Chapter Text
Pukul 08.00.
Terdengar suara ricuh diluar membuat seorang pemuda bernama Gale terbangun. Ia berdecak kecil menandakan tidurnya terganggu. Baru saja ia sampai dari perjalanan jauhnya, mengapa ada saja yang mengganggu waktunya istirahat.
Gale mencoba membuka matanya, ia berjalan sempoyongan kearah pintu apart-nya, ingin mengetahui apa penyebab suara ribut itu.
“Aku udah bilang, stop ikutin aku kemana pun! aku udah muak sama penjelasan busuk kamu itu! aku mohon sama kamu buat ga samperin aku lagi-”
Percakapan yang terhenti ketika Gale membuka pintu. Ia melihat dua orang yang sedang berdebat panjang. Ia merasa canggung, rasa kantuknya hilang seketika. Dengan gelagapan, ia meminta maaf dan kembali masuk.
“Masih pagi udah ribut aja.” ujarnya sembari menggelengkan kepalanya.
Rasa kantuknya sudah hilang karena keributan diluar, Gale memutuskan untuk mandi dan sarapan sembari bersantai di ruang tengah. Ia ingin mengganti waktu istirahatnya yang tertunda dengan menonton dan menikmati sarapan yang ala kadarnya.
Namun, belum sempat ia menyalakan televisi, suara bel menginterupsinya.
“Kali ini apalagi sih...”
Dengan malas ia membuka pintu. Ternyata orang yang tadi ia lihat sedang berdebat di depan pintu.
'Ah... orang ini'
“Hai... Sorry, saya pasti mengganggu kamu pagi-pagi. Saya hanya ingin memberikan ini sebagai permintaan maaf karena sudah mengganggu istirahatnya. Semoga kamu suka.”
Gale mengambil bingkisan yang dibawa oleh orang itu. Sebuah pudding matcha dengan vla coklat.
“Terima kasih, sebenernya emang keganggu, tapi gaenak juga ngeliat kalian lagi debat kayak tadi.”
“Sekali lagi saya minta maaf, saya usahakan kejadian seperti itu ga keulang lagi.”
Gale melihat orang didepannya ini berkali-kali meminta maaf, seperti orang yang habis melakukan kesalahan besar.
“Hei, gapapa. Jangan seperti ini, saya jadi tidak enak.”
“Oh ya, kalau boleh tahu, kamu penghuni baru ya? karena setahu saya kamar itu kosong.” Tanya Gale penasaran.
“Ah, iya. Saya baru beberapa hari pindah ke sini. Saya juga baru melihat anda hari ini, saya pikir apartemen ini kosong.”
Gale mengangguk sebagai jawaban, tak ingin pusing, ia memutuskan percakapan dan kembali masuk. Ia ingin mencoba makanan dari tetangga barunya ini. Menurutnya lumayan untuk cemilan.
Gale memakan sarapannya bersama dengan pudding dari tetangga barunya ini. Ia sangat menikmati sarapannya kali ini, setidaknya sarapan pertamanya setelah perjalanannya jauh ini tidak buruk.
Pudding matcha yang tadi ia terima ternyata enak. Gale tidak terlalu suka dessert, namun ini berbeda. Rasanya ia ingin terus memakannya.
“Duh, lupa nanya namanya lagi.” Ujar Gale sedikit menyesal tidak menanyakan namanya tadi.
Waktu sudah menunjukkan pukul 09.15, ia harus bersiap sebelum terlambat meeting.
