Work Text:
PENGANTAR MENUJU KEOS
Studio loteng Spencer Shay malam itu terasa lebih sempit dari biasanya. Bukan karena patung raksasa berbentuk sepatu roda berbahan dasar mentega yang sedang dibuat Spencer, melainkan karena ada dua puluh satu orang pria dewasa dengan visual tidak masuk akal sedang berdesakan di sofa ikonik iCarly.
Carly Shay menatap monitor kamera dengan mata berkedut. Sam Puckett di sebelahnya sudah memegang paha ayam goreng dengan tatapan siap menerkam, sementara Freddie Benson sibuk menyeka keringat dingin di dahinya, mencoba menghitung berapa banyak mikrofon yang harus ia pasang.
"Carly, ingatkan aku lagi," bisik Freddie panik. "Kenapa kita menerima guest star yang bahkan namanya tidak bisa kuprononsiasi tanpa keselek?"
"Aku tidak tahu, Freddie! Lewat email katanya mereka 'rombongan sirkus visual dari Korea'. Tapi lihat mereka!" Carly menunjuk ke arah sofa.
Di sana, Heechul (Super Junior) sedang sibuk meminjam kaca bedak milik Gibby untuk membetulkan tatanan rambutnya, sementara Changmin (TVXQ!) menatap tajam ke arah paha ayam Sam seolah siap melakukan tindak kriminal demi makanan. Di sudut lain, Chanyeol (EXO) yang terlalu tinggi malah asyik memukul-mukul kepala D.O. seperti bermain drum, yang dibalas dengan tatapan mata D.O. yang siap mencabut nyawa.
"Tiga... dua... satu... we are live!" seru Freddie.
"RA-RA-AH-AH-AH!"
"Iiiiiii... Carly!" Carly membuka acara dengan senyum profesionalnya yang biasa.
"Dan aku Sam!" timpal Sam, mengunyah ayamnya. "Malam ini, internet akan meledak karena studio kita kedatangan komplotan cowok-cowok... entahlah, mereka terlalu tampan untuk ukuran manusia normal. Sambutlah... TVXQ, Super Junior, SHINee, dan EXO!"
Kamera menyorot ke arah sofa. Rencananya, mereka harus memperkenalkan diri secara normal. Namun, normal bukanlah kosakata dalam kamus SM Entertainment.
Alih-alih menyapa, Onew (SHINee) tiba-tiba berdiri, memegang sebuah ayam goreng utuh yang entah didapat dari mana, lalu mulai menyanyikan intro Bad Romance milik Lady Gaga dengan suara operatik yang menggelegar.
"Rah-rah-ah-ah-ah-ah! Roma-roma-ma-ah! GaGa-ooh-la-la!"
Key (SHINee) langsung melompat ke atas meja studio, melakukan koreografi Bad Romance dengan tingkat presisi yang membuat Lady Gaga sendiri minder. Taemin dan Kai (EXO) menyusul sebagai backdancer dadakan, melakukan body roll di lantai studio loteng yang berdebu.
"Apa-apaan ini?!" Freddie berteriak, tapi kameranya tetap merekam karena jarinya gemetar menahan tawa.
ANOMALI YANG MAKIN MENJADI
Kekacauan tidak berhenti di sana. Lagu Bad Romance tampaknya mengaktifkan mode aktivasi agen rahasia di otak mereka.
Leeteuk (Super Junior), sebagai leader tertua, mencoba mengendalikan situasi dengan berlutut di depan Carly sambil menyanyikan lirik, "I want your ugly, I want your disease..." dengan ekspresi wajah sedramatis mungkin, membuat Carly menutup mulutnya, mukanya memerah menahan ngakak yang luar biasa.
Sementara itu, di latar belakang:
-
Jaejoong dan Yunho (TVXQ!) sedang melakukan adu panco di atas patung mentega Spencer. Akibatnya, tangan Yunho tergelincir dan mentega itu terbang mengenai wajah Yesung.
-
Eunhyuk dan Donghae mencoba menirukan gaya berjalan kepiting sambil menyanyikan "Walk, walk, fashion baby," yang membuat Shindong berguling-guling di lantai karena tertawa.
-
Luhan dan Sehun (EXO) malah sibuk meminum Bubble Tea yang entah dari mana asalnya, mengabaikan dunia yang sedang runtuh di sekitar mereka.
