Chapter Text
"Permisi, pakeeeeetttt"
ding dong
Jeno yang sedang menonton televisi diruang tengah pun langsung berlari menuju pintu utama begitu mendengar suara pengantar paket didepan rumahnya.
"Paket yang mana ya ?" batinnya.
Jeno sudah memesan banyak sekali barang online minggu ini. Jadi maklum saja jika ia sampai lupa.
"Atas nama Lee Jeno ?"
"Iya, dengan saya sendiri"
"Ini paket anda, silahkan tanda tangan disini"
Setelah menandatangani secarik kertas dan mengucapkan terimakasih kepada sang kurir, akhirnya Jeno masuk kedalam rumah dengan membawa satu buah box berukuran sedang yang masih terbungkus bubble wrap dengan rapi.
Sex Toy Shop
Begitu membaca nama toko pengirim paket tersebut. Raut wajah gadis tersebut langsung berubah.
Ahh, rupanya barang yang itu.
Langsung saja Jeno berlari menuju kamarnya yang berada dilantai dua. Sungguh, ia sudah tak sabaran untuk membuka paketnya.
Paket yang sudah sangat lama ia nantikan.
Tanpa membuang waktu, Jeno pun membuka paket tersebut. Dan nampaklah sebuah vibrator mungil berwarna pink yang mungkin hanya seukuran jari manisnya.
Setelah membaca buku petunjuk, akhirnya Jeno menyalakan vibrator tersebut. Bergetar. Barang itu bergetar.
Jeno tersenyum sangat puas.
"Cobain ah"
Gadis itupun segera berdiri dan melepas celana dalam putih polosnya, kemudian menggunakan vibrator tersebut sesuai dengan petunjuknya.
Setelah itu, Jeno langsung mengambil remot kontrol vibrator tersebut. Dan mulai menyalakannya.
Level 1
Ouh, jadi begini rasanya. Jeno langsung memejamkan matanya. Rasanya sangat nikmat. Perasaan ini sangat baru untuknya. Selama ini ia hanya bermain dengan dirinya sendiri menggunakan jari jemari lentiknya. Ia tak pernah menggunakan sex toy apapun.
Jadi, vibrator ini merupakan sex toy pertamanya sekaligus pengalaman pertamanya menggunakan sex toy.
Larut dalam getaran tersebut. Jeno mulai merasa basah diarea kewanitaannya.
"Anjing, masa gue langsung crot sih. Cobain sampe level 4 dulu lah"
Makinya kepada dirinya sendiri usai melihat cairannya keluar semakin banyak.
Level 2
"Ahhh anjing enak banget" Jeno kembali memejamkan kedua matanya.
Jeno berbalik kesamping, melihat standing mirror yang saat ini tengah menampilkan pemandangan dirinya sedang mengangkang.
Tak tahan, gadis itu langsung melepas seluruh lingerienya (ah, sedaritadi Jeno hanya mengenakan sebuah lingerie putih transparan, dirumah sedang tidak ada siapapun, oleh karena itu Jeno berani menggunakan baju itu). Setelah terlepas semua, Jeno mulai meremas kedua payudaranya.
Memelintir pelan puting tegaknya, kemudian meremasnya. Begitu seterusnya sampai Jeno merasa ia akan keluar saat ini juga.
Begitu merasa ia akan klimaks, Jeno langsung melepas alat tersebut.
Menggantikan alat kecil itu dengan jari jemarinya.
Ia mengambil jari telunjuk dan jari manisnya, menelusuri lubang kawinnya yang sudah sangat basah. Mencubit kecil tonjolannya. Kemudian naik keatas, menggosok itilnya yang terasa sangat gatal.
Setelah puas dengan area tersebut, Jeno langsung mengeluar masukkan jarinya kedalam lubang senggamanya.
Jeno gila. Gila dengan sentuhannya sendiri.
Begitu memabukkan.
Tidak lama setelahnya, Jeno squirt sangat banyak.
Squirt terbanyak dan terhebat yang pernah ia rasakan seumur hidupnya.
Badannya terasa lemas. Hanya karena sebuah alat getar kecil dengan sedikit bantuan jarinya.
Setelah membersihkan segala kekacauan yang ia lakukan, Jeno langsung saja merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur berukuran Queen Sizenya.
Tiba tiba saja, sebuah ide cemerlang terlintas dipikirannya.
"Apa besok gue pake vibratornya ke Sekolah ?"
