Work Text:
Bau alkohol langsung kecium begitu Yunho buka pintu apartemen. Udah cukup samar, tapi tetap aja bikin dia bertanya-tanya seberapa banyak botol alkohol yang gadis-gadis itu habiskan saat pesta semalem? Mentang-mentang udah pada cukup umur, kalo gak diawasi langsung gak terkontrol.
Untungnya pada minum di rumah sekaligus ngerayain ulang tahun Aeri, teman anaknya. Jadi Yunho gak terlalu khawatir soal gimana mereka pulang kalo mereka pesta di klub malam. Yunho yang ngalah, tidur di motel terdekat karena gak mau terganggu oleh kehebohan mereka. Dan tentu aja biar para gadis itu gak canggung berpesta cuma karena ada Yunho di rumah.
Tapi setelah ngelihat keadaan rumah yang lumayan berantakan dengan kaleng bir dan beberapa botol alkohol, Yunho kayaknya harus nasehatin dikit nih. Mana jam segini belum pada bangun. Hm hm hm... Takutnya pada kecanduan dan gak tau kapan harus berhenti.
"Katanya harus pulang siangan biar bisa beres-beres, ini apa masih berantakan begini?" keluh Yunho.
Di ruang tamu aja cukup bikin prihatin, Yunho gak bisa bayangkan gimana ruangan lain. Apa tubuh keempat gadis itu berserakan di lantai akibat terlalu mabuk buat jalan ke kamar?
Astaga...
Tapi... Yunho dibuat lebih syok di ruang tengah, berantakan udah ketebak, celana dalam dan beha yang juga bertebaran itu sama sekali gak disangka. Seperti habis pesta sex. Gadis-gadis itu gak kelewatan batas kan dengan manggil pria buat memuaskan hasrat mereka? Yunho gak melihat adanya tanda-tanda pria sih.
Apa mereka masturbasi berempat? Ada-ada aja. Kalo gitu sih Yunho juga gak bisa ngelarang-larang amat. Mereka punya nafsu, dia gak bisa nyalahin, asal jangan sembrono Yunho udah bersyukur.
TV masih menyala, Yunho terkaget-kaget melihat tayangan apa yang sepertinya ditonton gadis-gadis itu semalam. Film porno, udah sampai ending kredit. Siapa yang bawa CD porno?! Anak cantik dan manisnya menonton begituan?! Tapi setelah Yunho melihat kotak kaset di lantai, dia merasa malu buat mengakui kalo itu adalah salah satu koleksinya.
Minjeong kah yang ambil? Anaknya tau kah ayahnya ini sering nonton film porno buat ngatasin nafsu setelah diceraikan mamanya, tapi gak berniat nikah lagi? Aduh, gimana cara Yunho menghadapinya besok?
Yunho segera beresin kekacauan itu sambil nunggu anak dan teman-temannya bangun. Meskipun dia yakin mereka bakal malu ketika sadar bahwa pakaian dalam yang berserakan itu dipungut oleh pria dewasa.
Ngomong-ngomong soal pakaian dalam, Yunho gak berani nyentuh benda-benda itu padahal bikin salah fokus banget. Botol dan kaleng yang pertama dibersihkan dan memperbaiki letak meja dan beberapa benda yang gak seharusnya ada di lantai. Matanya berusaha gak ngelirik, tapi kain warna-warni itu menarik. Yunho bisa memastikan jumlahnya walaupun dia gak berniat ngitungin.
Sepasang dalaman berwarna pink ada di sofa. Itu yang akhirnya Yunho pegang karena niatnya Yunho mau menata bantal-bantal sofa. Ukuran cup bra yang gak terlalu besar. Mungkin punya Aeri atau Ningning mengingat dada anaknya terlihat kecil dan milik Katarina cukup besar.
Astaga. Ngebayangin apa Yunho? Tangannya meremas payudara gadis-gadis itu sebagaimana sekarang dia meremas si beha pink berenda?
