Actions

Work Header

Love Me Just A Little

Summary:

You can use translate to read this story even though there may be some words that are not appropriate.

Yoongi tau ini salah, tapi ia tidak rela melihat orang yang ia cintai menjadi milik orang lain.

- 18+
- sope, hopemin, namgi
- omegaverse modern
- pembaruan tidak terjadwal
- cerita fiksi dewasa
- hanya untuk hiburan

Notes:

Dalam cerita ini, yaitu Omegaverse modern, mereka tidak bisa berubah bentuk atau tanda adalah sebuah hal penting layaknya jaman dulu, ini modern, omega masih memiliki panas dan omega laki-laki bisa hamil , jenisnya mereka bisa dikenali dari aroma. Tanda bukan hal yang penting sekarang karena sudah tidak bisa mengikat perasaan dan kebatinan kedua belah pihak. Sekarang tanda justru mempersulit omega yang ditinggalkan alphanya, makanya mereka yang sudah menikah pun wajar jika tidak memiliki tanda.

Chapter Text

Hoseok merasakan beban yang berat pada tubuhnya saat ia tidur. Tak hanya itu, alpha juga merasakan gelitik di lehernya. Lalu ada sesuatu yang basah dan lembut menempel di bibirnya. Ia akan mengira bahwa ia sedang bermimpi basah sebelum perasaan itu benar-benar nyata.
Kemaluannya tegang, rasanya hangat dan licin, seperti sedang bercinta dengan seseorang.
Hoseok membuka matanya, tapi yang ia lihat hanyalah kegelapan. Lalu ia menyadari bahwa ada seseorang yang memang sedang memanjakan miliknya, ini seperti ada seseorang yang sedang mengulum dan menghisap kemaluannya. Rasanya enak sekali, Hoseok mengerang gembira.

"Ahh Jiminie, apa yang kau lakukan? Hmm...orangtuamu akan marah jika mereka tau,,,ahhh" ia ingat bahwa Jimin, kekasihnya menginap di tempatnya malam ini karena cuaca diluar buruk, hujan salju tidak mereda.

Tapi yang diajak bicara tidak menjawab.

"Kenapa gelap? Apa lampunya rusak?" Tiba-tiba Hoseok ingat beberapa hari lalu memang lampu kamarnya mengalami korsleting tapi masih bisa diperbaiki.

"Iya hyung" jawab suara itu kemudian.

Hormon alpha meningkat, ia sudah lama sekali tidak merasakan ini. Semenjak ia berpacaran dengan Jimin, ia tidak pernah berhubungan seks sama sekali. Itu karena Jimin adalah omega yang sangat penurut kepada orang tuanya, yang mana adalah seorang tokoh agama yang alim dan taat. Jimin adalah anak satu-satunya, ia adalah harapan keluarga, ia tidak mau mengecewakan orang tuanya, termasuk ke dalam pergaulan bebas anak muda jaman sekarang.

Hoseok tiba-tiba ingat akan hal itu. Ia tidak mau orang tua Jimin menyalahkannya karena justru merusak anaknya dengan hal intim seperti ini. Walaupun rasanya Hoseok ingin meledak dan meniduri kekasihnya sekarang juga.

"Hentikan,,,sayang...aku takut aku tidak bisa mengendalikan diriku"

Sang kekasih tidak menjawab, Hoseok justru merasakan bibir kenyal itu menyesap bibirnya dan memaksanya masuk. Dari baunya samar-samar, pasti Jimin sedang heat dan tidak bisa mengendalikan diri. " Kamu sedang heat sayang, kamu akan menyesali ini nanti,,,aku benar-benar sudah sangat keras dan terangsang karenamu. Ahh,,,Jimin tolong menyingkir sebelum aku benar-benar menidurimu"

"Tiduri aku alpha, aku menginginkannya"

Hoseok bersemangat dan khawatir dengan jawaban itu, tapi ia merasa ada sesuatu yang berbeda dari nada suara Jimin, atau mungkin itu karena ia sedang panas jadi suara sekaligus rengekan terdengar berbeda ?
"Orang tuamu akan membunuhku jika kamu tidak lagi suci sayang?"

