Actions

Work Header

Dienakin Juyeon

Summary:

Younghoon ketauan desahin nama Juyeon pas lagi masturbasi.

“Jelasin gimana kak? Jelas jelas tadi aku liatin kakak ngocok sambil desahin nama aku loh”

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

“Kak, yang mandi aku duluan ya” ucap Juyeon yang langsung melenggang ke kamar mandi hotel kamar mereka

 

Younghoon menganguk mengiyakan, entah Juyeon melihatnya atau tidak yang ia pikirkan hanyalah ranjang hotel yang empuk, ia ingin segera istirahat karena jadwal padat akhir akhir ini yang mengharuskan untuk terbang kesana kemari, boy grup mereka lagi naik daun istilahnya

 

Saat rebahan Younghoon sambil membuka hp, niatnya sih scroll akun twitter dia buat liatin fancam konser tadi

 

Sial, salah akun

 

Younghoon menggigit bibir ketika timeline yang ia lihat bukanlah timeline akun yang biasanya ia gunakan untuk lurking akun fans, tapi keliru di akun priv yang 0 followers dan followingnya akun akun bokep gay tidak senonoh yang ia ikuti. Tidak berniat berpindah akun, ia malah lanjut melihat video bokep tadi

 

Hasrat dan Nafsunya mulai naik, tak ketinggalan tangan kirinya juga mengelus pelan kontol yang masih terbungkus dengan celana itu. Melirik ke arah pintu kamar mandi, Younghoon berpikir Juyeon masih lama mandinya. “lama ngga ngocok, semoga Juyeon mandinya dilama-lamain deh” harap Younghoon

 

Younghoon menurunkan celananya sebatas paha, kontolnya yang sudah keras mencuat, tidak kecil namun tidak seberapa besar juga

 

Sshhh hhhh, Younghoon mengurut kontolnya naik turun sambil membayangkan adegan bokep yang ia tonton tadi. Precum menetes dari kepala kontolnya, sange berat. “aahh Juyeon.. nghh” entah kenapa tiba tiba ia terpikirkan oleh teman segrupnya itu, Younghoon membayangkan Juyeon yang membantunya untuk mencapai orgasme, membayangkan bagaimana jika tangan besar Juyeon yang melingkupi kontolnya itu

 

“Ahhh gila.. enak banget Juyeon.. terus..” cairan precumnya makin banyak sampai bisa jadi pelumas dia mengocok penisnya itu

 

“Kak?” Juyeon berdiri di depan pintu kamar mandi, Younghoon terkejut bukan main, melepaskan tangannya dari kontolnya yang masih belum mencapai pelepasan itu, buru-buru berdiri dari ranjang dan membenahi celana, dadanya berdebar kencang

 

Anjir gimana nih,  batinnya

 

Younghoon yang wajahnya sudah merah, malu, dengan gugup menjawab “Ju.. kakak bisa jelasin”

 

“Jelasin gimana kak? Jelas jelas tadi aku liatin kakak ngocok sambil desahin nama aku loh” Juyeon mendekat, Younghoon yang mengira Juyeon marah semakin takut dan hanya bisa menunduk tak berani melihat, takut hubungannya dengan Juyeon menjadi awkward padahal mereka dalam boygrup yang sama.

 

“Kok ngga jawab kak? Sange banget ya tadi sampe ga denger pintu kebuka?” Juyeon tepat di depan Younghoon sekarang. “kalau diajak ngomong liat lawan bicaranya dong” Younghoon mengangkat wajahnya, mata mereka bertemu

 

Sexy banget gila Juyeon abis mandi gini

 

Younghoon menggelengkan kepala, berusaha menghilangkan pikiran-pikiran kotor yang masih melekat, udah tau lagi disidak sama Juyeon, malah berpikir yang ngga-nggak.

 

“Kak jawab dong tadi ngapain aja?” Juyeon mengulangi pertanyaan, retoris sebenarnya

 

“I-itu.. lagi ngocok kontol abis liat bokep”

 

“Kok sambil manggil Juyeon? Mau minta bantuan?”

 

Dahi Younghoon mengernyit bingung

 

“Juyeon ngga marah?”

 

“Jawab dulu kak pertanyaannya tadi, minta bantuan?”

 

Juyeon mengelus pelan kontol Younghoon yang sudah setengah lemas dan terbungkus celana lagi

 

“Masih bisa keras lagi nih kak kontolnya, boleh dong Juyeon bantuin.. kan tadi desahin nama Juyeon ya” bisiknya pada Younghoon. Rambut tengkuk Younghoon meremang, tinggi dan ukuran badan mereka hampir sama, tapi entah kenapa Younghoon merasa lebih kecil daripada adiknya saat itu.

 

“Ju.. nnhhh boleh,,” Younghoon mengangguk dan lututnya melemas hingga ia terduduk kembali di ranjang. Juyeon yang dengan lihai mengurut serta memainkan kepala kontol kakaknya itu tersenyum senang

 

“Enak kan dibantuin sama Juyeon? Lain kali bilang aja kak kalau butuh bantuan”

“Dilepas ya kak, biar lebih gampang” Juyeon dengan cekatan melepas celana Younghoon yang masih melekat itu

 

“Ngangkang sayang, ayo lebarin pahanya..”

 

Sayang? Sayang? Younghoon nggak salah denger kan? Gila! Kepala Younghoon langsung pening

 

Kaki Younghoon kini terbuka lebar, memperlihatkan kontol miliknya yang keras dan cairan precum yang meluber kemana mana, terlihat berantakan namun sexy pada saat bersamaan.

