Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2026-05-08
Words:
1,690
Chapters:
1/1
Comments:
4
Kudos:
37
Bookmarks:
2
Hits:
658

dienakin brondong

Summary:

minggu eval memang nyusahin semua orang. udah gaada waktu tidur, gaada waktu pacaran, revisinya pun bejibun dan ngeselin. daeyoung yang kesel abis direvisi bejibun akhirnya datang ke apart pacarnya, yushi yang juga dihantam sama tugas buat eval.

Notes:

jaehee / jehi disini jadi nickname daeyoung khusus bikinan yushi yaa <3 not much warnings except some foul language used between them but they are a very happy and healthy couple kok dw <3

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

hari jumat harusnya adalah hari yang menyenangkan bagi semua orang tapi enggak buat kim daeyoung. asistensi yang overdue membuatnya sangat amat kesal. tutornya sudah malas asistensi, bahkan acuh tak acuh dengan progressnya dan saat diasistensikan, justru malah daeyoung yang dimarahin. udahlah mumpung mau weekend juga, ia akhirnya memilih untuk menuju apartemen kekasihnya. itung-itung quality time sama melepas penat lah karena ada yang bisa diajak ngomong, daripada di kos sendirian. 

 

ah kesel banget aku!” seru daeyoung sambil memasuki kamar apartment milik kesayangannya yang sedang terbungkuk di bangkunya, di depan laptop gaming 30 jutanya yang berbunyi sangat amat kencang. “apa lagi toh?” yushi tanggapi sambil menoleh ke daeyoung yang berdiri di depan pintunya, cemberut. 

 

kek apalah pak ino anjir. bolos asis 3x, baru asis hari ini malah marah marah kok berubah banyak suruh ngulang” omel daeyoung yang berjalan menuju ranjang yushi. “yaa mau gimana lagi? your score’s the one on stake kalo ga ngikutin kemauan tutor” jawab yushi yang kembali terfokus pada laptopnya. 

 

yushi adalah mahasiswa semester 6 yang sedang bergelut dengan tugas perancangannya yang mengharuskannya untuk mendesign mall dan tugas itu mewajibkannya untuk melakukan render full dengan gambar teknik yang lengkap untuk dikumpul senin depan. hari ini adalah hari jumat, yang berarti yushi hanya memiliki 3 hari. 

 

ya tapi! blio yang cuti, aku ngupdate loh kak. aku ngechat blio loh tapi chatku diabaiin anjir kek apa lah aku ini TROS he still had the audacity buat marah marah, tutor gak jelas anjir” daeyoung menghela nafas keras dan memutar matanya. “yaudah mo gimana lagi, emang orangnya kek eek mau diapain.” jawab yushi yang masih terfokus pada sketchupnya. 

 

kok gitu sih?” tanya daeyoung yang sekarang terduduk di ranjang yushi. “ya mau gimana lagi, ini loh ibu tercintamu ngerevisi aku juga sampe mau mati aku anjeng lahhhh” yushi menggerutu namun masih terfokus. 

 

break lah” ujar daeyoung. “gak bisa senin eval. duh anying ini kok gak bisa bisa sih, duh plugin apa lagi buat ini doang anjenggggg” stress yushi mulai bertambah saat desainnya memerlukan plugin lain untuk mewujudkan desainnya yang sangat amat rumit. 

 

ya siapa suruh sketchup. rhino lah kalo bentuk kakak segak jelas itu” saran daeyoung. 

 

gak bisa duh aku udah stress kalo rhino semepet ini” yushi menolak dan tetap terfokus pada pekerjaannya. daeyoung yang awalnya berada di ranjang yushi, berdiri dan berjalan menuju samping yushi. “mau aku bantu?” yushi menoleh ke arah daeyoung yang menawarkan dirinya. 

