Actions

Work Header

oh my son

Summary:

cerita tentang mark yang begitu terobsesi dengan anaknya sendiri—lee haechan.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

hari ini mark pulang lebih lambat dari biasanya. dia mendapati istri tercintanya sedang tertidur pulas di sofa. ah, istrinya itu selalu saja menunggu dia pulang padahal mark sudah berpesan jangan menunggu.

kim yeri namanya. istri dari mark lee yang sangat cantik dan memiliki hati yang lembut. mark dan yeri dinikahkan karena perjodohan, namun selang 2 tahun menikah mereka akhirnya saling mencintai.

dan sekarang sudah memasuki tahun ke 17 pernikahan mereka yang sudah dikaruniai satu orang anak yang bernama lee haechan. haechan anak yang ceria, periang, dan selalu menghangatkan suasana. kini haechan sudah menginjak usia 14 tahun.

mark menggendong istrinya ke kamar, merebahkan tubuh cantik itu di atas ranjang. setelahnya mark memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu lalu makan.

tak berselang lama mark pun sudah selesai makan, dia berinisiatif untuk pergi ke kamar anaknya yang dia yakini sudah tertidur pulas. dan saat sudah masuk ke kamar haechan benar saja anak itu sudah masuk ke alam bawah sadarnya.

perlahan mark mendekati ranjang haechan, dia kecupi kening serta pipi anaknya dengan sayang. bukan hanya itu rupanya, bibir anaknya pun mark kecup dengan diberi sedikit lumatan.

mark menyingkap selimut yang dikenakan anaknya, lalu membuka celana pendek milik anaknya hingga tersisa celana dalamnya. satu tangannya meraba-raba area kelamin haechan sedangkan satunya lagi berusaha membuka kancing piyama milik anaknya itu.

saat semua kancing piyama itu sudah terlepas, mark segera membaringkan tubuhnya di samping anaknya. mark tarik tubuh haechan agar bisa tidur menyamping lalu dengan segera mark meraup puting kecil itu, menyedotnya dengan perlahan agar tidak membangunkan si kecil.

tangan yang satunya masuk ke celana dalam haechan, mengelus vagina milik anaknya yang terasa sangat lembut. sesekali ibu jari dan telunjuk milik mark mencubit-cubit klitoris itu dan menepuk-nepuk pelan.

katakanlah mark gila. kalau secara akal sehat harusnya ia melakukan hal seperti ini pada istrinya bukan anaknya. tapi mark ingin mencoba sesuatu yang baru, sesuatu yang seperti sekarang ini pada anaknya, anaknya lee haechan.

karena mark tahu, haechan ini tipe orang yang kalau tidur seperti orang mati, jadi akan lebih mudah jika sesuatu itu dicoba dengan anak semata wayangnya.

mark bangkit dari tidurnya, menarik tubuh haechan lagi agar tidur dengan posisi telentang. kaki haechan dilebarkan untuk memudahkan mark menjalankan aksi bejatnya.

celana dalam itu disingkap, memperlihatkan vagina gemuk yang sangat cantik, bersih, dan harum. mark terpana melihat kelamin anaknya, tidak pernah dia melihat vagina secantik milik haechan. bahkan milik istrinya masih kalah jauh.

"cantik banget memeknya anak papa. papa mau cobain memek adek ya?"

mark menenggelamkan wajahnya di atas vagina haechan, bau harum khas vaginanya menguar di indra penciuman mark. papa dari haechan itu langsung memakan vagina yang ada di depannya dengan rakus, tak peduli jika tiba-tiba anaknya terbangun.

namun sekali lagi, haechan itu kalau tidur seperti orang mati, sekalipun ada gempa haechan tak akan terbangun.

mulutnya masih betah memakan vagina cantik itu, bahkan kini dua jari mark sudah mengobrak-abrik lubang kelamin itu. sial, dua jari saja sudah sempit begini apalagi dimasuki kejantanannya?

tak lama kemudian vagina anaknya mengeluarkan lendir bening. mark langsung memakan semua lendir itu, baik yang sudah berceceran maupun yang masih menempel di vagina anaknya.

papa dari haechan itu tersenyum senang, walaupun posisi haechan sedang tidur namun vaginanya tetap sensitif dan gampang bocor. vagina haechan ini seperti vagina yeri waktu pertama kali mark lihat, cantik, namun cantiknya berkali-kali lipat.

mark membuka semua pakaiannya tanpa tersisa satupun, memperlihatkan penis besar yang panjang dan berurat menggantung di antara kedua pahanya. mark terlihat sangat gagah sekali meskipun umurnya sudah memasuki kepala 4.

kedua tangannya mengangkat kaki haechan keatas lalu memposisikan penisnya di belahan vagina anaknya. penisnya dia gesek-gesekin ke klitoris haechan. tak hanya tangannya yang bekerja, mulutnya juga bekerja untuk menyesap bibir sewarna cherry itu dengan rakus, lalu turun kebawah untuk menyusu di puting anaknya.

memang dada haechan tak terlalu besar seperti istrinya, namun mark menyukainya karena dada haechan begitu pas di tangannya, tak terlalu besar dan tak terlalu kecil. masih bisa untuk dia remas-remas.

