Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2026-06-01
Words:
831
Chapters:
1/1
Kudos:
8
Hits:
61

Tragedi Kue Sagu

Summary:

Selalu ada cerita bersama kue sagu buatan ibu.

Notes:

Terinspirasi dari huru-hara kue sagu tahun kemarin. Jadi cerita ini pernah ku-post di twitter setahun yang lalu. Balik kanan bubar sebelum menyesal.

Work Text:

Beneran gak mau ikut nih?" Tanya sang ibu bingung kepada anaknya. "Nanti di sana kita mau ke rumah makan yang terkenal itu."

"Nggak mah." Bujukan tersebut nyatanya tidak dapat mengubah pilihan.

Akhirnya rombongan keluarga beserta sanak saudara pergi meninggalkan rumah untuk mendatangi tempat hiburan. Saat ini sedang libur panjang jadi berkumpul dan bermain bersama saudara adalah sebuah rutinitas. Meninggalkan seseorang yang segera berdiri untuk pergi dari rumahnya—tentu tak lupa mengunci rumah. Menuju rumah tetangga yang sudah dia anggap rumah sendiri.

Noah membuka pintu pagar dengan tidak santai. Menimbulkan suara mengangetkan. Pemilik rumah yang sedang bergelut dengan laptop sampai mengalihkan pandangan. Dia masuk ke rumah dan langsung menutup pintu depan. Menimbulkan wajah tanda tanya dari sang pemilik rumah.

Jawaban tidak ada, hanya wajah masam yang didapat. Menarik paksa laptop yang ada di pangkuan Yejun, menaruhnya sembarangan di meja dan menggantinya dengan dirinya sendiri. Duduk dan memeluk seperti koala.

Yejun bingung tapi tidak menolak, "Kenapa sayang?" Noah hanya menggeleng sambil tetap bersandar di pundak sang kekasih

"Kamu mau apa nanti aku kabulin?"

Seketika Noah langsung menegakkan tubuh dan menatap lawan bicara dengan binar bahagia. "Bener ya? Janji!"

"lya janji." Yejun menjawab tanpa pikir panjang.

Kejadiannya terlalu tiba-tiba. Kepala Yejun belum sempat mencerna. Pikirannya terpotong oleh ciuman Noah yang tergesa-gesa. Tangan Noah menangkup wajah Yejun yang merona. Mengulum bibir atas dan bawah mengajak sang lawan untuk saling beradu. Bibir sudah terbuka kini kedua lidah saling beradu, melilit, membelai, dan saling bertukar saliva.

Hari belum siang tapi suasana ruang tamu itu sudah panas. Tak mau diam saja, tangan mereka mulai mencari hiburan lain. Mengabsen bagian tubuh yang dapat disentuh. Badan Noah juga tak bisa melewatkan kesempatan, berbekal tumpuan lutut pada sofa, Noah mulai bergerak naik turun. Bermaksud untuk menggoda kekasihnya.

Tak mau kalah, tangan Yejun sudah turun dan meremas kedua pantat sintal Noah. Menciptakan suara desahan tertahan di tengah ciuman panas mereka. Sesekali ciuman mereka terlepas untuk meraup udara.

Merasa tempat duduknya sudah ada yang mengganjal. Perlahan Noah turun dari sofa sambil menatap makanan utamanya. Membuka kain penghalang dengan tergesa. Membebaskan penis Yejun yang mulai sesak.

Noah menjulurkan lidahnya, menjilati dari pangkal hingga ujung. Lidahnya menjilat memutar, bermain di pangkal terasa semakin keras. Sadar tak bisa memasukkan semuanya. Jemari Noah memijat perlahan bagian yang tidak tersentuh mulutnya. Kemudian Noah memaju mundurkan kepalanya perlahan, membangun ritme untuk menyesuaikan ukuran yang dia rasa semakin besar.

