Chapter Text
Bella Swan berjalan cepat ke arah empat pria yang tidak mengenakan apa pun selain celana pendek hitam mereka. Dia tidak tahu apakah kesopanan belum ditemukan di sini, tetapi bukan itu fokus utamanya sekarang.
Sahabatnya, Jacob, harus menghadapi kesulitan karena ulah keempat pria ini. Mereka adalah Sam, Paul, Jared, dan Embry. Sekelompok orang aneh yang putus sekolah dan berkeliling di Forks dengan dada telanjang mereka.
"Apa yang kalian lakukan pada Jacob?" Bella mendorong orang pertama yang berhasil terjangkau tangannya. Naas baginya, itu adalah Paul Lahote.
"Hey, tenang," kata Sam menegur Bella.
"Dia tidak menginginkan ini!" seru Bella. Apa pun yang orang-orang ini lakukan bersama Jacob, dia tidak menyukainya. Nadanya yang menuntut dan tatapannya yang menuduh membuat semua orang geram.
"Apa yang kami lakukan? Apa yang dia lakukan? Apa yang telah dia katakan padamu?!" cerca Paul. Dia tidak menyembunyikan ketegangan otot-otot tubuhnya yang marah pada konfrontasi Bella.
Sam, yang tertua dari kelompok itu, memegang lengan Paul untuk menahannya menyerang Bella. "Tenanglah kalian berdua!"
"Tidak ada." Bella menggelengkan kepalanya kecewa. "Dia tidak mengatakan apa pun padaku karena terlalu takut pada kalian!"
Sontak hal itu membuat Paul tertawa. Jacob si pembangkang, yang notabene anggota baru pack, takut pada mereka?
Hah! Lucu sekali.
Sepertinya semua orang setuju dengannya, karena bukan dia saja yang tertawa. Jared adalah yang tertawa paling keras, meskipun Sam hanya menyeringai kecil. Namun, itu tidak bertahan lama ketika Bella dengan kurang ajar menampar wajahnya.
Paul adalah pria dengan temperamen yang buruk. Dia terburu nafsu, mudah marah, dan cepat tersinggung. Tamparan dari Bella adalah batas akhir kontrol dirinya.
Geraman liar segera memecahkan udara lembab di pekarangan rumah Jacob. Sam sudah berusaha menenangkan Paul, tetapi Jared tahu lebih baik.
"Sudah terlambat untuk itu, Sam." Jared bergurau.
Melihat apa yang dikatakan Jared adalah benar, Sam memerintahkan Bella mundur beberapa langkah agar tidak terkena wolf besar Paul.
Bella yang tidak tahu apa-apa, tidak tahu siapa mereka sebenarnya, benar-benar terkejut dengan pergantian peristiwa. Paul yang tadinya manusia, sekarang berubah menjadi wolf yang sangat besar. Ukurannya lima kali lebih besar darinya dengan bulu perak gelap yang mengelilingi wujudnya.
Geraman yang mengerikan seperti guntur semakin menakuti Bella, terutama dengan wolf memamerkan giginya yang tajam seperti belati.
Wolf Paul tampak siap menerkam Bella karena tamparan tak terduga barusan. Tanpa memedulikan apa pun, dia berlari ke arah Bella untuk memberikan pelajaran padanya. Melihat hal itu, Bella dengan ketakutan berlari ke rumah Jacob.
Jacob yang mendengar keributan di luar rumahnya segera pergi memeriksa. Betapa terkejutnya dia melihat Bella berlari ketakutan ke arahnya untuk menghindari kejaran wolf Paul.
"Bella!" teriak Jacob sambil melompati balkon rumahnya.
"Tidak! Jacob, lari!" seru Bella sambil terus berlari.
Jacob mengabaikan seruan Bella dan berlari mendatangi mereka. Apa yang tidak Bella sangka adalah bahwa Jacob merubah dirinya menjadi wolf juga. Wolf yang lebih besar dari Paul, memiliki bulu berwarna cokelat karatan.
'Jacob sama seperti mereka?' pikir Bella terkejut. Dia jatuh terduduk lemas di tanah, matanya terbelalak ketika melihat dua wolf berukuran besar saling beradu dan menyerang, berguling-guling dan menghancurkan properti di sekitar rumah Jacob.
Sisa anggota pack yang ada hanya menonton dengan tangan di pinggul.
.o0o.
Sebuah mobil polisi berhenti di depan rumah Bella. Sisi pintu pengemudi terbuka dan keluarlah Charlie Swan. Dia berdiri dan melihat truk Bella tidak terparkir di tempatnya, yang berarti putrinya sedang keluar.
"Semuanya baik-baik saja, Uncle?" tanya Hermione ketika dia membuka pintu penumpang di bagian depan.