"sialan, kenyal banget teteknya. kamu itu laki-laki apa perempuan sih, sayang?"

"gak sia-sia papa sama mama perjuangin kamu, sayang. muka kamu, bibir kamu, tetek kamu, semuanya indah. apalagi ini, such a beautiful pussy."

"sayang, papa izin pake memeknya ya? papa udah gak tahan. kontol papa butuh memek cantik ini."

perlahan tangan mark memasukkan penisnya untuk masuk ke dalam vagina haechan, tapi mau masukin ujungnya aja tetap gak masuk-masuk. vagina haechan ini sesempit apa sih? bahkan vagina yeri yang dulu sempit saja penisnya masih bisa masuk semua.

oh ayolah mark, usia anakmu saja baru akan menginjak 14 tahun. bagaimana bisa tidak sesempit itu?

sekali, dua kali percobaan tentu tidak membuat mark menyerah, dia terus berusaha memasukkan penisnya kedalam vagina anaknya. bahkan mark rela harus berulang kali menjilati vagina itu agar basah.

sampai 13 kali percobaan, akhirnya ujung penis mark masuk juga. baru masuk ujungnya saja mark sudah mabuk kepayang saat merasakan bibir vagina haechan berkedut-kedut. mark paksa masuk lagi penisnya dan akhirnya perjuangannya berhasil. penisnya sudah masuk sempurna di vagina anaknya.

cantik sekali, bahkan saat vagina itu meneteskan darah. mark ambil tisu di atas nakas, lalu mengelap darah vagina haechan yang terus-terusan keluar sembari dia gerakin perlahan.

"ouhh sayang, memek kamu ahh.."

"haechan sayang, nghh.. enak bangethh.. papa rasa papa gak akan keluarin kontol papa dari memek kamu sayang ahh.."

"nghh.."

itu suara haechannya, mark bisa dengar. haechannya meringis dalam tidurnya. apakah haechan bermimpi jika dia sedang disetubuhi papanya? mark bisa merasakan vagina haechan terus berkedut-kedut menjepit miliknya.

gerakan itu semakin lama semakin brutal karena mark tidak kuat jika harus bergerak secara perlahan. mark sodok vagina anaknya yang masih berdarah-darah itu dengan sekuat tenaga. dia ingin mengejar pelepasannya.

"ouhh ahh.."

matanya membola, itu suara haechannya? sialan, bahkan desahannya saja sangat indah. mark menatap bibir sewarna cherry itu yang terus terbuka-tertutup sembari terus menyodok vagina anaknya. sial, haechannya mendesah! mark jadi semakin nafsu saja kalo begini.

"adek suka ya memeknya dilecehin sama papa kaya gini makanya desah-desah terus? iya, sayang?"

mark cubiti lalu tampar-tampar klitoris anaknya dengan penuh nafsu sembari terus menyodok vagina itu dengan brutal. haechan terus mendesah di bawah kungkungan mark tanpa sadar, dan hal itu membuat mark semakin bersemangat.

karna merasakan guncangan terus menerus, haechan pun akhirnya terbangun. manik cantiknya perlahan terbuka, dan hal pertama yang dia lihat adalah sosok papanya yang terlihat sangat tampan.

"pa.. pa.."

"cantiknya papa kebangun ya?" tanyanya sembari mengelus surai hitam anaknya dengan lembut tanpa menghentikan sodokan di bawah sana.

haechan merasa aneh di bagian bawahnya, namun tubuhnya masih lemas sekali. dia butuh memulihkan tenaga dulu selama 2-5 menit, membiarkan rasa aneh itu menjalar di bagian bawahnya.

melihat haechan yang masih terlihat lemas membuat mark terpaksa menghentikan sodokannya, dia tidak mau menyakiti anaknya karena nafsunya. setelah beberapa menit, haechan nampak sudah tidak selemas tadi, namun anak itu masih mengantuk sedikit.

"papa, adek kok ngerasa aneh ya? kaya ada tai nempel di bawahnya adek."

mark hampir saja tertawa kencang kalau dia tidak ingat ini sudah tengah malam. dia kecupin pipi kanan haechan hingga membuat anak itu mengerucutkan bibirnya karena kesal.

"kok papa ketawa sih? adek kan nanya!"