Hoseok tidak mendapat jawabannya, ia justru merasa kemaluannya berkedut, di hisap dan dijilati lagi.

Dan akhirnya Hoseok benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya dan meniduri omega dengan penuh semangat sampai mereka berdua lelah.

Keesokan paginya, Hoseok bangun karena dikejutkan oleh suara gelas pecah. Itu bukan dari dapur, ini suaranya dekat, sangat dekat.
Hoseok mengucek matanya, masih terasa berat karena mengantuk akibat aktivitas nya semalam.

Dan betapa terkejutnya dia melihat Jimin berdiri di depan pintu kamarnya, ada air mata yang menumpuk di pelupuk matanya sedangkan di depannya ada pecahan gelas kaca. Sementara ia merasakan seseorang masih menempel di dadanya yang telanjang?

"Jimin?"
Suara Hoseok bergetar, melihat wajah terluka Jimin membuat hatinya sakit.

Jimin segera keluar dengan tangan menutupi mulutnya, menahan isakan tangis dan air mata yang siap menetes di pipi cantiknya. Bahkan Hoseok tidak repot-repot untuk melihat siapa yang ia tiduri tadi malam, ia langsung memakai baju dan berlari mengejar sang kekasih.

"Sayang, tunggu...aku tidak sengaja..." Kata Hoseok di sela-sela menuruni tangga mengejar Jimin akan pergi. Ia berhasil meraih lengan Jimin. Membuat omega menghentikan langkahnya. "Aku tidak tau kalau itu bukan kamu sayang, aku fikir itu kamu"

Mata Jimin memerah karena air mata. Hatinya hancur melihat kekasihnya tidur dengan orang lain saat ia sendiri ada dalam satu rumah, satu apartemen. "Jangan berbohong hyung, aku tau aku memang tidak bisa memberimu kepuasan, tapi juga tidak seperti ini caranya. Kamu berkata seolah-olah kamu benar-benar mencintaiku tapi faktanya kamu sama saja dengan alpha lain"

"Aku tidak berbohong sayang, sungguh. Lampunya mati dan aku mengira itu kamu"

Jimin dengan keras Melepaskan cengkraman Hoseok, ia kembali berlari sampai lift dan Hoseok mengejar di belakang.

Jimin tidak membawa mobil kemarin, ia segera turun dari jalan raya dan menunggu taksi yang telah ia hubungi saat dalam perjalanan turun.

"Maafkan aku sayang, sungguh...percaya padaku kali ini" nada bicara Hoseok terdengar frustasi

Jimin mengusap air matanya. "Kamu sungguh lucu, bagaimana tidak bisa membedakan mana kekasihnya mana bukan? Alasanmu sangat lucu Jung Hoseok" ia tertawa mengejek

"Aku hanya mempunyai kamu Jimin dan yang tau password apartemenku juga hanya kamu, aku tidak berfikir ada orang lain yang bisa masuk"

Taksi datang, Jimin bergegas masuk meninggalkan Hoseok yang wajahnya penuh penyesalan.

Di sisi lain, di kamar Hoseok, omega berkulit porselen itu cekikikan. Ia merasa senang karena Hoseok, alpha yang di idam-idamkan selama ini bertengkar dengan sang kekasih.
Masih dalam selimut tebal dengan tubuh telanjang, ia memeriksa tubuhnya. Aroma Hoseok masih tertinggal, beberapa bekas ciuman pun masih ada bekasnya. Bagian bawahnya nyeri, sakit tapi ia senang, pertama kali berhubungan seks dengan orang yang ia cintai. Ia tidak yakin akan bisa berjalan dengan nyaman jika seperti ini, alpha menggunakan tubuhnya berkali-kali dan ia yang pada dasarnya tunduk, hanya menurut saja. Justru ia akan senang jika sperma alpha masuk ke dalam dirinya dan membuatnya hamil.

"CEO muda Jung Hoseok akan menikahi produser Min PD"

Omega kembali terkikik dengan apa yang ia bayangkan. Ia tersenyum membayangkan jika itu benar-benar terjadi dan mereka akan menikah.

Sampai ia mendengar pintu yang dibanting dengan sangat keras oleh Hoseok. Wajahnya memerah karena amarah, matanya tajam sampai-sampai bisa menusuk hati omega, bibirnya seperti menahan ucapan yang akan meledak saat itu juga.

