Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2026-04-03
Words:
1,384
Chapters:
1/1
Kudos:
10
Bookmarks:
1
Hits:
231

Off Shoulder

Summary:

Semua karena photoshoot Joshua dengan Pusspuss Magazine.

or

Seokmin membelikan Joshua blouse off-shoulder.

Work Text:

Bagaimana kita memulainya ya? Okay, begini. Semua berawal dari Seokmin yang melihat teaser dari Joshua yang akan menjadi cover untuk majalah Pusspuss China.

Tentu bukan kali pertama bagi kekasihnya itu untuk wajahnya terpampang di cover-cover majalah.

Tapi yang menjadi masalah, bagi Seokmin dan kewarasannya, adalah, pada teaser tersebut Joshua mengenakan kemeja yang mengekspos salah satu bahunya.

Oh tentu tidak sampai situ saja.

Untuk membuat Seokmin semakin menggila, punggung dan tulang selangka Joshua, yang menurut Seokmin memang sangat menarik, juga turut ditunjukkan dalam video berdurasi kurang dari 30 detik tersebut.

Seokmin nyaris berteriak saat video itu dirilis. Okay, mungkin ia sudah berteriak dan membuat managernya yang tengah menyetir hari itu terkejut dan menanyakan apa yang terjadi. 

"Hyung tau Joshua-hyung jadi cover buat majalah... Pusspuss?" Seokmin bertanya sembari membaca ulang caption yang tertera dari postingan yang ia temukan tersebut. 

"Ah iya, teasernya pasti udah keluar. Tau, kenapa? Kamu mau hyung pesankan majalahnya?" Sang manager bertanya balik

"Mau. Eh, bo-boleh maksudnya, tapi kalo ngerepotin gak usah juga gak apa-apa" Ujar Seokmin yang membuat managernya tertawa dan menggelengkan kepala. 

 


 

Beberapa hari menuju perilisan majalah Pusspuss dengan wajah Joshua yang terpampang di covernya. Manager mereka sudah mengatakan bahwa 2 copy majalah akan dikirimkan ke apartment Seokmin dan Joshua karena keduanya kini tinggal di bawah satu atap. 

Seokmin sendiri sudah melihat beberapa foto Joshua dari photoshoot dengan majalah tersebut. Tenang, ia tidak berteriak. Tapi wajahnya semerah tomat sampai-sampai Seungkwan yang pada saat itu sedang berlatih vokal bersamanya meminta ia untuk beristirahat karena si pria Boo itu pikir Seokmin mengalami demam. 

Jadi hari ini yang Seokmin lakukan di apartmentnya adalah menunggu. Menunggu kiriman paket yang diperkirakan akan tiba hari ini. Bukan hanya paket berisi 2 majalah Pusspuss dengan cover kekasihnya yang paling cantik dan tampan sedunia itu, melainkan ada satu paket lagi yang Seokmin beli karena mengikuti pemikiran intrusifnya. 

Yang pasti untuk paket yang satu itu, harus Seokmin sendiri yang menerimanya. 

Kalau kalian bertanya dimana Joshua, ia dipanggil ke kantor agensi untuk mendiskusikan beberapa kontrak kerjasama dengan brand dan juga majalah. Menjadi kesempatan bagi Seokmin karena kecil kemungkinan paket yang ia pesan akan diterima oleh Joshua. Bukannya apa-apa, Seokmin sedikit malu jika ketahuan bahwa ia turut memesan majalah dan... barang lainnya.

Ding!

Suara bel apartment mereka berbunyi. Tanpa melihat siapa yang datang, Seokmin langsung saja membuka pintu dan benar dugaannya, itu tukang pengantar paket membawakan sebuah box berukuran sedang dengan logo resmi dari Pusspuss Magazine.

Majalahnya datang. 

"Atas nama... Hong Jisoo?" Tanya si kurir

"Betul" Seokmin kemudian memberi paraf pada lembar penerima paket sebelum kemudian mengambil alih paket persebut dari si kurir.
"Terima kasih, tuan. Eh, hanya ini saja ya paketnya?"