"iya iya maafin papa, sayang. adek mau liat dibawah adek ada apa?" tanya mark yang langsung diangguki haechan. "tapi adek harus janji sama papa, kalau adek liat ini adek gak akan kasih tau sama mama."

"loh kenapa gak boleh, papa?"

"karna ini rahasia kita berdua, adek gak mau kan mama marah?" haechan menggeleng, dia jelas tidak mau membuat mama kesayangannya marah.

"promise?"

"promise, papa."

tubuh haechan diangkat lalu didudukan di pangkuan mark. anak itu meringis, rasa aneh kali ini lebih mengganjal dibanding tadi. mark yang melihat itu segera menyuruh haechan menunduk untuk melihat penyatuan mereka.

"huaaa papaa! tainya besarrr!"

"hei, ini bukan tai, sayang. ini tititnya papa. ini tititnya papa lagi main sama memeknya adek."

anak itu menatap mark bingung, dia tidak bisa mencerna maksud dari perkataan mark. haechan memang sudah akan menginjak 14 tahun, namun dia benar-benar bocah yang polos karna selalu dijaga kepolosannya oleh mamanya, kim yeri.

"titit memek itu apa, papa?"

mark mengeluarkan penisnya dari vagina haechan dengan terpaksa, lalu menatap manik anaknya dengan lembut. "titit sama memek itu adalah alat kelamin kita, sayang. punya papa ini namanya titit, kalo punya adek ini namanya memek."

si kecil ber'oh'ria, dia terlihat sangat senang karena mendapat ilmu baru dari sang papa. sedangkan mark tersenyum senang, dia menurunkan haechan dari pangkuannya dan menyuruh anak itu mengangkang.

"memek itu fungsinya buat manjain titit, kaya gini." dengan perlahan mark memasukkan penisnya lagi ke dalam vagina haechan, membuat anak itu meringis. penisnya sudah menancap sempurna di vagina haechan, lalu dia kembali mendudukan haechan di pangkuannya.

"jadi yang ngeganjel itu bukan tai? tapi titit papa?"

"benar sayang."

"adek mau gak main sama titit papa?"

"kalau mau main adek harus gerakin badan adek naik turun."

haechan mengikuti perintah mark dengan menaik turunkan tubuhnya. rasanya sakit, geli, enak, semua bercampur aduk. haechan meringis, namun dia tidak berhenti karena melihat wajah papanya yang terlihat senang.

gerakannya sangat pelan, dan itu sangat menyiksa mark. dia pegang pinggul anaknya lalu ikut menggerakan penisnya dari bawah. haechan tersentak-sentak namun dia tidak protes walaupun bagian bawahnya terasa sakit.

"ahh papaa... sakit pa—anghh.."

"ouhh fuck, memek adek enak banget. titit papa suka ahh.."

tanpa sadar satu tangan mark meremas dada haechan dan menyusu di puting satunya. haechan tidak protes sama sekali, malah dia sengaja membusungkan dadanya agar papanya lebih gampang menyusu.

haechan pikir ini bagian dari bermain sama titit papanya, jadi dia tidak protes dengan apapun yang dilakukan papanya. bahkan saat putingnya disedot kuat dan bagian bawahnya yang disodok dengan brutal.

"nghh ahh pa.. pahh..."

"adek mau pi.. pis.. ahh! ahh!"

mark tak menggubris, dia terus saja menyodok vagina itu sambil menyusu di puting satunya lagi. haechan sudah kelojotan minta pipis, dia sudah tak kuat lagi.

karena sudah tidak kuat, akhirnya haechan mengeluarkan cairan lendirnya, membasahi penis mark yang masih menyodok vaginanya. haechan menangis, dia merasa sangat bersalah sekarang. mark yang melihat itu segera menyudahi acara menyusunya dan berhenti menyodok vagina anaknya.

"kenapa nangis, sayang?"

"a.. adek pi... pis papaaa hiks hiks.. maafin adek."

"ssttt ini bukan pipis, sayang. ini namanya squirt. squirt bisa terjadi karena tadi titit papa nyodok-nyodok memek adek."

mark mengangkat tubuh haechan dan merebahkannya tanpa melepas penyatuan mereka. mark mengukung tubuh anaknya agar haechan tidak kemana-mana. "adek tiduran aja, ya? papa mau sodok memek adek lagi." kata mark, dan haechan mengangguk.

beberapa kali penisnya dikeluar masukan, lalu menyentak hingga penis mark masuk lebih dalam. beberapa kali haechan hampir menangis tapi bibirnya langsung dicium. setelahnya mark mulai menyodok vagina itu lagi.

seiring hentakan dibawah sana, vagina haechan makin lama makin bisa menyesuaikan dengan penis mark. buktinya saja haechan tidak menangis lagi, dia sekarang jadi mendesah keenakan.