"Min Yoongi ?"

Hati Yoongi bergetar, takut, detak jantungnya terasa lebih cepat. Ia belum pernah melihat atasannya marah seperti ini. Alpha adalah orang yang penuh kasih dan ceria.
Tapi ia sudah tau ini adalah konsekuensi dari ide cerdiknya, ia akan berusaha setenang mungkin mengahadapi Hoseok.

Hoseok mendekatinya, naik ke ranjang dan tanpa pikir panjang untuk mencengkeram leher omega. Membuat Yoongi semakin takut dan kesakitan, sulit bernafas. Ia mencengkeram tangan Hoseok agar tidak terlalu menekan lehernya.

"Dengar omega sialan, aku akan benar-benar membunuhmu jika Jimin tidak memaafkanku"

Hati Yoongi sakit mendengar nama Jimin, apakah ia benar-benar tega membunuh nyawa seseorang karena cintanya pada Jimin?

Perlahan-lahan tangan Hoseok mengendur, melepaskan leher Yoongi yang meninggalkan bekas kemerahan. Omega terbatuk akibat kurangnya udara sebelumnya.

"Sekarang pergilah!" Kata Hoseok tanpa menatap Yoongi. Melihat dada Yoongi yang banyak bekas merah darinya membuatnya merasa mual, ini tidak seharusnya terjadi.

"Hoseok ssi?, Maafkan aku, aku tidak bermaksud melakukan ini, aku benar-benar terpaksa" Yoongi berkata sambil terisak.

"Kamu menguntit ku" kata alpha jengah dengan air mata palsu itu, jelas tadi malam omega lah yang menggodanya dan meminta untuk menidurinya.

"Mobil ku mogok di tengah jalan dan ponsel ku kehabisan baterai, salju turun deras sekali, tidak ada kendaraan lewat, satu-satunya yang aku fikirkan hanyalah tempat ini karena dekat dan tanpa terduga heat ku datang dan kau tau sendiri, aku juga sangat menyesal tapi semalam aku benar-benar tidak bisa mengontrol nya lalu..."

Hoseok menyela. Omega ini memang pintar menciptakan sebuah bait tapi tidak terlalu pandai untuk berbohong. "Hentikan omong kosong mu dan segera pergi dari sini Yoongi"

"Aku tidak bohong" Yoongi menangis lebih keras.

"Aku tidak cukup bodoh untuk menyadari bahwa kau bertindak sebagai Jimin tadi malam"

"Hoseok,,,,?" Kata omega.

"Pakai bajumu dan cepat pergi dari sini!" Perintah Hoseok final, menyibakkan rambutnya ke belakang lalu pergi ke kamar mandi.

Jantung Yoongi masih berdebar dengan apa yang baru saja terjadi, tapi tidak apa-apa setidaknya berhasil satu langkah dan ia akan mencoba meminta maaf lagi nanti.

Ya, walaupun memang benar, apa yang ia katakan adalah sebuah kebohongan.

Ini adalah sebuah rencana, bukan kebetulan.

______

Hoseok menghela nafas panjang setelah selesai mengeringkan rambutnya. Turun ke lantai dasar untuk membuat sarapan. Itu adalah sebuah apartemen dua lantai yang tidak terlalu besar tetapi arsiteknya sangat bagus dan modern. Sesuai untuk Hoseok yang tinggal sendiri namun membutuhkan ruang yang pas untuknya. Kedua orangtuanya juga tinggal di Seoul bersama dengan kakaknya. Tapi ia lebih memilih tinggal disini karena lebih dekat dengan tempat kerjanya.
Ia telah menghubungi nomor Jimin sebelumya, namun tetap tidak ada jawaban, jadi ia memberi jeda dulu, ia akan menemuinya nanti di kantor.

Ada roti panggang dan segelas susu di meja. Ini pasti Jimin yang membuatnya.
Hoseok semakin merasa bersalah, kekasihnya yang telah menyiapkan sarapan untuknya tetapi disuguhkan pemandangan dia seranjang dengan omega lain.

