Actions

Work Header

You Belong to Me!

Summary:

Setelah memenangkan pertempuran Guandu, Cao Cao mengklaim Yuan Shao yang pernah menjadi miliknya untuk selamanya.

Work Text:

Cao Cao menerobos masuk kediaman Yuan Shao dalam pelariannya, Dia melihat kekasih masa kecilnya—OMEGA MILIKNYA—terbaring tak berdaya di ranjang, penyakit membuatnya tak bisa berkutik menghadapi Cao Cao yang ganas.

"Benchu, aku datang untuk menjadikanmu milikku lagi." Cao Cao berkata dengan lembut sambil mengelus rambut coklat panjang Yuan Shao.

Yuan Shao dengan segenap tenaga yang dimilikinya menepis tangan Cao Cao, "Dalam mimpimu Cao Aman! Aku tidak sudi menjadi milikmu! Lebih baik kau bunuh aku sekarang!"

"Jangan memancing kesabaranku, Benchu," Tangan Cao Cao mengelus pipi Yuan Shao yang pucat, "Aku tahu kau mencintaiku."

Yuan Shao meludahi wajah Cao Cao, "Aku tidak pernah mencintaimu!" Teriaknya dengan lantang membangkitkan emosi Cao Cao. Cao Cao menampar wajah Yuan Shao sampai sudut bibirnya berdarah.

"Dasar Jalang! Aku sudah cukup sabar kepadamu!" Cao Cao menjambak rambut coklat Yuan Shao dan menyeret tubuhnya sampai ke halaman tempat beberapa prajuritnya sedang beristirahat. Yuan Shao yang sudah lemah karena sakit, hanya bisa mengutuk Cao Cao tanpa memberi perlawanan yang berarti.

Cao Cao melemparkan Yuan Shao ke kerumunan prajuritnya, yang membuat para prajurit keheranan, "Prajuritku kalian pasti sudah lama tidak berhubungan badan dengan wanita kan, hari ini kita akan memperkosa si jalang Yuan Shao!"

Para prajurit yang ada di halaman saling berbisik, lalu dengan kompak bersorak, "PERKOSA YUAN SHAO!"

Dengan ditonton oleh prajurit yang ada disana sekitar 20 orang, Cao Cao menelanjangi Yuan Shao dengan kasar, menciumnya dengan brutal, meremas payudara dan pantatnya. Yuan Shao menggigit lidah Cao Cao sampai berdarah, Cao Cao menpampar Yuan Shao berulang kali, "Nakal sekali kau, Benchu!" Cao Cao menurunkan celananya memperlihatkan penis besarnya yang sudah menegang dan langsung menghujamkannya ke anus Yuan Shao, memaksa lubang kecil yang lama tidak dijamah menerima penis besar, yang tentu saja mengakibatkan lubang itu berdarah.

Cao Cao mencengkram pinggang ramping Yuan Shao dengan brutal bergerak maju mundur, Yuan Shao merintih kesakitan air mata mengalir di wajahnya yang walaupun ada garis halus tapi masih terlihat cantik. Cao Cao semakin terangsang melihat Yuan Shao berlinang air mata dan menggigit bibir bawahnya supaya erangan tidak keluar dari mulutnya. pergerakan penis Cao Cao keluar masuk kedalama diri Yuan Shao semakin cepat, tak lama Cao Cao mengeluarkan spermanya kedalam rahim Yuan Shao.

Cao Cao terdiam beberapa saat menikmati kehangatan Yuan Shao yang lama tidak dia rasakan, "Benchu... aku mencintaimu," Yuan Shao lemas dipelukannya hampir pingsan, "Prajurit ambilkan air, siram ke wajah jalang ini." Salah satu prajurit mengambil air dan menyiramkannya ke wajah Yuan Shao untuk mencegahnya pingsan.

"Benchu jangan pingsan dulu, malam kita masih panjang." Ucap Cao Cao lembut berbanding terbalik dengan tindakannya yang brutal. Cao Cao mengeluarkan penisnya dari diri Yuan Shao, Cairan putih dan merah kental mengalir keluar dari lubang anusnya sampai ke kaki putihnya seperti sungai. Cao Cao menjambak rambutnya memaksa Yuan Shao yang lemas untuk berdiri, "Sekarang kau tunggangi penisku!" Cao Cao memberi perintah, Yuan Shao hanya diam dan melihatnya dengan tatapan penuh kebencian. Cao Cao menghela napas, "Kau, kemari!" Cao Cao menunjuk salah satu prajurit disana, "Pegang jalang ini, posisikan dia menunggangi penisku!"

