Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2026-06-08
Words:
374
Chapters:
1/1
Comments:
2
Kudos:
6
Hits:
26

Lautmu

Summary:

Hamin ingin menjadi sesuatu yang meringankan beban Yejun.

Notes:

PLAVE milik VLAST. Saya hanya meminjam nama anggota untuk kepentingan cerita dan saya tidak mengambil keuntungan dari penulisan fiksi penggemar ini.

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

 

Ada ketidaknyamanan yang mengoyak dada Hamin ketika beban Yejun tercermin di wajah bundarnya.

 

Tiap kali Yejun pura-pura terlihat girang berusaha menepis segala kekhawatiran Hamin, malah makin cemaslah dia.

 

Hamin tidak suka Yejun sedih, lelah, dan sakit; tapi mau bagaimana lagi? Sebab begitulah hidup: penuh derita yang kelak baru akan lenyap tak tersisa ketika maut sudah menjemput.

 

Maka Hamin berpikir, apa yang bisa ia lakukan buat Yejun? Sebab Yejun selalu hadir buat Hamin tak peduli betapa berat dan merepotkan hari-harinya.

 

Seperti pohon yang teduh atau laut yang tenang dan mampu buat Hamin nyaman.

 

Setidaknya Hamin mau balas budi—meski tak seberapa—jadi penyangga supaya badan kurusnya Yejun tak luluh lantak sepenuhnya ketika badai hendak membuatnya porak poranda.

 

Ia ingin jadi penawar ketika Yejun sakit atau jadi saputangan saat air mata Yejun meleleh tak tertahankan.

 

Atau jadi apa saja Hamin tak peduli yang penting bisa buat tanggungan Yejun tak terlalu berat.

 

 

Maka ketika di suatu malam sepulang latihan Yejun mengucap dua kata itu ketika mereka cuma berdua: "Aku capek," ada sedikit kelegaan di hati Hamin.

 

Ia merasa Yejun sudah sedikit membuka hati untuknya.

 

Ada perasaan senang karena ia bisa berguna untuk abangnya meski di sisi lain bercokol perasaan tak tega karena melihat air mata Yejun menggenangi pelupuk matanya.

 

Hamin tak berucap sepatah kata pun. Yejun ia rengkuh dalam dekap.

 

Kepala birunya yang sedikit berkeringat Hamin usap-usap pelan, begitu juga dengan punggungnya yang letih, seakan berkata kalau Yejun akan baik-baik saja dan Hamin akan selalu berada di sana kapan pun ia butuh.

 

Meski tak menceritakan apapun, tapi air mata Yejun yang membasahi kaus Hamin cukup membuat Hamin mafhum kalau kesedihan abangnya memang sudah tak terbendung.

 

Betapa berat jadi seorang Nam Yejun, demikian batin Hamin.

 

 

Ketika itulah Hamin perlahan menyadari kalau perasaan iba dan ingin balas budi yang ia rasakan bisa jadi adalah cinta.

 

Senyum Yejun yang manis, tingkahnya yang ada-ada saja, optimisme dan profesionalismenya saat bekerja, jiwa kepemimpinannya, suaranya yang adem di telinga; semuanya buat Hamin jatuh hati.

 

Memikirkan semua itu membuat jantung Hamin berdebar kencang. Apalagi ketika ia merasakan hangatnya Yejun di pelukan. 

 

 

Seperti laut, Hamin sudah begitu jatuh hati pada birunya permukaan Yejun.

 

Maka dari itu ia harap Yejun bisa membuka diri dan mengajaknya menyelami hitam kelam dasarnya. 

 

Kelak.

 

Jika Yejun sudah siap membuka hati.

 

 

 

Notes:

Unggah ulang dari Twitter dengan perubahan. Ditulis impulsif untuk merayakan livestream 260608 yay 🎉 Ide utamanya sebetulnya sudah ada sejak cover Your Ocean rilis (iya 2023) 😁

Maaf kalau tulisannya pendek dan gak jelas 😭🙏 Terima kasih sudah mampir!!