"Iya, hanya itu saja, tuan. Saya permisi dulu" Ujar si kurir sebelum berjalan meninggalkan depan apartment Seokmin

Seokmin pun menutup pintu dan membawa box tersebut ke ruang tengah. Seokmin kemudian membuka box tersebut dan langsung dihadapkan dengan cover kekasihnya yang berpose di atas sebuah single sofa dengan ekspresi wajahnya yang entah kenapa menurut Seokmin cukup sensual. Cukup untuk membuatnya merinding dan memikirkan hal yang tidak-tidak. 

Terdapat 2 versi cover majalah, dan Pusspuss Magazine berbaik hati mengirimkan kedua versinya. Versi yang satunya lagi tidak membuat keadaan lebih baik. Karena foto itulah yang sejak awal membuat Seokmin secara impulsif ikut memesan majalah tersebut. Foto dimana Joshua duduk di atas sebuah bar stool, mengenakan atasan dengan potongan yang membuat bahu dan tulang selangkanya terlihat. 

Seokmin menghela nafas. Bukan, bukan ia resah atau perasaannya buruk. Sulit dijelaskan, ia kagum dengan kekasihnya itu, sangat kagum sampai-sampai ia berpikir apakah aneh jika mengidolakan kekasih sendiri? 

Terlalu larut dalam pikirannya sendiri, sampai Seokmin nyaris tidak menyadari bahwa ada terdengar suara pin pintu yang dimasukkan dan disusul dengan suara lembut milik Joshua. 

"Sayang, kamu ada paket nih tadi aku ambil pas lewat mail room" Kata Joshua

Mata Seokmin membulat, menatap box paket yang ada di tangan Joshua dengan pandangan horror. 

Tamatlah sudah, semoga Joshua tidak marah. 

"Kamu beli apa? Eh itu majalah aku ya?" OK, Bagus, fokus Joshua teralihkan.

"I-iya, baru sampe juga tadi tapi langsung dianter ke atas"
"Sini paketnya"

"Kamu beli apa?" Atau tidak.  

Yah sudahlah. Mau bagaimana lagi, toh memang ia membelikan itu untuk Joshua. Hanya saja tadinya ia tidak berpikir untuk memberikannya langsung, atau lebih tepatnya, membuka isi paket itu tepat di samping Joshua yang nampak menantikan dengan rasa penasaran.

Mau tidak mau Seokmin membuka paket tersebut dengan berhati-hati seolah yang ada di dalamnya itu adalah bom waktu yang jika salah terpotong, maka tamatlah sudah.

"A-aku beliin ini buat kamu sebenernya" Ujar Seokmin

"Buat aku?" Seokmin hanya mengangguk

Setelah lapisan terluar dari paketnya terbuka, Seokmin pun mengeluarkan isinya. Sebuah baju, atau lebih tepatnya sebuah blouse berwarna putih gading dengan potongan off-shoulder. Joshua mengambil baju atasan tersebut dari tangan Seokmin dan memandangnya dengan heran.

"Seokmin." Oh, selamat tinggal, Lee Seokmin

"Ka-kalo kamu gak suka gapapa kok, bisa kita refund. Ya? Aku balikin aja ya bajunya?" Tanya Seokmin dengan panik, berusaha mengambil baju tersebut dari tangan Joshua namun kekasihnya itu malah tertawa

Loh? Apa yang lucu?

"Kamu lucu banget sih! Aku cobain dulu ya bajunya, nanti kamu yang nilai cocok apa enggak. Kalo menurut kamu jelek, baru kita balikin" Lalu Joshua melenggang begitu saja menuju kamar mereka, meninggalkan Seokmin yang masih memproses apa yang sebenarnya terjadi. 

Jadi... Joshua benar tidak marah padanya? Ah, nanti ia pastikan lagi. 

Beberapa menit berlalu membuat degup jantung Seokmin sedikit lebih cepat dari normalnya. Ingin rasanya ia masuk ke dalam kamar dan melihat langsung Joshua yang sedang berganti pakaian. Namun ia urungkan, takut-takut Joshua yang tadi nampak biasa saja malah jadi benar-benar marah. 

Suara pintu yang terbuka membuat Seokmin menengok dengan cepat. Dan disanalah Joshua, berjalan menuju ke arahnya. Blouse putih itu nampak pas di tubuhnya, sedikit ketat pada bagian lengan, namun Seokmin tidak akan mempermasalahkan itu. 

