Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2023-02-25
Words:
3,026
Chapters:
1/1
Comments:
17
Kudos:
764
Bookmarks:
80
Hits:
51,092

JENPUPPY - NOREN

Summary:

Akhir-akhir ini Renjun selalu merasa kalau Jeno, anjing hybrid putihnya, menjadi lebih manja dari biasanya.

An explicit NOREN / JENREN AU

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

Usapan halus yang membuatnya geli terasa di betisnya yang tak tertutup kain celana pendek rumahannya, membangunkan Renjun dari tidur siangnya yang surprisingly sangat nyenyak.

Tubuhnya terasa berat, tertindih oleh badan besar lelaki dewasa yang memeluknya.

"Jeno.. berat.." Gumam Renjun serak.

Mencoba menyingkirkan tubuh hybrid anjing yang sedang dalam wujud manusia itu dari atasnya. Namun yang ia dapatkan malah gerakan maju-mundur sebuah benda panjang yang menekan.. vaginanya?

Sontak mata rubah itu terbuka lebar dan mendapati manusia hybrid bernama Jeno miliknya tengah 'humping' pada bagian privasinya.

Kejadian ini terulang lagi..

Akhir-akhir ini Renjun selalu merasa kalau Jeno, anjing hybrid putihnya, menjadi lebih manja dari biasanya. Hybrid itu selalu saja menempel kepadanya di setiap kesempatan ketika Renjun menghabiskan waktu untuk diam di apartemen.

Awalnya manusia itu berfikir mungkin saja Jeno merindukannya dan merasa kesepian ketika harus ditinggalnya bekerja. Namun keheranannya menjadi lebih kuat ketika Jeno selalu mendorong-dorong dan menggesekkan bagian bawahnya pada Renjun setiap kali mereka berdekatan.

Puncaknya adalah beberapa hari yang lalu saat mereka memutuskan untuk menonton film di kamar, Renjun duduk bersila di kasurnya dengan punggung yang menyender pada headboard kasur dan Jeno dalam wujud anjingnya meringkuk diantara kakinya.

Semuanya berjalan dengan damai sebelum Renjun merasakan sesuatu yang basah mengenai celana piyamanya yang pendek. Ia melihat anjing hybrid-nya tengah dengan tepat menjilati dan membaui area kemaluannya.

Terlalu terkejut sehingga Renjun hanya bisa terdiam, membeku melihat apa yang dilakukan oleh Jeno padanya.

Setelah puas menjilati area privasinya sampai lembab, Jeno kembali memposisikan dirinya untuk menggesekkan tubuh bawahnya pada vaginanya yang tertutup celana. Kedua kaki depannya yang berbulu menahan pada pinggang Renjun yang ramping.

Renjun tak menghentikan apa yang dilakukan anjing hybrid itu padanya karena ia sendiri masih shock, terkejut karena baru kali ini Jeno melakukan hal seperti ini.

Celana piyama yang dikenakannya menjadi semakin basah saat Jeno mendorong tubuhnya sendiri dengan kuat pada kemaluan Renjun sebelum menggonggong dengan keras dan akhirnya tertidur dengan memeluknya.

Saat itu dengan gemetar Renjun memindahkan Jeno untuk tertidur di sampingnya, kemudian bangkit berdiri menuju toilet dan mengganti celananya.

Sejak saat itu Renjun jadi rajin browsing di internet, membaca artikel-artikel terkait perkembangan kehidupan para hybrid terutama anjing.

'Anjing jantan mencapai dewasa kelamin pada usia sekitar 5 bulan. Hal ini ditunjukan dengan perilaku mereka yang secara berkala mendorong-dorong sambil menaiki benda apapun di sekitarnya (humping). Barulah pada usia 7 bulan, mereka mulai aktif mencari pasangan anjing betina.'

'Kontak seksual biasanya baru akan benar-benar dilakukan anjing jantan ketika sudah berusia 1 tahun, dan umumnya diawali dengan aktivitas saling menjilat.'