Hoseok berpikir sejenak, tidak menyangka Yoongi akan melakukan hal senekat itu. Mereka berteman dengan baik, tidak ada yang salah. Walau memang beberapa kali ia menyadari bahwa omega itu menyukainya, tapi ia tidak akan repot-repot memikirkannya karena Yoongi tidak pernah mengungkapkan perasaan atau bertindak lebih. Dan Yoongi juga baik-baik saja dengan semua omega yang pernah dekat dengannya, termasuk Jimin.
Pikirannya berkelana, apa memang benar yang dikatakan Yoongi semalam jika itu karena ia sedang heat berat.
Ah, tidak mungkin. Yoongi jelas menguntitnya, tidak mungkin ia tahu sandi pintunya jika tidak memata-matai.

Baginya, Yoongi adalah seorang produser yang hebat. Sembilan puluh persen karyanya selalu laris keras di pasaran dan memuncaki tangga lagu nasional maupun internasional, tentu para idol juga pengaruh akan hal itu tapi memang Min Yoongi termasuk orang yang membuat sukses agensi Hope World ini.

Mereka telah berteman setidaknya sejak empat tahun lalu, Yoongi lebih dulu masuk agensi itu tiga tahun sebelumnya. Sementara Hoseok masih bersekolah di luar negeri.  Hingga akhirnya Hoseok ikut bekerja membuat lagu dan memproduksi lagu sama seperti Yoongi dan lama-lama ia menggantikan posisi CEO yang dipegang sang ayah sebelumnya karena mereka mempunyai saham tertinggi di perusahaan itu.
Dulu mereka lebih dekat dibanding sekarang, Hoseok tau Yoongi adalah orang yang baik dan hangat walau dari luar sedikit jutek.

Tapi sekarang rasanya ia mulai membenci Yoongi.

*
*
*

Cinta tak terbalas itu menyakitkan.

Sayangnya Yoongi mengalaminya.
Atau ini memang salahnya sendiri yang tidak pernah mengatakan bahwa ia menyukai Hoseok sejak awal mereka bertemu, di saat mereka masih dekat.

Tidak...

Yoongi bisa membedakan mana suka mana tidak suka. Dan Hoseok, tidak menyukainya sejak awal. Alpha hanya menganggapnya sebagai teman, bukan sahabat. Bukan sahabat dekat, hanya teman.
Hanya rekan bisnis.
Selalu seperti itu sejak dulu.

Yoongi mungkin memang bodoh, bertahan dengan perasaan semu, perasaan tak terbalas. Ia selalu sabar dan ikhlas jika ada kabar Hoseok punya pacar atau teman dekat.

Tapi seminggu yang lalu...

Kabar itu terlalu buruk, Hoseok akan bertunangan dengan Jimin.
Itu artinya, kesempatan Yoongi semakin tipis, semakin kecil.
Ia tidak terima.

Ia sudah mengenal Hoseok lebih dulu dibanding  jimin.
Ia telah membantunya, memperhatikannya, mengenalnya lebih jauh daripada omega pelatih dance yang muncul satu tahun lalu itu. Omega yang tidak jauh lebih baik darinya, yang lebih pendek darinya.
Yah walaupun hanya satu senti.

"Sial"...
pikir Yoongi sambil menyesap kopinya. Ia sedang duduk di kafetaria sendirian sambil memikirkan apa yang terjadi.

Yoongi tidak rela, sungguh tidak rela. Ia mencintai Hoseok sejak empat tahun lalu, ia bersedia bersabar menunggu cintanya, tapi justru Hoseok akan bertunangan dengan orang lain.

Ia dibakar cemburu, jadi memutuskan untuk melakukan hal nekat itu.
Tidak sulit untuk membuntuti mereka dan memecahkan sandi apartemen Hoseok. Ia sudah mengenalnya dari lama, mungkin saja benar. Dan tidak disangka Yoongi berhasil. Mengendap-endap menuju kamar Hoseok saat mereka tidur lalu mematikan lampu. Waktunya sangat mendukung karena Yoongi tau heat nya biasa datang tanggal itu.
Yang membuatnya kecewa adalah ekspresi Hoseok saat sadar bahwa ia menidurinya, bukan Jimin sang kekasih.

