Work Text:
Awal tahun ajaran baru biasanya jam pelajaran masih sedikit longgar. Sekolah disibukkan dengan kegiatan MPLS dan sebagainya. Tapi tidak dengan murid kelas XII yang sudah mulai disibukkan dengan latihan soal dan berbagai tugas sekolah sebelum ujian utama berlangsung. Termasuk di antaranya Soonyoung dan Wonwoo.
Memanfaatkan waktu pulang sekolah lebih awal Soonyoung diajak Wonwoo untuk latihan soal bersama di rumahnya. Bukan pertama kali Soonyoung main ke rumah Wonwoo. Dan setiap dia datang rumah ini selalu sepi. Bukannya Wonwoo yang sengaja mencari waktu sepi tapi memang begitulah kondisi keluarga Wonwoo.
Tidak jauh beda dengan Soonyoung, Wonwoo juga lebih sering sendirian di rumah. Ibunya sudah lama meninggal dan ayah Wonwoo sudah menikah kembali dan tinggal dengan istri barunya yang lebih kaya. Wonwoo yang anak tunggal menempati rumah masa kecilnya sendirian. Hanya kadang kala papanya pulang untuk menengok dan menemani Wonwoo. Dia sendiri tidak mau diajak tinggal bersama keluarga baru papanya. Wonwoo lebih suka sendiri.
Wonwoo fokus mengerjakan lembar soal duduk lesehan di meja ruang tamunya. Dia juga sudah berganti pakaian dengan baju rumahan. Tak lama Soonyoung kembali dari dalam kamar mandi. Ikut duduk bergabung setelah mengganti pakaian dengan kaos basket Wonwoo yang kebesaran menutupi sampai bokongnya. Tercium juga bau sabun yang wangi saat Soonyoung sudah duduk di sebelah Wonwoo.
"Curang kamu udah mandi ya?"
"Gerah, yang. Aku ga tahan juga lihat air seger." Soonyoung tersenyum manis pada pacarnya.
Gadis yang rambutnya digelung ke atas itu santai saja melanjutkan mengerjakan soal latihan yang tadi tertunda. Tidak sadar lelaki di sampingnya sudah mulai berpikiran liar. Bagaimana tidak kalau Wonwoo disuguhi leher jenjang Soonyoung yang mulus tapi masih tampak bekas kemerahan tipis hasil karyanya beberapa hari lalu. Leher Soonyoung memang salah satu part favorit Wonwoo.
Belum lagi paha mulus kekasihnya yang dibiarkan terekspose. Soonyoung hanya mengenakan short pants yang dia pakai sebagai dalaman rok seragamnya sebagai bawahan. Otomatis sepanjang kaki sampai bawah pantatnya tersaji seperti hidangan buffet. Bikin selangkangan Wonwoo jadi terasa sesak.
Wonwoo jadi gusar dan tidak fokus memandang deretan huruf dan angka di hadapannya. Dia menggigit pulpen sambil melirik Soonyoung yang tampak makin seksi saat sedang fokus begini. Bibir tebalnya bergumam membaca soal sambil menyusun rumus jawaban. Pacarnya itu jadi berkali lipat lebih cantik. Bikin Wonwoo akhirnya nyerah.
Soonyoung sedikit berjingkat karena tiba-tiba Wonwoo sudah menempel di sampingnya. Tangan kasar pemuda itu langsung bertengger di atas paha mulusnya. Bergerak mengelus manja sambil dagu Wonwoo menumpang di pundak Soonyoung. Mengintip hasil pekerjaan pacarnya yang memang pintar.
"Iihhh Wonwoo sanaan. Kerjain soalnya". Soonyoung mendorong tubuh Wonwoo menjauh tapi dengan kekuatan yang nggak niat-niat amat. Wonwoo tersenyum miring karena tahu pacarnya pasti nggak bisa nolak.
"Bosen ngerjain soal. Aku pengen ngerjain kamu aja". Lidah Wonwoo langsung saja menjilat leher Soonyoung yang bebas tak tertutup rambut panjangnya. Dijilat dari pangkal leher hingga bawah telinganya. Soonyoung menggeliat kegelian menahan desahan.
"Jangan, Won. Katanya tadi mau nugas?" Soonyoung menghindar.
"Salah sendiri malah mancing. Sengaja kan ga pake celana punyaku buat pamer paha. Terus ini, apa ini?" Wonwoo menoel pucuk pentil Soonyoung yang mencuat di kaos putihnya. "Sengaja juga kan ga pake beha? Apa namanya kalau ga mancing?"