Dia jatuhkan lagi seketika. Karena kaget oleh pikirannya sendiri dan aroma samar khas kemaluan wanita. Yunho gak sedang halu kan? Kayaknya berasal dari sempak bermotif serupa beha yang dia genggam barusan.
Wangi... Yunho lihat ada bekas lendir. Jantungnya berdebar gak karuan sampai gak nyadar begitu tangannya meraih benda segitiga cantik itu. Lendirnya udah kering, maka aromanya sedikit lebih kuat daripada saat basah. Yunho masih hapal tentang kewanitaan meski terakhir kali melihatnya sekitar tujuh tahun lalu.
Harum memek siapa ini sampai bisa membangunkan insting kejantanan Yunho?
Dia mendongak ke lantai dua di mana kamar anaknya berada. Pintunya tertutup dan hening, belum ada tanda-tanda mereka bangun.
Kalau... kalau Yunho onani sebentar meminjam sempak dan beha-beha itu... gak papa kan? Yunho merasa butuh 'kehadiran' wanita supaya nafsunya benar-benar terpuaskan kali ini. Janji takkan membayangkan mengawini gadis-gadis itu karena bagaimanapun mereka seumuran anaknya.
Maka Yunho pungut semua pakaian sekaligus dalaman yang berserakan, menyisakan milik Minjeong, anaknya. Dibawa ke kamarnya di master room. Pelan-pelan ditata di atas di kasur sesuai pemiliknya yang dia tebak-tebak sendiri.
Crop top berwarna hitam dan rok rample mini itu milik Katarina. Yunho letakan celana dalam dan beha warna hitam senada di atasnya. Cantik sekali perpaduannya meskipun semua warna hitam. Di tubuh semampai Katarina, gak heran gadis itu jadi idola.
Selanjutnya mini dress hitam. Seingatnya punya Ningning yang senang sekali berpakaian minim. Dengan potongan rendah begini, sepertinya Ningning gak butuh beha, mungkin cuma pakai nipple patch. Berarti gstring hitam renda itu milik Ningning juga dan yang berwarna pink tadi milik Aeri. Yunho bisa bilang, Ningning yang paling muda, tapi paling menggugah nafsu karena tingkah centilnya juga.
Tapi sekarang Yunho sedang gak bisa berpaling dari si sempak pink. Nafsunya muncul gara-gara aroma itu. Maka Yunho menata pakaian Aeri dan menggeram rendah begitu hotpant dan kaos tipis itu membentuk badan Aeri di pikirannya.
Sial.
Mau disangkal seperti apapun, dia gak bisa berhenti membayangkan tubuh Aeri yang sekarang pastinya sedang telanjang. Gadis cantik yang kadang masih-masih malu saat menyapa Yunho gak disangka yang berhasil membangkitkan keinginan terpendamnya.
Yunho buru-buru nyari kaset porno, terkhusus dari kotak yang menampung koleksi JAV-nya. Karena Aeri blasteran Jepang, dia ingin suasana jejepangan memenuhi kamarnya selagi ngocok kontol. Ada yang diperankan oleh pria setengah baya dan gadis yang lebih muda, seperti Yunho dan Aeri sekarang. Dia mengingkari janji soal gak akan membayangkan teman-teman sang anak, Yunho jadi mau visual Aeri ada di pikiran kotornya.
Selagi film porno memulai ceritanya di TV Yunho, dia lepas semua pakaian, gak kira-kira niatnya kawin meskipun bisanya memang cuma ngocok. Diiringi suara halus dari pemain di film yang udah mulai foreplay, tangan Yunho mengurut pelan kontolnya yang setengah ngaceng. Telinganya dengerin suara desahan si wanita, matanya fokus pada ketiga baju yang tertata rapi di kasurnya. Baju Aeri ada di tengah, diapit oleh baju milik Katarina dan Ningning. Dari posisinya berdiri sambil ngocok kontol sekarang ini, kalo pejuhnya muncrat, bakal tumpah di baju Aeri. Tapi Yunho bakal adil kok dengan memberikan ketiganya pejuh yang sama banyak. Masalahnya gak mungkin Yunho mengembalikan baju mereka dalam keadaan kotor penuh pejuh, jadi dia harus kontrol supaya muncratnya ke lantai aja.
