Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2024-07-20
Updated:
2024-07-20
Words:
1,232
Chapters:
1/?
Comments:
6
Kudos:
145
Bookmarks:
11
Hits:
5,355

I'd like to prepare you.

Summary:

Mark si artis ternama itu nyatanya sudah lama menjalin hubungan dengan sang make up artist, tapi permainan keduanya begitu apik hingga tak satu pun ada yang tau dengan jalinan kasih mereka. Lagi pula bagaimana tidak, mereka lebih banyak menghabiskan waktu pacarannya di backstage, dan di tempat-tempat yang tak bisa media jangkau.

Misalnya saja seperti sekarang, keduanya itu sibuk dengan urusannya masing-masing di ruang make up. Haechan yang sedang sibuk merias muka Mark, dan Mark, sibuk memandangi wajah cantik Haechan yang tepat berada di depan mukanya.

"Hey baby, you look so pretty today"

"Bisa ga diem dulu? Kamu ngomong itu terus daritadi, you're so petty"

"You're so pretty" tangannya hampir saja mau meraih bongkahan pantat Haechan yang menjadi spot favorite nya, tapi tangan Haechan lebih cepat dibanding gerakan tangan Mark "ish diem coba tangannya tuh!"

Oh! The pervert Mark, si lelaki penuh nafsu itu terus saja mencari kesempatan untuk menggerayangi tubuh si cantik Haechan, tapi apakah kali ini dirinya bisa menyalurkan nafsunya?

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Chapter 1: Rockstar and his makeup artist

Chapter Text

Lazim bagi beberapa artis terutama Mark yang notabene nya seorang artis besar menjalin kasih dengan orang dibalik layar, khususnya Make up artist pribadinya, Haechan. Meski Haechan hanyalah bekerja di balik panggung yang membantu Mark merias diri ketika tour, dirinya tetap dikenal banyak orang, wajar saja semua orang mengenal dirinya, karena dulu sebelum ia bergabung dengan agensi Mark ia adalah seorang beauty vlogger ternama.

Pertemuan keduanya terhitung beberapa tahun lalu mengantarkan mereka ke sebuah hubungan romantis, yang bahkan tak pernah penggemar mereka bayangkan sebelumnya.

Petak umpat yang mereka mainkan cukup apik, hingga media tak pernah tau tentang hubungan keduanya, lagi pula bagaimana tidak, mereka lebih banyak menghabiskan waktu pacarannya di backstage, dan di tempat-tempat yang tak bisa media jangkau.

Misalnya saja seperti sekarang, keduanya itu sibuk dengan urusannya masing-masing di ruang make up. Haechan yang sedang sibuk merias muka Mark, dan Mark,  sibuk memandangi wajah cantik Haechan yang tepat berada di depan mukanya.

"Hey baby, you look so pretty today"

"Bisa ga diem dulu? Kamu ngomong itu terus daritadi, you're so petty"

"You're so pretty" tangannya hampir saja mau meraih bongkahan pantat Haechan yang menjadi spot favorite nya, tapi tangan Haechan lebih cepat dibanding gerakan tangan Mark "ish diem coba tangannya tuh!"

Bukan salah Mark jika ia sebegitu candunya dengan badan Haechan, toh memang pada kenyataannya tubuh Haechan itu indah, sangat indah melebihi tubuh dancer-dancer yang biasa menjadi lawan mainnya di panggung.

"It was your 6th tour tapi tetep aja kamu tuh susah buat diarahin dan dimakeup-in, coba fokus dulu!"

"Aku selalu fokus ke kamu kok sayang" tatapan matanya tak lepas dari Haechan yang bergerak kesana-kemari. "Yang serius dulu kenapa sihh"

"Emang kapan aku bercandanya?" 

Haechan hanya berdecih dan berpaling mengambil sebuah eyeshadow palette di meja.

"Close your eyes Mark" ucap Haechan yang niatnya mau memakaikan make up pada mata Mark. Tubuh Haechan itu berada tepat diantara kaki Mark sehingga mempermudah tangan si rapper untuk menjangkau tubuh Haechan.

"How can i close my eyes, when the prettiest boy in the world is in front of me-

Cantikku" Mark grabbed Haechan waist, so Haechan can seat on Mark's lap.

"Mark yang bener dong! sebentar lagi show kamu mulai"

"Who's care" Mark mengalihkan tangannya dari luar baju menuju dalam baju yang Haechan kenakan agar bisa mengelus pinggang Haechan secara leluasa, ia mengelus dan merasakan lekuk tubuh si cantik itu.

He love Haechan's body shape, so much.

"I promise i'll make it fast, baby"

"After the show okay?" Haechan kisses Mark lips, tangannya sesekali juga mengelus rahang tegas Mark. 

"Only 45 minutes left, the show will start sayang" Haechan menatap mata Mark lekat, ia berusaha memberi pengertian pada si lelaki yang nafsunya sedang membuncah. 

"We can do quickie babe.." kedua mata Mark itu memelas agar permintaannya disetujui oleh sang kekasih, Haechan jelas mau ia sebetulnya tidak bisa menolak kala Mark sudah mengeluarkan wajah memelasnya, tapi bagaimana pun waktu show akan segera mulai dan Haechan tak mau menghancurkan plan awal.

"Huh! Oke, please be gentle.. aku harus sambil make up-in kamu biar selesai tepat waktu" sebetulnya sedikit goresan warna di mata dan di bibir Mark sudah bisa menyelesaikan sesi rias wajahnya, tapi apa daya sang rapper justri ingin mengulur waktu agar dirinya bisa menyelesaikan hasrat seksualnya.

