Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Series:
Part 1 of Enak Banget!
Stats:
Published:
2026-04-16
Words:
1,354
Chapters:
1/1
Comments:
8
Kudos:
155
Bookmarks:
10
Hits:
5,886

Coli, Yuk!

Summary:

Udah sange pake banget malah kepergok sebelum bucat. Loh kok diajak colbar?

Work Text:

Keonho hanyalah seorang remaja puber yang baru mengecapi kenikmatan menuntaskan ghairah seksualnya, walaupun dituntaskan sendiri.

Boro-boro hendak melakukan dengan pasangan, jadwalnya terlalu penuh dan sibuk. Bisa coli pun Keonho udah nangis keenakan -eh kesyukuran maksudnya.

Instant dopamine kick dari aktiviti ngocoknya merupakan satu-satunya perkara yang dapat mengekalkan persona ceria dirinya. Toh walaupun sebenarnya Keonho sebelumnya bukan pengocok handal, maksimal dua kali lah seminggu, namun itu cerita lama.

Kini, sehari saja gak bucat sudah cukup untuk membuat auranya berbeda.

Bibirnya lebih sering menekuk ke bawah dan keningnya mengerut seolah berpikir tentang sesuatu yang amat serius.

Padahal dia hanya mahu mengecapi kenikmatan selama 5 minit itu.

Ya,Keonho gooner.

 

Mempunyai teman sekamar tidak buruk, walaupun kadang Martin ngorok, Seonghyeon pula mengigau.

Namun Keonho menganggap suara dengkuran dan celetukan tidak jelas itu sebagai the ultimate cover up.

Kerana,apabila dengkuran dan bisikan itu mula memecahkan hening malam, ini lah saatnya Keonho melakukan aksi laknatnya. Bukan tidak mahu berganjak dari kasur dan coli di kamar mandi tetapi dia malu ketahuan sama orang lain. Sus banget sih kalo Keonho kelamaan di kamar mandi tanpa bunyi air mengalir.

Tangannya mula merayap ke bawah menurunkan sweatpants nya sedikit, hanya cukup untuk membebaskan kontolnya yang sudah memerah meminta perhatian dan mengeluarkan manik precum.

Akhirnya,yang paling dinanti sejak latihan dance sore tadi.

Otaknya ligat mencari imaginasi sesuai yang bisa membuatnya bucat keenakan.

Dikontolin sama membernya?

Atau,

Diewe bergilir-gilir oleh member kumpulan lain di practice room?

Matanya terpejam keenakkan sambil mengelus kepala kontolnya yang semakin memerah, aduh pasti enak banget kalo dientot sama sunbaenim yang diam-diam menjadi fantasi seksualnya.

Jemarinya menelusuri ke bawah dan mula menggepalkan tangannya melingkari kontolnya yang sederhana itu.

Ranum bibirnya digigit pelan apabila desahan hendak keluar dari sela bibirnya yang terbuka dengan kepala terngadah.

Keringat mencucuri dahinya mengakibatkan rambutnya lepek. Kasurnya perlahan berderit kerana gerakan kepalan tangannya yang mula mempunyai ritma.

Mata Keonho sudah terpejam rapat,menikmati peluang untuk lari dari sibuknya kehidupan.

Nafasnya tersengal apabila terasa dirinya sangat hampir untuk pipis enak namun belum sempat dia melajukan lagi temponya, terasa hangat dari sosok yang sedang berdiri tepat di kepala kasurnya

“Coli lo?” Bisikan di telinganya bukan sahaja mengejutkannya setengah mati, tangannya terus berhenti daripada mengocok kontolnya dan selimut langsung ditarik menutupi badannya yang berkeringat.

Seonghyeon berdiri dengan ekspresi wajah yang susah Keonho tafsirkan.

Wajahnya mengukirkan senyuman aneh seolah-olah berhasil merebut permen dari anak kecil.

“G-gue pikir lo udah tidur” cicit Keonho yang masih menyembunyikan wajahnya yang memerah.

Sial dia ga mau coli di kamar mandi kerana gak mau ketahuan,malah kepergok kek gini. Mana sedikit lagi dia udah mau bucat.

