Actions

Work Header

Winner Chicken Dinner

Summary:

"Aku main game dulu ya?" Izin Jevano pada sang suami manis nya yang sekarang sedang duduk diatas ranjang mereka.

Work Text:

---

Jevano as Jeno
Hanin as Haechan
Other Couple
JiChen, JaemRen, HyunLix.

Other cast
Jisnu as Jisung
Jenan as Jaemin
Rasya as Renjun
Shelyn as Chenle
Haris as Hyunjin
Prista as Felix (seumuran dengan Shelyn)

---

Explicit content, Mature, NSFW 🔞, M-Preg, Gamers-stream, dirty talk, boypussy, ridding style, daddy-kink, dacryphilia, harsh words, squirt, creampie, eksibisionisme.

---

"Aku main game dulu ya?" Izin Jevano pada sang suami manis nya yang sekarang sedang duduk diatas ranjang mereka.
"Enak banget ya yang udah nikah,"
"Makanya nikah, Jis.."
"Pacar gue belum mau bang,"
"Kak hanin, ini ngga masalah kalau bang Jevan main pubg?"
Suara seseorang yang merupakan teman main Jevano untuk bermain game, Jevano menatap suaminya, sambil menunggu suara Hanin menjawab.
"Tapi aku mau main juga sama kamu mas," seru Hanin manja, Jevano menghela nafas pelan begitu Hanin mulai terlihat manja padanya.
"Aku main sebentar aja deh ya, nanti kamu nyamperin ke kursi aja gimana?" Tawar Jevano, Hanin menggeleng pelan begitu Jevano menawarkan hal yang tak dia suka.
Bibirnya maju kedepan membuat Jevano terkekeh pelan begitu wajah suami manisnya sangat lucu saat merajuk seperti ini. Kekehan dari suara discord yang terhubung itu terdengar.
"Gue iri, gue bilang iri sama mas Jevano."
Gantian Jevano yang tertawa karena suara berisik discord yang masih terhubung, Hanin juga ikutan tertawa.
"Kamu udah join sama mereka?" tanya Hanin, Jevano menggeleng pelan "Baru discord saja, sayang." Jevano mendekati Hanin yang mulai merebahkan dirinya, dengan pakaian yang menurut Jevano mengundang birahi.
"Mau main sama mass~~~" rengek Hanin, Jevano terkekeh begitu di suguhi pemandangan yang menyenangkan untuknya.
"Jevan, lu ngewe aja dulu lah baru main sama kita."
"Mulut lu kagak ada filter nya, si Haris anjing!"
"Lahh gue bener bege, gue menyarankan saja,"
Hanin yang mendengar hanya bisa terkekeh pelan, "main sama temen mas yang mana ini?"
"Temen nongkrong dulu tapi ada yang baru join yang tadi nanya sama kamu itu, yang." Jevano kalau main sama mereka udah bisa dipastikan bakal keluar kata-kata mutiara.
"Gue kakk!! Nama gue prista~~"
Mereka masih mendengar obrolan Jevano dan Hanin karena ponsel Jevano diletakkan di meja khusus pc gaming nya dekat dengan ranjang.
"Oh, ada yang cewek juga main? Shelyn kenal nggak dia?"
"Kenal banget, ya dia temen nya Shelyn." Hanin faham sekarang, logat nya mirip Shelyn, cici-cici yang masih suka game, yang pacarnya Jisnu.
Setelah negosiasi panjang, akhirnya Jevano bermain walaupun dikasih waktu oleh Hanin untuk satu permainan saja.
"Kak sebenernya kita mau live stream juga, kak Jevano juga lumayan banyak subscribe nya."
"Iya tadi udah izin juga sama aku kok, cuma hape nya sama aku jadi nanti mas Jevan join discord nya lewat pc aja ya." Seru Hanin karena dia juga mau lihat suaminya live stream dengan mode serius tapi dia mau sedikit jahil pada suaminya.
Jevano menatap sejenak sang suami manisnya, senyam-senyum namun Jevano tak melihat gerak gerik jahil suami manisnya.
"Aku tiba-tiba mau ngadain rules buat mas Jevan dan teman-teman." Celetuk Hanin pelan dan masih didengar di discord ponsel Jevano.
"Bolehh kak!! Apa tuh rules nya?"
"Wahh, ada rules nya boss.."
"Ih gapapa, sekali-kali pake rules."
"Lo sama kak Hanin enak, kita ini lho yang kena imbas."
"gapapa, mumpung live stream kapan lagi juga liat lo, bang Jenan, Haris sama mas Jevan ke siksa wkwk."
entah suara Prita atau Shelyn, Hanin terkekeh mendengar obrolan mereka, Jevano hanya bisa tersenyum, yang teman laki-laki nya diam saja, sedangkan dia lawan uke tetap kalah nanti malah berujung ngambek.
"Wah gue ikut kata bini gue dah, kalau kagak gue yang disuruh tidur di luar." Seru Jevano mengiyakan saja, dia cari aman deh baru aja nikah masa udah berantem aja.
"Jevan mah cemen anjir." Jevano yang mendengar rasanya ingin teriak kasar sama suara yang barusan bilang cemen padanya.
"bang Jenan aku aduin ke kak Rasya ah, biar Mas Jevan ada temennya, sama-sama cemen."
"Wehh, Jisnu anjing!! Pacar lu kagak usah ikut main ah,"
"Ihhh emang kenapa sih? Mas Jevan bantu Shelyn dongg~~" rengek Shelyn pada Jevano, Hanin hanya tertawa saja karena Shelyn dengan Jevano merupakan sepupu tapi udah kayak adik kandung sendiri saja menurut Jevano.
Jevano tak ikut nimbrung, dia masih sibuk membenarkan kabel pc gaming nya, dan Hanin yang masih mendengar suara discord dari teman-teman Jevano.
"Oh iya, rules nya ngga boleh ngomong kasar kalau kasar kalian harus bayar, teruntuk suami ku kalau ngomong kasar sama dengan satu ciuman." Seru Hanin manis, Jevano yang udah selesai mendadak bingung, wajah planga-plongo nya lucu membuat Hanin tertawa pelan.
"JEVAN ENAK BANGET ANJING."
"MAS JEVAN ENAK BANGET SIALAN,"
"NGAPA SI JEVAN ENAK BANGET? KITA YANG KESIKSA HANIN."
"Ya gapapa, orang aku mau main sama mas Jevan, kalian malah ngajak dia live streams." Seru Hanin memanyunkan bibirnya, Jevano hanya bisa mengiyakan saja deh daripada nanti ngga bisa ngewein suami manisnya.