Kesimpulan yang bisa Renjun ambil adalah Jeno sudah beranjak pada usia dewasa dan sudah memasuki masa birahinya.

Jeno sudah merayakan ulang tahunnya beberapa hari yang lalu.

Suara geraman Jeno terdengar cukup keras di telinganya, mengembalikan kesadaran Renjun yang tadi sempat melamun.

Kedua tangan Renjun menggapai pundak yang tegap itu, meremasnya cukup kuat dan berusaha menjauhkan tubuh bagian atas si hybrid dari lehernya.

Renjun meringis.

Melihat tubuh telanjang Jeno dalam wujud manusianya benar-benar sangat dosa!

Lihat saja.. Wajahnya yang tampan, perut kotak-kotak itu terbentuk dengan sempurna, tangan berurat, bicep dan dada yang kekar, serta jangan lupakan batang besar yang mencuat ereksi di pangkal pahanya itu.

Wajah Renjun memerah melihatnya.

Meskipun ia sering melihat Jeno dalam wujud manusianya, namun melihat hybrid itu tengah dalam keadaan birahi sungguh adalah pengalaman yang baru.

Renjun meringis, "Jen.. Kakak belum nemu betina yang cocok buat kamu.."

Mata sayu yang sipit itu menatap Renjun dalam. Terlihat sekali nafsu yang sudah tak bisa ditahan, menunggu untuk segera dilampiaskan.

"Kakak.. Jeno mau kakak.."

Suara itu terdengar dalam, sarat akan hasrat yang sudah menguasai.

Renjun melotot tentu saja.

Bagaimana bisa?

Dia ini manusia!

Renjun menggeleng, "Engga Jen. Kamu harus mating sama betina."

Hybrid diatasnya merengek, keringat makin banyak bercucuran di tubuh kekarnya.

"Aku bisa mating sama kakak. Udah sakit.."

Harusnya dari kemarin Renjun mencari hybrid anjing betina untuk Jeno. Tapi kesibukannya membuat ia belum sempat melakukan itu dan sekarang sudah sangat terlambat.

Sepertinya Jeno telah masuk ke masa kawinnya. Otomatis ia akan terus seperti ini selama 7 hari nanti.

Mata rubahnya melirik pada penis besar yang sudah memerah itu. Precum bahkan sudah menetes-netes membasahi bajunya, meninggalkan jejak lengket disana.

"Kak.. hh.." Jeno kembali menggerakan maju-mundur penisnya, sengaja menabrakkannya pada pusat tubuh manusia dihadapannya itu.

Instingnya mengatakan kalau kak Renjun sama seperti hybrid betina lain dan bisa ia buahi. Hidungnya yang mancung bisa mencium aroma khas yang biasa dikeluarkan oleh betina saat musim kawin.

Tubuh yang tengah terbaring itu segera beranjak bangun, membuat Jeno mau tak mau menyingkir dan duduk disamping lelaki cantik itu dengan wajah yang memelas.

Rasa iba menyerang Renjun saat melihat tubuh besar itu kini terlihat menyedihkan. Namun tidak.. ia gak boleh lemah dengan godaan ini!

Meskipun melakukan seks dengan hybrid mereka merupakan hal yang wajar, namun Renjun gak mau memanfaatkan Jeno untuk kebutuhan biologisnya. Ia murni mengadopsi hybrid itu untuk menemaninya yang kesepian di kota besar rantauannya ini.

Tangan lentiknya menyapa pipi Jeno yang halus, sontak geraman yang jantan terdengar keras dari mulutnya. Mata puppy itu menatapnya dengan pandangan memohon yang berkabut nafsu, kepalanya menekan dan mengusap kuat pada telapak tangan Renjun.

"Jeno.." Panggil Renjun lembut, balas menatap mata yang terlihat menyedihkan itu.

"Hmm.."

Jempol lentiknya menyapa bibir Jeno yang menggumam tak jelas, mengusapnya dengan pelan dan menghasilkan desahan tertahan dari sana. Tak lama bibir itu terbuka dan menggapai jempolnya, menghisapnya dengan sensual sembari memberikan jilatan yang membuat tubuhnya merinding.

