Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Collections:
Anonymous
Stats:
Published:
2025-02-08
Words:
739
Chapters:
1/1
Comments:
1
Kudos:
158
Bookmarks:
8
Hits:
7,616

Sleeper Bus (but they didn’t sleep)

Summary:

What would happen if Wakatoshi and Kiyoomi shared a seat on a sleeper bus?

Notes:

For your reference, style busnya disini adalah yg satu bus full isinya sleeper gitu kayak sleeper bus ke Sapa, Vietnam

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Tubuh Kiyoomi bergetar hebat. Kakinya mengangkang lebar, kemaluannya tersumpal batang berurat yang besar dan panjang. Tapi dia tidak bisa mendesah, walaupun sekarang Wakatoshi sedang menindihnya, tapi mereka berdua sedang berada di Sleeper Bus.

 

"Ssh, gak mau ketawan penumpang lain kan?" Bisik Wakatoshi di telinganya. Ucapannya tidak membuat keadaan Kiyoomi membaik. Bibirnya dia gigit kuat-kuat menahan nikmatnya bibir rahimnya dicumbu oleh kepala penis seniornya ini. Wakatoshi dengan tubuh yang jauh lebih berat tentu saja membuat penisnya tenggelam dalam sekali di vagina Kiyoomi.

 

"Ngh Kak Ushi, p-plis gak kuat! Memek aku -hng, s-sesek banget!" Balas Kiyoomi dengan bisik juga.  Wakatoshi terkekeh, tangan besarnya mulai menutupi bibir Kiyoomi.

 

Oh, anjir.

 

Benar saja insting Kiyoomi, si senior brengsek di atasnya ini menarik penisnya lalu mendorongnya. Temponya memang tidak secepat biasanya, tapi setiap sodokan mengenai bagian terdalamnya. 

 

Kiyoomi hanya bisa merem melek keenakan. Wakatoshi menggeram di telinganya menahan nikmatnya lubang senggama juniornya ini. Pinggulnya terus menyodok vagina si surai keriting, tidak peduli jika ada penumpang lain yang sadar.

 

"HMPH!" Tubuh Kiyoomi mengejang ketika mencapai klimaks. Hal itu tidak menghentikan Wakatoshi untuk menyetubuhinya. Vaginanya disodok terus-terusan hingga akhirnya Wakatoshi menumpahkan maninya ke rahim Kiyoomi. 

 

"Enak banget memek kamu, dek," Ucap Wakatoshi lalu mengecup dahi Kiyoomi.

 

Kiyoomi pikir nafsu seniornya ini sudah mereda. Tapi pikiran itu hilang ketika tubuhnya diputar menjadi di atas badan bidang Wakatoshi. 

 

"Aah!" Desis Kiyoomi merasakan penis Wakatoshi menyodok dalam lagi.

 

"Kak Ushi udahan dong!"

 

"Tapi memek kamu masih kedut-kedut. Suka ya saya entot di ruang publik?"

 

Kiyoomi mencubit cukup kencang lengan berotot itu hingga Wakatoshi mengaduh. Tapi si Yang Lebih Tua dengan otak mesumnya malah menyodokan kejantanannya ke lubang senggama merekah itu.

 

"Kok cubit saya sih? Sebagai gantinya saya ewe lagi ya!" 

 

Kiyoomi yang kesulitan menahan desahannya akhirnya mencium ganas bibir lelaki di bawahnya. Ia tidak sengaja menggigit bibir bawah Wakatoshi ketika puncaknya sampai dan dinding rahimnya kembali dipenuhi peju.

 

"Kamu kayak kucing suka gigit-gigit. Jangan salahin saya kalau —" ucapan Wakatoshi terhenti ketika ada pengumuman dari bus.

