Actions

Work Header

adek

Summary:

kegiatan dinda yang mau nostalgia tidur bareng sama ayah dan bunda nya malah berujung ngewe.

Notes:

sc : satria
sw : dinda

(See the end of the work for more notes.)

Chapter Text

"malem ini adek mau tidur sama ayah bunda, boleh gak?" seru dinda pada sang bunda yang sedang meyetrika baju.

"adek udah gede sayang, masa mau tidur sama bunda ayah" jawab bunda dengan kekehan.

mendengar itu, dinda cemberut. kan dirinya mau tidur bernostalgia. "ihh bunda, pokoknya adek amu tidur bareng titik"

"iya iya boleh, aduh anak gadis ini" dan dinda langsung bersorak senang, dirinya mencium pipi sang buda yang dihadiahi gelengan oleh bundanya itu.

__

disinilah sekarang, dikamar orang tuanya. dinda berada ditengah, sisi kanan terdapat sang ayah dan sisi kiri terdapat sang bunda.

dinda fokus mendengarkan cerita masa kecilnya yang diceritakan oleh sang bunda.

tubuh dinda menyamping menatap sepenuhnya ke arah sang bunda. saat dirinya asik mendengarkan cerita sang bunda, tubuhnya tersentak saat ada tangan yang menyelinap masuk diantara paha sekel nya. tanpa menoleh pun dia tau kalau itu tangan sang ayah.

selain bernostalgia, dinda juga pengen merasakan tantangan bersetubuh dengan sang ayah dideket sang bunda.

yup, dinda sering melakukan hubunagn seksual dengan sang ayah. satria sudah melakukan pelecehan padanya saat dirinya berusia 13 tahun dan sekarang dirinya sudah berusia 20 tahun.

tangan kasar satria yang berada di antara pahanya itu bergerak keluar dan melepaskan hot pants nya menyisakan kancut pinknya. dapat dinda rasakan, kalau celana nya itu sudah lepas. kemudian satria memasukkan lagi tangannya diantara paha sekel dinda.

tangan satria tidak diam, dirinya mengucek memek dinda dari luar kancut.

"mmmh" dinda yang tadinya fokus mendengarkan cerita sang bunda malah buyar karena satria mengucek memeknya cepat.

satria menatap sang istri seolah dirinya fokus mendengarkan cerita masa kecil dinda, namun tangannya didalam selimut fokus mengucek memek sang anak.

kebiasan istrinya, kalau sudah bercerita pasti bakal fokus, dan itu kesempatan satria untuk melecehkan anaknya. tangan kanannya mengucek cepat memek dinda, sedangkan bibirnya mencium tengkuk dinda sesekali turun ke arah lengan dinda.

"mmmh" dinda hanya bisa menahan desahan dengan menggigit bibirnya, dan sang bunda tidak sadar seolah gumaman itu menyahuti ceritanya.

"udah dulu ah dek, bunda ngantuk" jam dinding dikamar menunjukkan tepat pukul 21:00, perkataan sang bunda diangguki oleh dinda.

"sayang minum dulu" dan langsung dituruti oleh sang istri.

setelah minum, dan mencium dinda, bunda langsung terlelap pulas.

"mmhhh aahhh" dinda langsung mengeluarkan desahan nya dengan mata terpejam dan tangan yang menutup mulutnya takut bundanya bangun,karena sang ayah mengucek memeknya terlalu cepat

"desah yang kencang sayang, bunda mu gak bakal bagun, soalnya udah ayah campurin obat tidur."

satria membalikan tubuh dinda supaya menghadap dirinya, dan mulai mencium bibirn dinda. ciuman satria pun turun menyusuri area dada, lebih tepatnya area dada dinda yang sekel. tanpa basa-basi, lelaki yang memasuki usia kepala empat itu nampak mendusel mukanya ditengah-tengah dada anak gadisnya itu.

"mmmh ayah"

"pentil kamu makin ngaceng gini tau aja kalo mau ayah isepin." satria terkekeh sambil elusin pentil dada dinda yang menyembul tegang itu.

"mmmh isep nenen adek, ayah"

baju tidur dinda dilepas oleh satria dan dia buang, kini baju tidur itu tergeletak di lantai. bibir satria pun langsung mendarat diatas puting tegang dinda. satria isep pentil susu anak gadisnya itu rakus.

satria kenyotin pentil anak gadisnya itu lumayan kenceng sampe pipinya mencekung dalam.