For a god sake..

Renjun bukan orang yang innocent. Ia bukan tipe orang yang merasa tabu dengan seks bebas, tapi diperlakukan seperti oleh seekor hybrid merupakan hal yang baru untuknya.

Ia.. belum pernah bersetubuh dengan hybrid..

Orang bilang dalam hidup setidaknya manusia harus merasakan sekali saja bagaimana bersenggama dengan hybrid, merasakan bagaimana rasanya digauli seperti hewan yang tengah kawin dengan insting binatangnya.

"Puppy.."

Telinga anjing itu menegak, matanya kembali awas menatap manusia itu. Namun bibirnya masih asik menghisap jempol Renjun dengan khidmat.

Tenggorokan Renjun terasa kering. Dalam perutnya terasa seperti ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan kesana-kemari.

Haruskah..?

Renjun menutup matanya sejenak kemudian membukanya lagi. Kini pandangannya fokus pada benda besar yang sudah ereksi dengan maksimal di antara kedua kaki Jeno. Bulatan merah seperti bola di pangkalnya itu terlihat sangat berat, alat reproduksi hewan untuk membuahi pasangannya.

Knot.. Orang-orang menyebutnya begitu.

Manusia itu berdehem, "Kamu.." ia menghembuskan nafas panjang, "Ingin kakak lakuin apa?"

Ia sudah gila!

Penis itu terlihat mamantul senang dan Jeno terdengar mengeluarkan desahan yang nyaring kemudian bibirnya melepaskan jempolnya begitu saja.

Tangan kekar Jeno menangkup tangannya yang masih berada di wajah tampan itu. Merangkah tangan mereka berdua menuju penisnya yang semakin keras dan besar. Memeluk benda berurat itu dengan telapak dan jari-jarinya.

"Kakak.. Kakak.."

Ereksi hybrid itu mulai terasa menggesek tangannya. Jeno dengan sengaja memaju-mundurkan pinggulnya terhadap tangannya yang saat ini masih terdiam digenggam oleh tangan yang kekar itu.

Desahan nyaring yang putus asa mulai terdengar dari bibir tipis Jeno, mulai merasa puas atas rangsangan yang diterima pusat tubuhnya.

"Ahh.. kakak.."

Sementara Renjun hanya diam mematung melihat hybrid-nya tengah memuaskan dirinya sendiri dengan melecehkan tangannya. Tangannya terasa basah karena cairan sperma yang terus keluar dari lubang peranakannya.

Matanya terangkat menatap ekspresi puas yang ditunjukan Jeno, lidahnya menjulur persis seperti seekor anjing. Bicepnya terlihat sangat keras, otot perut dan pinggulnya terlihat bekerja keras untuk memuaskan dirinya sendiri.

Erotis sekali!

Entah kenapa perut bawahnya terasa semakin geli, menghantarkan kelembaban pada vaginanya yang saat ini masih tertutup celana pendeknya. Kakinya secara tak sadar merapat, mengapit vaginanya yang ikut merasa nikmat hanya dengan menonton Jeno masturbasi.

Gerakan maju-mundur Jeno mulai terasa cepat di tangannya, geraman dan dengusan sesekali terdengar, rahangnya terlihat mengetat dengan urat-urat yang bermunculan di lehernya.

Renjun tak tahan!

"Mmhh.. Jeno.."

Tubuh ramping itu menyergap tubuh besar Jeno. Naik ke pangkuannya, mendekatkan penis besar di tangannya itu pada vaginanya.

Bibir tipis Renjun menyapa bibir yang terus mendesah sensual itu, membawa mereka kedalam ciuman yang dalam. Seperti ingin saling memakan.

Tangannya masih belum berhenti maju-mundur di penis yang semakin keras itu, memberi stimulasi untuk Jeno agar segera orgasme.