Dalam kepala dia gambar sendiri kalo ketiga gadis itu terbaring dengan posisi yang sama. Menggauli tiga orang sekaligus belum pernah Yunho lakukan, tapi jika dia diberi kesempatan, kayaknya dia mau-mau aja. Senang hati malah.
Foreplaynya Yunho mau menjepitkan kontolnya ke payudara Katarina yang besar. Gadis itu inisiatif menjulurkan lidah, menyambut kepala kontol Yunho dengan jilatan saat muncul dari celah dadanya. Sial precumnya langsung keluar karena berimajinasi lidah Katarina menggoda lubang kontol.
Si berisik Ningning akan Yunho sumpel mulutnya pakai kontol. Dengan gaya 69 boleh juga, Yunho yang di atas biar gampang goyangin pinggulnya ngawinin mulut Ningning, ngehukum anak itu sampai tersedak. Sedangkan mulutnya sendiri bekerja memanjakan memek Ningning. Dari kulit Ningning yang selalu terekspos, Yunho tau tempik muda itu enak dijilati.
Beralih ke Aeri. Yunho gak kepikiran foreplay. Aeri udah sangat basah dari menonton Yunho menyentuh teman-temannya. Memeknya terlalu siap dikawini tanpa foreplay dulu. Yang diingat Yunho saat menyebut nama Aeri dalam geramannya ada ngentot ngentot ngentot, gak ada tuh nyusu atau nyepong.
Pasti Aeri juga malu-malu saat dibaringkan Yunho di tengah ranjang. Tangan kecil gadis itu bakal langsung menutupi kemaluannya ketika kakinya dikangkangkan Yunho. Oh... Yunho akan menarik tangan Aeri secara lembut sebelum menggantikannya dengan kontol yang perlahan penetrasi. Walaupun saat menggenjot dia gak yakin bakal selembut itu. Aeri harus merasakan kebrutalannya saat berhubungan badan.
Tapi kayaknya Yunho juga bakal ingkar satu hal lagi, soal akan onani cepet. Dia lihat kontolnya udah ereksi sempuna, tapi itu masih lama untuk mencapai ejakulasi. Baru dua hari setelah onaninya yang terakhir, jadi kontolnya gak akan semudah itu ngeluarin mani.
Maka Yunho ambil sempak Aeri untuk tambahan stimulasi. Dibawa ke hidung dan dihirup dalam-dalam aromanya. Wangi memek dan sedikit aroma parfum. Yunho bersumpah dia gak bakal bosan ngentotin memek yang harum kayak gini. Sampai gadis-gadis itu bangun, kayaknya kain tipis ini masih sempat kering ya kalo Yunho jilatin sebentar?
Yunho kangen tempik yang sesungguhnya. Yang bisa dia jilat atau ewe sesukai hati saat lagi sange. Meski bukan memek sungguhan, tapi bekas lendir Aeri cukup mengobati. Enak... enak banget. Yunho serasa ngelunjak dan pengen naik ke lantai dua di mana gadis-gadis itu sepertinya masih terlelap.
Suara artis porno dalam film yang dia putar sedang heboh-hebohnya karen digenjot dari belakang. Tapi disela desahan itu Yunho seolah mendengar bisikan untuk menuruti kata hatinya tadi.
"Ayo, Om, naik ke sini, kawinin kami, Om." Suara malu-malu Aeri yang menantang.
Tanpa sadar Yunho jalan ke pintu. Mabuk kepayang oleh nikmatnya sempak bekas pakai dan kontol ngacengnya seolah menunjukan arah ke mana dia harus melangkah. Tapi saat di pintu, Yunho sadar untuk berhenti. Tangannya yang hampir membuka pintu buru-buru dia ikat dengan sempak Aeri dan lanjut ngocok kontol menggunakannya.
"Di sini aja," bisik Yunho pada dirinya sendiri.
Aeri mengatupkan paha karena gak sanggup menahan genjotan kontol besar Yunho di memeknya.