---

Hanin nih sebenernya malu, tapi dia lagi ngebet banget mau disentuh dan Jevano nih terlampau peka sama suami manisnya makanya diam saja. Tapi ngga tahu nanti pas live stream suami manisnya bakal kayak gimana mana kalau lagi stream kayak gini di tonton banyak orang.
Jevano udah siap di depan pc gaming nya, memakai headphone favorit nya yang dibelikan sang suami manisnya.
Live chat saling sahut menyahut, seakan menyambut Jevano dan teman-teman nya, Hanin yang masih di kasur itu tampak berguling kesana kemari.
"bang Jevan, wah dah lama nih kagak main.."
"Akhirnya bang Jevan dan kawan-kawan muncul juga, tahu-tahu live lagi. Anjirr~~~"
"Btw bang Jevan, gimana rasanya dah nikah?"
"Bang Jevan, nyari istri spek kak Hanin dimana ya bang? Shareloc, soalnya gue pengen punya istri kek kak Hanin."
"Kak Hanin !!! Kapan main sama abang Jevan?"
Jevano menggerutu kala Hanin yang jadi perhatian streamers nya, sedangkan suami manisnya terkekeh pelan membaca live chat mereka.
"Gimana rasanya nikah? Wah gue bingung mau jawab apa wkwk, lu rasain dah nanti ya.."
"Nyari spek kayak bini gue? Cuma satu didunia ini, bro."
"Ini gue lagi main sama bini gue, makanya off cam." Seru Jevano tertawa pelan.
Hanin hanya menggeleng pelan, suami tampan nya memang suka menggoda tapi kalau soal kayak gini Hanin harus menang dari suami tampan nya.