Renjun melepas ciumannya, "Ayo sayang.. keluar buat kakak.."

"Kak.. hahh.." Rengekan semakin keras terdengar, membuat Renjun entah mengapa merasa dominasi yang kuat terhadap hybrid-nya ini.

Masih dengan tangan yang mengocok ereksi Jeno, tangan Renjun yang satunya berusaha untuk menurunkan celananya sendiri dengan menarik satu kakinya. Sehingga kini celana dan pantiesnya menyangkut di betis kirinya yang ramping. Bibirnya kini menyapa leher Jeno yang sudah banjir keringat. Menciuminya dengan menggoda.

Tangannya yang kosong menyapa punggung Jeno. Membawa maju tubuhnya untuk semakin merapat. Membuat vaginanya kini menempel dan tersodok-sodok oleh ujung penis besar itu.

Kedua tangan Jeno terasa menyapa pantatnya, menangkupnya dengan erat dan tak lama pinggulnya terasa dinaik-turunkan oleh tangan kekar itu. Vaginanya terasa makin basah oleh cairan mereka berdua yang tercampur.

Renjun tak kuasa lagi menahan desahannya, "Ahh Jeno sayang.. ayo cum on me.."

"Hmh.. Ahh Kakak!"

Jeno menahan tubuh Renjun untuk tetap diam dalam pangkuannya sementara ia menjemput orgasmenya yang sangat nikmat ini. Ia keluar tepat di vagina lelaki yang mengadopsinya ini. Cairannya yang sangat banyak membasahi tubuh bagian bawah keduanya.

Tapi.. ia masih belum puas..

Puncak masa kawinnya belum tiba, knot-nya masih belum terbentuk sempurna.

 

 

Renjun mematikan kompornya kemudian mengangkat masakan yang sudah dibuatnya untuk makan malam ini. Membaginya ke dalam dua piring untuk dirinya dan juga Jeno yang saat ini masih terlelap.

Manusia itu sudah memutuskan untuk membantu hybridnya itu melewati masa kawinnya.

Selepas mereka making out tadi siang atau lebih tepatnya Jeno orgasme, hybrid itu langsung tertidur karena kelelahan menahan nafsu di masa kawinnya ini.

Meninggalkan Renjun yang belum menjemput puncaknya, membuat ia harus membersihkan dirinya sendiri tanpa pelepasan.

Renjun maklum, karena hybrid itu masihlah setengah hewan. Jadinya yang ia pikirkan pasti hanyalah insting hewaninya untuk memuaskan dirinya sendiri tanpa peduli pada lawan mainnya.

Sebelum tertidur Jeno hanya bergumam kalau masa puncaknya belum tiba.

Oleh karena itu Renjun pun ikut mempersiapkan dirinya dengan hanya menggunakan kaos yang panjangnya mencapai setengah pahanya, tanpa celana dan dalaman, untuk ikut menyambut puncak masa kawin Jeno yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

"ARGH!!"

Teriakan itu mengejutkan Renjun tentu saja. Dengan tergesa ia meninggalkan dapur dan berjalan menuju kamarnya. Ia membuka pintunya dengan cukup keras, takut terjadi sesuatu pada hybrid kesayangannya itu.

"Jeno kenapa?!!"

Ekspresinya tentu saja sangat khawatir, namun yang didapatinya malah Jeno yang berdiri menjulang di depan pintu lalu menariknya dengan sekaligus ke atas kasur. Membaringkan tubuhnya disana dengan mudah.

"Kakak.. Kakak.."

Tangan kekar Jeno membuka kedua kakinya dan menempatkan tubuhnya yang besar tepat di depan vaginanya yang terbuka, tersaji dengan bebas untuknya seorang.

Tangan kanan Renjun yang lentik menggapai wajah Jeno, terlihat sekali keringat mulai bermunculan lagi di dahinya yang mulus.

"Kak.. Panas.. Sakit.."

Ekspresi wajah Jeno menunjukkan kesakitan yang begitu kentara, wajahnya memerah dan erangan putus asa terus saja terdengar dari mulutnya.

