting Cale yang memerah dan mencubitnya.

Itu membuat Cale mengerang dan melengkungkan tubuhnya dan Rok Soo bisa merasakan lubang yang lain mengepal di sekitar penis Rok Soo, mencoba yang terbaik.

Cale menyerah untuk kenikmatan.

 

“R- rok Soo Ahh~ ah~ ya ini sangat enak!”

"Hm.. Kau sudah melakukan yang terbaik, haa sangat ketat aku suka sayang"

Pujian Rok Soo membuat Cale semakin mempercepat langkahnya, naik turun ke penis yang lain, Cale pikir dia lebih menyukai posisi seks seperti ini, dia menyukai perasaan mengendarai penis Rok Soo dan melihat wajah tampan kekasihnya dia bawahnya, miliknya.

 

Sementara itu, Rok Soo pun mulai membantu Cale untuk menyesuaikan ritmenya dan dia juga mulai menggerakan penisnya, menyentuh tempat paling sensitif kekasihnya.

"L-lebih keras..tolong~ Tolong~ AAH-"

Cale terus memohon lebih, Rok Soo menyeringai dan memberikan apa yang dia inginkan, mendorong dengan cepat dan keras.

 

Setelah beberapa menit, erangan keras dan kutukan dari Cale dan pujian dari Rok Soo, mereka cum bersamaan, yang lain bisa merasakan cairan panas mengisinya.

"Aku- Ah~ Aah ah!"

 

Cale kemudian merasakan gelombang yang menghancurkannya saat dia datang, Rok Soo mempercepat gerakannya dan bahkan tidak beberapa detik kemudian datang di dalam Cale, mereka berdua terdiam selama beberapa menit, terengah-engah.

"Rok Soo- aku ingin lebih- tolong hancurkan aku~"

"Sial"

Yang lain masih ingin melanjutkannya, walau mengetahui staminanya sedikit. Itu membuat Rok Soo bersumpah bahwa sekarang kekasihnya terlihat sangat cantik dan imut, Cale mengerang saat merasakan penis Rok Soo membesar di dalamnya. Mereka sepertinya akan melanjutkan sesi panas mereka. Besok, Rok Soo harus memberitahu untuk menunda presentasinya.

 

⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂

 

Ketika sudah beberapa ronde yang mereka lakukan, Rok Soo menarik keluar, Cale ambruk ke tempat tidur, merasa kelelahan dan akhirnya harus tertidur, dan Rok Soo ikut berbaring dengan kekasihnya.

 

Mereka sedang berbaring dan menikmati keheningan dan kehangatan satu sama lain. Sampai ketika Cale akhirnya bangun setelah dia menyadari sesuatu di sekitar kedua kakinya.

 

"Sebentar! K-kau apa yang kau lakukan?”

"Kau baru menyadarinya?"

“Hah?! R-rok Soo bagaimana jika aku hamil? Kita masih berpacaran!”

“Kalau begitu kita cukup menikah saja kan setelah ini?”

 

“Apa?!”

Daripada kaget karena dilamar tiba-tiba, dia lebih kaget karena Rok Soo mengucapkan itu dengan santai tanpa dosa.

 

Sementara yang lain, meraih ponselnya dan mengirim pesan ke Hyungnya.

[Pesan dari Rok Soo : Belikan aku cincin, ukuran jari Cale]

[Balasan dari Choi Jung Soo : Bagaimana bisa aku tahu ukuran berapa jari Cale?!]

[Pesan dari Rok Soo : Aku akan memanggilmu hyung]

[Choi Jung Soo : DEAL]

 

Rok Soo menutup ponselnya merasa bahwa urusannya telah selesai, dia menoleh ke Cale yang berada di sebelahnya, yang lain menutup dirinya dengan menarik selimut sampai kepala untuk menutupi rasa malu.

Entah mengapa Cale merasa malu karena Rok Soo melamarnya secara tidak langsung.

“Cale, ayo ke kamar mandi dan bereskan ini”

“Ya?”

Cale agak heran mengapa? karena biasanya Rok Soo akan sangat malas jika disuruh bersih-bersih apalagi setelah kami berhubungan seks, biasanya Cale harus memaksa Rok Soo bangun dan membersihkannya.

Tapi perkataan yang lain tepat di telinganya membuat Cale tersipu,

“Karena aku harus bertemu orang tuamu dan melamarmu setelah ini”

Cale menutupi wajahnya yang merah seperti bunga bermekaran dengan memeluk Rok Soo dan yang lain balas memeluknya, menggendongnya, membawanya ke kamar mandi dan menaruhnya ke bathtub.

 

Cale berendam dengan menyandarkan dirinya ke dada Rok Soo di belakangnya yang juga ikut mandi bersamanya.

"Aku mencintaimu" kata Cale

"Aku mencintaimu sayang" kata Rok Soo dan mencium puncak kepala Cale dan tersenyum.

⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂⁂

Notes:

Kakak ipar! Dongsaengmu menghamiliku!! - Cale
Rok Soo kau apa?! Dasar anak nakal! Kita akan dibunuh paman Deruth! - CJS
Aku akan melamarnya dan menikahinya setelah ini - KRS
Tolong jadikan aku pembawa acara di pernikahanmu dongsaeng! - LSH
Tidak! kau hanya akan mengacaukannya!! - KRS

Ps : How do I insert an image here?