 

ya, memang yushi seniornya daeyoung tapi daeyoung adalah mahasiswa yang terlalu rajin. ia sudah mempelajari aplikasi-aplikasi yang seharusnya belum ia gunakan dengan dalih iseng-isengannya. salah satu aplikasi yang memang daeyoung lebih kuasai daripada yushi adalah rhino dan memang, yushi benar benar butuh bantuan karena ia sudah muak maksimal dengan per3d an semua ini.

 

yodah kerjain dah” yushi melepas tangannya dari laptopnya dan menatap ke daeyoung. daeyoung langsung mengangkat badan yushi dan memposisikannya supaya yushi berada dalam pangkuannya. 

 

masa enak kerja gitu?” tanya yushi kepada yang lebih muda. “dienakin aja sih” jawab daeyoung yang langsung memulai membantu yushi. 

 

eh tapi kak, ada revit kan?” tanya daeyoung. “ada...” daeyoung hanya menyudutkan matanya dan langsung menutup aplikasi yang awalnya akan ia buka. daeyoung tidak mengeluh, dia hanya membantu dan menggumamkan alunan halus ke telinga yushi.

 

tadi di kos seno ngapain?” tanya daeyoung. “yaa biasa, push rank” jawab yushi yang sedang meletakkan kepalanya ke bahu daeyoung. 

 

push rank sampe kutangan?” rupanya daeyoung masih kepikiran masalah foto yang ia kirim tadi siang. 

 

ya emangnya salahnya apa? orang panas juga. lagian tau sendiri seno sama siapa kek gimana ya masa aku pelakor” yushi membela dirinya dengan tertawa. daeyoung hanya cemberut sambil mengerjakan tugas yushi. 

 

diem aja, ngambek?” goda yushi sambil men-toel dada daeyoung. “heh! cute cute” omel daeyoung yang langsung menepak tangan yushi. yushi hanya menahan tertawa melihat reaksi daeyoung, hingga mereka tatap tatapan. 

 

kakak yang salah” tegaskan daeyoung. “salah dimananya toh?” yushi tetap menggoda daeyoung. “kalo aku disitu aku pasti udah ngaceng sih” 

 

eh loh, kok malah gitu? 

 

yakan kamu bukan seno” yushi menjewer telinga daeyoung dan tertawa gemas. masa gitu doang ngambek banget astaga…

 

kalo sekarang aku gitu, masih mau?” goda yushi. “pake nanya” daeyoung langsung menarik kepala yushi untuk bercumbu dengannya. daeyoung tidak memulainya dengan pelan, namun cepat dan gelisah. yushi bisa merasakan kursinya bergoyang dan berbunyi dengan keras. takut kursinya rusak, ia memisahkan diri dari daeyoung namun belum sedetik bebas, ia langsung dibawa kembali ke dalam ciuman brondong kesayangannya.

 

b-bentar! m-mmph. pindah! kursiku ru- mmph -aah rusakkkk” ucap yushi ditengah-tengah ciuman. apa sih yang merasuki daeyoung sampe sengegas ini. “daengggg” rengek yushi. 

 

iya iya pindah” daeyoung akhirnya menggendong yushi untuk berpindah ke ranjangnya. yushi ditelentangkan dengan tangannya yang terangkat, memegang bahu daeyoung sebelum menarik daeyoung masuk kembali untuk bercumbu. 

 

memang minggu eval merebut waktu mereka untuk bersama jadi sebenarnya, mungkin daeyoung hanya kangen tapi ya enggak senggragas ini dong. yushi bisa merasakan bibirnya perlahan kebas membengkak karena intensitas ciuman daeyoung. daeyoung terus menerus memperdalam ciuman, melumat seluruh bibir yushi dan membiarkan lidahnya menjelajah untuk mempertemukannya dengan lidah yushi bahkan saat daeyoung akhirnya memisahkan bibir mereka terdapat seuntai air liur yang menghubungkan lidah mereka. 

 

sengebet itu?” tanya yushi kepada daeyoung yang mengalihkan fokusnya kepada leher dan dagunya. 