"Sakit apa, heum?"

Pinggul Jeno terasa maju mundur lagi di selangkangannya yang terbuka, "Ini sakit.."

Suaranya terdengar polos menahan sakit, berbanding terbalik dengan benda ereksi yang kini semakin berat terasa di lipatannya yang mulai basah lagi. Rasa panas dari penis Jeno terasa membakar vaginanya yang telanjang.

"Hngh.." Helaan nafas Jeno terdengar berat.

Tangan Renjun kembali menyapa batang besar yang terselip diantar tubuh mereka berdua, menangkupnya dan semakin merapatkannya untuk terus menabrak klitorisnya. Memberikan kenikmatan untuk mereka berdua.

He keeps rutting against him.

"Ahh.. Jeno.."

Renjun menaikan kaosnya, menampilkan putingnya yang kini sangat tegang. Libido yang tadi sempat turun kini menghampirinya kembali, membuatnya ikut mencari kenikmatan dari kegiatan panas mereka.

Mata Jeno menangkap kehadiran puting kecoklatan yang tegang itu, membuat penisnya terasa semakin sakit. Ingin meledak rasanya, knot-nya terasa sudah siap untuk membuahi.

Ini saatnya.. Rasa pening tiba-tiba menghantam kepalanya. Semua kenikmatan terasa berkumpul dan berpusat pada penisnya yang semakin ereksi.

Jeno merengek lagi, "Kakak.. Jeno.. Knot sakit.. hngh.."

"Shh.. Jeno mau apa sekarang?"

"Knot.. Jeno knot kakak.."

Renjun merinding mendengar kata 'knot' keluar dari bibir itu. Membayangkan penis besar dan knot-nya nanti akan membuahinya dengan panas.

"Iyah.. ahh.. Boleh~"

Tapi yang didengar manusia itu hanyalah suara rengekan yang makin kencang, dan gerakan penis yang tengah humping itu semakin kencang.

"Kenapa sayang?"

"Kakak.. Manusia.. Jeno.. Knot mana.."

Ah.. Renjun lupa kalau anjing hybrid-nya ini baru saja beranjak dewasa dan belum pernah bersetubuh, baik dengan sesama hybrid ataupun manusia lainnya. Pantas saja selama ini ia hanya mampu humping saja kepadanya, tanpa mau memasukinya.

Justru karena hybrid-nya ini tidak tau harus memasuki kemana.

Renjun jadi tertawa, merasa lucu atas tingkah Jeno yang sangat polos dalam kegiatan kotor mereka.

"Ohh sayangku!!"

Tubuh ramping itu bangun setengahnya, menahan beratnya dengan satu tangan. Sementara satu tangannya lagi menuju vaginanya. Membuka lipatan vaginanya dan mempersilahkan pada mata puppy itu untuk melihat secara keseluruhan.

Gerakan pinggul Jeno yang maju-mundur berhenti, merasa takjub atas apa yang dilihatnya. Lipatan itu begitu basah mengundang, merah merona karena tak berhenti digosok oleh penisnya.

"Jeno sayang.." Mata lelaki hybrid itu balas menatapnya, "Kamu lihat jari kakak disana."

Matanya mengikuti pergerakan jari-jari lentik itu, sementara mata Renjun memperhatikan Jeno yang saat ini begitu terpaku pada vaginanya.

Renjun mendesah pelan, merasa terangsang hanya karena vaginanya yang telanjang ditatap sedemikian rupa oleh hybrid-nya itu, dengan sengaja ia mengedutkan lubangnya.

"Kakak.." Suara itu terdengar parau dan dalam. Terlihat sekali nafsu sudah menguasainya.

Jari tengah Renjun bergerak menuju klitorisnya sendiri, "Kamu lihat ini sayang?"

Kepala Jeno mengangguk pelan.

"Kamu bisa mainin klit kakak ini. Kakak bakal seneng kalo kamu lakuin itu."