---

Hanin rasa ini waktu nya, dia akan berganti pakaian nya dengan memakai lingerie hitam, serta memakai bando. Layaknya kucing, Hanin beneran seberani ini memiliki nyali.
"KAGAK BOLEH NGOMONG KASAR, JENAN." teriak Jevano, Hanin terkekeh pelan begitu mendengar jawaban Jenan.
"Anjing, lu dah tinggal ngewe bangsat!, ini gue malah bayar, asu."
"Bang Jenan lu kalau ngomong anjing ya anjing aja, kagak usah asu."
"Bodo amat bocah kencur, Jevan anjing ngapain lu ke playzone !!!"
"asu, pengang kuping gue, Jenan." keluh Jevano yang tanpa sadar telah berbicara kasar, Hanin beranjak lalu mendekati suami nya.
CUP!
"Mas, kan aku udah bilang tadi rules nya gimana." Seru Hanin manis, Jevano sampai ngga fokus main pubg nya, membuat Jenan mengomel lagi di discord.
"JEVANO BUSET !!"
"Bang Jevan, musuh didepan itu." Jevano melirik suami manis nya sekilas, mengabaikan musuh didepan nya begitu saja karena penampilan Hanin saat ini.
Gila, bini nya mulai binal.
Mengabaikan suara Jenan yang marah-marah, Hanin tak sengaja menyentuh tombol on cam disisi kiri keyboard yang membuat tubuh belakang Hanin tersorot kamera.
"ANJING! SEKSI BANGET KAK HANIN"
"bang, entotin sampe nangis dah gue rela nontonin sambil coli."
"Mas, mau dong di entotin memeknya~~" seru Hanin berbisik sembari membungkukkan tubuhnya. Jevano menyeringai tipis begitu mendengar permintaan Hanin.
Jevano kalau udah di goda begini mana bisa mengabaikan? Padahal Jenan, Jisnu dan Haris maki-maki dirinya.
Tapi kali ini Hanin pasrah saja, selain memang sudah kepengen banget, dia juga ngga mau ganggu Jevano karena Jevano dari kemarin bilang mau main game sebentar saja.
"Habis ini ya sayang, gapapa? Nanti kalau menang aku main sama kamu deh." Tawar Jevano sekali lagi, Hanin hanya diam tapi justru duduk dipangkuan Jevano membelakangi kamera streams mereka.
"Anjir lah, Rasya belom pulang lo malah enak banget pangku-pangkuan."
"Biarin sih bang, lu jealous amat sama mereka."
"Ya kan tadi dah dikasih tahu Jisnu, Rasya nya belom pulang makanya kek kurang belaian."
"Haris bangsat."
"Jenan lu bawel banget sih anjing, kesel banget gue." Omel Jevano, Hanin yang mendengar langsung mengecup bibir Jevano.
Suara kecupan basah itu terdengar, Jenan yang di tinggal sama suami nya juga hanya bisa mengerang frustasi sendirian.
"Memek aku basah, mas." Bisik Hanin, Jevano tanpa banyak bicara langsung mengarahkan tangan nya ke memek tembem milik Hanin.
"Di colmekin dulu ya? Mas masih main ini." Hanin mengangguk pelan. Tangan nya dia lepas dulu untuk mematikan kamera nya.
"Bang?? Gue mau lihat kak Hanin di entot juga.."
"Bangg!! Nyalain lagi bang, gue dah keluarin kontol guee."
"Gue matiin dulu bentar karena gue mau colmekin memek bini gue." Seru Jevano, live chat itu terus berjalan membuat teman-teman nya yang membaca pun tertawa pelan.
"Sini sayang, utututu sayangnya akuu~~" seru Jevano manis, kebetulan Jeno sudah mati karena ditembak musuh jadi ada kesempatan untuknya bersama suami manis nya.