Pertemanan mereka memang tidak sedekat dulu, lebih ke hubungan kerja saja semenjak Hoseok lebih sibuk dengan jabatan barunya, hanya bertemu ketika rapat atau di ruang produksi saja, sama-sama memproduksi dan memutuskan sebuah lagu. Tapi Yoongi sangat tidak menyangka wajah kejam Hoseok kepadanya tadi pagi.

Tidak apa-apa Yoongi, kamu tinggal menunggu kamu hamil dan mau tidak mau Hoseok akan bertanggung jawab.

Omega tersipu dengan apa yang ia pikirkan. Hoseok akhirnya akan menjadi miliknya walau mungkin ada beberapa kesulitan di awal.

Setelah ini ia akan mencari waktu senggang Hoseok untuk menemuinya, nanti dulu pikirnya. Pasti sekarang alpha sedang menemui Jimin. Huh, tidak apa-apa.

*
*
*

Jimin sedang bersama Jungkook, rekan satu tim koreografer saat Hoseok menuju ruang latihan.
Itu sore hari yang tidak biasa bagi Jimin karena ia biasanya ceria, sekarang wajahnya murung dan tak bersemangat.

Hati Hoseok sakit melihat wajah kekasihnya seperti itu karenanya. Karena dia dan bukan orang lain.
Ia sangat mencintai Jimin semenjak omega mendaftar jadi koreografer di sini. Tak ragu, ia langsung menerimanya karena memang omega itu cantik dan pandai menari.

Grup laki-laki beranggota tujuh orang itu membungkuk dan menyapa Hoseok saat ia lewat menuju ke Jimin.
Alpha membalasnya dengan senyuman, seperti biasa.

Semua idol grup, artis, para karyawan dan semua yang bekerja di tempat ini sangat menyukai Jung Hoseok, melebihi bagaimana cara ayahnya dulu memimpin.
Hoseok baik, ramah dan sosok yang santai namun memiliki jiwa pekerja yang tinggi tanpa memberi tekanan berat kepada mereka. Banyak yang mendekatinya dan ingin menjadi pacarnya baik omega perempuan maupun laki-laki.
Tapi ia berhenti bermain-main ketika ia bertemu Jimin. Baginya Jimin berbeda dari omega lain, ia baik dan tulus, tidak mendekatinya karena ini itu.

"Jiminie...?" Panggilnya

Omega tidak kembali menatapnya. "Aku sedang bekerja"

"Kita perlu bicara, sebentar saja. Mereka juga sedang istirahat" kekeh Hoseok, sejak pagi Jimin tidak merespon chatnya.

Hoseok meraih tangan Jimin lalu membimbingnya ke ruangannya di lantai atas. Omega awalnya menolak tapi ia tidak ingin dilihat ada pertengkaran atau kegaduhan di tempat itu.

Sampai disana Hoseok langsung memeluk Jimin. Sangat erat, seolah tidak ingin melepaskannya. Omega tidak membalas, ia hanya berdiri tegak. Rasa sakit dan rasa sayang bercampur jadi satu.

"Sekali lagi maafkan aku sayang, aku sungguh tidak berniat melakukan hal itu" suara alpha dalam, benar-benar meyakinkan dengan sungguh-sungguh. "Aku juga tidak tahu bagaimana Yoongi bisa masuk"

Jimin melepaskan pelukannya. Ia berjalan menuju jendela besar, melihat ke arah perkotaan yang mulai tertutup kabut salju.

"Aku tau selama ini kau selalu jujur padaku Hyung, tapi kali ini sepertinya aku belum bisa mempercayaimu begitu saja. Bukan aku menuduh kamu berselingkuh dengan Yoongi, tapi hatiku masih sakit dengan apa yang kulihat"

Hoseok mendekatinya. "Aku paham perasaanmu Jimin, tapi bisakah kamu mencobanya. Yoongi bertingkah seolah itu kamu, aku benar-benar bodoh, aku sadar. Hanya butuh beberapa minggu sebelum pertunangan kita. Hmm,,, percaya padaku sayang" alpha kembali memeluknya dari belakang. Menghirup aroma omega yang selalu ia impikan.