-
Lay memasang wajah sangat bingung. Dia menatap Gibby—yang entah kenapa sudah bertelanjang dada—dan bertanya dengan bahasa Inggris terbata-bata, "Are you... my long lost brother?"
"Sam, tolong aku..." Carly memegangi perutnya yang mulai kram. Dia tertawa sampai air mata mengalir di pipinya. "Mereka... mereka gila!"
Sam sendiri sudah menjatuhkan ayamnya. Dia tertawa terbahak-bahak sampai terdengar suara "ngorok" yang khas, terutama saat melihat Kyuhyun dan Ryeowook mencoba melakukan harmoni tinggi bernada opera tinggi hanya untuk lirik "Caught in a bad romance", sementara Tao (EXO) melakukan salto belakang di belakang mereka hingga menabrak rak buku Spencer.
PUNCAK KOMEDI
"Kita harus menghentikan ini! Jumlah penonton live streaming kita mencapai 20 juta dalam dua menit!" teriak Freddie histeris, separuh panik, separuh ingin ikut tertawa.
Suho (EXO), sebagai leader yang kaya raya, tiba-tiba maju ke depan kamera Freddie. Dia mengeluarkan segepok uang dolar dari sakunya, lalu menatap kamera dengan intens. "I want your love, and I want your revenge..." bisiknya, lalu menyawer Freddie dengan uang tersebut.
Minho (SHINee) yang memiliki jiwa kompetitif membara tidak mau kalah. Dia menggendong Sungmin di pundaknya, lalu berteriak, "SHINee World! Bad Romance! Let's GOOOOO!" dan mulai melakukan push-up dengan beban Sungmin di atasnya.
Spencer tiba-tiba turun dari kamarnya dengan memakai kostum baju zirah berbentuk taco. Melihat ruang tamunya sudah berubah menjadi sekte pemujaan Lady Gaga versi cowok-cowok Korea, Spencer langsung bergabung dengan Junsu (TVXQ!) untuk melakukan dansa tango di tengah ruangan.
TIGA PULUH MENIT SEBELUM BADAI
Jarum jam di dinding loteng Spencer menunjuk ke angka 19.30. Tepat tiga puluh menit sebelum tombol Live ditekan. Atmosfer di dalam ruangan saat itu sudah tidak bisa dikatakan normal, bahkan untuk standar iCarly yang biasanya memang sudah aneh.
"Freddie! Kenapa kabel ini baunya seperti keju bakar?!" Teriak Carly dari balik meja properti. Dia sedang berusaha meluruskan roknya yang mendadak ketumpahan jus buah oleh Sam sepuluh menit yang lalu.
Freddie, yang kepalanya sedang terjepit di antara tripod kamera dan rak buku, berteriak frustrasi. "Itu karena Spencer menggunakan pemanggang roti untuk mengeringkan kabel audio kita, Carly! Dia bilang itu metode 'pemanasan analog'!"
Di sudut ruangan, Spencer sedang memakai helm las, sibuk menyatukan potongan-potongan sosis raksasa menggunakan lem tembak untuk proyek seni terbarunya yang diberi nama “Sausage of Liberty”.
"Ini seni, Freddie! Seni tidak butuh kabel yang dingin!" sahut Spencer tanpa menoleh, sementara percikan lem tembak hampir saja mengenai rambut Sam Puckett yang sedang duduk santai di sofa.
Sam, seperti biasa, tidak peduli dengan sekitarnya. Dia sedang sibuk memasukkan tiga buah donat utuh ke dalam mulutnya sekaligus, mencoba memecahkan rekor pribadinya. "Kalian berdua berisik sekali," gumam Sam dengan mulut penuh gula halus. "Lagipula, siapa sih kelompok sirkus Korea yang mau datang ini? Apa mereka bawa makanan? Kalau mereka tidak bawa daging asap, aku akan mengunci mereka di dalam lift."
EMAIL DARI MASA LALU
"Mereka bukan sirkus, Sam! Mereka itu idola pop!" Carly merebut stoples donat dari tangan Sam sebelum temannya itu tersedak. Carly membuka kembali cetakan email di tangannya dengan panik. "Dengar ini. Manajer mereka bilang, mereka adalah 'rombongan elit yang tertib, anggun, dan penuh karisma'."