---

"Aahh~~ mmhh– mass.." desah Hanin, untung saja teman-teman di discord Jevano udah biasa mendengar desahan kayak gini apalagi waktu Jenan awal menikah duluan baru Haris dan yang terakhir Jevano.
Mengabaikan live chat kotor karena mendengar desahan Hanin yang memang menggoda, Jevano fokus memainkan klitoris memek suaminya, membuat Hanin berpegangan erat pada lengan berotot suami tampan nya.
"Aaahhh… mmmassshh.. nyyahhh!!" Desahnya nyaring begitu nikmat kala jemari panjang Jevano mulai masuk dan mengobrak-abrik isi liang hangat memek nya.
"Gue rasa kita harus chicken biar Jevan mau ngewe on cam." Suara Haris, Jevano terkekeh pelan karena mereka ini semua hampir memiliki fetish yang sama.
"Aaahhh mmassshhh.. p-pelann hhikksss…" seru Hanin menangis nikmat, Jevano yang melihat dada milik suami nya menganggur pun langsung mendekat dan menjilati.
Lidah hangat itu mengenai puting dada Hanin, di gigitnya pelan. Hanin yang dapat nikmat di dua tempat semakin pening dan menangis.
"Hiksss maaasshhh… aahh m-mmauu p-pipiss…" desah Hanin kuat sembari meremas rambut Jevano yang hitam dan menekan kepala nya di dada Hanin.
Jevano tetap terus menstimulasi memek Hanin, mengocok bagian dalam nya dengan cepat sampai Hanin berteriak kuat pada dirinya.
"Bentar lagi nih.."
"M-maassss!!! Aaahhh p-pipisss maaaashhh.." desah panjang Hanin.
SYUR!!
SYUR!!
Celana panjang Jevano basah karena cairan pipis Hanin, menatap suami manis nya yang kelelahan akibat pelepasan hebat nya barusan.
"M-maass…" lirih nya pelan, Jevano mengecup seluruh wajah Hanin dengan kecupan basahnya.
"Wih gue denger suara kencing, sampe squirt bro?"
"Hahaha, iya nih. Kayaknya gue AFK aja kali ya? Gue mau entotin bini gue dulu deh."
"Lu entotin bini lu kan bisa sambil main cuk, uke on top biar tuh kontol lu masuk dalam banget."
"Jisnu gue harap lu jangan nyoba sama Shelyn, buat streamers juga lo laki jangan jadi bajingan." Seru Haris galak lewat discord nya.
"Bang, gue jadi pengen liat kak Hanin mohon-mohon sambil nangis.."
"Bang lu lebih suka bini lu yang binal apa lu yang nyosor gas aja?"
"Hm, dua-duanya. Bini gue kalau binal begini tanda nya emang ngebet banget, dan gue pasti harus bisa lakuin nya. Beda sama gue kalau gue nyosor ngegas gue masih nanya sama dia." Seru Jevano membuat beberapa streamers iri karena Jevano memang sosok yang menghargai pasangan nya.
Hanin memeluk Jevano, rasanya jatuh cinta berulang kali ke suami tampan nya dirasa tidak akan cukup, apalagi Jevano memang yang selalu bisa memperhatikan kepuasaan kedua nya.
"Aku mau sepong kontol kamu.." pinta Hanin, Jevano mengangguk, Hanin beranjak untuk jongkok, lalu membiarkan suami manis nya bereksplore sendiri.
Sampai teriakan Chicken dari teman-teman nya pun terdengar, Jevano mengangkat pantat nya agar bisa meloloskan celana panjang nya.
"Haii, jevan juniorr~~" seru Hanin manis membuat kontol Jevano yang tadi nya menengang kini semakin kuat tegak berdiri dengan urat yang menonjol.
"Gue sange banget anjir denger istri bikin pet name di kontol gue."
"Namanya Jevan Junior, permen favorit bini." Kekeh Jevano membagikan cerita seksual nya, waktu pertama kali dimulai dari Jenan yang berani banget on focus kontol dia sama punya bini nya.
Jevano kadang nggak kepingin miliknya di nikmati oleh orang lain, paling nanti hanya sorot kamera ke dada Hanin saja.
"Ohh!!"
"Mmhhh~~~"
"Yang, deep please~~" pinta Jevan, Hanin dengan cepat mengabulkan walaupun bukan Deep throat, hanya deep biasa membuat Jevano merem melek dari tadi sembari mencengkram rambut Hanin dan meremas nya.
"Gue lupa kalau Jevan lagi disepong, ada pertanyaan nih buat Jenan lu kalau ngentot, senang liat bini lu kek gimana?"
"Kek gimana ye, yang pasti acak-acakan lah, kalau Jevan kan senang Hanin nangis-nangis, gue sih lebih suka bini gue kek kecapekan gitu."
"FUCK!! YANG, AAHH!" teriak Jevano membuat Jenan sama Haris tertawa mendengar teriakan Jevano yang mungkin udah di puncaknya.
Wajah Hanin terkena sperma Jevano, setelah penuh berada di mulut nya, kontol Jevano yang tadi ternyata masih mengeluarkan cairan dan akhirnya ke wajah Hanin.