"ahh iyah disitu papa umhh..."

mark menyeringai, dia merasa sangat puas malam ini. "disini, cantik?" tanyanya sambil terus menyodok vagina haechan dengan brutal.

"anghhh papaaa.. enak! ahh enak papaaa! adek sukaaa..."

"papa adek mau kaya tadi lagi!" mark yang tau maksud haechan tersenyum lebar, membiarkan haechan keluar duluan.

"keluarin, cantik."

"aahhh!"

haechan mengeluarkan cairannya, banyak sekali sampai muncrat-muncrat. sang papa yang melihat itu merasa sangat puas karena sekarang anaknya juga ikut menikmati. mark tepuk-tepuk vagina haechan yang sudah basah karena lendir.

"memeknya becek banget, sayang. liat, udah banyak lendirnya." kata mark. kedua tangannya membuka labia haechan, menggesekkan klitoris haechan yang terkena cairannya sendiri.

"nghh papaaa.."

"papa mau keluar, sayang. buka mulutnya."

mark mengeluarkan cairannya di mulut haechan. dia masih punya akal sehat untuk tidak mengeluarkan didalam vagina haechan. anaknya masih terlalu kecil untuk dia hamili.

"iew pahit! gak enak!"

mark mengecup bibir serta kening haechan. "makasih ya, sayang."

"makasih juga, papa. ternyata main sama titit papa enak banget."

"enak kan? kalo besok titit papa mau main lagi sama memek adek boleh dong?"

"mau mau! adek mau main lagi sama titit papa hihi."

pipi gembul anak itu mark cubit bikin haechan mencak-mencak. namun mark tidak berhenti, dia terus mencubiti pipi anaknya. gemas sekali, rasanya mark seperti memiliki anak kecil berusia 5 tahun.

"eum papa,"

"yes, darling?"

"ini, gak enak. memek adek basah banget." katanya malu-malu.

"mana memeknya adek? sini kasih liat ke papa."

bocah itu mengangkangkan kakinya—lagi, memperlihatkan vagina beceknya pada sang papa. mark gemas bukan main, dia pun langsung mendekatkan wajahnya dan kembali memakan vagina anaknya.

cairan anaknya yang ada di vagina itu dilahap habis sama mark tanpa tersisa sedikitpun. sedangkan haechan tertawa karena merasa ada sensasi geli saat lidah sang papa menyentuh klitorisnya.

jam sudah menunjukkan pukul 4, mark akhirnya berhenti memakan vagina haechan. vagina anaknya itu sudah merah dan bengkak, bahkan klitorisnya yang menyembul itu terlihat jelas saking bengkaknya.

"titit papa mau main lagi sama memek adek, ya?"

"engga, sayang. titit papa cuma mau bobo aja. lagian adek liat tuh, memeknya udah merah dan bengkak banget."

"kenapa titit papa bobonya di dalem memek adek?"

"karena memek adek enak, suka puk puk titit papa. jadi dia lebih nyaman. sekarang anak papa bobo, ya?"

bocah itu mengangguk, dia kembali tidur setelah menghabiskan waktu 5 jam bersama sang papa. untungnya haechan adalah tipe anak yang gampang diatur. jadi saat mark menyuruhnya tidur dalam keadaan telanjang dengan kelamin mereka yang menyatu pun haechan akan nurut.

"good night cantiknya papa, i love you." ucap mark, lalu mencium kening haechan dan kemudian menarik anak itu kedalam pelukannya.

mereka sama-sama tertidur, lelah karena aktifitas malam panjang ini yang benar-benar luar biasa. ini adalah malam yang tak akan dilupakan mark. dan mark akan membuat malam-malam selanjutnya seperti malam ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

syurrr

mark terbangun karena merasakan bagian bawahnya basah lagi. dia melepas pelukannya, lalu bangkit dari tidurnya untuk melihat bagian bawah yang saling menyatu itu.

dan woah apa yang dilihat mark kali ini? bukan penisnya yang membuat basah tapi vagina haechan. vagina cantik yang membengkak itu mengeluarkan cairan lendirnya hingga membuat bagian bawah mereka becek lagi.

sial, mark kecil tegang lagi.

"maafin papa, haechanie. papa mau pake memek kamu lagi. memek kamu ini gatel banget, bocor bocor terus bikin kontol papa tegang."

akhirnya mark sodok lagi vagina haechan yang sudah merah membengkak hingga pagi menjelang, dia keluarin semua spermanya di wajah dan perut haechan. tak lupa mark meremas-remas dada haechan dan menyusu di puting anaknya yang sudah bengkak.

Notes:

thank you for kudos <3
this is my first time making a story on ao3. I hope you are enjoy by my story :)