Ekor putih Jeno berkibas senang mendengarnya, merasa Renjun memberinya lampu hijau. Matanya terlihat berkilau senang.

Jari tengahnya kembali melanjutkan perjalanan, kini menghampiri lubang vaginanya. Memutarkan jarinya tepat di depan pintu masuk itu.

"Sementara ini.." Nafas Renjun terasa berat, terangsang atas apa yang dirinya lakukan itu.

Jeno menelan ludahnya berat melihat itu, penisnya semakin terasa semakin berdiri pada perutnya.

Jari tengah Renjun mulai masuk pada lubang kawainnya sendiri dengan pelan, "Sshh.. Kamu harus masukin.. eumh.. knot kamu disini.."

Mata Jeno terlihat menggelap, insting hewannya terpanggil saat ia melihat jari itu bergerak keluar-masuk di lubang kawin milik manusia favoritnya ini.

Suara geraman yang keras terdengar di kamar itu, mengejutkan Renjun yang kenikmatan atas ulahnya sendiri. Tanpa diduga Jeno menarik tangan lentik itu dengan tiba-tiba, mengakibatkan desahan keras dikeluarkan Renjun.

"Sshh.. ahh!"

Pucuk kepala penis Jeno mulai menyapa, mendorong masuk dengan tergesa pada lubang kawinnya itu. Pinggul itu terasa mendorong-dorong pada selangkangannya yang terbuka.

Tubuh ramping itu menggeliat, merasakan panas yang mulai masuk kedalam tubuhnya. Sudah sekian lama Renjun tidak merasakan seks yang hebat dan panas seperti ini.

"Eum.. Hhmm.."

Geraman jantan itu terdengar lagi saat Jeno mendorong pinggulnya dengan sekali hentak, masuk kedalam lubang kawin yang sudah ia tunggu sejak lama.

Penis yang keras itu terasa mencapai tenggorokan Renjun. Menyentuh masuk bagian terdalam tubuhnya. Penis hybrid setengah hewan ini begitu besar, menyentuh bagian-bagian yang ia sendiri tidak pernah rasakan.

Tanpa menunggu Renjun menyesuaikan tubuhnya dengan ereksinya, Jeno segera menggerakkan pinggulnya mencari kenikmatan lebih.

"Ahh! Ahh!!"

Desahan melengking itu terdengar begitu ereksi Jeno menyentuh titik manisnya. Membuat tubuh Renjun merungkut, merasa pasrah pada kenikmatan yang menderanya.

"Hm.. milikku.." Jeno terus menggumam bagai merapalkan mantra.

Renjun melihat pemandangan paling erotis dalam hidupnya. Anjing hybrid-nya tengah menyetubuhinya dengan keras, ekor putih dan telinganya bergerak senang, urat-urat menonjol di lehernya, bicep dan dadanya yang keras, perut kotak-kotak tersaji didepannya, dan jangan lupakan penis panjang dan besar yang tengah keluar masuk di lubangnya.

Kakinya yang mengangkang naik pada pinggang Jeno, semakin merapatkan tubuh mereka yang menyatu. Tangannya meraba perutnya sendiri, merasakan penis Jeno yang menyembul disana saking panjang dan besarnya.

"Mmh.. yesh.."

"Kakak.."

Kedua tangan Jeno menghampiri pantatnya, mengangkatnya dengan kuat sampai hybrid itu menjadi berlutut diatas kasurnya.

"Ohh.. my.. Jeno.. hh.."

Knot Jeno yang besar dan panas terasa menepuk-nepuk pantatnya yang sudah basah oleh cairan mereka berdua.

"Kakak.. Knot.."

"Iya sayang.. shh.."

Punggung Renjun sudah terangkat dari kasur setengahnya, membiarkan hybrid itu melakukan apapun pada tubuhnya. Memposisikan tubuhnya sesuai apa yang dia inginkan.

Bibir Jeno terasa menghampiri putingnya, menjilat dan menggigit kecil. Kedutan mulai terasa di dalam vaginanya dan gerakan pinggul lelaki yang sedang menyetubuhinya itu semakin berantakan.

