Actions

Work Header

Ngewe Sama Pacar

Summary:

Jeno ngewein pacar cantiknya.

Work Text:

“nggh…”

desahan chenle tak henti-hentinya terdengar. begitu pula dengan jeno yang tak henti-hentinya mengerjai lubang chenle dengan jari tengahnya.

cowok itu bersandar di headbord kasur, dengan chenle di pangkuan, memunggunginya serta mengangkang lebar berkat perintah jeno.

“ngghhh, k-kakkh…”

“apa?” jeno bertanya, kemudian menggigit bahu polos chenle. tangan kiri jeno meraih puting chenle, memilinnya sambil menarik-narik sehingga membuat cowok yang membelakanginya itu menggeliat gelisah.

“ahhhhh.” chenle mendesah hebat, mendongakkan kepalanya.

jeno mengeluarkan jari tengahnya, kemudian tanpa aba aba memasukkannya kembali, kali ini ditambah dengan jari telunjuk, membuat chenle kembali merasa penuh.

“enak, gak?” jeno menatap kebawah, melihat penis chenle yang tengah mengacung tegak, mengeluarkan precum, padahal belum ia sentuh sama sekali

chenle tak menjawab, cowok itu terlalu menikmati segala stimulasi yang jeno berikan. jeno pun menambah kecepatan jarinya, merojok lubang chenle tanpa ampun.

“AHHHHH!”

“Mmmhh, ahh.”

“Kakakkhhh, mmhhh.”

chenle meraih penisnya sendiri, mengocoknya cepat karena ia merasa akan segera keluar. cairan precumnya semakin bertambah, mengotori kepala penis dan tangan mungilnya.

senyum miring jeno terlihat, “kurang ya dikasih jari doang? kontol kamu gatel banget sampai ngocok sendiri kayak gini?”

“Nghhhh, kakak a-aku mau cumhh.”

jeno memelankan gerakan jarinya, mengundang rengekan kecewa dari chenle. dengan mudah, ia balikkan posisi chenle menjadi menghadapnya. membuatnya dapat menatap wajah sang pacar.

“cantik.”

“kamu cantik banget.” kata jeno begitu melihat wajah chenle yang memerah. mulutnya mengatung, dengan air liur yang menetes di ujung, dampak dari hal yang ia lakukan kepada pacarnya.

jeno mendekat ke sisi wajah chenle, “tambah cantik kalo lubangnya bisa nelen kontol kakak.” bisiknya, kemudian mengulum daun telinga cowok manis itu, menggigitinya pelan.

setelahnya, kepala cowok itu turun perlahan, menyesap puting chenle. chenle mendongak ke atas begitu lidah basah jeno menari di atas putingnya, menggoda tonjolan itu seakan menjilat permen.

“mhhhh, ahhhh.” chenle lama-lama bisa gila saking nikmatnya dikerjai pacarnya.

jeno mendongak, kemudian mendorong tubuh chenle menjauh. cowok itu tersenyum kecil, yang dibalas chenle dengan ciuman menuntut.

“kangennnhh.” chenle menatap ke bawah, melihat penis jeno yang berdiri tegak. tanpa aba-aba cowok itu memajukan tubuhnya, menyatukan penisnya dengan penis jeno, kemudian mengocoknya secara bersamaan.

“Aahhhhhhh.” Jeno mendesah, mendongakkan kepalanya.

“Aakkhhh, shhhh, pacarku jago bangetthh, diajarin siapa kayak ginihh?”

chenle tak menjawab, cowok itu malah menunduk, mengulum penis jeno. ia jilati penis pacarnya itu. lidahnya menjilat di sana, memaksa masuk ke lubang kecil itu. jeno bahkan tersentak saking enaknya disepong pacarnya.

“ahhhhhh.”

segera ia tarik penisnya dari mulut chenle, kemudian ia dorong tubuh pacarnya supaya berbaring.

tanpa disuruh, chenle sudah mengangkang lebar, memamerkan lubang merahnya yang berkedut minta diisi, begitu pula penisnya yang mengacung tegak. bahkan saat tengah menunggu jeno yang sedang mengocok penisnya sendiri, chenle malah memasukkan jarinya ke lubang analnya, tak sabar lagi menunggu jeno.

“Ngghh, ayo, kak. masukinhh, masukin lubangku. nghh…”

jeno yang tengah menegangkan penisnya tersenyum miring, “binal banget. gak sabar kakak kontolin, ya?”

“Mmhh, cepetan!”