Yejun tentu tidak diam. Banyak erangan dan desahan yang sudah keluar dari mulutnya. Ditambah melihat kekasih cantiknya ada diantara kedua kakinya. Rasanya kepala Yejun ingin meleleh saat itu juga. Tak ada pikiran lain, yang ada hanya rasa kagum tapi penuh dengan nafsu. Jika bisa Yejun ingin merusak Noah sekarang juga.

Dirasa Noah terlalu lamban. Yejun mulai memegang kepala Noah dengan sedikit jambakan. "Sayang, tolong tahan sebentar."

Menit berikutnya Yejun menarik paksa kepala Noah untuk maju dan mundur hingga kepala penisnya menyentuh pangkal lidah. Menimbulkan rasa tersedak dan batuk pada Noah. Namun, dia tahan sambil berpegangan pada kedua paha Yejun. Rasanya mata Noah hampir tertarik ke atas.

Yejun terus melakukan aksinya. Menarik dan mendorong tanpa ampun. Pinggangnya juga bergerak beriringan. Dikejar pelepasan yang akan datang. Tak lupa menikmati wajah Noah yang tidak berdaya, pasrah berada dibawah kendalinya.

Yejun sadar waktunya sebentar lagi. Tapi Noah malah semakin menyempitkan mulutnya. Membuat penisnya semakin susah dilepaskan. Satu dua hentakan terakhir, akhirnya pelepasan Yejun datang. Noah ditarik paksa hingga punggungnya menyentuh meja. Membuat meja bergeser dan menjatuhkan stoples kue suguhan untuk tamu.

Yejun panik segera turun dari sofa dan memeluk kekasihnya. Mengelus punggung Noah, berusaha menghilangkan rasa sakit terpentok tadi. Dengan cekatan Yejun mengambil beberapa lembar tisu untuk membersihkan sisa-sisa aktivitas tadi. Mengelap mulut Noah dengan penuh kasih sayang. Noah tentu menikmati apa yang dilakukan Yejun padanya.

Setelah dirasa kekasihnya sudah cukup bersih. Yejun beralih pada tumpahan stoples kue sagu yang baru dimakan setengah itu. Melihat keadaannya, sepertinya sudah tidak layak makan.

"Jun!" Panggil Noah.

"lya sayang?" Jawab Yejun sambil membersihkan remahan kue sagu yang tersangkut di karpet.

Tak langsung menjawab. Noah mendekatkan diri. Memeluk Yejun dari belakang. Lalu berkata di sebelah telinganya, "aku mau kamu hamili aku sekarang."

Mengabaikan kekacauan yang ada di ruang tamu rumahnya. Yejun langsung menggendong Noah untuk dibawa ke kamarnya. Tak lupa ciuman panjang nan mesra kembali terjalin.

 

...

 

Jika kalian bertanya, apakah akan ada semut di ruang tamu rumah Yejun? Tentu saja ada. Sehingga karpet dan lantai harus dibersihkan ulang untuk mengusir koloni tersebut. Sampai-sampai saat Ibu Yejun pulang, dia bertanya dengan heran.

"Yejun, kok karpetnya diganti?"

"Tadi kena remahan kue bu. Jadi banyak semutnya."

"Oh.. kamu lihat Noah ga? Dia habis didesak punya anak sama ibunya sampe ngambek gak mau diajak ngobrol."

"Ada kok Noahnya di kamar. Lagi tidur dia habis nangis seharian," jawab Yejun apa adanya.

"Yauda biarin dulu jangan dibangunin. Lho, kue sagunya laku ya. Sampe habis gini. Besok ibu bikin lagi dua toples."

Ibu Yejun tampak sumringah melihat kue buatannya ternyata memiliki banyak peminat. Yejun turut senang melihat ibunya bahagia. Untuk kejadian yang sebenarnya terjadi, biarkanlah tetap menjadi rahasia diantara Yejun, Noah, dan stoples Kue Sagu.

 

Tamat.