"haaahh ayahh mmhh pelanh hngghhh" dada dinda membusung, tangannya pun reflek meremas rambut sang ayah yang tengah asyik menyusu pada dada nya itu.

"mcchh aahh eumhhh enak shh mchh" ucap satria keenakan.

mulutnya gak bisa berenti buat ngenyotin pentil susu dinda. pentil dinda terasa begitu manis dan lembut di mulutnya.

"ouhhh ayaahhh anghh enakhh enghhh." dada dinda membusung naik tiap kali satria sedot pentil susunya kenceng.

tangan satria tak tinggal diam, tangannya ikut main dipentil kiri. satria pilin-pilin pentil lembut itu sambil sesekali dia cubit saking gemesnya.

"aahhh ahhh ouhh aahh terus ayaahhh" begitu lah dinda mendesah tanpa henti, yang tentu saja bikin satria makin sange.

dirasa udah cukup dengan kegiatan nyusu nya, satria pun ngelepasin isepannya pada pentil susu dinda lalu mulai bergerak turun menciumi setiap inci perut anak gadisnya itu.

ciuman itu semakin turun hingga menyentuh pangkal paha dinda yang masih tertutup rapat.

dengan lembut satria buka kaki anak gadisnya itu ngangkang lebar hingga nampilin belahan yang paling satria sukai, yaitu memek tembem dinda.

"asu! memek kamu emang paling matep dek, tembem putih mulus kayak kue apem gini paling enak buat dilamotin!" ucap satria takjub, walaupun mereka sering ngewe, tapi satria suka takjub kalau liat memek dinda. apalagi mereka udah dua minggu gak ngewe.

satria kemudian menunduk diantara selangkangan anak gadisnya itu, kemudian ngeduselin mukanya disana.

"aaaahh geli anghh ouhhh ayahh" pinggul dinda kelonjotan ngerasain geli waktu hidung ayahnya bergesekan langsung dengan itilnya.

satria terkekeh mendengar desahan anak gadisnya itu lalu mendongak, natap kearah dinda yang masih merem melek, "memek kamu ayah makan ya sayang, ayah jilatin sampe kamu kencing kencing" ucapannya.

"mmhh iyaahh enakin memek adek ayahh anghh bikin adek pipis pake lidah ayah." jawa dinda.

satria senyum kesenengan, lalu satria fokuskan pandangannya pada memek dinda.

dibukanya belahan tembem yang terasa kenyal itu, lalu terlihatlah lipatan daging dengan pucuk sebesar biji kacang itu nampak merah merekah.

satria hirup aroma memek anak tirinya itu dalam - dalam sambil memejamkan matanya, "heumhhh wangi banget memek kamu sayang, lebih wangi dari pada memek bunda kamu, ayah kangen banget sama memek kamu" ucap satria memberi pujian pada tubuh anaknya itu.

"aahhhh ayahh anghhh yaahh." dinda melenguh nikmat saat lidah hangat sang ayah mulai bergerak naik turun ngejilatin lipatan memeknya.

rasa geli bercampur gatel dinda rasain waktu hidung mancung ayahnya bertubrukan dengan itilnya yang ngaceng.

"hnghhhh trus ayahhh ouhhh enakhh memek adek anghh" dinda remat rambut ayahnya itu, pahanya ia rapatkan ngejepit kepala sang ayah.

"mchhh aahh sluppshh mncchh" suara decapan mulut satria yang lagi ngelamotin memek anak gadisnya itu terdengar memenuhi kamar.

"aahhh ouuhh aah anghh ahh terus ayahhh anghh" dinda tersentak kaget waktu lubang memeknya disumpel oleh benda kenyal tak bertulang.

lidah itu bergerak maju mundur keluar masuk didalem lubang memeknya, bikin lubang memek dinda makin gatel dan becek.

"hngghhh aahhh ayaahhh ouhh gatel ahhh!!!"

makin keras desahan dinda, makin besar pula nafsu satria untuk ngelecehin anak gadisnya ini.

lidahnya bergerak makin cepet menjilati liang kawin anak gadisnya itu, sementara jarinya ikut mainin itil dinda.