"Di sini aja!" Kali ini Yunho menggeram marah.
Jeritan Aeri menggema menunjukan kenikmatan dari orgasme pertama, tapi Yunho tetap bergoyang, ingin membuat Aeri merasakan indahnya tak punya kuasa, tersiksa.
"Di sini... persetan!"
Yunho membuka pintu tanpa sabar. Melangkah lebar-lebar ke lantai dua, ke kamar anaknya. Tangannya masih mengocok kontol termanipulasi bahwa gerakan kontolnya adalah penunjuk jalan yang benar. Tidak perlu ketuk pintu, takut membangunkan. Dan ternyata kontolnya memang benar, di sinilah surganya.
Dan seolah mendukung fantasi liar Yunho, dia temukan Minjeong tidur di bean bag sendirian yang terletak di depan ranjang. Sedangkan ranjang dipenuhi oleh ketiga gadis dalam khayalan Yunho. Katarina di sebelah kiri, Aeri di tengah, dan Ningning di sebelah kanan Aeri. Impian Yunho jadi kenyataan.
Mereka telanjang bulat, hasil nyata pesta sex tanpa pria. Yunho mendekat untuk melihat lebih jelas, dan akhirnya tau bagaimana cara mereka memuaskan satu sama lain. Dua dildo sebagai alat. Satu di lantai di dekat kaki Minjeong, satu lagi masih tertancap di memek Aeri yang mengangkang lebar.
Sialan.
Apa mereka mengerjai Aeri karena gadis itu yang punya acara? Karena tangan Katarina masih di perut Aeri, seolah masih semangat mengeluar masukan benda itu di memek sahabatnya saat akhirnya ketiduran.
Yunho kira saat mabuk orang gak akan merasakan nafsu, tapi ternyata ada pengecualian.
Dia ambil selimut yang tertumpuk di lantai, menyelimuti tubuh polos Minjeong dan mengambil scarf untuk menutupi wajah sang anak. Meskipun sedang bejat-bejatnya, kayaknya Yunho gak bakal bisa gerak kalo lihat wajah Minjeong.
Kembali lagi ke ketiga sumber malapetaka hasrat Yunho. Dia menimbang-nimbang, apakah hanya akan coli sambil menatap raut damai mereka atau bergabung ke kasur untuk sekedar menggesekan kulit. Pilihan kedua menang sebagaimana dia gak bisa nahan untuk tetap di dalam kamarnya sendiri.
Sasaran pertama adalah Katarina, mengcopy urutan di cerita pornonya tadi. Gadis itu tidur miring menghadap Aeri, jadi Yunho berbaring di belakangnya yang ada sedikit ruang. Dipeluknya pelan-pelan gadis yang belum sadarkan diri itu sebentar untuk melihat ketiadaan reaksi. Aman. Yunho langsung menelusupkan tangan ke bongkahan payudara Katarina. Diremas pelan dan mendesah begitu saja karena kegiatan itu udah terlalu asing meskipun terasa familiar. Wajahnya tersembunyi di rambut panjang Katarina, mengenal lagi aroma wanita.
Kontolnya di bawah lebih bahagia lagi dari tangan Yunho. Karena akhinya bergesekan dengan kulit mulus lawab jenis setelah bertahun-tahun cuma diurut jemarinya sendiri. Yunho posisikan batangnya di belahan pantat Katarina lalu digesek pelan-pelan. Gak sesuai sama adegan yang dia bayangkan, tapi begini juga enak banget.
Kemudian dia mendongak untuk melihat Aeri. Secara impulsif mengubah kemiringan kepala gadis itu agar menoleh ke arahnya yang sedang mencabuli Katarina. Yunho ingin Aeri terangsang hanya dengan menonton gerakan tak senonohnya. Dan goyangan Yunho agak lebih berani begitu melihat ketenangan air muka Aeri. Katarina toh masih gak terbangun oleh sodokan kepala kontol Yunho di pahanya.