Jujur. Beha Soonyoung tadi terjatuh saat mandi. Jadinya basah dan lagi dijemur di dalam kamar mandi Wonwoo. Soonyoung pikir Wonwoo ga akan sadar. Tapi dia lupa, Wonwoo itu anaknya detail dan teliti. Apalagi payudaranya bukan yang kecil dan susah berkamuflase. Kaos kebesaran Wonwoo tak mampu menyembunyikannya dengan baik.
Buah dada itu diraba lembut saja dari baik kalos. Tangan Wonwoo lalu memutar mengelus pucuknya, dari sebelah kanan lalu berjalan sampai yang sebelahnya. Dibegitukan otomatis puting Soonyoung langsung menegang dan mancung besar.
Wonwoo beringsut jadi mengangkangi Soonyoung dari belakang. Bibirnya sudah beradu lumat dengan milik kekasih yang akhirnya juga tunduk oleh rayuannya. Tangan kanan Wonwoo masih bermain di pentil sementara yang kiri meraba dan meremas paha putih Soonyoung. Wonwoo melirik ke pintu memastikan sudah ditutup rapat.
Gundukan Wonwoo yang menempel terasa begitu keras di bokong Soonyoung. Lumatan bibir Wonwoo itu begitu hebat. Soonyoung selalu mabuk kepayang dibuatnya. Bibir atas dan bawahnya bergantian diemut. Lidah Wonwoo ikut membelai permukaan bibir sebelum merangsek masuk ke dalam mulut Soonyoung.
"mmmhhhmmm mhhmmm…"
Soonyoung menghisap lidah kekasihnya sambil mendesah karena Wonwoo sudah mulai meremas pentilnya. Tangan kiri Wonwoo juga sudah sampai pada ujung selangkangan tepat di sebelah memeknya. Soonyoung menjambak rambut Wonwoo sebagai ungkapan dia menyukai aksi pacarnya.
Short pants ketat itu menempel pas di belahan memek Soonyoung. Kainnya cukup tipis dan elastis, rabaan tangan besar seakan tengah menyentuhnya tanpa penghalang. Telapak tangan Wonwoo naik turun tepat di tengah memek tembem Soonyoung. Sedikit ditekan sambil sesekali meremas. Soonyoung terus bergerak gelisah membuat pantatnya ikut menggesek kontol Wonwoo yang makin ngaceng dibungkus celana basket, pasangan dari kaosnya.
"aahhhh garukin di dalem yanghhh gateeelhhh ahhhh"
Tuh kan. Kalau sudah urusan ngesex Soonyoung langsung jadi bego. Tangan Wonwoo masuk ke dalam celana Soonyoung langsung meremas memek basah dan panasnya. Kelamin yang berulang kali dia jebol itu sudah rembes basah dan licin. Tangan Wonwoo bergerak mulus meraba lipatan halusnya. Itil Soonyoung juga sudah ngaceng nonjol gede.
Soonyoung ngedongak kepalanya jatuh di pundak Wonwoo. Pentilnya juga sudah dirogoh dari balik kaos. Dipelintir putingnya barengan dengan Wonwoo nyubit biji klentitnya. Rasanya seperti Soonyoung terkena mode screenshot. Otaknya memutih sejenak berhenti berfungsi. Wonwoo tersenyum senang melihat pacarnya itu pasrah berserah padanya.
Bokong Soonyoung ditepuk agar diangkat sedikit untuk melepas celana serta kancutnya yang sudah basah banjir. Kini cewek itu ngangkang setengah telanjang dipangku Wonwoo di tengah ruang tamunya. Dipandangi foto-foto keluarganya yang dipajang tepat di tembok di hadapan mereka.
"Udah basah banget kamu. Pinter pacarnya aku".
Bibir Soonyoung dikecup sambil dua jari Wonwoo langsung masuk ke lubangnya. Biar sudah dimasuki berulang kali lubang memek Soonyoung tetap sempit. Jangankan hanya kontol, konon kepala bayi yang besar juga tidak akan menghilangkan elastisitas lubang memek. Wonwoo suka fakta ini.
Jari Wonwoo bergerak konstan menusuk sampai dalam. Diputar dan ditekuk menggaruk dalamnya yang gatal. Desahan Soonyoung terdengar merdu tepat di telinga Wonwoo. Kepalanya kini menelusup di bawah ketiak Soonyoung, menyingkap kaosnya untuk Wonwoo menyusu di sana.