Prajurit itu memegang pinggang Yuan Shao, Yuan Shao berusaha melawan namun sia-sia. Dengan paksa penis Cao Cao menembus kedalam diri Yuan Shao lagi, "Bergeraklah Benchu!" Lagi-lagi Yuan Shao hanya diam. "Aku malas bergerak, kau gerakkan dia naik turun!" Prajurit didekat Yuan Shao memegangi lengan Yuan Shao dari belakang, lalu menggerakkan Yuan Shao naik turun seperti menggerakkan boneka. Cao Cao mengerang keenakan sambil mencubit dan memainkan kedua puting merah muda Yuan Shao. "Hei Gerakkan lebih cepat!" Cao Cao memberi perintah, "Baik, Perdana Mentri." Prajurit itu menaik turunkan tubuh Yuan Shao dengan cepat, Yuan Shao yang sedari tadi menggigit bibirnya pun tak kuasa menahan desahan "Ahhh Aaaaahh~" Dia klimaks penisnya mengeluarkan cairan putih membasahi perutnya dan perut Cao Cao.

"Akhirnya aku mendengar desahanmu, Benchu!" Cao Cao pun juga klimaks didalam tubuh Yuan Shao.

Kesadaran Yuan Shao sudah mulai menghilang, sebelum pingsan wajahnya disiram air lagi, membuat kesadarannya kembali. "Prajuritku yang ada disini belum mencicipi tubuhmu, Benchu." Yuan Shao menggelengkan kepala "Tidak, bunuh aku saja kumohon demi pertemanan lama kita."

"Haha daripada membunuhmu, lebih baik ketiga putramu yang kubunuh." Cao Cao berkata dengan ekspresi gelap.

"Tidak, lepaskan mereka... kumohon, Mengde..."

"Bisa saja kulepaskan tapi kau harus menurutiku, Benchu."

"Aku akan menuruti apapun asalkan jangan bunuh anak-anakku."

"Baiklah, Hisap penisku!"

Yuan Shao merangkak seperti anjing diantara kedua kaki Cao Cao dan menghisap penis Cao Cao, "Oh Yeah Jangan sampai kena gigimu, Benchu!" Yuan Shao mengulumnya berusaha melayani Cao Cao dengan baik, Cao Cao menarik kepala Yuan Shao lebih dalam sampai penis Cao Cao masuk sepuhnya kedalam mulut Yuan Shao. Cao Cao memberi isyarat ke prajurit dibelakang Yuan Shao, dan prajurit itu menghujamkan penisnya kedalam anus Yuan Shao.

Teriakan kesakitan Yuan Shao tertahan oleh penis Cao Cao dimulutnya. Prajurit dibelakangnya juga menggerayangi putingnya, mencubitnya, menariknya, Yuan Shao yang mendapatkan rangsangan di empat titik akhirnya klimaks lagi. diikuti Cao Cao yang klimaks didalam mulut Yuan Shao membuat tersedak, sebagian cairan putih keluar membasahi kumisnya, sebagian lagi tertelan. Prajurit yang dibelakangnya juga klimaks didalam perut Yuan Shao.

Cao Cao dan Prajurit itu mengeluarkan penisnya, Yuan Shao jatuh terkapar di tanah.

"Kalian lanjutkan sepuas kalian tapi jangan sampai dia mati, aku mau mandi dulu."
.
.
.
.
.
.
Sesudah mandi Cao Cao melihat prajuritnya masih menyetubuhi Yuan Shao, salah satunya ada prajurit muda berusia 15 tahun, penis pemuda ingusan itu masuk kedalam anus Yuan Shao, lalu menghisap puting Yuan Shao seperti bayi dan dia bahkan memanggil Yuan Shao 'IBU' keduanya terlihat seperti ibu dan anak.

 

'Pemandangan yang indah aku akan menikmatinya.' Pikir Cao Cao.

 

Cao Cao meminum teh dan manyantap makanannya sambil menikmati pemandangan Yuan Shao diperkosa bergiliran.

Sudah menjelang tengah malam ketika 20 prajurit itu puas melepaskan hasratnya kedalam diri Yuan Shao.

Yuan Shao terkapar di tanah, telanjang, kedinginan, seluruh tubuhnya sakit dan dipenuhi cairan putih kental. Dia menangis terisak teringat ketiga putranya, yang penting semua anaknya tidak dibunuh.

"Benchu kau sudah sadar, lihat aku punya hadiah untukmu," Cao Cao memberi aba-aba prajurit untuk membawa 'sesuatu' masuk, "Lihat ini 19 kepala orang yang sudah memperkosamu, berani sekali mereka menyentuh Benchu-KU!"

"Ka-kau sakit, kau yang menyuruh mereka memperkosaku." Yuan Shao membalas dengan suara bergetar.

'Tunggu, hanya 19? harusnya 20 masih ada satu lagi.' Batin Yuan Shao.

"Dan pemuda ini mirip dengan putra bungsumu jadi aku mengampuninya dan aku memberikannya kepadamu," Cao Cao membawa masuk prajurit muda yang memperkosa Yuan Shao, "Layani Ibumu dengan baik saat aku tidak ada, mengerti?" Pemuda itu mengangguk dan tersenyum cerah, "Baik, Perdana Mentri~"

Cao Cao menghampiri Yuan Shao yang masih terkapar lalu menggendongnya seperti Tuan Putri, "Kau Milikku Benchu, Dulu, Sekarang, Dan Selamanya!"

 

END