 

dari minggu lalu terus kakak kirim itu terus aku tau itu di kos kak seno, ngeselin tau” daeyoung cemberut lagi. yushi menemukan kebiasaan daeyoung untuk cemberut saat ia ngambek sangat amat lucu sehingga ia hanya mengucapkan maaf dan tertawa melihat puppy eyes yang daeyoung lontarkan kepadanya. 

 

yaudah nih, liat biar puas” yushi mengangkat hoodie yang ia gunakan untuk menunjukkan tank top hitam yang ia gunakan di foto yang sempat ia kirim tadi. 

 

gak, maunya lepas. kan cuma aku yang boleh liat ini semua lepas” jawab daeyoung sambil memainkan ujung tanktop yushi. “nakal emang” balas yushi sebelum melepas semua atasan yang ia gunakan. daeyoung hanya melihat dengan puppy eyesnya dan menahan diri untuk tidak melempar dirinya ke yushi karena astaga, yushi benar-benar seindah itu. kalau dibilang kecil, yushi enggak sekecil itu. badan yushi tidak seringkih dan kecil itu, namun justru itu yang daeyoung sukai. he likes how strong yushi’s build is, despite his adorably beautiful face. 

 

suka?” tanya yushi yang sudah telanjang dada. daeyoung hanya tersenyum sebelum mengecup yushi sebagai jawaban. setelah itu adalah giliran daeyoung untuk telanjang. yushi hanya menatapinya sembari duduk diujung ranjang. 

 

jangan diliatin ah, malu” ujar daeyoung. “sange ih aku?” canda yushi.

 

diem sebelum aku jojos” 

lah aku emang mau dijojos kok” daeyoung langsung mendorong yushi untuk telentang di ranjang. paha yushi dibuka lebar untuk daeyoung dan daeyoung langsung memposisikan dirinya ditengah. 

 

belum apa apa loh kok udah ngecap?” tanya daeyoung melihat celana dalam yushi yang sudah membentuk wet patch. 

 

udah lama gak diurusin” jawab yushi, cemberut. “diurusin gimana?” tanya daeyoung yang sedang melepaskan celana dalam warna navy milik kekasihnya. 

 

jei tau kannn” yushi mulai menggunakan nickname pacarnya dengan suara centilnya. “parah” daeyoung tertawa melihat kelakuan yushi dan langsung memegang milik yushi. “aa-ah! minim ngomong!” tegur yushi sambil memukul forearms daeyoung. “kan minta diurusin, yaudah aku urusin” jari daeyoung mulai beraksi dan perlahan ia mulai menggerakkannya seakan memompa. yushi yang sudah lama tidak terstimulasi, langsung mudah merasakan intensitas sentuhan daeyoung. badannya langsung menggeliat dan punggungnya mulai bergerak membentuk arch selagi daeyoung memainkan kemaluannya.

 

jehiiiii gak mau keluar pake tangannn” rengek yushi. “terus maunya keluar pake apa?” tanya daeyoung balik. “itu. maunya dikontolin” kaki yushi bergerak meraba kemaluan daeyoung. ia hanya bisa tertawa dan langsung, daeyoung memasukkan jarinya kedalam yushi satu per satu. 

 

d-daeng! duh a-aahhh je-hhikk bentar a-aahh hnggg bentarr dukh!” yushi mulai kelabakan dengan stimulasi yang daeyoung berikan. “kan mintanya dikontolin? gimana sih kak?” goda daeyoung yang mempercepat gerakan jari-jarinya didalam yushi. “ya-aahhh eng-hngg-enggak gituhh-hhkk jugaaa” rengek yushi ditengah desahannya. 

 

uudaahhh! jehi je-jeiiii masukkk” desak yushi sambil memegangi tangan daeyoung. 

 

sabar dikit lah, ntar sakit tapi kenapa sempit banget kak duh, baru dua mingguan loh” komen daeyoung, merasakan reaksi yushi bahkan hingga jemarinya. 

