Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Character:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2024-02-16
Words:
2,061
Chapters:
1/1
Hits:
12

seven

Summary:

Dihari ulang tahunnya, Neysa mendapatkan tujuh surat misterius disetiap hadiah yang ia dapatkan.

Work Text:

“Tebak, hari ini hari apa?”

“Hari.. jumat??”

Senyum yang diberikan Neysa kepada Dibit langsung memudar. Padahal, hari ini adalah hari ulang tahunnya. Masa Dibit tidak ingat?
Neysa langsung meninggalkan Dibit dan menghampiri Puddin---menanyakan hal yang sama.

“Hari ini hari pertama ujian. Males banget.”

“Bukan itu, masa ngga inget?”

“Emang apa? Udahlah, gua mau ke toilet.”

Senyum Neysa memudar lagi. Puddin pun tidak ingat bahwa hari ini hari ulang tahunnya. Neysa merintih kecil. Daripada memikirkannya, mending buka twitter lalu membaca fanfic. Disaat Neysa mencari fanfic yang bagus untuk asupan hariannya, tiba-tiba ada notifikasi masuk—sebuah google chat dari 7E - 08 Azzam Abdurrahman Alghaniy 23. Neysa tidak melihat apa isi dari chat tersebut. Karena, yang dilakukannya adalah shock terlebih dahulu. Baru ia membuka aplikasi Gmail dan melihat bahwa chatnya telah dihapus. Belum saja jam pelajaran dimulai, sudah ada kejadian saja. Menurutnya, dichat olehnya saja sudah menjadi hadiah ulang tahun terbaik. Apalagi, diberi cokelat cadbury untuk kedua kalinya.

15 menit berlalu, Neysa daritadi hanya melongo melihat chat yang telah dihapus oleh Azzam. Neysa tidak mereply chat itu. Hanya menscreen-shot lalu mungkin akan dipost di akun instagram khusus close friendnya.

"Neysa!! Dicariin ijichuxara!!" Ujar llunox.

Neysa kaget setelah terbangun dari lamunannya. Dan langsung menuju ke depan pintu untuk menghampiri orang yang sedang mencarinya.

"Neysaa happy birthdayy!!"

"Makasi wa!! Itu coklat buat gua ya hehehehe"

"Eh kok tau sih, nih buat lu. Tapi bukan dari gue sih ya. Dari temen lu yang lain."

"Siapa?"

"Adalahh, eh gurunya udah masuk. Gue duluan ya ney."

"Ohh yaudah. Makasi yaaa"

Lalu ia pergi ke kelasnya dan meninggalkan Neysa bingung. Ia memberi Neysa sebuah cokelat dengan surat kecil yang ditempel diatasnya beserta inisial N didepan suratnya. Neysa tidak memikirkan terlalu banyak tentang inisial yang ditulis didepan surat itu. Lalu ia masuk kedalam kelas dan membaca suratnya.

—to Neysa (1/7)

hbd neysa. i hope u had a great birthday this year! we had good memories back then, and i miss them.

"Hah"

"Dapet apaan tuh ney??"

"Coklat. Dari temen."

.......

Sekarang hari pertama ujian sekaligus jam pertama ujian. Pelajaran IPS. Neysa agak susah mengerjakan soal-soalnya. Pikirannya terus terbayang-bayang atas surat dan cokelat yang diberikan ijichuxara kepadanya. Tulisannya tidak seperti tulisan miliknya. melihat inisial N didepan surat itu, Neysa tidak bisa memikirkan satu nama pun.

"Kode kirim ujian"

Oh, sudah lewat 45 menit. Bahkan Neysa belum mengerjakan soal isiannya. Kenapa terbayang-bayang terus sih. Soal IPS cukup sulit, ditambah lagi diberikan cokelat oleh "teman". Bukannya dia mengharapkan sebuah cokelat lagi dari seorang Azzam? Masa ekspektasinya yang berlebih menjadi realita, kebaikan apa yang telah ia perbuat selama ini..

Satu persatu murid menuju ke meja guru untuk memperlihatkan bukti kalau ujiannya telah dikerjakan. Neysa menjadi orang terakhir untuk menuju ke meja guru. Setelah itu langsung menuju ke depan kelas untuk mencari temannya untuk diajak jajan.

"Woi kok kalian ninggalin gua!"

"Yah lu lama sih ngerjainnya masa gitu doang gabisa sih"

"FF lu!!"

"Ih ngambek-- eh Neysa tunggu cok"

Neysa pura-pura tidak mendengar omongan Dibit dan langsung pergi begitu saja. Dibit langsung menghalangi Neysa dan memberi sebuah permen beserta surat kecil dengan inisial N, lagi.