"aahhh aahhh ahh ayahhh janganhh enghh gak tahanhh" dinda menggeleng cepat.

memeknya ngedut-ngedut ngeluarin lendir kentel yang langsung diseruput sama sang ayah.

makin lama lidah satria makin liar bergerak didalem sana, tangannya pun makin cepet ngucekin memek dinda yang udah becek itu, bikin dinda makin keenakan.

"aanghh anghhh yahh ahh ooouhh ayah." desah dinda merem melek sambil menggigit bibir bawahnya.

saking enaknya, mata dinda sampai menjuling keatas dengan mulut yang udah ngences ngeluarin liur kayak perek murahan.

dinda makin gak tahan, memeknya udah ngilu pengen ngencingin muka ayahnya. tangannya yang masih bertengger di kepala satria itu pun neken kepala satria biar makin dalem nyodokin lidahnya.

"aaahhh aahh hnhh ayaahh enakhhh anghhh" pinggul dinda menggeliat ikut maju mundur mencari kenikmatannya, sampai saat lidah satria berhasil mengenai titik manisnya, tubuh dinda langsung melengkung keatas lalu menyemburkan air kencingnya.

"AAAKHHH AYAAHHH mmhhh" dinda tarik kepala ayahnya hingga hisapan pada memeknya terlepas, lalu memuncratkan air kencingnya langsung pada wajah sang ayah.

"aahh terus sayang, keluarin semuanya kencingin muka ayah sepuasnya" Ucap satria kesenengan mukanya dikencingin.

tubuh dinda kemudian kembali ambruk diatas kasur, pinggulnya bergetar kelonjotan dengan lubang memeknya yang masih berkedut ngucurin air kencing bercampur lendir.

"haaaahh aaahhh hnggghhh" dadanya naik turun mengatur nafas, matanya terpejam menikmati sensasi pelepasan yang ia rasakan.

sprei dan selimut itu kini basah kuyup.

__

setelah dinda istirahat sebentar dari pelepasannya, dinda merangkak dan langsung duduk dipaha satria

satria terkekeh, lalu dia remes nenen montok gadisnya itu pelan. "gadis ayah mau diapain, hm?" tanya satria sambil ngendus leher anak gadisnya itu.

"mhh anghhh mauhh mau disodok pake kontol panjang ayah nghh mau digenjot sama ayah sampe engga bisa jalanh mau jadi lontenya ayahh nghh—"

belum sempat didna melanjutkan kalimatnya, bibirnya langsung dicium oleh sang ayah.

"mpphhh nghhh ahhh" lenguh halus dinda waktu bibirnya dilumat rakus oleh sang ayah.

satria dengan lihai menyesap bibir atas dan bawah dinda dengan rakus. lidahnya dengan santai menerobos masuk kedalam mulut dinda.

"mngghh mcchhh"

tangan satria tak tinggal diam, pentil susu dinda yang mencuat dia pilin dengan gemas, bikin dinda kelonjotan sendiri nahan geli di pentilnya.

"anhh" lenguh dinda reflek mencengkram rambut satria.

padahal baru dicium sambil dimainin pentil susunya, tapi memek Kinan udah ngedut-ngedut gatel dibawah sana.

dinda yang udah gak tahan langsung menggeliat gerakin pinggulnya maju mundur, bikin belahan memeknya yang udah gatel itu bergesekan langsung sama kontol keras ayahnya.

satria yang ngerasain kontolnya digesek-gesek sama belahan anget cuma senyum lalu menyudahi cumbuannya.

"kenapa sayang? gatel memeknya ga? udah ga sabar pengen dikontolin ayah, iya?" tanya satria satria natap raut sagapung anak gadisnya itu.

"eunghh iyah ayah gatelhh eumh memeknya adekhh haaahh" ucap dinda makin semangat maju mundurin badannya.

rasanya sungguh nikmat, gimana kontol gagah ayahnya yang dipenuhi urat itu ngegesek belahan memek dind yang gatel. dinda sampe merem melek sambil gigitin bibir bawahnya nahan sensasi geli-geli gatel dimemeknya.

"aanghh ayaahhh ayo nenen sama adekh ouuhh pentil adek gatel anhh pengen diemut pake mulut anget ayahhh" dinda maju-majuin dadanya, sampai puting susunya nyentuh bibir Sandi.

dengan senang hati satria langsung lahap pentil susu dinda yang tegang itu lalu dia isep sambil dia emut-emutin layaknya bayi lagi nyusu.