"I'll do sayang" Mark mengangkat sedikit pantat Haechan agar bisa membuka celana sang kekasih dengan leluasa, tanpa waktu yang lama celana panjang milik Haechan dan Mark sudah tanggal yang dibuang oleh Mark entah kemana, dan hanya menyisakan Haechan dengan atasan kaos crop nya itu.

Mark mengambil sebuah cairan lubricany di tas yanga berada tepat di sampingnya, ia sengaja selalu menyediakan lubricant di tas karena ia tau jika dirinya dan Haechan bisa melakukan sex dimana pun.

Mark menuangkan cairan yang ada ditangannya dan mengoleskan ke jari serta ke anal Haechan, jarinya mulai mengusap kerutan pantat Haechan dan mulai masukan jarinya satu persatu ke dalam lubang Haechan. 

Haechan sedikit terkejut dengan suhu dingin tangan Mark, kakinya bergetar kala tangan Mark mulai bergerak perlahan meregangkan lubangnya. "Jangn diketatin sayang"

Haechan merilekskan tubuhnya, tangan yang memegang brush make up itu sedikit bergetar karena pergerakan tangan Mark yang semakin tak karuan "nggghhh please make it fast"

Tak perlu waktu yang lama, Mark mengikuti perkataan Haechan dan langsung memasukan penisnya ke dalam lubang Haechan, tubuh yang lebih muda bergelinjang, kepalanya Haechan dangakan. Badannya mulai Mark gerakan ke atas dan ke bawah.

Suara penyatuan kulit itu semakin beradu keras dengan suara musik yang mengisi satu ruang make up. 

Kepala sang rapper mulai mendekati leher Haechan, menghirup aroma tubuh Haechan yang manis dan lembut seperti permen susu, bibir Mark itu mulai menjalar menjilati leher Haechan dan memberi sedikit kissmark di leher sang make up artist. Bibirnya semakin bergerak dan berlabuh di benda favorite Mark, bibir plump Haechan.

Bibir pink itu Mark ciumi, ia mengulum bibirnya seakan sedang mengulum permen lolipop, seluruh anggota tubuhnya seakan bergerak sendiri mencari kenikmatin, apa lagi tangannya  tak berdiam diri begitu saja, kedua tangannya sibuk memegang dan meremas pantat Haechan agar gerak tubuh sang kekasih tak berhenti.

Haechan menjauhkan wajah Mark dari wajahnya, ia berusaha fokus kepada make up Mark, meskin mulutnya tak berhenti mendesah karena permainan Mark semakin kacau. Ia masih mencoba menggoreskan eyeshadow warna cokelat pada kelopak mata Mark meski seluruh tubuhnya bergetar hebat.

Mark yang tak mau diganggu kegiatan bersetubuhnya itu sengaja menghentakan tubuh Haechan agar kedua lengannya diam tak bergerak mengganggu. 

"AHHHH..." Haechan berteriak hebat eyeshadow palette dan brushnya itu naas terhempas ke lantai.

–Mark i told you! be gentle"

"Please focus on me" Mark semakin mempercepat gerakannya, tubuh sang kekasih pun ikut naik turun dengan ritme yang sangat cepat "ahh.. ahh.. Ma-rkhh pleasehh"

"I'm coming baby.." Mark merasa sudah dipuncaknya, genggaman tangan dipantat Haechan pun semakin kuat.

Crot.

Pelepasan keduanya itu sukses membuat Haechan melemas, kepalanya itu ia sandarkan ke dada bidang Mark, sperma Haechan itu mengenai perut Mark, sedangkan cairan semen sang rapper itu mengisi lubang anal Haechan dan memberi efek hangat di dalamnya.

"Thank you baby" Mark mengecup pelipis Haechan dan dilanjut mencium bibir Haechan.

"Ugh... it's really messy" Haechan menjauhkan wajahnya dari dada Mark dan menatap mata Mark. 

"Udah ya? Kita bersih-bersih dulu?" Mark mengeluarkan penisnya dari lubang Haechan, dan membuat sperma Mark meleleh keluar mengotori pantat Haechan dan juga paha nya.

"You broke my eye palette!" Haechan memukul dada lebar Mark pelan

"I'll buy a new one for you" tangannya itu menampar muka pantat Haechan hingga meninggalkan bekas merah.

This side of Mark.. it's really make him deeply in love with Mark's responsibility, he loves Mark, the rockstar.

Tubuh mungil Haechan itu ia angkat ke toilet untuk Mark bersihkan, dan kembali melanjutkan kegiatan yang tadi semoat terhenti karena birahi Mark yang tak tertahankan.

Setelah kegiatan membersihkan diri itu selesai, Haechan langsung melanjutkan merias mata Mark, dan di sentuhan terakhir, bibir tipis Mark "oke finally done—" dan ya, make up session ini Haechan akhiri dengan kecupan di bibir Mark 

"Nah udah sana kamu cepetan keluar" setelah Mark beranjak dari kursinya, dan berjalan meninggalkan Haechan, tiba-tiba saja sang make up artist berteriak "WHAT!?"

"Kamu ninggalin hickeys???" And yeah, Haechan baru sadar dengan bekas merah di leher yang Mark buat benerapa menit yang lalu itu.

"Hehe iya... 4 menit lagi show mulai.. aku keluar dulu ya sayang, see you baby" Mark kabur begitu saja kala Haechan hampir menghampirinya untuk mencubit pinggang Mark.

"Fuck you Mark lee!!! Nambah-nambahin kerjaan aja"

Dan ya.. hari ini pekerjaan Haechan sudah berakhir, tapi entah jika setelah pulang nanti Mark akan merepotkannya lagi atau tidak.

Notes:

My new series fanfic... finally debut... doakan aku biar selalu konsisten update ya guys xixixi thx guys.

Please leave a kudos and also postive comment ya biar aku semangat nulis:D