Freddie akhirnya berhasil membebaskan kepalanya dari tripod, menyeka keringat, lalu menatap Carly dengan skeptis. "Tertib? Carly, jumlah mereka dua puluh satu orang. Dua puluh satu! Ruang tamu kita ini kapasitas maksimalnya hanya untuk sepuluh orang normal, atau satu Spencer dan lima patung menteganya!"
Tepat saat Freddie menyelesaikan kalimatnya, pintu lift terbuka dengan dentingan keras.
Gibby melompat keluar. Dia hanya mengenakan celana jins dan... sebuah rompi yang terbuat dari kemasan keripik kentang bekas yang direkatkan jadi satu.
"Gibby! Kenapa bajumu begitu?!" tanya Carly, memijat pelipisnya yang mulai berdenyut sakit.
"Ini tren masa depan, Carly," jawab Gibby dengan wajah sangat serius, lalu melakukan gerakan dansa robot yang gagal total. "Aku mendengar kita akan kedatangan tamu internasional, jadi aku harus terlihat modis. Apakah kalian tahu kalau salah satu dari mereka ada yang namanya 'Super Senior'? Kakekku pasti suka!"
"Super Junior, Gibby! Junior!" bentak Freddie gemas, frustrasi karena tingkat kecerdasan di ruangan itu menurun drastis setiap menitnya.
GELAJAT ANOMAL KILAT
Waktu terus berputar. 15 menit menuju Live. Keadaan di loteng justru semakin tidak terkendali karena cast iCarly sendiri sudah mulai menunjukkan gejala anomali akibat stres.
Freddie mulai berbicara dengan kameranya sendiri, menganggap kamera itu adalah pacarnya karena dia terlalu gugup memikirkan bandwidth internet yang akan meledak. "Tenang ya, Kam-Kam sayang... kita akan melewati malam ini bersama," bisiknya sambil mengelus lensa kamera.
Sam, yang bosan karena donatnya disita, sekarang sedang mencoba menggunakan laser pointer milik Freddie untuk menjahili Spencer. Dia mengarahkan lampu merah kecil itu ke bokong Spencer. Spencer, yang mengira ada serangga api raksasa yang menyerangnya, mulai melompat-lompat di atas sofa sambil mengayunkan sosis raksasanya seperti pedang Star Wars.
"Rasakan ini, serangga neraka!" teriak Spencer, menghantam bantal sofa sampai kapuknya beterbangan ke mana-mana.
Carly hanya bisa berdiri mematung di tengah ruangan yang sekarang dipenuhi kapuk beterbangan, bau sosis, jalaran kabel yang mengeluarkan asap tipis, dan Gibby yang sedang mencoba memakan rompi keripik kentangnya sendiri karena lapar.
"Kita akan hancur," bisik Carly pasrah. "Acara malam ini akan menjadi akhir dari karier internet kita."
LIMA MENIT MENUJU KETUKAN PINTU
19.55 malam.
Suara deru bus besar terdengar berhenti di depan gedung apartemen mereka. Dari jendela loteng, Freddie mengintip ke bawah dan wajahnya langsung memucat seputih kertas.
"Mereka... mereka sudah sampai," bisik Freddie dengan suara gemetar. "Ada tiga bus pariwisata. Dan aku bersumpah, aku baru saja melihat salah satu dari mereka mencoba melakukan breakdance di trotoar saat baru turun dari pintu bus." (Itu adalah Taemin, yang sedang melakukan pemanasan).
Carly langsung mengambil mikrofon nirkabel dengan tangan gemetar. "Oke, semuanya! Rapikan ruangan! Sam, buang tulang ayam itu! Spencer, berhenti memukul sofa! Gibby... tolong pakai baju yang benar!"
Namun terlambat. Suara langkah kaki yang sangat masif—seperti derap pasukan tentara Romawi kuno namun memakai sepatu bermerek—mulai terdengar menaiki tangga. Itu bukan sekadar langkah kaki biasa, melainkan langkah kaki yang ritmis, seolah-olah mereka berjalan mengikuti ketukan lagu Bad Romance yang entah bagaimana sudah berdengung di kepala mereka masing-masing.
