Work Text:
Sebagian orang beranggapan bahwa mengikuti jalan hidup adalah hal yang lumrah. Mereka tidak perlu bersusah payah menyusun puluhan rencana cadangan untuk masa depan yang cerah, sebagian hanya melihat peluang lalu masuk dari celah yang diberikan.
Scaramouche, bisa dibilang ia adalah salah satunya. Tiada terbesit di pikirannya yang kini menginjak 23 tahun untuk menjadi seorang streamer, bukan hanya menjadi streamer biasa melainkan ia menjadi streamer yang mempertontonkan lekuk tubuh indahnya dan suara lenguhan merdu lewat sebuah video pendek berdurasi lima belas menit.
Kamera telah disiapkan oleh Scaramouche, layar monitor besar yang memperlihatkan refleksi dirinya ditata sedemikian rupa hingga presisi, pun juga sebuah alat pengeras suara dengan tiang penyangganya Scaramouche sesuaikan guna dapat menangkap suaranya sendiri secara sempurna. Segala persiapan ia sesuaikan dengan segala pertimbangan, kemudian langkah kakinya membawanya menuju lemari besar dan mengambil beberapa mainan seksual beserta botol lubrikan berukuran sedang.
Scaramouche menanggalkan seluruh pakaiannya, yang kemudian ia taruh di kursi dekat meja belajar sembari memperhatikan lekukan tubuhnya yang indah dan kulitnya yang pucat kemerahan di cermin besar. Scaramouche tidak dapat menipu dirinya sendiri, ia mengakui bagaimana tubuh itu dibentuk dengan begitu indah, ia menyukai sesi ketika ia mulai mengagumi bagaimana caranya dengan hati-hati merawat diri agar tetap secantik ini. Kulitnya putih bersih layaknya salju yang baru pertama kali turun pada awal musim dingin disertai warna kemerahan di beberapa bagian—yang menurutnya sensitif, Scaramouche tampak semakin sempurna.
Jemari lentiknya mulai menjamah sekitaran dada kemudian naik hingga ke lehernya yang jenjang tanpa noda, libidonya mulai naik bersamaan dengan tangannya yang mulai meraba leher itu secara perlahan.
Scaramouche memang mudah terangsang dengan dirinya sendiri, itu adalah sebuah kenyataan.
Pelan-pelan—di depan cermin yang besar, tangannya mulai menjamah kemaluannya dan mengurutnya secara perlahan. Lenguhan pelan mulai ia suarakan, ia benar-benar menyukai sensasi ketika urat kemaluannya menegang disebabkan oleh perlakuannya sendiri. Tangan itu mengocok perlahan penisnya sendiri yang kini tegak sempurna, namun sepersekian detik setelahnya aksinya terdistraksi mengingat hal apa yang seharusnya ia lakukan.
Scaramouche mengambil masker yang ia taruh di atas meja, menutupi sebagian dari wajahnya lalu menyalakan kamera mulai merekam dirinya sendiri memuaskan diri dengan berbagai jenis mainan seksual yang ia punya.
“Hai!” sapa Scaramouche seraya melambaikan tangannya. Dalam hitungan sekian detik, akunnya mulai dibanjiri oleh penonton dan komentar serta hadiah meminta Scaramouche mempersembahkan pertunjukkan yang menarik.
Senyum Scaramouche tergambar dari kedua matanya yang menyipit di belakang masker yang ia kenakan. Scaramouche terkekeh pelan, suaranya khas menggoda yang membuat para penonton kian tertarik dan penasaran. “Kalian semua benar-benar tidak sabar, ya.” begitu sekiranya salam pembuka Scaramouche lontarkan.
Ia buka lebar kedua kaki menunjukkan kemaluannya yang berdiri, anus merah mudanya yang berkedut pun tak luput dari tangkapan kamera yang tepat mengarah ke arah keduanya. Scaramouche mengambil sebuah penis silikon yang cukup besar dan membasahinya dengan kedua tangan, sisa dari cairan yang ada di tangan Scaramouche ia pakai untuk mengocok penis dan penetrasi anusnya sendiri hingga urat-urat mungil mulai terlihat.