Charlie berbalik menghadap keponakannya, "Yah. Sepertinya kau harus menunggu bertemu Bella, dia sedang keluar sekarang."
"Oh." Bahu Hermione turun. Dia sangat ingin bertemu sepupunya yang tidak dia jumpa sejak empat tahun lalu. Terakhir kali dia bertemu langsung dengan Bella adalah sebelum tahun kelimanya di Hogwarts.
"Jangan terlihat kecewa, ayo masuk dan biar kutunjukkan kamar barumu." Charlie menghibur, merangkul Hermione dan membimbingnya ke dalam rumah.
Hermione tersenyum dan menghargai niat baik pamannya.
.o0o.
Bella mengendarai truknya ke rumah ketika pikirannya masih dipenuhi informasi mengejutkan hari ini. Setelah melihat perubahan bentuk Jacob dan Paul, dia berkeliling di pantai sambil mendengarkan penjelasan dari Jacob.
Dia masih tidak menyangka jika Jacob adalah Shapeshifter. Seorang manusia yang punya kekuatan untuk berubah menjadi wolf. Namun, reaksinya tidak sedramatis ketika dia tahu Edward adalah vampir.
Edward ....
Memikirkannya membuat Bella sedih. Betapa hatinya sakit harus menerima keputusan Edward untuk putus dengannya dan meninggalkannya sendiri di Forks.
Kembali lagi ke peristiwa hari ini. Dengan Edward itu adalah perasaan mendebarkan dan penasaran yang bercampur menjadi satu. Antisipasi dan harapan yang coba dia pegang. Sedangkan untuk Jacob dan teman-temannya, itu murni kejutan dan insting menyelamatkan diri dari bahaya serangan binatang buas.
Bagaimanapun, semua ini hanya terlalu ... mengejutkan.
Setelah lelah berkendara, Bella dengan pelan memarkirkan truknya dan terhuyung-huyung masuk ke rumah. Dia terlalu sibuk memijat keningnya yang sakit ketika sebuah suara dengan aksen Inggris yang familiar terdengar sesaat setelah dia ada di ruang tamu.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Hermione, menutup bukunya dan bangkit dari posisi duduknya di sofa. Alisnya berkerut khawatir melihat tampilan sepupunya yang lelah.
Bella tersentak dan melihat dari mana datangnya suara itu. Beberapa meter di depannya, dia melihat sepupunya yang lama tak jumpa.
"H-Hermione?" Suara Bella terdengar tidak yakin dan bingung.
"Hai. Ya, ini aku." Hermione tersenyum dan mendekat.
"Bagaimana kau bisa ada di sini?" tanya Bella linglung.
"Well, Uncle Charlie menjemputku di bandara dan mengantarku ke sini." Hermione menjelaskan, tertawa ketika melihat ekspresi Bella yang bingung.
"Tidak, maksudku ...." Bella berusaha menemukan kata yang tepat untuk ditanyakan. "Apa ini semacam liburan atau apa?"
Hermione memperlebar senyumnya sebelum menjawab, "Tepat, aku sedang berlibur!"
.o0o.
Pantai La Push selalu menjadi wisata alam tersendiri bagi penduduk asli sekitar. Orang-orang tidak pernah bosan untuk datang dan menghabiskan waktunya dengan menatap hamparan air dan suara gemuruh ombak. Untuk beberapa alasan, itu menenangkan. Itu juga membantu Paul bersantai sambil bermain football dengan teman-temannya di pinggir pantai sore ini.
"Paul, oper bolanya!" seru Jared.
Jared, Embry, Quil, dan Seth sama antusiasnya bermain dengannya. Sedangkan Sam menepi, menikmati waktu berdua bersama pasangannya.
Paul segera mengoper bolanya kepada Jared. Matanya beralih sesaat ke arah Sam dan Emily yang sibuk berbagi kasih sayang.
Dia tidak asing dengan konsep imprinting. Semua jenisnya—Shapeshifter—tahu apa artinya ketika mereka menemukan pasangan mereka dan ter-imprint olehnya. Namun, hanya mengetahui dengan merasakan langsung jelas adalah dua hal yang berbeda.
Di usianya yang menginjak dua puluh tahun, Paul mulai merasakan perubahan dalam dirinya. Dia masih menikmati bermain dengan teman-temannya, tetapi sesekali melirik Sam dan Emily dengan penasaran.
Yang termuda—bayi pack—adalah Seth dengan usia 16 tahun. Jared, Embry, Quil dan Jacob seumuran. Mereka 18 tahun dan apa yang ada dipikiran mereka hanyalah bermain. Sam di sisi lain, menjadi yang tertua di kelompok mereka dengan berusia 25 tahun. Menjadikan Paul berada di tengah-tengah.