Beruntung tangan Wonwoo itu panjang. Posisi begini pun tusukannya pada memek Soonyoung tidak juga mengendur. Mulutnya menggigit, melumat dan menjilat kenyal pentil putih Soonyoung. Suaranya terdengar begitu basah dan lezat. Soonyoung lagi-lagi hanya bisa menjambak rambut pacarnya dan yang sebelah memeras pentilnya yang nganggur.
"ahhhnjinghhhhhhhh"
Soonyoung sampai mengumpat karena Wonwoo mengucek itil dan lipatan labianya. Wonwoo sudah melepaskan pentil Soonyoung. Kedua tangannya tengah mengerjai memek Soonyoung dari dalam dan luar sekaligus. Lubangnya ditusuk dan itilnya dikocok memutar. Kaki Soonyoung mengangkang makin lebar dan pinggulnya naik-naik terus mengejar tangan Wonwoo.
Bokong Soonyoung di pangkuannya memudahkan Wonwoo menambah kecepatan tusukannya. Pinggul Soonyoung ikut bergerak berlawanan arah karena ingin mengejar klimaksnya. Gadis itu terus mendesah tak sabar dan tanpa malu tapi tak berani kencang karena takut terdengar sampai keluar rumah Wonwoo yang sederhana.
Bokong Soonyoung ambruk sambil kejang mendapat orgasme pertamanya hari itu. Wonwoo menemani kekasihnya memberikan lumatan lembut pada bibir bengkak yang mungil dan cantik itu. Sementara mulut bawah Soonyoung berkedut cengap-cengap minta diisi.
Tapi sebelum mengabulkan, Wonwoo membawa jari bekas memek Soonyoung untuk diemut agar si gadis merasakan asinnya cairan memeknya sendiri. Soonyoung melahap telunjuk dan jari tengah Wonwoo dengan rakus. Dijilat dan diemut seakan itu kontol Wonwoo yang panjang itu. Yang diemut jari tapi tentu saja setrumnya sampai ke pangkal paha Wonwoo.
Cowok itu naik untuk duduk di sofa. Melucuti celananya dan langsung menyajikan kontol panjang dan beruratnya di depan Soonyoung. Gadis itu bersimpuh di bawah Wonwoo melahap kontol pacarnya yang sudah menegang sempurna. Mulut Soonyoung naik turun menelan batang Wonwoo seakan itu es loli yang segar. Pangkalnya yang tersisa dipijat dengan jemari lentik Soonyoung.
"Ahhh pinter sayang. Enak mulutnyaahhhhhh…"
Wonwoo memuji pacarnya yang tengah semangat menyepong selatannya sambil menatap sayu padanya. Soonyoung menyedot sampai pipinya kempong sambil di dalam lidahnya ikut membantu. Bibir yang tadi bengkak semakin merah dan basah setelah melepaskan kontol Wonwoo.
Tak mau diam, Soonyoung lanjut melumati sepanjang batang sambil dijilati dengan lidah kasarnya. Lidah Soonyoung berputar di kepala kontol Wonwoo yang halus dan merah. Lubangnya ditusuk-tusuk memancing biar cairannya cepat keluar. Soonyoung tersenyum melihat pacarnya merem melek mendesahkan namanya saking enak layanan mulutnya.
"Ahhhh fuck sayang jago banget mulutmu uuuhhh bangsat ahhhh"
Giliran tangannya yang bekerja mengurut kontol tegang Wonwoo yang hampir buncat. Mulut Soonyoung turun mengemut dua bola kembar di bawah sana. Sambil tangannya menggenggam erat naik turun ngocok batangnya. Bola zakar Wonwoo juga termaduk hesar seperti bola bekel. Diemut gantian kiri kanan sambil disedotin.
Wonwoo mau gila rasanya. Soonyoung itu begitu pintar melayani kemaluannya. Tangan mungilnya bekerja keras dan cepat memeras peju yang sedikit lagi muncrat. Mulai tampak titik putih kental keluar dari lubangnya. Soonyoung langsung cepat melahap kembali kontol pacarnya. Diemut sambil terus dikocok cepat dan kuat.
Wonwoo menyembur banyak di dalam mulut Soonyoung. Cairan kental dan amis itu dikumpulkan di dalam mulut sambil Soonyoung terus mengurut sampai semua cairannya keluar. Wonwoo hanya terengah pasrah sambil membelai kepala pacarnya mengucapkan terima kasih.