Apa mereka mabuk berat? Apa Yunho bisa melakukan sesuatu pada mereka tanpa membangunkan? Dicobalah dengan tiba-tiba menggapai payudara Aeri lalu diremas lumayan kuat.
"Enghh."
Yunho melepaskan tangannya saat Aeri bergerak gelisah gara-gara serangan mendadaknya. Tapi tidak bangun, hanya mengubah kepalanya ke arah Ningning lagi sekarang.
Aman? Aman!
Yunho menyusun rencana secepat kilat, kira-kira apa yang akan dia lakukan pada mereka, terutama Ningning dan Aeri yang belum dapat giliran berkenalan dengan kontolnya. Yang akhirnya tercetud untuk membuat Ningning mencium kontol, sedangkan Yunho akan menggesekannya di memek Aeri. Mumpung... mumpung keadaan dan posisi mereka mendukung.
Dan sekarang Yunho pindah pada Ningning yang tidur di pinggir ranjang. Miring membelakangi Aeri, dan wajah tertutup rambut panjangnya yang berantakan. Secara lembut Yunho menyibak helaian hitam itu, agar kontol Yunho bisa turut menikmati kecantikan wajah yang paling muda. Eyeliner Ningning berantakan menghias pipi dan dahi, teringat mantan istrinya dulu yang akan sama berantakannya kalo Yunho meminta jatah tepat sepulang dari acara.
Sedikit menekuk lutut, Yunho tempelkan kontolnya di pipi gadis itu, digesek pelan, menggeser helain rambut yang masih tertinggal. Sambil mengerang dia tersenyum miring, "dari helaian lembut rambut, tiba-tiba kontol jumbo berurat," bisiknya geli sendiri.
Seluruh wajah Ningning kebagian dapet olesan precum Yunho, yang terakhir bagian mulut. Dia tempelkan pucuk kepala kontolnya di bibir berlipstick merah yang udah pudar tersebut. Menggeram keenakan karena memang betulan nikmat langsung menjalat ke seluruh tubuhnya. Yunho rindu kontolnya disepong penuh kelaparan.
Bersama Ningning Yunho banyak senyum geli karena tiba-tiba ngelihat gadis itu manyunin bibir. Dan menoleh pada Aeri yang masih setenang tadi setelah diganggu oleh Yunho.
"Lihat, Aeri, Ningning suka kontol saya sepertinya." Yunho nekan-nekan palkonnya ke bibir manyun Ningning sampai sedikit terbuka dan Yunho mencuri kesempatan hangatnya liur Ningning.
Sebenernya Yunho ingin juga memanjakan memek Ningning dengan lidahnya, tapi posisi gadis gak memungkinkan. Kalo Yunho memaksa mengubah Ningning menjadi telentang agar dia punya akses ke selangkangan gadis itu, takutnya Ningning kebangun. Sedangkan dia belum menggauli Aeri.
Lihatlah memek kemerahan berjembut tipis yang masih terlihat basah dan tertancap dildo itu. Bukankah sangat menanti dikawini? Yunho yakin kontolnya gak akan kesusahan masuk. Tapi berani gak Yunho memasukannya sekarang seperti harapannya?
Dia naik ke atas kasur, di antara paha Aeri yang mengangkang.
"Apa gak pegel ngangkang semaleman?" Dia raba kedua paha tersebut dan merasakan kontolnya berkedut antusias. Matanya bergantian menatap memek dan wajah Aeri, lapar, siap memangsa.
Keinginannya sekali lagi menang, Yunho merasa gak ada halangan apapun untuk melakukan apa yang dimau. Tangannya yang masih terlilit sempak Aeri meraih dildo, menggenggamnya sebentar sebelum mendorongnya pelan-pelan masuk ke memek Aeri lebih dalam.
Aeri menggeliat, kali ini lebih ekspresif daripada sebelumnya. Alisnya agak mengernyit dan Yunho menyimpulkan liang senggama gadis ini udah terlalu sensitif. Seberapa lama si cantik ini dikerjai?
