Work Text:
Hari ini dunia Sohee kembali penuh. Sorak sorai penonton membuntuti kemana pun kakinya melangkah. Segala takut dan ragunya dikalahkan oleh silaunya lampu sorot yang menyorot dirinya di atas panggung. Tidak ada lagi penolakan, dunianya diterima dengan hangat.
Hari ini dunia Sohee kembali penuh, sebab sebelumnya dunianya pernah hampa sekejap mata. Hanya 48 jam yang diperlukan untuk memutar balik keadaan. Sohee sempat tak percaya pada manusia. Sohee tidak butuh siapa-siapa jika dengan memiliki malah membuatnya kehilangan dunianya. Sohee hidup di dalam dunianya. Malam itu dunianya hampa sembari mengosongkan segala miliknya sendirian. Malam itu Sohee tak ada lagi di dalam dunianya.
Sohee sempat berpikir mungkin selamanya Ia tak akan punya dunianya lagi. Luntang-lantung tak karuan sampai Sohee tidak tahu dia hidup di mana sekarang. Kakinya seakan tidak pernah menapak. Sebab dunianya hampa dan kosong, tak lagi bisa Sohee jejaki.
Sekarang Sohee tidak lagi hidup di dalam dunianya. Dunianya hanya miliknya sendiri, beratnya dia pikul sendiri. Sohee lihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana dia merakit ulang tatanan dirinya yang sempat gulita, mengisi ulang kosong dirinya yang hampa. Sohee lihat bagaimana dunianya terlahir kembali dari buih-buih di lautan ganas seperti Ibu Aphrodite merangkak menuju keabadian.
Sohee tak miliki lagi dunia dalam genggamannya. Kata Sungchan itu untuk yang terbaik. Dengan tidak memiliki mereka tidak akan lagi kehilangan.
Sohee lihat bagaimana dunianya disambut meriah oleh sorakan yang dulu jadi mimpi buruknya. Begitu indah, begitu meriah, dunianya, Hong Seunghan.