Tapi Jimin justru melepas tangan alpha di pinggangnya. "Seharusnya kau tau bahwa aku tidak mungkin menggodamu dan ke kamarmu saat aku sedang heat sekalipun"

Hoseok mendesah frustasi.

"Aku harus kembali bekerja, tolong jangan hubungi aku dulu, aku butuh waktu" Jimin keluar dari ruangan itu.

Tak disangka ada Yoongi di depan pintu. Membuat mereka saling tatap muka dengan ekspresi yang tidak dapat dijelaskan. Ada kesedihan di mata Jimin sedangkan Yoongi dengan wajah tanpa ekspresi nya. Seolah tidak terjadi apa-apa pada mereka sebelumnya.

Tapi ditatap Jimin seperti itu membuatnya menunduk, ia lupa, ia harus berpura-pura bersedih juga. Mengingat mereka saling mengenal walaupun tidak dekat. Hanya beberapa kali menyapa saat bertemu di jalan atau di kafetaria misalnya. Tapi semua orang di sana tau bahwa Jimin sekarang lebih disegani dan dihormati karena statusnya sebagai kekasih CEO Jung.

Jimin langsung pergi, ia tidak ingin berlama-lama melihat omega ini. Ia masih ingat dengan jelas saat Yoongi memeluk kekasihnya,  bersandar di dada telanjang Hoseok dengan sangat damai, seolah mereka adalah pasangan pengantin baru.
Ia belum ingin tau juga apakah yang dikatakan Hoseok benar atau tidak. Ia tidak ingin bertanya pada Yoongi juga. Ia butuh waktu untuk memikirkan semua ini.

Yoongi mengetuk pintu saat Jimin pergi.
"Sajangnim,,,,"

Tak lama kemudian pintu terbuka, menampakkan wajah Hoseok yang diselimuti amarah. "Untuk apa kesini?"

Yoongi masuk, menutup pintu di belakangnya. "Untuk minta maaf, Hoseok"

"Percuma, aku akan memaafkanmu jika Jimin memaafkanku"

Yoongi menghela nafas. "Baik, tapi aku harap kamu percaya padaku Hoseok, kalau aku memang tidak sengaja bisa masuk ke apartemenmu. Dulu kita kan lebih dekat jadi beberapa hal aku tahu, misalnya tentang angka-angka yang mungkin kamu gunakan untuk pribadimu"

"Berhenti membela diri. Terserah apa katamu, bagiku yang terpenting adalah Jimin. Bukan penjelasan bodohmu yang tidak akan bisa membalik keadaan"

Jimin Jimin Jimin , Yoongi jengah mendengarnya.

"Yakinkan Jimin jika semalam hanyalah kecelakaan, minta maaflah padanya" kata Hoseok

Cih, minta maaf? Pada Jimin?
Tidak.
Harusnya Jimin yang harus minta maaf padanya karena tiba-tiba datang dan mengambil alpha-nya.

Yoongi tidak menjawab, ponselnya berdering. Ia memeriksa pesan bahwa ia ditunggu di ruang produksi, bersama Hoseok juga. Tadi ia memang pamit untuk memanggil Hoseok rencananya sekaligus minta maaf.

"Hoseok ssi...? Sajangnim?" Yoongi menjadi canggung sekarang harus memanggil apa. Sepertinya Hoseok selain membencinya, juga enggan berteman dengannya.
Alpha adalah orang yang tidak menyanjung tinggi dirinya sendiri dan bergaul dengan baik dengan para pekerja. Biasanya yang memanggilnya dengan panggilan hormat adalah staf atau karyawan, beberapa idol, aktris juga, sedangkan para produser atau yang lebih sering berinteraksi dengannya memanggil layaknya teman atau panggilan hormat berdasarkan usia.

"Single untuk comeback Lee Ji-hyun telah selesai, tinggal peninjauan terakhir " kata omega hati-hati

"Oke, aku akan kesana sebentar lagi."

" Ingat Yoongi, aku belum memaafkanmu" kata Hoseok lagi

Dalam hati Yoongi, malas untuk meminta maaf pada omega sok cantik itu. Tapi tidak apa-apa, ia akan melakukannya. Bukan untuk hubungan mereka, tapi untuk kelangsungan rencananya.

Bersambung...