Actions

Work Header

Dibantu gesek-gesek sama tetangga kos

Summary:

Sunoo gak sengaja pencet iklan yang ngarah ke web video bokep dimana pemainnya saling gesekin memek sampe becek. Sange gak ketahan bikin Sunoo colmek dan berakhir dibantuin tetangga kosnya, Jungwon yang tiba-tiba masuk ke kamarnya

Work Text:

Sunoo lagi kelimpungan soalnya dia gak sengaja nonton video bokep gesek-gesek memek dua orang cewek di ponselnya. Sunoo bukan maniak yang suka nontonin bokep gak kenal waktu, cuma tadi dia lagi browsing dan gak sengaja ada iklan kepencet, jadilah dia penasaran sama video yang kebanyakan saling gesekin memek atau saling mainin pentil.

Masih jam 7 tapi memek Sunoo udah mulai nyari pelampiasan, cowok itu ambil guling yang baru diganti sarungnya dan jadiin guling itu alat masturbasinya. Tapi Sunoo ngerasa kurang enak, dia buka celananya dan keliatan banget udah becek di cd abu-abu miliknya. “Ah gue udah lama banget gak colmek gara-gara banyak tugas. Mumpung besok libur gue mau tuntasin dulu dah.”

Sekarang Sunoo udah telanjang, dia berdiri depan cermin sambil liatin badannya yang makin semok. Dia remes pantatnya sampe membal, gantian dia juga remes nenennya sampe kepalanya ngedongak keenakan. Pentilnya udah ngacung, tegak minta dikasih perhatian juga. Sayangnya tangan Sunoo cuma dua, jadi pentilnya dibiarin gak dia sentuh.

“Nghhh becek banget, coba aja gua ada pacar bisa kali tinggal chat minta ngentot. Ah tapi takut kalo pacar gua kontolnya gede bisa-bisa memek gua robek.” Tiba-tiba bayangan video bokep dua orang yang saling gesek memek muncul di bayangan Sunoo, dirinya mulai mendesis nikmat ketika tangan cowok itu mulai ngebuka labia memeknya. Gak berhenti sampe situ, Sunoo ludahin jarinya terus dia pake buat kucek itilnya yang udah nonjol keras. Bikin kaki dia lemes kelojotan gara-gara sentuhan tanganya sendiri.

“Mauu hhhh mau dibantuin memeknya digarukin digesekin becek ahh gesek terus itilnya Sunoo please hikss enak bangetthhh,”

Sunoo yang merasa pegal kemudian bersandar di kasurnya, ia mengangkang masih menghadap cermin. Ia lihat memeknya sudah basah dan cengap-cengap menantikan sentuhan lagi. Sunoo mengambil ponselnya, ia membuka riwayat browsernya dan membuka kembali video tadi untuk membantunya masturbasi.

“Shhh enakhhh udah ngangkang gini, siap dipake memeknya uhhh!”

Sunoo berjengit, memeknya semakin kedutan ketika artis di dalam video itu tengah menampar memeknya sendiri ketika sedang muncrat. Sunoo ngiler, pengen juga dibikin muncrat berantakan begitu. Karena nafsunya lebih gede dari akal sehatnya, Sunoo menampar memeknya dengan keras hingga tubuhnya terlonjak.

“Aaanghhh sakkihhttt!”

Plak!

“Sakiitthh udahh udahhh”

Plak!

“Memek Sunoo perihh iyahh enakk tapii ahh tampar lagi memek Sunoo enaakkhh!”

Plak! Plak! Plak!

Kaki Sunoo gemetar, namun ia masih mengangkang lebar, membiarkan lubang memeknya makin kedutan dan lendir memeknya udah mulai netes-netes ke lantai. Mukanya udah kayak orang teler, kadang Sunoo senyum senyum keenakan, kadang kepalanya ngedongak sambil teriak kesakitan tapi tangannya gak berhenti namparin memek sekaligus cubit itilnya.

“Goblok!”

Sunoo seperti ditarik ke realita ketika suara tetangga kosnya menggema di kamarnya. Ia melotot horor karena Jungwon, tetangganya lagi liatin dia yang ngangkang kayak lonte dengan memek udah becek total.

“Jungwon kok lu bisa masuk?!” Sunoo itu bukan maniak, ia jarang sekali masturbasi, namun kehadiran Jungwon justru membuat memeknya makin gatel dan pengen banget dilecehin tetangganya.