Kedua bahu Joshua tereskpos, kontras warna kulit naturalnya berpadu sempurna dengan warna dari blouse yang ia kenakan. Joshua mengkombinasikannya dengan celana jeans biru dan kalung choker yang melingkari lehernya. 

Astaga. Seokmin rasa dunia berhenti berputar saat ini. 

"Gimana?" Tanya Joshua yang kini berdiri di hadapannya

"Woah"

"Bagus gak?" Joshua kembali bertanya

Seokmin menganggukkan kepalanya, tanpa sadar kalau Joshua mencebikkan bibirnya. 

"Jelek ya?" Tanyanya untuk yang ketiga kali

"Hah? Mana ada!" Jawab Seokmin yang kini ikut berdiri

"Lagian kamu diem aja!"

"Aku udah ngangguk tadi, sayang..."

"Beneran bagus?" Joshua hanya ingin memastikan

"Bagus. Cantik." Ucap Seokmin membuat Joshua tersipu
"Boleh aku pegang?"

Entah pegang apa yang dimaksud, namun Joshua mengangguk mengiyakan. 

Merasa mendapat lampu hijau, Seokmin pun menyentuh Joshua mulai dari kedua bahunya kemudian turun perlahan mengusap kedua lengannya. Sentuhannya begitu lembut hingga Joshua meremang dibuatnya. Kemudian Seokmin meletakkan kedua tangannya di pinggang Joshua yang sedikit terbuka. Jujur saja ia baru menyadari bahwa blouse yang ia beli tidak hanya off shoulder, namun juga semi croptop. 

"Not fair. Kok bisa kamu pake apa aja cocok, bagus, cantik" Ujar Seokmin membuat Joshua terkekeh kecil

"Kalo gak pake apa-apa juga cantik" Goda Joshua

"Tch, gak usah mancing-mancing" Ucap Seokmin membuat keduanya tertawa 
"Boleh?" Jemari Seokmin menyentuh bibir milik Joshua

"Kamu nanya terus" Ucap Joshua

Seokmin terkekeh sebelum menutup jarak antar keduanya. Bilah bibir keduanya bertemu dalam ciuman yang lembut, like tasting the water. Sebelum akhirnya bibir mereka saling bergerak mencari nyaman dan nikmatnya. Insting Joshua memerintahkannya untuk membuka sedikit bibirnya untuk Seokmin bisa melesakkan lidahnya ke dalam mulut Joshua. 

Lenguhan demi lenguhan, desahan yang tertahan, tubuh yang saling menarik meski keduanya sudah merekat. Tangan Joshua meremat bagian belakang rambut Seokmin, kembali memperdalam ciuman mereka. Seokmin menyanggupi, meski tangannya tak bisa diam di tempat dan justru merambat masuk ke dalam baju Joshua. 

Tepukan pelan pada dada Seokmin menandakan bahwa Joshua sudah nyaris kehabisan nafas. Begitu pangutan keduanya terlepas, Joshua mencoba mengatur nafasnya, dadanya bergerak naik turun dan jantungnya berdebar kencang. Pemandangan yang terlampau indah menurut Seokmin. Si cantik miliknya itu kini nampak sedikit berantakan, bibirnya sedikit bengkak dan merah karena ulahnya. 

Bohong jika Seokmin tidak ingin melakukan hal lebih.

Namun biarlah itu untuk mereka simpan sendiri. 

Yang pasti ingin Seokmin lakukan saat ini adalah membubuhkan ciuman demi ciuman pada leher, bahu, dan tulang selangka milik Joshua. Dan karena itulah ia kembali bertanya. 

"Kamu ada jadwal besok?"

"Hah? Enggak kayaknya? Kenapa?" 

Tak menjawab, Seokmin mengangkat tubuh Joshua seperti koala, membuat kekasihnya itu terkejut dan sedikit berteriak, sebelum ia membawanya ke dalam kamar. 

Dan... Begitulah. 

Mungkin Seokmin harus mendoakan siapapun orang yang memiliki ide untuk mendandani Joshua dengan atasan off shoulder.