"ouhhh ayahhh enak banget anghh sedot terushh ayahhh isep susu adek sampe bengkak ouuhhh haahh" desah dinda keenakan.

gerakan pinggulnya makin cepat sampai sesekali palkon ayahnya hampir masuk kedalem lubang memeknya.

"mncchh aahh mcchh mpphh" decap nikmat keluar dari mulut satria yang keenakan ngenyotin susu anak gadisnya.

tangannya gak tinggal diam, tangan kanannya bermain dada kiri Kinan, mengelus sambil memilin pentil yang mencuat keras itu. sementara tangannya yang lain bertengger di bongkahan pantat motok dinda.

"enakh ayaahh heummh? enakan manahh susu adek sama ouuhh susu bunda nghhh" tanya dinda meminta validasi sambil mengelus rambut ayahnya dengan sayang.

satria yang lagi nyusu sontak terkekeh sambil mendongak menatap kearah anak gadisnya itu. rambut berantakan dengan wajah merah padam bener-bener bikin dinda makin cantik.

"mmhh enwakan susunya kamwu sayang mmhh" jawab satria tanpa ngelepasin isepannya dari pentil susu dinda.

dinda tersenyum senang mendapatkan pujian dari ayahnya, dinda senang ternyata ayahnya lebih menyukai susunya dari pada bundanya.

dinda menoleh kesamping menatap sang bunda yang terlelap.

"mngghh ayahhh adekhh gatahanhh lagiihhh ouuhh adekhh mau dikontolin sekarang nghh" desah dinda gak tahan pengen dikontolin.

satria langsung ngelepasin kenyotannya, lalu mendorong anak gadisnya itu sampai terlentang diatas kasur.

"nakal ya anak gadis ayah, udah pinter ngelacur sama ayah dihadapan bunda lagi, gak takut kamu?." ucap satria sambil ngebuka kaki dinda ngangkang lebar.

"iya ayah dinda lacurnya ayah ayo pake dinda sampe dinda engga bisa jalanhh, ewe adek dideket bunda" dinda senyum centil ke ayahnya.

satria terkekeh, tangannya bergerak menuju bagian selatan tubuh dinda. dibelainya permukaan memek dinda yang mulus itu.

satria kemudian membuka belahan memek tembem itu dengan dua jarinya.

"cantik memeknya, masih pink mulus dan rapet padahal kita udah sering ngewe, gak kayak memek bunda mu yang udah lower." ucap satria memberi validasi untuk memek anak gadisnya.

"aahh ayahhh cepetan enakin memek adekhh nghh adek udah nggakhh tahanhhh"

satria lagi-lagi terkekeh liat lobang kecil memek dinda ngedut-ngedut ngeluarin lendir bening kentel. satria pun menunduk mendekatkan wajahnya ke memek dinda, dihirupnya bau wangi khas memek yang bikin dia candu itu.

"eumhh wanginya memek perawan ayah..." ucap satria dengan muka cabulnya, bikin dinda makin sange.

"aahh." mata dinda merotasi keatas, keenakan waktu lidah anget ayahnya kembali bergerilya menyapu memek beceknya.

lidah itu bergerak lincah nusuk-nusukin lubang kawin dinda yang gatel, bikin merem melek keenakan sambil mencengkram rambut ayahnya dibawah sana.

rasa geli bercampur nikmat dinda rasakan sampai pinggulnya sesekali bergetar kelonjotan.

"aanghh ayahhh enaahhh enakhh ayahh~ memek adekhh ouhh haahhh—" mulut dinda menganga dengan liur yang netes-netes keluar.

dinda nyengkram rambut ayahnya kenceng sambil neken-neken memeknya kemulut ayahnya.

"mchhh shh slrupsshh mpshh mchh" satria duselin mukanya dimemek Kinan, bikin anak gadisnya itu makin kelonjotan keenakan.

lidahnya gak berenti keluar masuk lubang memek dinda, sementara hidung mancungnya terus bergesekan sama itil bengkak dinda.

"hngghh!!!" dada dinda membusung.

lubangnya ngedut-ngedut cepat, itilnya terasa linu pertanda dinda udah mulai kebelet kencing.

"hnggahhh ayaahh mau pipis ouhh haahh" dinda geleng-geleng gak tahan, tapi satria sama sekali nggak mau ngelepasin isepannya di memek dinda.

mulut dinda yang daritadi ngedesah tiba-tiba disumpal dengan dua jari satria yang panjang, bikin dinda hampir tersedak.