"Dari siapa?"

"Temen lu."

"Oh."

"Eh ayok jajan yuk, gua jajanin deh"

"Tumben baik bit."

.......

"Makasih ya udah jajanin gua bit. Tumben banget lu."

"Hari ini gua lagi baik---eh makan diluar yuk nes!"

"Kenapa? Biasanya lu maunya didalem."

"Yaa gapapa. Udahlah, ayok"

Dibit menarik tangan Neysa tanpa aba-aba. Dan mengajaknya untuk melihat anak kelas lain yang bermain basket.

"Gaada yang menarik disini bit."

"Liat kekanan."

"ANJING!"

Setelah menengok ke sebelah kanan, terdapat pemandangan Azzam yang tidak memakai masker. Ini hari jumat apa hari keberuntungannya sih. Banyak banget kejutannya.

"Bit... Gua nggak bisa bit... Aduh....... Gua pusing nih bit....... Dibit...... Tolonghh......."

"Jangan lebay ah nes. Hari ini hari ulang tahun lu kan?? Btw hbd ya nes. Itu hadiah lu udah didepan mata."

"Bit..... Gua....... Mau pingsanhhh.........."

"Ganteng banget tuh nes, khusus buat lu."

Neysa langsung lari kedalam kelas dan duduk di mejanya. Sungguh hari yang sangat mengejutkan untuknya. Setelah melamunkan muka Azzam yang terbayang-bayang di kepalanya, Puddin menghampiri Neysa yang sedang didalam dunianya.

"Nes, dikasih hadiah nih. Dari temen lu."

Lagi lagi mendapat hadiah. Hari ini sudah mendapat tiga hadiah, apa kedepannya mendapatkan lebih banyak??

"S-siapa nama temen gua?"

"Ngga tau, kelas lain."

"Ciri-cirinya kaya gimana??"

"Lupa."

"Mukanya??"

"Lupa juga gua. Eh, gua mau belajar dulu ya."

Neysa mengambil surat dan kotak kecil yang ditaruh oleh Puddin dimejanya itu. Kotak itu sangat kecil, dan berwarna hitam, beserta pita kecil yang ditempelkan diatasnya yang berwarna hitam juga. Setelah ia buka, kotak itu berisi gelang berwarna lilac. Dan lagi-lagi surat berinisial N. Ia tidak sempat membaca surat itu, karena guru untuk pelajaran kedua sudah memasuki kelasnya.

.......

Tidak terasa, kode kirim sudah ditulis di papan tulis. Neysa mengerjakan soal informatika dengan mudah. Dan langsung mengakhiri ujiannya yang terakhir dengan mengetik kode kirim di situs ujiannya.

"Neysa, udah belum? Pulang bareng yuk"

"Bentar, ayok"

"Eh lu duluan dulu."

Neysa mengangguk lalu keluar kelas. Dan disambut dengan kedatangan temannya yang membawa gantungan kunci.

"Happy birthday Neysa!! Ini hadiah buat kamu."

"Makasih Kuin, Ini dari lu?"

"Dari temen kamu, oh ini ada surat juga. Oh iya aku duluan ya ney, jangan lupa dibaca suratnya."

Neysa melihat punggung Kuin yang lama lama menjauh darinya. Lalu sorotnya pindah kepada gantungan kunci dan surat yang ada di tangannya. Lagi lagi, suratnya terdapat inisial N.

"SIAPA SIH ANJING!!!"

"Eh Astagfirullah Neysaa, gaboleh ngomong kasar."

"Eh Azni.. Astagfirullah..."

"Oh iya, kamu hari ini ulang tahun yaa, hbd Neysaaa!"

"Makasihh, hbd juga ya ni"

"Btw, kamu liat Dibit nggak??"

"Ada, masih dikelas dia."

"Ohh makasih yaa"

Lalu, Azni menunggu Dibit untuk keluar dari kelas. Sedangkan, Neysa hanya melamun sambil melihat anak kelas lain bermain basket dilapangan. Sesekali melihat ke sebelah kanan untuk melihat Azzam sudah keluar atau belum. Tanpa sadar, Neysa melamun kearah kelas 7E. Disaat dia sadar, ada yang sedang menatapnya. Otaknya masih terkuras oleh ujian sebelumnya, ia tidak mengenal siapa yang sedang menatapnya.

"Neysa, ayo pulang!"

Sesi melamunnya diinterupsi oleh Puddin yang mengajak Neysa untuk pulang. Tetapi, Neysa masih tidak mengenali siapa lelaki yang sedang menatapnya tadi. Setelah memakai sepatu, Neysa menghampiri Puddin yang sedang menikmati pemandangan pemain basket profesional yang sedang bermain basket bersama teman-temannya.