“Mau coli bareng ga?” Soalan Seonghyeon itu berhasil membuat matanya berdelik dan mengintip kepalanya keluar dari selimut.

Gila.

Seonghyeon gila! Seharusnya dia biarkan sahaja Keonho coli dan tidur! Bukan malah ngajak coli bareng! Kalau kek gini kan Keonho gak bisa nolak!

Ngapain juga nolak? Kesempatan coli bareng sama orang yang udah pernah bikin Keonho bucat hanya kerana kepikiran tangan beruratnya yang kelihatan enak banget jika dipake gesek gesek pasti ga datang dua kali!

Yang ngajak ngocok bareng malah menarik selimutnya dan membawa selimut itu keluar dari kamar mereka tanpa menunggu balasan daripada Keonho.

Keonho langsung bangun dari tiduran dan berjingkit mengikut langkah Seonghyeon yang semakin menjauh.

 

Mereka berdua berakhir di ruang tamu yang berselerakan dengan kotak dan parcel yang entah siapa punya.

Seonghyeon sudah melabuhkan punggungnya di sofa.

Gila! Ini mereka colbar di ruang tamu kah?

“Benaran lu?” Nada Keonho naik seolah-olah nggak percaya. Ya mana nggak, dua-duanya bisa mati jika manager mereka tiba-tiba keluar dari kamar jika hendak ke tandas.

“Bukannya lo sange banget sampe ga bisa coli di kamar mandi? Nih langsung di ruang tamu aja kalau memang niat mau dipergok” Fuck Keonho bisa merasakan kontolnya kembali mengeras dan meminta perhatian.

Jir ini bakalan jadi exhib pertama Keonho, mana dengan Seonghyeon lagi.

 

Seonghyeon menurunkan sedikit seluar pendeknya,sekadar membebaskan kontolnya yang baru setengah keras.

Keonho kicep. Seonghyeon ternyata bukan grower mahupun shower, kontolnya baru setengah keras aja udah segede kontol Keonho yang udah ngaceng berat.

“Gedean punya gw ya?” Suara usil Seonghyeon membuat wajah Keonho memerah.

Anjing mana minat pula dia dengan degrading kink.

“Sepongin dong biar makin ngaceng” Bisikan berat Seonghyeon membuat Keonho makin sange. Dia perlahan-lahan turun hingga berlutut tepat dihadapan kontol Seonghyeon.

Bau natural dari Seonghyeon yang diam-diam suka Keonho hirup bercampur dengan sedikit bau pesing bukannya membuat Keonho mual, dirinya makin bersemangat menggengam kontol gede temannya itu.

Keonho memberi beberapa kocokan sebelum membawa kontol gede itu mendekati bibirnya yang terbuka.

Sekadar mengecup kepala kontol dan sesekali menjilat silit yang mengeluarkan cairan sudah cukup membuat Keonho juling kerana dapat merealisasikan fantasinya.

Desisan dari Seonghyeon semakin membuat Keonho pusing. Emang lonte benaran kali, walaupun baru pertama kali nyepongin udah bisa buat Seonghyeon enak.

“Sampe pangkal dong, shittt cantik banget lo kek gini” Wajah Keonho semakin memanas,kulumannya semakin dalam sehingga menyentuh lelangit dalamnya hingga mengeluarkan suara tersedak yang menggema di ruang tamu itu.

Air matanya meleleh mengalir di pipinya yang kemerahan,visinya kunang-kunang namun dia masih dapat menerka riak Seonghyeon yang kelihatan sangat menikmati sepongannya.

“Mau dienakkin juga?” Keonho bagaikan sudah lupa dengan kontolnya yang nganggur.

‘ppop’ bunyi kontol Seonghyeon yang dilepas dari celah bibirnya yang sudah bengkak.

“Mau bucat pake kaki lo bisa nggak?” permintaan Keonho membuatkan Seonghyeon tersenyum miring.

“Kayak anjing benaran ya ndusel di kaki?” Kaki kanan Seonghyeon mula bergerak ke arah Keonho yang berada di lantai.

Menggunakan ibu jari kakinya,karet seluar Keonho diturunkan membebaskan kontol yang membasahi dan menggelapkan sweatpants abu-abu itu.