Soonyoung menepuk Wonwoo untuk membuka matanya. Ia memamerkan kumpulan peju kental di dalam mulutnya kepada Wonwoo yang tersenyum bangga. Lalu peju kentel itu dia telan tanpa merasa jijik malah kesenangan. Seperti baru meminum susu terenak di dunia.
"Pacarku emang yang terhebat."
Wonwoo menarik Soonyoung untuk duduk di pangkuannya. Diajak berciuman membuat Wonwoo merasakan sedikit sisa pejunya sendiri. Saling melumat dan menghisap mencurahkan rasa sayang dan syukur karena memiliki satu sama lain. Memek Soonyoung menyenggol kontol Wonwoo yang mudah kembali ereksi itu.
Sambil masih berciuman tanpa lelah tangan Soonyoung meraihnya untuk dielus dan diurut biar kembali besar. Memeknya sudah gatel minta diisi. Soonyoung memberi jarak kelamin mereka bertemu menghindari kontak langsung agar tak terjadi kehamilan yang tak diinginkan. Segilanya mereka untuk ngesex tak pernah sekalipun kondom lepas melindungi kontol Wonwoo.
Kebocoran kondom di Bali itupun, Wonwoo langsung memberikan obat anti hamil yang selalu dia sediakan (buat jaga-jaga) sebelum Soonyoung benar-benar tertidur malam itu. Dan untungnya sebulan setelahnya Soonyoung rutin mengecek dan tidak ada tanda-tanda tumbuh janin di rahimnya. Pun begitu, mereka masih tidak juga kapok.
Wonwoo meraih tas sekolahnya yang tergeletak tak jauh di kaki sofa. Mengambil stok kondom yang diselipkan di kantong tersembunyi di dalam tasnya. Diserahkan kepada Soonyoung yang langsung dibuka pakai giginya. Ah, Soonyoung tampak makin seksi.
Latex licin itu sudah pas dipasang pada batang Wonwoo yang sudah mengang sempurna. Soonyoung kembali meminta cium sambil memeknya sudah berani untuk menyundul langsung kontol berbungkus milik Wonwoo.
"Tetangga kamuhh ga ada yang curiga atau denger kita ngedesah, yang?" Tanya Soonyoung sedikit khawatir.
Setiap Soonyoung main kesini memang selalu diisi dengan sesi panas beradu kelamin. Maklum mumpung situasi dan waktu mendukung. Makin susah untuk Soonyoung mencuri waktu di sela sekolah dan lesnya. Ibunya suka mendadak menelpon memastikan posisinya. Jadi sebisa mungkin Wonwoo dan Soonyoung memanfaatkan setiap kesempatan buat bisa ngewe nyalurin birahi anak muda.
"Nggak ada. Aman. Kiri kanan isinya anak kuliahan ngontrak kok. Ahhhhh… -kontol Wonwoo masuk perlahan ke memek Soonyoung- mereka juga sama aja. Jadi udah biasa kalo ada yang denger gituan. Ahhh yang sempit".
"hahahh hhahhhh syukur kalau gitu. Aku ga bisa nahan soalnya hahhhh…"
Pakai dengkulnya, bokong Soonyoung langsung naik turun nunggangin kontolnya Wonwoo. Pelan saja, toh mereka ga lagi buru-buru. Kayaknya tadi masih sekitar jam 2. Les mereka mulai jam 4. Soonyoung pegangan di pundak lebar Wonwoo. Rasanya enak banget palkon Wonwoo garukin dinding memeknya. Batangnya juga apd menuhin rongga yang dalemnya lembut dan halus itu.
Wonwoo ikutan hentakin pinggulnya satu-satu. Tangannya ngeremes pinggang ramping Soonyoung yang lemak perutnya tipis bikin kenyal. Si gadis ganti gerak dengan ngulen bokongnya maju mundur. Belah memeknya jadi gesekan sama perut Wonwoo dan digelitik jembut ketelnya.
"ahhh penuh sayang enak ahhhhh"
"sempitin sayang pijet kuat yang enak ahhhh…"
Wonwoo gulung kaos Soonyoung sampai di atas pentilnya. Dia nyuruh Soonyoung buat gigit kaosnya biar Wonwoo bisa sambil nyusu. Punggung mulus Soonyoung diremas saat dadanya mulai diemut. Kepala Wonwoo ditekan makin dempet ke pentilnya pas Soonyoung ngerasain sedotan kuat Wonwoo di pentilnya. Bikin otot memeknya otomatis ikut tegang karena stimulasi enaknya. Erangan ceweknya jadi atak ketahan karena ngegigit kaosnya.