Pelan-pelan ia memasukkan penis silikon itu sewaktu dirasa dirinya sudah siap, lenguhan samar-samar tertangkap oleh mic hingga sebagian penonton merasakan euforia dari suasana menggairahkan yang Scaramouche ciptakan.
Badan kecil itu bergerak pelan ke atas dan ke bawah secara teratur, kemudian dengan sengaja Scaramouche mengambil alat penggetar dengan ujung bulat untuk memberi rangsangan lebih pada penisnya.
Erangannya semakin keras menyudara, tubuhnya pun mulai bergerak lebih cepat sedikit demi sedikit secara bertahap. Dan sebagai penambah rangsangan libido yang terus memuncak, Scaramouche ucapkan berbagai perkataan kotor—seperti, “ouh, ini penis kamu, masuk ke tubuhku sampai ujung… enakhh, ahh, aku mau lagi, kasih aku spermamu, mhh, penuhi aku hingga perutku penuh. Setubuhi aku sampai aku tidak bisa jalan dan bergerak… ahh, ouh sampai pikiranku penuh sama penis kamu!” Seketika layar monitor yang besar tampak dibanjiri berbagai macam komentar, sebagian besar mengaku sudah benar-benar terangsang dan keluar hanya dengan mendengar suara erotis Scaramouche dan aksi keluar-masukkan penis silikon itu. Hadiah-hadiah berupa koin dan stiker bernilai uang ratusan ribu turut Scaramouche dapatkan, itu membuat Scaramouche begitu senang dan fantasinya semakin liar. Secara sadar, tubuhnya bergoyang kekiri dan kekanan sebagai variasi pertunjukkan.
Lenguhan Scaramouche semakin jelas terdengar oleh para penontonnya, tubuhnya bergetar hebat diiringi cairan bening yang membanjiri lantai di depannya. Bercampur dengan air mani ia pipis disana, hingga beberapa tetesnya turut membasahi kamera yang menyala. Menciptakan sedikit tetes-tetes seperti embun di sana.
“Aku sampai pipis karena penis kamu ini begitu enak, aku mau lagi tapi aku rasa cukup sampai disini. Sampai jumpa di siaran langsung berikutnya!” tangannya melambai seraya tersenyum manis di balik masker, Scaramouche mematikan kameranya dan siaran langsung berakhir seketika. Kemudian ia mengunggah hasil siaran itu pada kanal pribadinya, memberikan akses bagi yang ingin menonton ulang atau yang tidak sempat bergabung dalam siaran.
Penisnya tidak lagi berdiri tegak seperti sebelumnya meskipun hasrat ingin dipuaskan masih bisa dirasakan. Semakin lama Scaramouche merasa bermain hanya dengan mainan karet dan vibrator tidak cukup memuaskan, ia butuh sesuatu yang lain. Namun, cukup sampai disana, tujuannya sudah tercapai, ia sudah mendapatkan uang lebih banyak dari sebelumnya.
Masker yang menutupi sebagian wajahnya Scaramouche lepas dan buang asal, kemudian ia mengambil lap dan membersihkan pipisnya yang berserakan. Hanya itu, karena setelahnya ia memilih untuk membaringkan tubuh di atas ranjang dengan kedua kaki yang dilebarkan, mempersilahkan angin dari luar memberi rangsangan secara alami pada alat vitalnya.
“Hmm, si orang ini selalu jadi yang nomor satu dalam urusan hadiah. Aku dapat tujuh juta sendiri dari dia hari ini, dia pasti kaya. Bagaimana kalau aku tau orangnya dan aku manfaatkan?” Celetuk Scaramouche menatap statistik perolehan hadiah hari ini.
Setelahnya, ia lemparkan ponsel itu ke arah samping dan memejamkan matanya. Terlelap setelah lelah beraktifitas hari ini.