“gak sabaran,” sahut jeno, lalu mencium chenle.

precum chenle tambah deras, tangannya tak lagi bermain di lubangnya. kini meraih penis jeno untuk ia gesek-gesekkan di lubangnya sendiri.

jeno berani sumpah, rasanya enak banget.

jeno menunduk, mengukung tubuh pacarnya, kemudian ia cium ranum merah itu, sebelum ia memasukkan ujung penisnya ke anal chenle setelahnya dengan sekali hentak melesakkan batang keras itu ke dalam, merojok anal chenle hingga tepat pada prostatnya.

“EUNGGHHHH!”

jeno mendesah, kemudian mulai bergerak. menghujam anal chenle, menggempur lubang basah itu seolah tak ada hari esok. desahan keduanya saling bersahutan.

“mmmmhhhh, ah, ah, ah, ah!”

“enak ga? mhh, ah, chenlehh? enak gak lubangnya kakak masukinhh? kamu, sempit banget! ngghh!”

“e-enakhhh! ngghh, ahhh. mmmhh, kontol kakak tambah gede ya? ngggh, penuhhhhh.”

“ahhhh.” jeno menghentakan penisnya semakin cepat dan dalam, membuat chenle terhentak-hentak di bawahnya. kemudian tanpa aba-aba memelankan rojokannya, menarik penis itu pelan kemudian kembali menghantam tepat pada prostat chenle.

“NGGHHHHHH!”

“eunghh, ah, k-kakakhh! a-aku mau di atass, ngghh!”

jeno mengangguk, mengeluarkan penisnya, kemudian menarik tubuh chenle supaya terbangun. ia sandarkan punggungnya pada sandaran kasur. chenle langsung duduk di pangkuannya. bertumpu pada perut atletis jeno, kemudian mendesah keras ketika akhirnya lubangnya mampu menelan penis jeno.

“akkhhh, enakhhhh.”

“nghh, gerak, sayang.” titah jeno.

chenle bergerak naik turun, kadangkalanya maju mundur, mengerjai penis jeno tanpa ampun. jeno mendongak menahan nikmat. tangan chenle tak lagi bertumpu pada perut jeno, malahan sudah bertengger pada tubuh atasnya, meremas-remas dadanya sendiri sambil sesekali menarik-narik putingnya yang mengacung tegak.

“ahhh, chenle kamu, nghh, binal banget.”

“ngghh, licinhh, kakak mau cum, yahhh? nghhh.”

dengan sengaja, chenle mengedutkan lubangnya, membuat jeno makin keras medesah. tangan cowok itu meraih penis chenle, mengocoknya cepat hingga membuat chenle kelonjotan, hampir tak sanggup menerima segala stimulasi yang ia terima.

“Kakakkhh, ahh, ahh, pipis, ngghhh!”

jeno ikut bergerak, merojok lubang chenle dengan di lain sisi pacarnya juga tengah bergoyang. bunyi kecipak basah makin terdengar, menjadi latar suara kegiatan tidak senonoh mereka.

“geliii, ah!”

“Ah, ah, ah!” rojokan jeno makin cepat.

“kakakhh, aku, ahh, keluarhh! AHHHHHH!”

“b-barengannhhhh!”

muncrat. chenle muncrat. sperma cowok itu keluar membasahi perut atletis jeno. tubuh mungilnya terhentak-hentak, sedangkan jeno mengeluarkan spermanya di dalam anal chenle. jeno keluar begitu banyak, hingga anal chenle tampak tak kuat menampung spermanya.

“Ngghhh, capek…”

nafas chenle naik turun, kemudian menatap jeno setelahnya mencium bibir pacarnya itu. jeno menarik penisnya, membuat sperma yang tak mampu lubang chenle tampung mengalir keluar.

“kakak keluar banyak banget.” kata chenle sambil menatap cairan yang mengalir dari analnya itu.

“habisnya pacarku seksi banget, aku gak tahan.” jawab jeno.

chenle mengulurkan tangannya. dengan iseng, ia colek sperma jeno di lubangnya, kemudian ia jilat, membuat jeno tertawa pelan. tak habis pikir dengan tingkah chenle.

jeno meraih tengkuk chenle, kemudian mencium pacarnya, “makasih sayang.”

kekehan pelan chenle menjadi jawaban. cowok manis itu mengangguk, “ayo mandiiiii, aku udah ngantuk, mau tidur!”

dan jeno pun dengan sigap menuruti pacar manisnya.