"toket kamu makin montok aja. Keseringan aku nyusu ya?"
Wonwoo pindah ke pentil kanan Soonyoung. Digigit putingnya lalu dijilat memutar tiga kali sebelum kemudian disedot seperti bayi nyusu. Soonyoung ngebebasin desahannya bikin kaos Wonwoo turun. Dia makin turunin nutupin kepala Wonwoo yang masih setia ngenyotin dadanya.
Gerak pinggul keduanya juga makin liar dikejar birahi yang semakin naik. Soonyoung mendekap kepala pacarnya di balik kaosnya sendiri saat gerakan kontol Wonwoo semakin cepat. Soonyoung memasrahkan tubuhnya melompat-lompat kena sodokan Wonwoo yang cepat dan kencang. Meski begitu mulut Wonwoo masih tak juga melepaskan puting Soonyoung dari sedotannya. Diserang dua arah bikin Soonyoung kembali orgasme lebih duluan.
Wonwoo ngeluarin sendiri kepalanya dari kaos Soonyoung. Wajahnya merah dan banjir peluh dan bibir bengkak karena terlalu lama menyusu. Wonwoo baru ngecrot sedikit di dalam kondom karena memang belum sepenuhnya enak. Dia bawa badan Soonyoung buat merebah di sofa membelakangi jendela. Kontolnya masih nikmatin kedutan kontraksi Soonyoung akibat klimaksnya.
Wonwoo mengungkung tubuh pacarnya yang langsung mengangkang dengan senang hati. Kaosnya disingkap mamerin gundukan kenyal yang goyang-goyang kayak puding. Mereka berciuman dengan pinggul Wonwoo sudah bekerja kembali. Tusukannya kencang sampai kulit mereka bertepukan. Biji kembarnya menabrak pantat Soonyoung bikin tambah geli.
Wonwoo ngedongak nikmatin sodokannya sendiri sambil dijepit rapet otot memek Soonyoung. Wajahnya begitu erotis dan seksi. Di bawahnya Soonyoung ngedesah lagi dan memeknya berkedut cuma ngelihat muka Wonwoo yang keenakan. Pacarnya itu memang yang paling ganteng dan seksi.
"ahhhh enak bangsat… Memek paling enak lo Soonyoung… ahhh"
"ahhh cepetin sayang mentokin ahhh…."
Soonyoung ngeremes pentilnya sendiri ngerasain genjotan Wonwoo kembali pada speed utamanya. Begitu cepat bikin gesekan kulit bokong dan kulit sofa terdengar nyaring. Kaki Soonyoung satu menyampir di sandaran sofa dan satunya jatuh di lantai. Bikin tubuh Wonwoo bergerak leluasa menggenjot dengan keras.
Klimaks keduanya sudah sangat di ujung tanduk. Samar terdengar gemerincing gembok pagar ada yang mengetuk. Takut itu papanya Wonwoo bikin memek Soonyoung mengetat sangat rapat. Wonwoo di atasnya makin gila menusuk tak mempedulikan siapa yang datang.
Sampai kemudian nikmat itu datang menghampiri dua insan yang dimabuk asmara. Soonyoung kelojotan kejang dibawahnya. Wonwoo menghentak sambil nyembur deres di dalam kondom yang masih terasa utuh itu. Dia nyamber mulut Soonyoung yang terbuka ngiler kecapekan ngedesah. Mulut mereka menari seirama saling melumat menyalurkan rasa cinta yang semakin dalam sedalam tautan kelamin yang selalu dirindukan untuk kembali.
Nafas mereka sudah berangsur normal hingga kemudian bisa mendengar seseorang memanggil dari luar pagar.
"Wonwoo… Won… Lo didalem?" teriak orang itu. Wonwoo kenal suaranya, yang pasti bukan papanya.
Wonwoo nyabut kontolnya yang udah lemes bikin memek Soonyoung jadi ngowoh cengap-cengap nyari sumpelannya. Ceweknya juga jadi ngerengek karena memeknya jadi kerasa kosong.