 

a-ah! udah mau keluarrr!! d-daengieee” yushi merasa sudah hampir gila menahan dirinya, two weeks of abstinence pasti ada efeknya lah mau gimana pun. “yaudah keluar aja sayang” daeyoung sudah memberi persetujuan tapi yushi menggelengkan kepalanya.

 

mau keluar pas dimasukkin jehi aja” duh, gila emang yushi ini. akal sehat daeyoung udah dilempar jauh-jauh dan langsung badan yushi dibalik. milik daeyoung langsung memasuki lubang yushi dan badannya langsung gemeteran.

 

n-n-nghh-a-ah en-nnakk banget a-ah!” yushi udah kehilangan akalnya, karena emang seenak itu. “baru masuk aja udah keluar duh” kemaluan yushi sudah mengeluarkan semprotan cairan-cairan putih yang mengotori sprei abu-abu miliknya, padahal baru aja dimasukin. “hh-heungg enakk” jawab yushi sambil tersenyum lebar. 

 

emang cari gara gara lu kak” daeyoung menggerakan tubuhnya lebih cepat lagi, memaksakan untuk masuk lebih dalam lagi hingga membentuk cembungan pada perut yushi. “enak ya dikontolin sampe ngecap gini?” daeyoung menekan bagian perut bawah yushi yang mencembung. tubuh yushi makin bergetar dan desahannya makin keras. namun memang dasarnya yushi demen dikasarin kalo gini, desahnya sambil ketawa-ketawa.

 

binal lu kak beneran, dikasarin malah seneng” daeyoung terus menghantam pinggul yushi dengan cepat. “ahhhh sukak a-ah seneng b-banget dikasar-in hhah jehiiii h-heungg jehiiii” desah yushi dengan keras, tapi dia masih tersenyum lebar. daeyoung langsung menampar pantat yushi dan bukannya kesakitan malah desah kesenengan si yushinya. 

 

g-gak berhentiiii!!!” rengek yushi saat ia sudah merasa mendekati ujungnya. “daritadi mah emang udah keluar lu kak” jawab daeyoung yang tidak kunjung berhenti menghantam lubang yushi. yushi hanya tertawa dan kembali mendesah-desah. 

 

daeyoung menyodorkan jemarinya kedalam mulut yushi. “jilat, biar diem” yushi menerimanya dengan baik. jari-jari daeyoung dilumatinya dengan air liurnya dan kemudian ia menghisap jari tengah dan kelingkingnya sambil mendesah ditengah-tengah saat daeyoung mengenai sisi-sisi sensitifnya. 

 

h-heeukk mau k-keluarr” yushi udah deket banget ke ujungnya. sekali lagi daeyoung kena prostatenya, udah ancur yushi. kedua tangan yushi langsung ditarik daeyoung untuk mempermudah daeyoung untuk mengangkat tubuhnya.

 

dengan mudah, daeyoung memindahkan posisi yushi menjadi terduduk diatas daeyoung. posisi yang baru ini membuat daeyoung masuk jauh lebih dalam lagi dan yushi pun tidak kuat menahan dirinya. batang yushi langsung menyemprotkan cairan putih yang kental dan yushi langsung collapse ke bahu daeyoung.

 

e-eh kak! kertas penyajian kakak!” yushi yang awalnya berada di dalam cloud nine langsung tergejolak. “EH ANJING 50 RIBU GUE!” teriak yushi yang langsung berdiri dan membersihkan kertasnya dari air maninya. 

 

moral of the story? kalo harusnya nugas ya nugas bukan malah minta dikontolin brondong oon.

Notes:

maaf kalo ada plot holes ato kurang elaboration, i wrote this cepet cepetan abis yushi post mirror selca di bbl itu lalu jaehee jg selca aduh yaudahlah gini lah hasilnya #udahgila.

hmu di twt @starrilines dimana aku gila onriyudae ♡