Dari balik pintu loteng yang tertutup, terdengar suara lengkingan vokal yang sedang melakukan pemanasan nada tinggi, disusul suara tawa melengking Heechul yang bergema di lorong.
Sam menatap pintu itu, lalu beralih menatap Carly dengan senyum getir. "Carly... sepertinya orang-orang ini jauh lebih tidak waras daripada kita semua digabungkan."
"Freddie..." Carly menelan ludah, menatap pintu yang siap digedor. "Siapkan kameramu. Apa pun yang terjadi... jangan berhenti merekam."
Tepat saat jarum jam menyentuh angka 20.00, pintu loteng digedor dengan pola ketukan yang sangat familiar: Tok-tok-tok... Ra-ra-ah-ah-ah!
REKAMAN VLOG CARLY (05:12 - JEDAL IKLAN)
Carly Shay memegang kamera vlog-nya dengan tangan yang gemetar hebat. Sudut pengambilan gambarnya miring, bergoyang-goyang panik, memperlihatkan latar belakang ruang tamu yang sudah mirip seperti zona perang pasca-apokaliptik yang estetik.
"Hai, fans iCarly..." Carly berbisik ke arah lensa kamera, suaranya parau karena terlalu banyak berteriak dan tertawa. "Kalau kalian melihat vlog ini setelah kami mati, ketahuilah bahwa pelakunya adalah dua puluh satu pria tampan asal Korea Selatan yang tidak punya tombol off di otak mereka."
Carly memutar kameranya. Di layar monitor kecil, terlihat Luhan dan Sehun sedang asyik bermain perosotan di pegangan tangga loteng, sementara Yesung sedang mencoba berkomunikasi dengan salah satu patung rongsokan Spencer menggunakan bahasa isyarat.
"Mereka baru di sini selama lima belas menit," bisik Carly lagi, matanya terbelalak. "Dan studio kami sudah resmi dijajah."
YAPPING SPENCER (YANG BUTUH TRANSLATOR)
Kamera Carly kemudian menyorot ke arah area panggung utama, di mana Spencer sedang dikerubungi oleh Suho, Lay, dan Onew. Spencer sedang dalam mode yapping (mengoceh tanpa henti) tingkat akut dengan ekspresi wajah yang sangat menggebu-gebu, menggunakan bahasa campuran yang bahkan tidak terdaftar di Google Translate.
"Jadi, listen to me, my Korean brothers!" seru Spencer sambil mengayun-ayunkan kuas cat yang penuh dengan lumatan mentega. "Konsep patung ini adalah The Manifestation of Post-Modern Fried Chicken! Kalian paham? Ini adalah kritik sosial terhadap mahalnya harga sayap ayam di Seattle! Ini adalah seni yang bergolak! It's like... boom! Chikin! Crunch! Understand?!"
Suho, sebagai leader EXO yang selalu berusaha sopan, hanya mengangguk-angguk dengan senyum kaku yang sangat dipaksakan, meski matanya memancarkan kepanikan murni.
Di sebelahnya, Lay menatap Spencer dengan pandangan kosong yang sangat legendaris. Lay kemudian berbalik ke arah Onew dan berbisik dalam bahasa Mandarin, yang jika diterjemahkan artinya: "Apakah orang tinggi berpakaian taco ini sedang merapalkan mantra kutukan untuk mengubah kita menjadi sosis?"
Onew tidak menjawab. Dia terlalu sibuk mengangguk-angguk setuju pada ucapan Spencer sambil sesekali menggigit ujung sosis dekorasi, mengira itu adalah camilan gratis.
"Freddie!" Teriak Carly dari balik kamera. "Cari translator sekarang! Spencer membuat mereka mengira kita adalah sekte sesat penyembah ayam goreng!"
DAPUR PERANG (OMELAN FREDDIE & AKSI SAM)
Carly membawa kameranya berjalan cepat menuju area dapur, mencoba kabur dari radiasi kegilaan Spencer. Namun di dapur, suasananya tidak kalah mencekam.
Freddie Benson sedang berdiri di depan wastafel, menjambak rambutnya sendiri hingga berantakan. Di sekelilingnya, meja dapur sudah dipenuhi oleh mangkuk-mangkuk kosong, kotak sereal yang tumpah, dan tiga buah blender yang mendadak rusak.