Tampak perubahan dalam rencana bukan? Yunho sekali lagi mendorong dildo itu ke dalam setelah mengeluarkannya separuh. Diulang sekali lagi, lagi, dari pelan menjadi gerakan konstan yang dirasa gak akan membangunkan Aeri. Yunho berusaha membuat memek Aeri makin basah, karena dia mau mengawininya. Gila... senyata itu memeknya kembali dimainkan dengan kontol mainan, tapi gadis itu gak bangun. Artinya kontol Yunho juga bisa bermain di sana, asal ingat buat ngontrol kecepatan aja.
Yunho tarik keluar dildo, membuat memek Aeri membentuk lubang kecil saking lamanya tersumpal. Dia ingin, tapi dia gak punya waktu buat bersiul mengagumi, karena lubang itu perlahan terlihat menyempit. Yunho lebih mendekat dan segera menyelinapkan kepala kontolnya yang sukses masuk di lubang tadi.
Baru palkon... rasanya Yunho akan mewajarkan kalo nanti bakal ikar janji lagi. Terlalu nikmat. Memek ini terbuat untuk digempur tanpa ampun. Memek yang tercipta supaya Yunho gak ragu-ragu menggenjotnya dengan kontol kebanggaannya. Dia menggeram rendah, sedangkan Aeri merintih dalam tidur. Gimanapun juga ukuran kontol Yunho lebih besar dari dildo yang semalaman mungkin bersarang di memeknya.
Rintihan gak berhenti karena Yunho pun gak berniat berhenti sebelum kontolnya penetrasi seutuhnya. Dibantu ludah yang dia keluarkan, Yunho menggunakannya sebagai pelumas. Sempit, kontol Yunho hampir tertahan di pertengahan kalo dia gak coba menggoyang pinggulnya pelan-pelan.
Entah pernah ngewe dengan pria lain atau belum, memek Aeri masih sempit. Akan susah dimasuki kontolnya meski mereka kawin beberapa kali. Tapi opini Yunho gak berubah, justru dia menambahkan, tempik ini tercipta untuknya. Tercipta untuk dihajar kontol kekar Yunho yang hobi main kasar.
Yunho udah masa bodo dengan kesadaran Aeri. Dia malah berharap Aeri bangun aja lalu menikmati dientot Yunho. Mungkin awalnya Aeri akan menangis karena disetubuhi tanpa izin, tapi Yunho akan membuatnya gak bisa berkata-kata selain meminta kontol Yunho bergerak terus di dalam memeknya.
Soal itu... Yunho jago bikin wanita mengemis kontolnya. Dulu saat sebelum menikah adalah bukti.
Aeri terus merintih dan bergerak gelisah meskipun tersamar oleh lonjakan badannya karena goyangan Yunho. Dia tatap dan menunggu sampai Aeri membuka mata, sambil mengawasi kedua teman gadis itu. Keduanya masih terpantau tenang walaupun rengekan Aeri makin keras dan kasur bergoyang seirama genjotan Yunho yang ritmenya gak sepelan rencana.
Mereka pingsan kah? Bukan tidur?
Kontol Yunho makin tenggelam karena udah bisa nemu jalannya. Dia menggeram tendah terus-menerus karena terlalu nikmat. Di usianya yang hampir menyentuh kepala lima, dia gak nyangka aja masih bisa dijepit memek sesempit ini.
Kini fokusnya hanya tertuju ke wajah Aeri, gak khawatir lagi oleh Katarina dan Ningning apalagi Minjeong. Dia menyaksikan gimana mata Aeri mulai terbuka. Gak sabar. Dan saat mata Aeri bertemu matanya, melebar, saat yang sama pula kontolnya masuk sempurna. Selangkangan ketemu selangkangan, perut Aeri sedikit menggembung dibuatnya.
Yunho tersenyum, gerakannya terhenti untuk menyerap hangatnya memek Aeri melalui kontol yang benar-benar tenggelam. Sambil merespon cepat reaksi Aeri. Gadis itu akan menjerit kalo aja Yunho gak segera membungkam mulutnya dengan tangan yang terlilit sempak pink.