Jiwanya masih muda dan dia senang bermain, tetapi ada separuh bagian dirinya yang ingin mencari kesenangan di tempat lain. Tempat di mana hanya dia yang tahu, tempat atau seseorang ... di mana itu adalah miliknya seorang.
Lamunannya buyar ketika mendengar teman-temannya berteriak tentang sesuatu.
"Oh, hey, lihat! Itu Bella." Quil menunjuk ke arah truk Bella yang baru saja diparkir.
"Dia benar-benar aneh, bukan. Dia baru saja lari setelah melihat Shapeshifter dan sekarang dia datang lagi ke wilayah kita," komentar Embry.
"Damn, bro! Apa yang kau harapkan? Dia pernah menjalin hubungan dengan vampir, adakah yang lebih aneh dari itu." Jared mengejek Embry.
Embry mengangkat bahunya sambil menyeringai, "Poin yang bagus."
Paul mendengus pada pemikiran itu. Ternyata ada orang yang benar-benar bodoh untuk menjalan hubungan dengan vampir.
Bella pasti mengharapkan kematiannya sendiri dengan dihisap sampai kehabisan darah. Beruntung baginya, lintah-lintah itu—The Cullens—sudah pergi meninggalkannya. Karena itulah sekarang gadis Swan lebih menempel pada Jacob.
"Mari kita lihat apa yang akan dia lakukan sekarang," timbruk Paul ketika mendekati Jared, Embry, dan Quil. Sementara Seth pamit mencari Jacob.
Mata mereka mengamati sosok Bella yang membuka pintu pengemudi truknya dan turun. Dia sepertinya baik-baik saja dan tidak mengalami episode syok berat setelah pertunjukan luar biasa dari Paul tadi siang.
"Setidaknya dia tidak pingsan atau histeris. Paul, kau benar-benar membuat pertunjukan." Jared menyenggol Paul dengan sikutnya.
Paul hanya terkekeh menanggapi. Tidak ada rasa bersalah telah menakut-nakuti Bella sama sekali. Dia pantas mendapatkannya setelah dengan kurang ajar menamparnya.
"Siapa itu?" tanya Quil tiba-tiba. Paul dan Jared mengarahkan pandangan mereka ke truk Bella lagi.
Sosok baru muncul setelah Bella dan itu adalah seorang gadis. Mereka yakin belum pernah melihatnya sebelumnya, pasti turis dari luar, atau dalam hal ini temannya Bella.
Siapapun itu, dia tampak seumuran Bella dan memiliki rambut coklat yang sama, hanya saja lebih bergelombang dan tebal.
Siulan Embry mengiringi kedua gadis yang semakin mendekat ke tempat mereka berdiri. Jared melangkah maju, menjadi yang pertama kali siap untuk berkenalan.
"Hello, Ladies! Aku Jared. Dengan siapakah aku berkenalan kali ini?" tanya Jared dengan postur gagah sedemikian rupa sambil mengulurkan tangannya.
Bella dan Hermione yang sedang asyik mengobrol berhenti dan menatap tangan Jared yang terulur.
Bella dengan canggung menjelaskan kepada Hermione, "Mereka adalah penduduk asli di sini." Gerakan tangannya mengisyaratkan kepada semua pria yang hadir.
"Oh!" gumam Hermione. Dia cepat-cepat mengambil tangan Jared dan mengguncangkan, tidak lupa dengan senyum ramahnya. "Hai, aku Hermione, sepupu Bella."
Jared memberinya senyum lebar sebelum bergeser dan memberikan kesempatan kepada Embry untuk pergi berikutnya.
"Aku Embry," kata Embry dengan kedipan matanya. Hermione tertawa dan menjabat tangannya.
"Aku Quil," kata Quil seperti orang normal. Hermione juga memberinya senyum ramah, kemudian bergeser ke pria berikutnya yang paling terakhir.
Hermione menjabat tangannya sambil menunggu pria itu menyebutkan namanya. Ketika tidak segera mendapatkan respon, Hermione mendongak ....
"Ha—" Kata-kata Hermione mati di tengah jalan ketika dia bertemu bola mata coklat yang menatap lurus ke arahnya. Pria itu tetap diam tidak mengatakan apa pun, meskipun sepertinya matanya mencoba berkomunikasi atau apa.
Hermione menghela napas. Perasaan geli tiba-tiba muncul dalam dirinya, tetapi segera diabaikan dengan menoleh ke arah Bella untuk minta bantuan.
"Dia ... Paul," ucap Bella canggung, mengingat mereka baru saja bertengkar siang tadi. Itu juga tidak membantu sama sekali dan hanya membuat situasi semakin aneh.