"Bentar sayang. Daripada bang Cheol ngelompatin pager nanti. Tunggu di sini ya cantik." Wonwoo mengecup Soonyoung sebelum mengenakan celana dan merapikan kaosnya. Dia gunakan kaos Soonyoung yang sudah basah oleh keringat untuk mengusap peluh di wajahnya. Tak lupa kondomnya dilepas dan diikat kuas dilempar ke atas meja.
Wonwoo keluar dengan rambut sedikit herantakan. Menemui Seungcheol yang tampak bete menunggu kepanasan di balik pagar. Untung tadi dia kunci gara-gara suka ada maling di komplek sini. Kalau saja tidak dikunci Seungcheol pasti sudah nyelonong masuk dan nemuin dia lagi enak-enak sama Soonyoung. Wonwoo ga pernah mau itu terjadi.
"Lagi ngapain sih lama banget? Panas nih".
"Sorry bang, lagi fokus belajar bareng temen tadi. Ada apaan?"
"Belajar apa ngewe? Kedengeran gila desahan cewek lo. Siang-siang bukannya sekolah lo pada".
Wajah Wonwoo langsung memerah mendengar pengakuan Seungcheol.
"Hehe sorry, bang. Udah ga tahan. Ini ngapain lo kesini?"
"Nih, disuruh mama gue nganterin besek selametan. Mayan tuh lu makan abis olah raga siang. Ati-ati Won anak orang jangan lu hamilin".
"Aman bang, gue mainnya bersih kok".
"Ya udah, gue balik. Bilangin jangan kenceng-kenceng takut digeruduk pak RT". Bisik Seungcheol sebelum kembali ke rumahnya yang juga dijadikan kontrakan di seberang rumah Wonwoo. Kalau orang tua Seungcheol tinggal di komplek lebih mewah sana. Maklum orang kaya rumahnya banyak.
Wonwoo masuk ke rumah malah menemukan pacarnya lagi ngelusin memek basahnya sambil telponan. Masih ngangkang di posisinya tadi
"Iya, ma. Nanti Soonyoung langsung les. Jemput di tempat les aja. Jam 6 kayak biasanya".
Soonyoung membelalak karena tiba-tiba mulut Wonwoo sudah melumat sebelah labianya. Padahal Soonyoung masih dalam sambungan telepon dengerin mamanya ngomel soal papanya. Soonyoung berusaha melepaskan Wonwoo dari memeknya tapi cowoknya terlalu kuat.
"Lanjutin aja". Bisik Wonwoo terus balik ngemutin itilnya. Soonyoung merem nahan desahannya nungguin mamanya selesai ngomong. Pahanya ngejepit kepala Wonwoo yang jilatin lipatan memek dari itil sampai lubangnya.
"hmph iya mahh Soonyoung ngerti. Iyaaaahh nanti Soonyoung ikut. Udah mah, Soonyoung mau lanjut belajar lagihh hmph" Soonyoung menggigit bibirnya karena hampir ngedesah gara-gara Wonwoo gigit itilnya.
Soonyoung segera matiin telepon dan menjatuhkan ponselnya ke karpet. Lalu ngedesah lagi saking enaknya kenyotan Wonwoo pada itilnya. Labianya dibuka pakai dua jempol Wonwoo buat dia bisa jalanin lidahnya dengan leluasa. Menjilat naik turun di sepanjang belahan yang merah dan asin. Kepalanya naik turun menjilat rakus sampai berbunyi becekan.
Pinggul Soonyoung bergerak gelisah kr kanan kiri ngerasain gelinya. Tiap ujung lidah Wonwoo ngenain itilnya Soonyoung ngerasa kayak gila. Satu jempol Wonwoo nguyek itil Soonyoung yang sudah sangat sensitif. Sambil lidahnya ikutan nusukin dari bawah. Mata Soonyoung memutar ke belakang sampai memutih. Itilnya dikocok cepat oleh Wonwoo sampai Soonyoung ejakulasi ngeluarin squirt ngebasahin mulut dan muka Wonwoo.
Soonyoung benar-benar sudah lemas dibuat Wonwoo. Total empat kali sendiri dia orgasme diakhiri semburan deras yang begitu nikmat pipis di muka pacarnya. Bekas ngompolnya masih menggenang basah di bawah bokongnya. Wonwoo malah tersenyum senang menelan dan menjilati sisa semburan ejakulasi pacarnya. Agak pesing tapi Wonwoo suka.
"Dasar cowok sinting".
Dan Wonwoo malah terkekeh bangga.