"Sshh," siul Yunho menenangkan si gadis yang ketakutan, "kamu bakal bangunin temen-temenmu kalo teriak."
Aeri masih melotot tapi sepertinya paham situasi dan menahan jeritan. Wow, gampangnya. Apa Aeri semudah itu menerima kenyataan disetubuhi ayah dari temannya saat sedang tidak sadar?
Bahkan saat Yunho coba bergerak lagi pun, panik di wajah Aeri justru menghilang. Terlihat kernyitan di dahi dan lolosnya rintihan pelan.
Yunho lepaskan bekapannya, kemudian merunduk untuk menyejajarkan wajah dengan Aeri dan mengecup bibir gadis itu singkat.
"Anak baik," puji Yunho, bahan bakarnya untuk bergerak menambah kecepatan. Aeri paham cara mainnya tanpa membuat drama, terima dan nikmati aja.
"Akan masih sakit beberapa saat, tapi nanti enak." Kecepatan goyangan Yunho sekarang bahkan menimbulkan suara di selangkangan. Dan disahuti oleh desah rintih Aeri.
Yunho gak menyesal menahan nafsunya selama ini kalo ujung dari penantiannya adalah wanita muda secantik Aeri. Di kanan kirinya terbaring pula gadis-gadis yang mungkin bisa dia manfaatkan juga.
"Kalian minum seberapa banyak semalam sampai ranjang bergoyang sebegininya gak bisa bangun juga?"
Tangan Yunho nakal menjalar dada besar Katarina yang ikut naik turun. Di remas kuat-kuat di depan mata Aeri yang langsung terisak sembari menggapai lengan Yunho untuk diletakan di atas dadanya sendiri.
"Aeri aja, Om."
Mungkin kalau dideskripsikan, pandangan Yunho menggelap sekarang. Langsung menggagahi Aeri tanpa foreplay, begitu menyentuh bagian lain yang sedari tadi menarik matanya, wajar kan Yunho membuas? Apalagi ditatap sayu dengan ungakapan cemburu barusan, rasanya Yunho punya tujuan baru di hidupnya yang gitu-gitu aja belakangan ini. Mengawini Aeri, mencari kebahagian lewat kontol dan tempik yang menyatu.
Yunho hanya diam, gerakannya juga berhenti seutuhnya, tangannya gak meremas sesuai keinginan Aeri. Tapi sedetik kemudian dia bawa Aeri ke dekapannya, diangkat, lalu digendong keluar dari kamar Minjeong. Aeri akan dia kawini secara benar, tanpa distraksi tubuh wanita lain, jadi satu-satunya yang pantas nerima kegagahan kontolnya.
Sedangkan Aeri berpegangan kuat di leher Yunho karena rasanya mau meleleh aja digendong dengan keadaan masih bersetubuh. Setiap langkah yang Yunho ambil, kontolnya masih bisa menyodok memek Aeri. Perpaduan manis dan liar, basah dan panas.
Maka dari itu sesampainya di ruang keluarga, Aeri menjerit diiringi tubuh bergetar hebat. Orgasme yang kesekian dari aktivitas seksualnya, tapi yang pertama dari penetrasi kontol beneran. Yunho sampai berhenti jalan karena kaget, tapi kemudian cuma bisa mengagumi sambil mengangkat dan menurunkan badan Aeri, menyiksa kenikmatan itu. Yang tentu aja bikin Aeri makin kelojotan.
Gadis itu ngoceh gak karuan setelahnya yang gak Yunho gubris. Intinya Aeri keenakan, belum pernah kawin kayak gitu.
Seringai bangga melengkung di bibir Yunho sewaktu akhirnya menjatuhkan Aeri di kasurnya. Pintu kamar tadi ditutup pakai tendangan, mungkin bisa membangunkan kegita gadis yang masih teler, tapi Yunho gak peduli. Dia ikut naik ke ranjang, membuka kaki Aeri yang sempat meringkuk dan membawa wajahnya ke selangkangan basah si gadis cantik.
Merasakan langsung memek dan aroma yang mancing birahi Yunho ini.