Hermione meringis dan melanjutkan, "Hai, Paul. Senang bertemu denganmu." Kemudian cepat-cepat melepaskan tangan Paul dan berbalik ke semua orang.
"Apa yang membawamu sampai ke sini, Hermione? Apa kau sedang berlibur?" tanya Jared, mengabaikan bengong Paul, berpikir dia hanya bertingkah konyol dengan dirinya sendiri.
"Ya, aku baru saja lulus dan memutuskan istirahat dari semuanya." Hermione menjawab dengan mudah.
"Oh, sekolah! Yah, itu bagian yang merepotkan. Karena itulah kami lebih suka berhenti dan melakukan hal-hal yang lebih berguna." Embry mengomentari.
"Bayangkan duduk berjam-jam untuk mendengarkan omong kosong kesopanan itu sampai pantatmu tipis, ugh!" keluh Jared.
Hermione mengernyitkan alis bingung. Bella di sisi lain menemukan itu sebagai satu hal.
"Jadi, karena itulah kalian tidak memiliki kesopanan dalam berpakaian?" tanya Bella polos.
Semua orang membuat wajah masam. Mereka tidak menyukai Bella yang memulai konfrontasi. Beruntung, tidak ada yang memakan umpan Bella dan hanya menyeringai kecil. Kecuali satu orang yang diam sejak tadi.
Paul menggeram marah dan bergerak mendekati Bella, tetapi dihadang oleh Quil dan Embry.
"Hati-hati dengan lidahmu, girl!" geram Paul menatap penuh kekesalan ke arah Bella. Otot-otot tubuhnya sekali lagi tegang ketika menghadap Bella, dan lubang hidungnya membesar tidak wajar.
Hermione terkejut dengan interaksi mereka, dia menatap Bella dan bertanya, "Apa ada masalah di sini?"
Bella menatap sepupunya. Tidak ada jawaban selain mengangkat bahu.
Hermione mengamati mereka dengan intens. Bella tidak biasanya bersikap sinis pada orang lain, pasti ada pemicunya. Sekarang Hermione benar-benar penasaran.
Terutama pada pria Paul ini.
Dia bisa melihat dengan jelas seluruh otot tubuhnya berdenyut, seperti itu akan membengkak dan membesar menjadi sesuatu yang lain. Seluruh ketegangan itu, dan pernapasan yang tersengal-sengal seperti binatang, semuanya mencurigakan.
Hermione masih baru di sini. Dia membutuhkan informasi lebih banyak tentang tempat ini. Itu memanggilnya pada penelitian.
Tidak buruk sama sekali. Dia bisa melakukan ini, menyelam sambil meminum air. Dia bisa menghabiskan liburan sambil meneliti kota Forks dan apa yang tersembunyi di baliknya.
Pikiran Hermione terputus ketika Bella menarik tangannya dan menggiringnya pergi.
"Kemana kita pergi?" tanya Hermione saat mereka mendekati dua sosok yang baru datang. Bella tidak menjawab dan terus menyeret Hermione bersamanya.
"Hai, Bella. Siapa ini dan kau mau kemana?" tanya Jacob, melihat dari Bella lalu pada Hermione yang hanya bisa menurut karena dia tidak tahu apa-apa.
"Jacob, kita pergi ke rumahmu," kata Bella.
Jacob mengangkat alisnya. Dia memandang melalui Bella dan menemukan para pria sedang menatap ke arah mereka sekarang. Quil tampak tenang seperti biasa, Embry dan Jared sedikit kesal dan yang paling buruk ... Paul. Dia tampak siap menerkam.
"Ada apa? Apa kau dalam masalah?" tanya Jacob khawatir.
"Jacob," Bella menahan decakan kesal agar tidak lolos dari bibirnya. "Rumahmu. Sekarang."
Jacob akhirnya menyerah pada nada penekan Bella dan mengangkat kedua tangannya pasrah. "Oke, let's go."
"Kurasa aku akan tinggal," kata Seth yang berdiri di samping Jacob.
"Oke, Seth. Kami pergi." Jacob melihat sekali lagi ke anggota pack sebelum pergi bersama Bella dengan siapa yang dia duga sebagai temannya.
Hermione tetap diam dan mengikuti kemana sepupunya akan membawanya. Sebelum mereka benar-benar menjauh dari pantai, dia berbalik dan melihat ke arah pria-pria itu. Mereka masih di tempat yang sama, tetapi sekarang duduk di batang kayu dan membuat api unggun. Semua punggung membelakanginya, kecuali satu orang.
Paul.
Dia menatap lurus ke arah Hermione, seperti awal perkenalan mereka barusan. Hermione bergidik dengan perasaan yang dia rasakan, yang tiba-tiba menyerangnya setelah melihat tatapan Paul. Apakah itu ... kemarahan?
Padanya?