"uhkkhh nghhh"

kepala dinda terasa pening, memeknya udah kebelet pengen kencing, tapi ayahnya sama sekali nggak mau ngelepasin isepan memeknya, belum lagi mulutnya yang disumpal oleh jari ayahnya, bikin dinda makin susah buat nafas.

"hngghhh anghh aaahhh." desah dinda pasrah.

satria pun mencabut jarinya dari mulut dinda, buat dinda langsung meraup oksigen dengan rakus. namun belum puas dinda meraup oksigen.

"ahh bunda liath adekh mmhh di ewe ayahh uhh"

tiba-tiba tubuhnya menegang saat merasakan sebuah benda keras dan panjang menusuk kedalam lubang memeknya.

"AAKHH HNGGHHH" teriak dinda yang langsung dibekap oleh tangan ayahnya.

detik itu juga kencing dinda muncrat deras ngebasahin sprei dan badan ayahnya.

dinda menggeleng cepat seakan meminta ampun pada ayahnya. lubang memeknya terasa perih bercampur ngilu waktu dua jari ayahnya bergerak cepat didalam sana.

"hngghh aahhh ayahh ouhhh aanhh hngghh ouhh aahh aaahhh" badan dinda gak berenti kelonjotan dengan kencing yang masih terus mancur ngebasahin sprei dan badan ayahnya itu.

dinda gak tahan, rasanya sakit tapi enak waktu liang kawinnya yang terasa gatel digaruk pake jari ayahnya. saking enaknya lubang memek dinda ngetat jepit jari ayahnya didalem sana

"asu! baru dikasih jari aja udah jepit banget lubang kamu sayang, apalagi kalo ayah sumpel pake kontol ahh pasti enak banget kontol ayah dijepit pake lubang kamu!"

dinda yang udah kehilangan akal sehatnya cuma bisa ngangguk pasrah.

"aahh aahhh ouhh anhh" dinda mendesah putus-putus tiap ujung jari ayahnya mengenai titik nikmatnya.

"ayaahh mauhh hngghh pipis aahh haaahh." badan dinda bergetar hebat.

memeknya ngedut-ngedut cepet, perutnya terasa keram.

"pipis aja sayang, sini pipis yang banyak" ucap satria senang sambil terus ngocokin lubang kawin dinda kenceng.

"ayaahh uhhh hngggg" badan Kinan kembali melengkung tinggi.

kencingnya kembali muncrat kemana-mana, sampai bikin kasurnya basah kuyup.

"aakhh jangahh ayahh ouhh hngghh geli aahh aahhhh ayahhh" badan dinda kelonjotan heboh waktu tangan kasar ayahnya ngucekin itil bengkaknya.

"ampunhh ayahh ampunhh" lirih dinda gak sanggup, bikin satria tertawa gemas lalu menuruti permintaan gadisnya itu.

satria biarkan anak gadisnya itu merasakan pelepasannya sejenak. sambil menunggu, satria merangkak keatas anak gadisnya itu. satria tatap wajah kacau anak gadisnya itu sambil tersenyum senang.

wajah kacau yang banjir keringat itu sungguh terlihat cantik, tangan satria terulur untuk mengusap wajah basah itu dengan lembut sambil sesekali dia cium bibir gadisnya itu dengan gemas.

"enak sayang?" tanya satria lembut.

dinda ngangguk pelan sambil menatap sayu pada ayahnya itu.

"adek puas?"

gadisnya itu menggeleng, "belum ayah, adek masih mau ngerasain dikontolin sama ayah, adek pengen disodok pake kontol keras ayah" ucapannya sambil mengelus rahang satria.

satria terkekeh, gadisnya ini sungguh nakal.

"kayak lacur haus kontol kamu dek, siapa yang ngajarin kamu jadi kayak lacur gini, hm?" tanya satria sambil tersenyum, tangannya merayap kebawah meremas gundukan kenyal milik gadisnya itu.

"anghhh ayahh adek lacurnya ayah ayo pake adek ayah" bsik dinda seduktif ditelinga ayahnya.

rahang satria mengeras, tubuhnya seolah terprovokasi oleh untaian kalimat yang gadisnya katakan itu.

"dasar lacur!"