"Ayok, din"

"Bentaran ah. Enak nih pemandangannya."

"Gua tinggalin nih."

"Yaudah ayo!"

.......

"Eh lu udah dijemput belum?"

"Belum cok. Gua dijemput paling jam 12an."

"Gua juga kayanya."

"Yaudahlah. Eh, cari duduk yuk."

"Dimana?"

"Lobi"

Mereka menuju ke lobi yang ternyata cukup sepi. Ternyata soal IPS cukup sulit untuk sebagian orang. Tetapi, disana sangat bosan. Ipad masih ter restrict sampai jam 11:30. Dan sekarang masih tepat jam 11.

"Bosen banget!"

"Lu udah buka kotak hadiah yang gua kasih?"

"Udah, isinya gelang sama... Surat. Oh iya! Suratnya mana ya.."

"Hah? Ada suratnya?"

"Iyaa, daritadi gua dikasih hadiah ada mulu suratnya."

"Lu mau ta---"

"----DOMPET GUA! KETINGGALAN DI LANTAI TIGA!!"

"Yaudah ayo ambil sebelum diambil orang!"

.......

"Permisi pak, bapak liat dompet warna ungu muda disekitar sini gak yaa??"

"Ngga. Maaf ya"

Neysa bertanya kepada bapak-bapak k3 disekitar sana. Tetapi, hasilnya nihil. Bakal gawat kalau ada yang melihat isi dompetnya.

"Ibu! Ibu liat dompet warna lilac disekitar sini ngga??"

"Eh neysa. Tadi sih ada yang ngambil. Anak kelas tujuh kayanya."

"Kira kira ciri-cirinya kaya gimana bu?"

"Dia pake kacamata, tinggi. Ibu ingetnya itu doang. Maaf ya Neysa."

"Terima kasih ya bu."

Setelah mendengar perkataan ibu guru, Neysa terlihat panik. Mendengar ciri-cirinya... Muncul sebuah nama di benak Neysa.

"Sebastian, gasih??"

"Mungkin aja, tapikan. Masa dia kesini-sini?"

"Iya juga."

Daripada nekat mencari Sebastian dan menanyakan tentang dompet kesayangannya, Neysa akan bertanya kepada kakak osis yang cantik mengenai dompet lilacnya yang coquette itu.

"Kak.. dompet aku hilang. Kakak liat ga ya dompet warna lilac ada bunga warna pinknya??"

"Ada kok. Tadi ada osis yang ngelaporin barang hilang. Yang ada Beomgyunya hukan?"

"Iyaa kak. Terakhir hilangnya di depan kelas 7C."

"Ohh iya bener. Yang didalemnya ada 4 surat, bukan?"

"E-eh.. iya. Makasih ya kak."

Neysa kabur dari sana. Ditambah lagi, orang yang menemukan dompetnya melihat isi dari dompetnya. Jangan-jangan ia juga membaca isi dari suratnya??

"Puddin... Gua malu banget...."

"Salah siapa naroh dompet sembarangan. Pasti yang ngambil Sebastian."

"Jangan bikin overthinking deh lu!"

Neysa dan Puddin kembali ke lobi untuk duduk sembari menunggu dijemput. Neysa masih kepikiran siapa yang mengambil dompetnya, bahkan melihat isi dari dompet itu. Kalau Sebastian yang mengambil, bagaimana nasibnya.

"Ga kerasa restrictnya udah dibuka aja. Daritadi kita nyariin dompet lu setengah jam-an."

"Iya ya. Tapi siapa sih yang ngambil dompet gua!!"

Sebuah notifikasi muncul dari ipad Neysa.

"SEBASTIAN NGECHAT GUA WOI!"

"HAH DEMIAPA?? MANA"

--- Ney

--- Yg ungu dompet lu kn?

--- Btw hbd

--- Ad yg ntip hadiah ke lu dh gw taro di dompet lu

Neysa dan Puddin sama sama histeris melihat gchat yang dikirim oleh Sebastian. Gak nyangka Sebastian akan mengucapkan selamat ulang tahun kepada Neysa.

--- iya punya gw

--- mks ya

Neysa langsung membuka isi dari dompetnya dan menemukan sebuah surat berukuran kecil berinisial N didepan Beomgyu. Melainkan surat-surat yang lain ia taruh di bagian uang.

"BACA NEY"

"BENTAR"

---to Neysa (5/7)

keterangan: sebelum baca yang ini baca (4)

"LANGSUNG CARI YANG KETIGA AJA NEY"

"Hi guyss ada apanih"

"BIT SINI BIT ADA HOT NEWS"

Dibit duduk disebelah Neysa. Lalu mengintip ipadnya dan matanya membulat.

"HAH KOK BISA NEY"

"NEYSA BANYAK IBADAH"

"INI YANG KETIGA"

---to Neysa (3/7)

keterangan: sebelum baca yang ini baca (2)

"CARI LAGI!"

---to Neysa (2/7)

keterangan: sebelum baca yang ini baca (1)

i miss playing games w you, your voice, your everything. sekarang cuman bisa ngeliat dari jauh.

"LU UDAH BACA YANG SATU KAH?"

"UDAH"

"CIE NEYSA"

Neysa berfikir bahwa ini adalah dari Azzam. Tidak mungkin! Tetapi, siapa yang akan niat membuat surat-surat seperti ini??

"Ini dari siapa ney?? Daritadi dapet surat gaada sumbernya."

"Gua juga gatau"

"Dari Azzam nggak sih?? Siapa lagi yang main game sama Neysa?"

"Temen SD gua main game juga kok sama gua!"

"Tapi masa kangen sama lu??"

Neysa tidak terpikirkan dengan omongan dari Dibit. Kalau kangen, kan bisa mengajaknya langsung. Memangnya siapa lagi yang tidak bisa terhubung dengannya, hanya Azzam kan??

"Fiks Azzam ney! Eh—gua udah dijemput, byee!"

"Bye Puddin. eh Neysa bangun ih! Lu ngelamun terus nanti kesurupan!"

"Iya iya, gua masi kepikiran ah bit!"

"Coba baca yang lain"

---to Neysa (3/7)

keterangan: sebelum baca yang ini baca (2)

i dont have a girl right now, im totally free. gua mau deketin lu, tapi ada yang bilang lu suka sama yang lain.

"LU ADA KESEMPATAN TUH NEY!!"

"Hm."

—to Neysa (4/7)

keterangan: sebelum baca yang ini baca (3)

n they say that boy was dhio. i wna intreact to u but i dont wna destroy ur relationship with him.

"Next. Btw ribet banget sih pake urutan segala!!"

—to Neysa (5/7)

keterangan: sebelum baca yang ini baca (4)

u also blocked my number. well i can follow ur social media but im too scared.

"Lanjutannya mana ney??"

"Tunggu hadiah yang lain lah"

"Nanti gua dikasih ginian ga ya sama Chipset..."

.......

"Bosen banget.... Mana Dibit udah pulang lagi...."

Neysa melihat-lihat ke sekitar dan tidak merasakaan keberadaan mobilnya. Tiba-tiba tangannya merasakan ada sesuatu disampingnya.

"Hah, bunga kertas?? Siapa yang naroh" Batinnya.

Neysa mengambil bunga kertas itu dan melihat ada inisial N di setiap daun bunganya. Pasti ini dari orang itu lagi. Ada tulisan dibawah daun bunga yang menunjukkan untuk buka bagian batang bunganya. Ia lalu membuka batang bunga itu yang ternyata berisi surat ke 6. Tapi, kali ini tidak tersedia keterangan didalamnya.

—to Neysa (6/7)

neysa, gua mencoba untuk mencari cewe lain but it doesnt work on me. gua memang punya mantan segunung, but the most unforgettable is u, neysa.

Neysa menggoyang-goyangkan kakinya sembari membaca surat itu. Mukanya juga menjadi kembaran tomat. Eh, tapi kok bisa tiba-tiba ada bunga kertas disebelahnya?? Neysa menengok kebelakang dan melihat ada Azzam dibelakangnya. Jantungnya hampir saja copot. Ditambah lagi disana hanya ada dirinya dan Azzam.

"Ehh... Ini......... Lu y-yang buat.....???"

Azzam hanya mengangguk. Apakah daritadi Azzam sudah berada disana?? Daritadi Neysa hanya membaca chatan lama dirinya dan Azzam. Misalnya ia melihat hal itu pasti Neysa akan sangat malu.

"Suka nggak...???"

"Apanya..."

"Hadiah."

"S-suka....... Makasih, kak"

Azzam kembali melihat ipadnya dan muncuk notifikasi gmail di ipad milik Neysa. Dan ya, itu adalah surat ke 7.

—to Neysa (7/7)

kalo lu mau.... be mine, again??

Neysa menengok ke belakang sekali dan kembali menuju ipadnya. Lalu, ia mereply:

—IYAYAYAYA

"Hadiahnya... Bagus... Ga...???"

”Hadiah terbaik tahun ini, kak"