 

“Cantik, cantik banget.. kakak mau kan Juyeon sayangin?”

 

Juyeon mencium Younghoon, memagut bibir atas dan bawahnya bergantian, sedang Younghoon hanya bisa pasrah, menutup mata dan mulai menikmati apa yang mereka perbuat sekarang, toh tidak ada ruginya, Juyeon terus mengocok kontol Younghoon dan membiarkan pemiliknya bergetar sesekali menikmati permainan

 

Merasa butuh oksigen, kedua insan tersebut melepaskan ciuman, saliva mereka bertaut. Juyeon tersenyum melihat Younghoon yang sama berantakan dengan dirinya

 

“Ju.. ahh gakuaatt udaah” tangan Younghoon memegangi lengan Juyeon

 

“Masa gini doang udah gakuat?” Juyeon makin kencang mengocok kontol kakaknya itu, sambil memainkan ibu jarinya pada lubang kencing Younghoon yang basah akan precum “Enak ngga? Enak kan?”

 

Younghoon mengangguk namun diam karena kepalanya penuh dan hanya kepikiran tangan Juyeon yang sedang mengocok kontolnya

 

“Kalau ditanya jawab dong, punya mulut kaga?” ucap Juyeon sambil menampar keras testis Younghoon

 

“Enak banget Juyeoonn, huhuhu tau gitu dari dulu aja kakak minta bantuan kamu kalo sange” Younghoon meracau, bola matanya menggulir kebelakang, keenakan

 

Tangan kiri Juyeon meraih dada Younghoon dan memainkan putingnya

 

“Ju.. kakak mau muncrat..” Younghoon memegang erat sprei, merasakan sedikit lagi putihnya akan sampai. Juyeon yang melihat sinyal Younghoon hampir memuncratkan pejunya itu semakin bersemangat membuat kakaknya itu kelojotan

 

“Nnhhh ngghhh Juyeon….”

 

Badan Younghoon gemetar, ia mencapai puncaknya, peju muncrat di tangan Juyeon dan di sekitar perutnya sendiri. Juyeon tersenyum senang dan melepaskan tangannya dari kontol Younghoon

 

“Enak ya kak dibantuin sama Juyeon.. sekarang giliran kakak yang bantuin Juyeon ya..”

 

Younghoon tidak terlalu mendengar perkataan Juyeon, pikirannya masih penuh merasakan kenikmatan duniawinya itu

 

“Berdiri kak” Juyeon membantu Younghoon bangun dari ranjang dan berdiri menghadap tembok, Juyeon memberikan pelukan kepada Younghoon dari belakang sambil berbisik

 

“Kak, Juyeon sange berat niih tapi gaberani buat masukin ke lubang kakak dulu soalnya kita masih banyak jadwal manggung, boleh ya minjem pahanya”

 

Younghoon masih linglung dan berpikir, Juyeon ingin memasukinya sekaligus malam ini, tapi apa yang dibicarakan oleh Juyeon juga benar, itu pasti akan sakit untuk beberapa hari kedepan

 

Juyeon mengecup tengkuk Younghoon

 

“Rapetin paha kamu kak”

 

Younghoon menurut, perlahan Juyeon menyelipkan kontolnya ke diantara paha Younghoon dan mulai bergerak, maju mundur, sensasi menyenangkan dirasakan keduanya, tangan kanannya meraih kontol Younghoon yang terabaikan, memberi kenikmatan lebih kepada kakaknya itu. Hentakan Juyeon semakin kencang hingga tubuh Younghoon terguncang. Younghoon membayangkan bagaimana jika kontol Juyeon masuk di analnya

 

“Enak banget pahanya kak, apalagi lubangnya nanti.. ntar kalo udah kelar tour boleh ya kak mau masukin anal kamu..”

 

Juyeon membalikkan tubuh Younghoon , kini mereka berhadapan, dan menyelipkan kembali kontolnya ke paha Younghoon, lengannya mengalung erat di pinggang, kontol Younghoon yang sudah keras lagi bergesekan dengan perut sexy Juyeon

 

AC kamar hotel rasanya sudah tidak berfungsi, peluh dan keringat membasahi tubuh keduanya

 

“Kak mau sampe kak..” Juyeon mengeram mengeratkan pelukan mereka, mencium tengkuk Younghoon dan melepaskan cairan pejunya di pahanya

 

Dalam kamar mereka hanya terdengar nafas yang beradu, keduanya sama-sama diam dan menikmati suasana intim yang tiba-tiba terjadi malam itu. Setelah merasa nafasnya sudah netral, Juyeon melepaskan pelukannya dan menatap Younghoon, mencium kecil pipi kakaknya yang bersemu merah itu

 

“Loh kak keluar lagi kamu?” saking fokus untuk mengejar pelepasannya, Juyeon tidak sadar kalau kakaknya itu muncrat lagi, Younghoon hanya bisa menunduk malu, Juyeon hanya tertawa kecil dan mengecup pipi Younghoon lagi

 

“Sekarang kalau butuh bantuan ngomong aja ya kak, aku juga bakal ngomong kalau lagi pengen.. yuk sekarang kita mandi, bau peju dimana-mana nih. Semoga manager-nim ngga curiga apa apa besok” ucap Juyeon sambil menarik tangan Younghoon ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka dari bau cairan cinta mereka malam itu.

Notes:

Makasi udah baca cerita aku.. maaf kalau banyak kurangnya hehe :( ini pertama kalinya aku post tulisan di publik. Pls leave kudos if you like it :D