Chapter Text
💥Boom!!
Selembar kertas diledakkan didalam kamar.
“Mampus gua!”
Bokugo Katsuki menggeram jengkel. Rasanya ia ingin meledakkan semuanya. Melampiaskan segala kekesalannya yang makin membuatnya badmood.
“Dokter sialan! kertas sialan!! Kenapa hasilnya begini?! Aaaaargh!!” geramnya mencari benda apa saja tuk diledakkan pake quirknya.
‘Cos dia lagi kesel bgt..
Siang tadi, sehabis pulang sekolah, Bakugo pergi ke dokter tuk melakukan pemeriksaan second gendernya.
Ia sudah sangat percaya diri bahwa second gendernya adalah seorang alpha. Mana tau ternyata hasilnya malah omega. Sangat, sangat, sangaaat bukan dirinya sekali.
Bokugo itu sangar, banyak yang takut sama dia, calon hero number one, ia punya quirk yang kuat… namun mengapa harus omega?
Kalau memang gak bisa jadi alpha, minimal beta deh. Jangan omega, pliss!
Bakugo mau pasang muka seperti apa kalau teman-temannya tau dirinya seorang omega?! Malu cok!!
💥Boom! 💥Boom!! 💥Boom!!!
Sore itu di kamar Bakugo brisik oleh suara ledakan. Kirishima sampai terkaget-kaget mendengar suara tersebut dari kamar sebelah.
“Bakubro kenapa dah.. “
..
.
Besoknya di sekolah..
Bakugo pasang muka cemberut. Biasanya emang gitu sih. Tapi kali ini kelihatan badmood banget. Orang-orang otomatis jadi menjaga jarak karena takut kena ledakan melihat si boom boom boy tampak kusut begitu.
“Bro, ngapa lo? Kusut bgt tuh muka,” tanya Kaminari memberanikan diri. Kirishima ngikut di belakang si pikachu.
“Emang kenapa?! Pergi sana jangan ganggu!” seru Bakugo garang. Terlihat makin gak mood.
Kalo responnya jutek begitu, berarti Bakugo emang lagi gak bisa diajak ngomong. Pada akhir Kaminari dan Kirishima pun pergi.
“Kemarin sore aku mendengar ledakan-ledakan di kamar Bakugo. Brisik banget tau. Kira-kira kenapa ya?” Begitu kata Kirishima kepada si pikachu.
Mereka berdua jadi penasaran hal apa yang membuat Bakugo badmood.
Bukan hanya mereka berdua saja yang penasaran, tapi Izuku pun begitu. Diam-diam menatap punggung teman kecilnya sambil sibuk memikirkan apa yang membuat Bakugou cemberut.
Untuk kemudian Izuku mengingat sesuatu. Ia tau kemarin Bakugou melakukan pemeriksaan second gendernya ke dokter. Mungkinkah hasilnya tidak memuaskan?
Karena itu, setelah menimbang-nimbang antara mau nanya atau enggak.. Izuku memutuskan tuk nanya.
“Kacchan.. Kacchan.. “ Begitu panggilnya ketika bel istirahat baru saja berkumandang.
“Apa?!!” Bakugo nyautnya gak nyantuy banget.
Izuku cengengesan dengan gugup. “Hehe, kemarin kacchan periksa second gender kan? Gimana hasilnya?”
Setelah ditanya gitu Bakugo menatapnya galak.
“Bukan urusan lo!”
Abis itu Bakugo pergi sambil berjalan dengan langkah menghentak.
…
..
Di UA high school, kebanyakan siswa siswi calon heronya adalah seorang alpha. Terutama para cowok. Sedangkan perempuan berisi beta dan beberapa saja yang omega.
Jarang ada cowok omega. Hampir gak ada malah. Kecuali Bakugo mungkin..
“Sial bgt. Gue harus nyembunyiin second gender gw.” Bakugo gak mau teman-temannya tau kalau ia omega.
Ya setidaknya untuk saat ini. Bakugo belum siap menerima kenyataan bahwa dirinya seorang omega.
Karena menurutnya omega itu gak keren jadi seorang Hero. Omega itu lemah. Apalagi kalau sedang mengalami heatnya. Dengar² seorang hero ber gender omega itu tidak diperbolehkan ikut bertugas ketika sedang mengalami heat.
Dan Bakugo gak pernah liat ada seorang hero pro yang dikenalnya memiliki second gender sebagai omega.
“Gue harus sering² pake scan blocker.”
Untuk menutupi bau feromon omega nya tentunya. Meskipun saat ini tubuh Bakugo belum tercium ada feromon omega karena usianya belum sepenuhnya matang.
Namun tentu saja, sebentar lagi pasti akan muncul bau² omega. Makanya Bakugo harus antisipasi dulu dengan scan blocker ituh.