“Gua udah ngetok-ngetok dari tadi, tapi kok gaada yang bukain padahal sepatu lu semuanya ada di rak. Eh pas buka pintu kebetulan gak dikunci malah nemu lu lagi colmek sampe becek gitu. Depan cermin lagi, demen liatin memek lu dirusakin ya?”

Sunoo menangis, bukan karena malu atau sakit hati mendengar kalimat merendahkan Jungwon, namun Sunoo menangis karena kata-kata Jungwon justru menaikkan kembali hawa nafsunya.

“Udah tolol ya gak bisa jawab? Ada orang lain malah makin ngangkang mamerin memek gitu. Mau diapain sih memeknya, cantik?”

Cantik. Satu kata yang mampu merubuhkan kembali kewarasan Sunoo.

“Mau memeknya dilamotin, dicolmekin, dibikin enak, ahh jungwon pleasee memek gua boleh lu lecehin sampe rusaak aaakkhh mmhhh enak enakk…” Sunoo mengangkang, kali ini ia putar tubuhnya hingga menghadap Jungwon. “Liat memek Sunoo makin kedutan ditampar-tampar gini kkhh shhhh, becek mauu tolongin memek…”

“Udah bego aja lu belom juga gua sentuh.” Jungwon mengunci pintu kamar Sunoo, ia berjalan mendekat seperti predator yang akan memangsa Sunoo. Jungwon mainkan lubang memek Sunoo yang sudah sangat becek dengan jempol kakinya. Ia tertawa melihat Sunoo yang mulai bergerak mencari jempol kaki Jungwon agar memeknya terus disentuh.

“Oh beneran demen memek ya lu? Nonton bokep lesbi.” Jungwon mengambil ponsel Sunoo, ia membuka kamera dan menekan tombol record. “Mending bikin sendiri, sekalian gua ajarin enaknya gesek-gesek memek sampe muncrat.”

Jungwon merekam wajah Sunoo, “Bukain celana gua.”

Sunoo nurut, dia gak nyangka tetangganya juga sama-sama cowok yang punya memek. Kebetulan yang nguntungin Sunoo banget karena dia gak bakalan takut dijebol kontol.

“Cium.”

Sunoo mengerjap, bagaimana cara ia mencium bibir jika posisinya yang sedang duduk sementara Jungwon berdiri. Badan Sunoo lemes, tapi dia usahain buat berdiri, dan langsung ditahan sama Jungwon.

“Cium memek gua. Hapalin baunya, lamotin dulu punya gua baru nanti gua bikin lu muncrat-muncrat sampe pipis di kasur.”

Sunoo deg-degan banget, ini pengalaman baru buat dia. Sunoo majuin kepalanya, agak sedikit ngedongak dan mulai tempelin idungnya di selangkangan Jungwon. Jungwon elus-elus kepala Sunoo, cowon itu mulai lebarin kakinya biar Sunoo bisa eksplor memeknya yang udah basah gara-gara ngeliat Sunoo telanjang sambil colmek.

“Mmhhhppp ahhh won…” Sunoo mulai menjilat belahan memek Jungwon, ia tarik kedua labia yang menghalangi dan dengan lidahnya mulai menjilati lubang memek Jungwon.

“Shit.”

Jungwon akuin lidahnya Sunoo enak banget, mungkin karena mereka sama-sama punya memek jadi cowok itu udah tau tempat yang bikin enak dimana aja.

“Ah gitu enak, itil gua juga, ayo cantik mulutnya kerja yang pinter.”

Sunoo senang, jungwon terlihat keenakan dengan service yang dia berikan. Tangannya turun ke bawah, turut memanjakan memeknya yang semakin gatal.

“Wonhhh gakuat mau gesek gesek memek pleasee.”

“Gua juga udah kepengen pipisin memek lu.”

Jungwon mengangkat kaki kiri Sunoo, lalu ia mengangkangi tubuh Sunoo dan mulai menempelkan memek keduanya. Sunoo menjerit, itil keduanya bertemu, saling menggesek dan mendorong. Jungwon tidak mau kalah ingin mengejar nikmatnya kemudian menunduk dan langsung mencium bibir Sunoo dengan pinggul yang terus bergerak.

“Mmhh cantik, nangis gini makin cantik. Memeknya enak?”

“Sshhh mhhh enakk,”

“Pinter, nenennya diremes ya? Sekalian gua nyusu ke nenen lu. Ah seger banget nenen gede gini bisa diremes.”

“Enakk wonnhh lagii teruss mau enak…”

Jungwon mengecup bibir Sunoo, ia turun dan menampar memek Sunoo yang sudah berantakan oleh lendir milik keduanya.