 

"Dear passenger, we will stop in this rest area for 20 minutes. You can use the toilet or shopping in the second floor," 

 

"Kak Ushi, plis aku mau ke toilet dulu ya," Kiyoomi memohon. Wakatoshi mengiyakan dan mengeluarkan penisnya. Vagina Kiyoomi langsung terlihat merekah. Namun sebelum Kiyoomi memakai kembali celananya, Si Brengsek Wakatoshi menahan pahanya terlebih dahulu.

 

"Boleh keluar tapi memeknya aku foto dulu,"

 

Akhirnya Kiyoomi hanya bisa mengangkang pasrah membiarkan kamera ponsel Wakatoshi mengabadikan kemaluannya. 

 

Ketika Kiyoomi membuka gorden seatnya, Ia baru menyadari kalau mereka duduk di bagian paling belakang dan tidak ada orang lagi disekelilingnya setidaknya sampai 2 kursi ke depan.

 

Pantesan si PK berani ngelecehin memek gue, pikirnya.

 

Di kamar mandi, ia memutuskan mengeluarkan semua peju seniornya. Karena perjalanan mereka masih memakan waktu 3 jam. Tidak nyaman jika kemaluannya terlalu penuh.

 

Kembali ke bis, Kiyoomi pikir Wakatoshi akan kelelahan dan tidur. Ah tapi Kiyoomi sepertinya tidak pernah belajar ya. Sekarang tangan Wakatoshi merambat lagi ke atas celananya dan mulai masuk untuk mengelus memeknya.

 

"Kamu bersihin peju aku?"

 

"Iya lah, memek aku banjir peju kamu tuh gak nyaman kak,"

 

"Oh,"

 

Kemudian Kiyoomi hanya bisa pasrah ketika tiga jari itu mengocok hebat memeknya. Badannya menggelinjang tidak karuan karena Wakatoshi juga mengemut pentilnya.

 

Anjing, dientot lagi gue abis ini.

 

Kemudian Ia hanya pasrah ketika Wakatoshi memaksanya untuk membuka celananya dan mengubah posisi menjadi di atasnya kembali. Kejantanan besar itu kembali disodok ke senggamanya.

 

"HMPH!"

 

Bahkan kali ini Wakatoshi tidak menahan tempo sodokannya dan tidak menghalau suara Kiyoomi. Ia biarkan lelaki di bawahnya menahan desahannya sendiri ketika disetubuhi kencang. 

 

"Gak akan saya biarin memek kamu kosong mulai hari ini. Selama liburan ini saya pastiin memek lonte kamu penuh peju,"

 

Oh, Kiyoomi paham kalau ini bukan ancaman kosong. Ia pernah mengalaminya ketika mereka berlibur dan Ia harus menahan cairan mani di vaginanya sepanjang hari.

 

"AH!"

 

Kiyoomi kelepasan mendesah ketika Wakatoshi memenuhi vaginanya lagi dengan peju dengan posisi mating press. Pria di atasnya ini seperti ingin menghamilinya saat ini.

 

"Kak, aku lagi ovulasi," bisik Kiyoomi.

 

"Really? Good for you, you will be pretty when you are pregnant. Aku pastiin rahim kamu dibuahi saat liburan ini,"

 

Kemudian Wakatoshi menarik penisnya. Membiarkan Kiyoomi tetap mengangkang, Ia kembali mengabdikan kondisi kemaluan Kiyoomi yang terbuka dengan lelehan sperma.

 

"Dalam rangka menghamili perek nakal," katanya sambil mengambil video memek Kiyoomi yang kedut-kedut.

 

Sisa perjalanan ini Kiyoomi benar-benar disetubuhi. Memeknya terus-terusan disembur peju, Ia tidak dibiarkan istirahat.

 

Lagipula Kiyoomi tau kalau Wakatoshi akan memberika morning pill, hanya perlu membiarkan dirinya digagahi selama liburan.

Notes:

Penulisan tidak mengikuti kbbi karena ini bukan ujian bahasa dan saya menulis untuk kepuasan diri