---

"Mau dientott~~ daddy ayo entot akuu~~" pinta Hanin, mempamerkan memek merah nya yang baru disentuh oleh jemari Jevano saja. Jevano terkekeh pelan lalu menyalakan kamera nya dan kini mode on cam.
"Gue arahin ke muka gue sama bini gue aja ya, gue nggak mungkin bagi-bagi ke kalian sih." Ejek Jevano membuat live chat itu terus bergerak dan semakin banyak yang berkomentar.
Hanin sudah duduk diatas Jevano, memek nya bersentuhan langsung dengan kepala kontol Jevano yang mengeluarkan precum nya.
Tangan Jevano menggesek-gesekkan ke memek Hanin membuat sosok manis itu mendesis nikmat padanya.
"Daddyyyhh~~~ m-masukiinnn…" pinta Hanin, mereka bukan hanya melihat live stream main pubg, tapi bonus melihat orang lagi ngewe.
Kontol Jevano yang panjang itu kini mulai masuk kedalam memek Hanin, beribu kali mereka mendengar Hanin mendesah syahdu membuat mereka juga ikutan tegang.
"Rileks, sayang."
"Aaahhh~~~" desah nya lega saat milik Jevano berhasil masuk dan Hanin hanya bisa memejamkan mata, nikmat saat kontol Jevano berhasil menekan titik sensitif nya.
"Daddy lihat deh, sampai nonjol begini." Seru Hanin menunjukkan bahwa kontol Jevano memang bukan hanya panjang, tapi juga kuat dan kekar.
Jevano bergerak pelan, masih membiasakan memek Hanin menerima kontol nya, suara discord tak lagi terdengar dan itu membuat Jevano mulai fokus pada pelepasan dan kepuasan sang suami manis nya.
"Aahh daddyyyhhh…"
"Pegangan, sayang."
PLOK!!
PLOK!!
Suara benturan kulit dan kulit itu kian kuat, kamera yang menampilkan wajah keenakan Hanin yang seksi dan juga wajah tampan Jevano yang sange pun menjadi tontonan. Sampe lupa kalau harusnya Jevano main pubg sembari ngentotin suami manis nya.
"Gila kak Hanin seksi banget anjirr!!"
"Gue jadi mau ngewe sama istri gue juga,"
"Dadddyyhhh…"
"Moan for me, sayang." balas Jevano kala pegangan tangan Hanin semakin kuat dan kontol Jevano semakin merangsek masuk mengenai titik sensitif milik si manis berulang kali.
"Ddadddhhh… aahhhh!! Nnyyaahhh!!"
"Aahhh…"
"Ggaaakk kuaat hiksss ddaddyyyhhh…"
"Sebentar lagi sayang,"
"Hikkssss~~~ ddadddyyhhh aahhh mmmhh~~~"
"Hikkksss mmaauu p-ppiipisss aahhh…" teriak nikmat Hanin dan kedua nya berhasil mencapai puncak kenikmatan dimana setelah Hanin terkencing-kencing, Jevano mengeluarkan sperma nya didalam dengan empat kali tembakan.
Memek Hanin seketika full dengan sperma Jevano bahkan sampai meluber begitu banyaknya Jevano mengeluarkan nya.
Keduanya saling berburu nafas, Jevano mencium bibir Hanin singkat yang masih kelelahan dengan seks yang barusan.
"Bang Jevan, udah pernah nyoba anal seks belom?"
"Hah.. anal seks? Gue lagi fokus ngejar punya baby sih jadi belum kepikiran mau nyoba, kita harus steril jadi cuma seks biasa begini aja." Seru Jevano pelan.
Keringat pada wajah Hanin di lap pelan menggunakan tangan Jevano, suasana kamar pengantin yang tadi nya dingin menjadi panas saat ini.
"Capek sayang?"
"Hm~~ makasih mas.." seru Hanin lembut, kedua nya memang paling favorit apalagi Hanin banyak yang disukai dari subscribe nya Jevano.
"Untung shelyn sama Prista gue suruh beli makan tadi."
"Iya nanti ikutan sange berabe."
"Prista lagi mens kalau mendadak sange gue nya yang ribet."
Seruan mereka di discord, malam ini pengalaman Hanin dan Jevano yang menyenangkan dan nikmat berhasil di lalui.
"Semoga jadi baby ya sayang, biar kamu ngga kesepian kalau aku tinggal kerja." Doa Jevano mengelus perut berisi Hanin dengan lembut. Hanin yang dapat perlakuan lembut suaminya itu hanya bisa menikmati, dirinya kelelahan padahal baru sekali mereka melakukan nya.
"Sleep well, princesss." Bisik Jevano pelan lalu mengecup kening Hanin dengan lamat.
"Lama-lama gue tebalikin nih dunia. Gue mau punya suami kek Jevanoo pliss.."
"Kak Hanin gilaa.. lo beruntung banget dapat Jevano."
"Lebih tepatnya gue sih yang beruntung dapat dia. Karena bagi gue, Hanin beneran segala nya yang mengerti gue bahkan sebelum kita menikah." Seru Jevano pelan.
Dan Jevano mulai main kembali dengan teman-teman nya setelah sebelumnya izin menaruh Hanin ke kasur, dan membersihkan tubuh Hanin agar bininya bisa lelap damai.
kim. 🤍