“Memek lu makin keenakan ya ditampar gini? Pinggul lu naik-naik, nyari apa?”

“nghhh wonnhh”

Plak!

“Jawab pake mulut, jangan memek lu makin ngejer tangan gua.”

“Mau dimasukin, disodok memeknya nghh jungwonnn pleasee enakin memek guaaa”

Jungwon tertawa, ia puas melihat ekspresi baru Sunoo, ekspresi wajah menahan sakit dan menginginkan kenikmatan di dalam memeknya. Jungwon mengelus lubang memek Sunoo, cowok itu sengaja ingin mendengar rengekan Sunoo.

“Mhhhh ahhh masukin cepet cepttt masukinnn langsunggghh”

Memek Sunoo semakin terbuka lebar karena bantuan tangan Sunoo yang melebarkan kedua kakinya. Seolah mempersembahkan tubuhnya untuk dikuasai oleh Jungwon.

“Lonte.”

Jungwon memasukkan dua jarinya sekaligus. Menyodok tanpa ampun memek Sunoo yang memijat kuat jarinya. Cowok itu menekuk jarinya dan menggaruk g-spot milik Sunoo hingga membuat tubuh di bawahnya kelojotan. Jungwon tertawa mendengar isak tangis Sunoo yang memohon, meminta untuk semakin dalam menyodok lubangnya. Untung saja Jungwon memiliki jari yang lumayan panjang dan kuku yang selalu terpotong rapi sehingga ketika ia menggaruk lubang memek yang didapat oleh partnernya hanya rasa nikmat.

“Goblok ah memeknya makin ngejepit, muncrat cantik, muncratin ke mulut gue.”

“Aahh gakuatt memek gua enak banget won gua muncrat hikss gakuat memeknya digaruk enak banget ahhh muncratt hikss aaawaass nghhhh~”

Tubuh Sunoo menggelinjang, pinggulnya tersentak ke atas, Jungwon membuka mulutnya dan menikmati cairan yang terus muncrat dari lubang memek Sunoo. Jarinya ia masukan lagi dan menyodok lubang Sunoo hingga cowok yang lebih tua darinya menjerit dan muncrat untuk kedua kalinya. Tubuh Sunoo gemetar, cairan masih keluar dari lubang memeknya yang tersumpal tiga jari milik Jungwon.

“Bocor banget memeknya, baru muncrat eh masih aja gampang keluarnya.”

“Hhh hhhh…”

“Gua belom keluar, buka mulutnya cantik, julurin lidahnya kayak anjing. Ahh pinter banget lonte cantiknya gua. Gua mau muncrat pake mulut lu.”

Sunoo dengan tatapan sayu mengangguk, ia buka mulutnya dan menjulurkan lidahnya. Jungwon kini mengambil posisi 69 dengan memeknya di atas mulut Sunoo, ia tekan memeknya ke hidung mancung Sunoo lalu turun ke mulut, naik lagi dan memutar pinggulnya. Jungwon dengan sengaja menggesekkan itilnya dengan ujung hidung Sunoo dan menekan kuat di lidah Sunoo yang terjulur.

“Fuckk muncratt gua gakuat ahh ahh,” Jungwon menekan memeknya tepat di mulut Sunoo yang terbuka, ia biarkan cairannya memenuhi mulut tetangganya. “Gua kebelet mau sekalian kencing, ahhh gua pipisin juga mulut lu lonte fuuuck.”

Tubuh Sunoo gemetar, pertama kalinya ia menjadi toilet manusia. Sunoo jijik, namun tubuhnya justru terangsang.

“Sunoo, lonte cantiknya gua malah seneng ya dapet kencing? Liat memek lu bocor lagi.” Jungwon menjilat memek Sunoo, ia lamot hingga Sunoo harus menepuk pahanya agar berhenti.

“Mmhh enak, gua ketagihan banget makan memek lu. Lanjut lagi masih kuat kan?”

Jungwon menggigit itil Sunoo dan menyedotnya kuat hingga membuat Sunoo kembali muncrat. “Besok gua sumpel ya memek lu biar gak sembarangan muncrat terus” Jungwon terkekeh, ia bangkit dari atas tubuh Sunoo dan melihat cowok itu sudah tidak sadarkan diri.

“Yaampun lonte malah pingsan, kakinya ngangkang lebar banget lagi. Kalo kayak gini kan gua jadi pengen lecehin memek lu lagi.”