Work Text:
Langit cerah di hari Minggu, menunjukkan sang surya dan juga awan putih, seolah mengatakan pada setiap insan bahwa masih ada kebahagiaan dan harapan dalam hidup. Dan hidup bukanlah tentang hujan dan badai saja serta langit yang selalu berawan—mendung kelabu. Ada kalanya hari dipenuhi dengan langit yang biru.
Di dalam atap yang sama, dua insan yang telah dipersatukan oleh sebuah ikatan manis cinta membawa beban lelah dipundak. Namun mereka membawa juga kepuasan dalam hati karena telah mengabdi sepanjang hari.
Corazon melihat keadaan luar dari dalam jendela rumah minimalis, tidak lupa mengecek prakiraan cuaca melalui ponsel pintarnya. Hari ini cuaca bagus sepanjang hari. Lantas ia terbesit ide untuk membawa sang kekasih menikmati indahnya langit cerah — yang kini masih berkutat dengan laptopnya. Ia lihat sang kekasih nampaknya sudah lelah dan butuh healing sejenak.
"Udah, istirahat dulu. Deadline jurnalnya masih lama, 'kan?" Ujar pria dengan surai pirang yang kini telah berada dibelakang Law sembari kedua tangannya bergerak memijat kedua pundak yang lelah tersebut.
"Hhh mas—shh disitu enak... Iya sih, masih lama ngumpulinnya." Law seakan terpuaskan oleh polah Corazon secara impulsif. Menurutnya, pijatan tangan suaminya memang tepat mengenai sasaran hingga rasa sakit maupun lelah perlahan hilang. Salah satu servis terbaik yang selalu ia dapatkan.
"Muter-muter, yuk? Sekalian mampir beli jajanan." Ajak pria yang tiga belas tahun lebih tua dari Law.
"Mauu!" Jawab Law dengan antusiasme yang tinggi dan dengan nada yang terdengar manja, tentu membuat Corazon gemas akan tingkahnya. Ditambah cuaca sedang cerah, cocok untuk ia menghirup udara segar sebagai bentuk kenyamanan setalah hampir seharian ini bekerja keras.
"Hahaha okay, mas siap-siap dulu." Corazon melenggangkan kakinya diikuti dengan Law menyimpan file yang telah ia ketik kemudin menutup layar tipis dari benda portable tersebut.
Tidak menunggu waktu lama, dua raga sudah siap dan tampil kasual dengan busana yang terlihat serasi satu sama lain. Membuat keduanya saling terpukau dengan penampilan satu sama lain.
"Kamu lucu banget, sayang." Itulah Corazon, selalu melontarkan pujian tiap melihat Law mengenakan apapun. Pun dengan Law yang tak hentinya di dalam hati memuja ketampanan sang suami, enggan melontarkan dari bibirnya secara langsung — terlebih karena Law adalah tipe yang sulit mengutarakan apa yang sedang ia rasakan melalui perkataan.
"Apa sih, Mas! Sana kamu panasin motor dulu.." mendengar hal tersebut sejujurnya membuat Law tersipu malu, berusaha menyembunyikan semburat merah muda yang akan muncul dikedua pipinya apalagi saat mendapat pujian dari sang suami.
Semua sudah siap, kecuali Law yang belum memakai helm. Lantas undang Corazon untuk segera memasangkan benda tersebut dengan pas dan sesuai di kepala sang kekasih guna melindunginya.
Saat Law mengenakan helm, kedua tangan Corazon juga membimbingnya agar benda tersebut pas dikenakan sang kekasih serta tidak lupa turut mengencangkan tali safety.
Corazon tahu bahwa kekasihnya sudah dewasa, namun ia selalu saja masih memperlakukan Law layaknya anak kecil yang harus diperlakukan dengan hati-hati, dibimbing dengan telaten, dan dimanja dengan penuh kasih sayang. Ia tidak merasa masalah dengan hal tersebut. Disisi lain, Law juga suka apabila Corazon bertingkah seperti itu. Akan tetapi, ia terkadang menjadi malu terlebih bila Corazon menunjukkannya di tempat umum.
"Udah siap?" Tanya Corazon yang membuka kaca helm untuk sementara.
"Udah!" Sahut Law dengan penuh semangat.
"Okay, pegangan yang erat," kemudian diikuti oleh kedua lengan dari belakang yang mendekapnya. Lagi, tangan Corazon terulur, memastikan bahwa Law sudah berpegangan dengan erat pada dirinya. Sementara Law tersenyum manis dari balik helm oleh apa yang dilakukan oleh pria tersebut.
Kini Corazon bersama dengan Law sang kekasih akan memulai agendanya berkeliling mencari angin segar dan suasana baru. Serta menciptakan kepingan memori kebahagiaan baru yang akan mereka kenang disepanjang hidup. ♡