Tangan Renjun mendekap kepala Jeno yang sedang menyusu di dadanya. Bibirnya mencium pelipis yang berkeringat itu.

"Mmhh.. Jeno.. Kamu besar banget sayang.."

Gerakan pinggul Jeno menjadi pelan namun terasa dalam.

"Knot kakak.."

Gumaman itu terdengar jelas di telinga Renjun, membuat lelaki manis itu tersenyum senang.

"Yes.. ahh sayang.. you can breed me.."

Jeno menghentaknya dengan kuat dan dalam, mendorong knotnya yang telah terbentuk untuk masuk kedalam vaginanya. Menerobos masuk ke dalam rahimnya dengan kuat.

Mata Renjun melotot, merasakan kenikmatan yang tidak ia duga ini. Tanpa bisa menahannya lebih lama lagi, ia sampai pada orgasme yang sudah ditunggunya sejak siang.

"Ahh.. Jeno! Sayang ahh!"

Kuku jarinya mengepal di punggung kokoh si hybrid, tubuhnya bergetar atas sensasi orgasme yang sangat hebat. Vaginanya mengeluarkan cairan reproduksi yang sangat banyak berbarengan dengan cairan encer yang banyak.

He is squirting..

Hybrid itu mengantarkan Renjun pada pelepasan paling hebat yang pernah dia rasakan.

Namun Jeno tak menghentikan sama sekali gerakannya. Hentakannya semakin dalam dan kuat.

"Ahh! Stop it, Jeno!"

Renjun masih sensitif, ia hanya ingin menikmati pelepasannya dulu.

Tapi Jeno tidak peduli. Ia hanya manusia setengah hewan yang saat ini sedang dikuasai insting liarnya.

"Knot Kakak.. ahh!"

Knot Jeno terasa besar di dalamnya.

Terasa sekali cairan vagina dan precum tercampur didalam sana dan terdorong keluar saat Jeno bergerak keluar masuk.

Jeno meraung di dadanya sebelum memberikan tusukan yang keras dan dalam. Mendorong masuk knotnya ke dalam rahim Renjun, membuat manusia itu meringis sakit mencoba melarikan tubuhnya dari dekapan si hybrid.

"Ahh.. shit! Jeno ampun!"

Semprotan panas terasa di dalam rahimnya. Mengisi seluruh ruangan yang ada disana.

Jeno tengah membuahinya dengan keras.

"Shh.. Mmh.."

Tubuh Renjun tidak bisa lari. Jeno sudah menguncinya dari dalam dan dengan kedua tangannya. Memposisikan tubuhnya untuk tetap berada di tempatnya.

"Kakak.. Knot!"

Renjun mengangguk. Tak bisa dipungkiri merasakan knot Jeno yang besar di dalam tubuhnya sedang membuahinya membuat tubuhnya meremang.

Dan tanpa diduga, Renjun kembali orgasme tepat saat Jeno masih mengeluarkan spermanya di dalam sana.

"Jeno.. Mmh~"

"Kakak enak!"

Tubuh Renjun diturunkan lagi ke atas kasur dengan pinggul Jeno yang mengikuti. Bagian bawah mereka masih mengunci karena knot hybrid itu masih menyemburkan benihnya di dalam sana.

"Habis ini kita makan ya?"

Mata Renjun melirik jam dinding di kamarnya, satu jam berlalu sejak ia menyiapkan makan malam.

Jeno menganggukkan kepalanya, mulutnya masih mengecupi puting milik manusia dibawahnya.

"Jeno sayang kakak."

Suara tawa keluar dari mulut Renjun, merasa lucu atas ungkapan hybrid-nya ini setelah mereka melakukan seks yang hebat.

 

© mai

Notes:

Au ini tercipta karena thread Lee Jeno Puppy 🤡
Wajah polos puppy yang minta disayang banget~

Semoga suka ceritanya yaaa~

Dan maaf kalo ada typo hehehe