Actions

Work Header

Stubbornly Cute

Summary:

clingy!do just wants some kisses from his boyfriend.

Work Text:


 

"Kak, cium!"

Rengekan Dohoon hanya memperoleh sebuah lirikan sebagai balasan. Junghwan, oknum yang menjadi sasaran rengekan Dohoon, memilih tidak peduli dan fokus pada ponselnya. Bukan disengaja, tetapi dia memang harus mengambil gambar terlebih dahulu untuk kemudian disetorkan pada manager.

"Ih, kakak! Aku mau cium."

Kembali rengekan Dohoon menyapa indra pendengar Junghwan. "Iya, sebentar. Mau foto dulu."

Sepasang lengan Junghwan rasakan merangkul erat pinggangnya. Bukankah sudah jelas, siapa lagi pelakunya jika bukan Dohoon yang entah kenapa sangat manja hari ini.

“Aku maunya sekarang!"

Dengan susah payah, Junghwan berusaha melepaskan pelukan Dohoon, lalu membawa yang lebih muda ke ujung ruangan.

"Diem dulu di sana. Kalau gerak kakak hukum,” katanya tegas, lalu si lelaki November itu kembali menjauh, melanjutkan aktivitas sebelumnya, mengarahkan kamera pada diri sendiri untuk mengambil selfie.

Sesekali ia melirik ke belakang, memeriksa apakah pacarnya itu menurut atau tidak.

Aman. Dohoon masih diam di posisinya dengan wajah cemberut, bibir maju, alis menukik tak suka. Bibir Junghwan tertarik ke atas, membentuk senyum kecil. Merasa bangga sebab meski terlihat kesal, Dohoon tetap mengikuti perintahnya.

Namun, sepertinya Junghwan lupa dengan fakta bahwa Dohoonnya ini anak yang keras kepala dan nakal, apalagi terhadapnya. Terbukti dengan saat dirinya berbalik membelakangi yang lebih muda, senyum licik segera terpatri di wajah si lelaki Januari itu.

Belum ada tiga foto yang sempat Junghwan ambil, sepasang lengan sudah lebih dulu menginterupsi kegiatannya, membuat pergerakannya jadi terbatas, sebab lengan tersebut dengan pas membelenggu tubuh Junghwan erat. Bersamaan dengan itu, kecupan-kecupan kecil datang menyapa di pipi dan lehernya.

Tidak perlu disebut itu ulah siapa, kan?

"Mau cium cium cium!"

Setelah berhasil mencuri beberapa ciuman, Dohoon tersenyum lebar, menampilkan deretan giginya yang rapi, lalu kepalanya kembali mendekat, kini untuk menempelkan pipinya sendiri dengan milik Junghwan. Menggeseknya pelan, memberi sebuah afeksi. Jurus andalan agar yang lebih tua tidak kesal.

Manjur, sih. Meski keras kepala dan nakal, Junghwan mana bisa marah kalau Dohoonnya segemas ini.