“Mmh enak banget Yeon,mainin lubang pipis gue sampe bucat pleas-ssh” Keonho ngences. Liurnya membasahi dagunya hingga menitik ke kontol Seonghyeon yang masih tegak berdiri.

Ga mau kalah dengan liarnya tempo jemari kaki Seonghyeon memainkan lubang pipisnya, Keonho semakin ngempotin mulutnya supaya lebih sempit.

Dia dapat merasakan beratnya kontol gede milik Seonghyeon di atas lidahnya serta urat-urat yang menggelitik isi mulutnya. Jujur endul!

Seonghyeon pula semakin liar dan berani menjambak surai Keonho dan mula menggenjot mulut Keonho supaya lebih dalam. Kakinya juga diarahkan ke bawah,mengaplikasikan lebih banyak tekanan yang membuat Keonho tercekat nafasnya.

Keonho freak banget kerana kini rasanya mahu bucat. Bucat kerana kaki laki-laki pula!

Tangannya menepuk pelan paha Seonghyeon yang masih terbalut setengahnya dengan seluar pendek, meminta jeda.

Sumpah kepalanya kepalang pusing keenakan, duh enak banget dimainin pake kaki. Sayang banget Seonghyeon udah bersih-bersih sebelum tidur, dia jadi pengen dimainin pake kaki yang udah seharian dance practice.

Sibuk dengan fantasi liarnya, dia nggak sedar dirinya udah mau sampe. Sensasi perutnya mencengkam yang sudah sering ia rasakan malah menjadi berlipat ganda enaknya.

“Mmh-ngghh mau pipissss! aku mau pipishh enakhh” desahannya sudah tidak tertahan lagi, ah persetan yang lain, Keonho hanya mahu bucat sampe getar.

Jari kaki Seonghyeon yang udah licin kerana precum mengurangkan friksi namun masih terasa geli. Namun Keonho memerlukan lebih untuk mencapai pelepasannya.

Dirinya bangkit dan mula menggesekkan kontolnya yang sudah terlalu basah dan merah ke betis Seonghyeon.

“Cookie juga gak kek gini kali waktu musim mengawan” Hinaan Seonghyeon malah menjadi pemicu pelepasan Keonho.

“Nghhh- mmmh enakhhh enakk bangett” Badan Keonho ambruk sepenuhnya ke lantai, genangan cairan peju nya di lantai pekat. Nafasnya ngos-ngosan seolah-olah habis marathon. Matanya terpejam rapat, tak sanggup dibuka langsung.

Ga tahan ngeliat ekspresi Keonho yang udah bucat, Seonghyeon berdiri dari duduknya dan mencangkung di atas Keonho.

Kepalan tangannya semakin gercep ngocokin kontolnya sendiri.

“Lihat sini oi, buka mulutnya” arahan itu keluar apabila Seonghyeon sendiri udah rasa dirinya juga akan keluar.

Keonho yang masih diawangan hanya nurut, matanya perlahan-lahan terbuka menatap wajah Seonghyeon yang bikin Keonho sange lagi.

Belum sempat Keonho hendak menggoda Seonghyeon, wajahnya malah disemprot peju. Air mani Seonghyeon yang pekat nan banyak itu kena ke seluruh mukanya.

Bahkan mulutnya yang terbuka itu turut dimasuki oleh air mani Seonghyeon. Enak.

Mengecap rasa air mani di lidahnya, senyumnya mula merekah.

Perlahan Keonho mula bergerak mendekati Seonghyeon yang terlentang di atas lantai pasca pelepasannya.

Menduduki dirinya di atas Seonghyeon, wajah Keonho kian mendekat sebelum berhenti tepat beberapa cm dari bibir Seonghyeon.

“Banyakin makan acai, manis banget peju lu jadi ketagihan gue”

Seonghyeon langsung menarik surai Keonho dan melumat dalam bibirnya. Lembut.

“Hmm, emang enak sih, tapi keknya lebih enak kalo gue jilatin peluh lo selepas practice”

 

Anjing dua-duanya freak.

Series this work belongs to: