Actions

Work Header

Sama Kita Aja, Cantik.

Summary:

Jeonghan dan ucapan asal sebutnya.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

"Gimana caranya open bo?" Tanya Jeonghan pelan dan nyaris tidak terdengar di telinga.

"Tadi lu bilang apaan, Han?" Tanya balik Wonwoo yang langsung menutup buku biografi tokoh favoritnya dan memusatkan perhatiannya pada sosok pemuda cantik yang duduk bersila diatas tempat tidurnya. 

Jeonghan yang pagi ini memakai kaus putih dan di lapisi cardigan coklat muda serta celana pendek selutut menatap ponselnya dengan sendu.

"Kalau gue gak salah denger lu barusan bilang, gimana caranya buat open bo, bener?" Kali ini  Seungcheol yang bersuara dan menghampiri teman di salah satu jurusannya itu. 

Jeonghan yang terpaku memandangi pantulan layar ponselnya menghela nafas panjang sebelum mengalihkan perhatiannya kepada tiga sosok pemuda cukup tampan yang memfokuskan atensi mereka padanya. "Iya."

"Kenapa?" kejar Mingyu seraya mendekati Jeonghan dan mengambil posisi duduk didekatnya. "Kenapa mau open bo?"

Jeonghan meringis pelan mendengar pertanyaan Mingyu. "Karena aku gak punya uang. Kata Seokmin sama Joshua, orang- orang yang open bo duitnya lumayan. Aku kekurangan uang dan aku juga gak punya skill yang cukup buat nyari pekerjaan yang layak dengan penghasilan yang aku mau."

Hening. Seketika ruangan asrama berisi empat orang laki-laki itu diselimuti keheningan. Jeonghan yang baru saja mengatup kedua belah bibirnya memandangi ketiga kawan asramanya dengan takut-takut.

"Aku salah ngomong ya?"

Wonwoo menarik kursi belajarnya mendekat ke arah tempat tidur Jeonghan dan Seungcheol memilih duduk di sisi lain tempat yang masih kosong. Satu tangan Jeonghan diraih oleh Seungcheol dan diusapnya dengan ringan.

"Kenapa lu butuh banyak uang?"

"Om dan Tante gak mau lagi support kami. Aku mungkin bisa ngandelin beasiswaku tapi biaya sekolah Seungkwan dan Chan dari mana? Mereka ngasih kabar seminggu yang lalu kalau mulai bulan depan mereka gak bisa support pendidikan kami lagi karena uang peninggalan Ayah dan Bunda sudah habis. Jadi mulai bulan depan aku harus biaya0n adik-adikku."

"Tapi lu tau gak open bo tuh ngapain?"

"Kata Seokmin tuh ngewe... sama tante-tante gitu."

Keheningan sekali lagi melanda setelah Jeonghan menjawab pertanyaan Mingyu tapi kali ini disertakan dengan tiga nafas berat yang keluar dari ketiga teman sekamarnya itu. 

"Tapi kayaknya gak ada Tante -tante yang mau juga deh booking aku." Ucap Jeonghan mencoba mencairkan suasana yang membeku. 

Seungcheol tertawa kecil mendengar perkataan Jeonghan, "karena kalah cantik dari lu gitu?"

Gelengan pelan Jeonghan berikan lengkap dengan senyuman tipisnya. "Bukan. Tapi aku gak punya titit jadi gimana mau ngewenya coba."

"Gak punya titit?" ㅡ Mingyu.

"Maksudnya?" ㅡSeungcheol.

Hanya Wonwoo yang duduk tepat di hadapan si pembuat kegaduhan pagi ini duduk diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.

Lirikan malu-malu Jeonghan berikan kepada ketiga teman sekamarnya. "Kalau laki-laki normal itu pasti punya titit yang berfungsi dengan baik kan? Aku gak. Bukan, aku bukan impoten Gyu, aku punya tapi kayak gak guna juga soalnya aku juga punya memek..."

Tatapan keterkejutan jelas menghampiri ketiga penghuni lainnya saat pengakuan itu dilontarkan. 

"Lu punya apa, Han?" 

"Hannie punya memek, Wonwoo. Ada sih titit, tapi kayak pajangan aja."

Tawa kecil terlontar dari kedua belah bibir Wonwoo di saat Mingyu dan Seungcheol mengumpat tanpa suara mendengar perkataan Jeonghan.

"Nah kan, kalian pasti gak percaya juga kan?" Lontar Jeonghan gusar lantas berdiri dengan kedua lututnya dan melepaskan celananya begitu saja memamerkan alat kelaminya.

Disana, diantara kedua belahan paha Jeonghan yang terlihat mulus; bisa Mingyu, Seungcheol bahkan Wonwoo lihat belahan memek tembam milik Jeonghan lenkap dengan titit kecil yang begitu mungil. Mingyu berani bersumpah bahwa  titit Jeonghan tidak lebih dari sebuku jari kelingkingnya jika harus dibandingkan sepanjang apa anggota tubuh teman sekamarnya itu. 

"Gak usah open bo, gue aja yang nafkahin lu. Sepuluh juta sebulan."

"Dua puluh lima juta sebulan belum termasuk fasilitas apartement buat dua adik lu, kedaraan dan uang saku mereka."

Seungcheol tertawa mendengar penawaran yang spontan dilakukan oleh Mingyu dan Wonwoo. Seraya menggelengkan kepalanya pelan, ia mengeluarkan kartu hitam pipih yang tercetak atas namanya dan meletakkannya di tangan Jeonghan. "Pakai sebebas yang lu mau kalau lu pilih gue, Cantik."

Notes:

hehehehe langsung test drive gak tuh