"Ini tidak masuk akal, Sam! Tidak masuk akal!" Omel Freddie dengan suara melengking frustrasi, wajahnya merah padam. "Kenapa Changmin dan Kyuhyun bisa menghabiskan seluruh stok makanan darurat kita dalam waktu tujuh menit?! Mereka itu manusia atau black hole?! Aku baru saja membeli daging kornet itu tadi pagi!"
Sam Puckett, yang sedang duduk di atas konter dapur sambil memegang tulang rusuk sapi berukuran raksasa, mendengus remeh. "Halah, cerewet sekali kau, Benson. Biarkan saja mereka makan. Lagipula, anak yang namanya Changmin itu punya selera daging yang bagus. Kami baru saja melakukan kontak mata, dan aku tahu, dia adalah belahan jiwaku dalam urusan kelaparan."
"Masalahnya bukan itu, Sam!" Teriak Freddie lagi, suaranya makin meninggi saat mendengar suara dentangan panci dari arah belakang.
Ternyata Ryeowook dan D.O. sudah mengambil alih kompor dapur iCarly. Mereka berdua sedang memasak sesuatu yang baunya sangat tajam, menggunakan spatula seolah-olah itu adalah senjata perang. D.O. menatap Freddie dengan tatapan matanya yang tajam dan dingin, membuat Freddie langsung ciut dan mundur tiga langkah ke dekat Sam.
"Oke... oke... silakan lanjut memasak, Tuan-tuan yang terhormat," bisik Freddie ketakutan.
PRENGAT-PRENGUT GIBBY (SANG CLEANING SERVICE DADAKAN)
Carly memutar kameranya lagi ke arah sudut ruang tamu. Di sana, terlihat Gibby sedang jongkok sambil memegang kemoceng dan sebuah pengki plastik.
Wajah Gibby bener-bener prengat-prengut—cemberut maksimal dengan bibir yang dimajukan lima senti. Rompi keripik kentangnya sudah copot setengah karena tersenggol pantat Shindong yang tadi sempat lewat sambil berjoget.
"Ini tidak adil," gerutu Gibby sambil menyapu kapuk-kapuk sofa yang bertebaran di lantai akibat ulah Minho dan Chanyeol yang tadi main lempar bantal. "Kenapa aku yang harus membersihkan ini? Aku ini pengisi acara, bukan pembantu!"
Tepat saat Gibby mengeluh, Key dan Heechul berjalan melewati Gibby. Heechul melihat Gibby yang sedang cemberut, lalu dengan santainya melemparkan selembar tisu bekas bedak ke arah pengki Gibby.
"Kerja yang bagus, anak muda. Semangat!" Ujar Heechul dalam bahasa Korea, memberikan gestur finger heart dengan wajah tanpa dosa sebelum kembali berlari mengejar Eunhyuk yang sedang mencoba memakai helm sepeda milik Freddie.
Gibby menatap tisu itu, lalu menatap kamera Carly dengan mata berkaca-kaca karena kesal. "Carly... lihat mereka! Mereka memperlakukan pengki-ku seperti tempat sampah VIP! Aku mau pulang! Aku mau cari Ibuku!"
"Sabar, Gibby! Demi rating internet!" Seru Carly dari balik kamera, menahan tawa sampai perutnya kaku melihat muka melas Gibby yang sangat ikonik.
Dari ruang tengah, suara intro lagu Bad Romance kembali berdentum kencang dari pelantang suara karena Taemin dan Kai baru saja menemukan tombol volume maksimal.
SEGMENT PENGAKUAN (CARLY & FREDDIE)
Kamera berganti latar belakang menjadi dinding biru polos dengan logo iCarly yang agak miring. Carly dan Freddie duduk berdampingan di atas dua kursi bakso. Freddie memegang kompres es di pelipis kanannya, sementara Carly terus-terusan memijat dahi.
CARLY: "Aku tahu industri musik pop punya konsep yang namanya fan service. Aku tahu! Aku sering membaca internet, aku tahu penggemar suka melihat idola mereka bertingkah akrab. Tapi apa yang terjadi di ruang latihan bawah tanah milik Gibby tiga puluh menit yang lalu... itu bukan akrab. Itu adalah anomali ruang waktu yang merusak sistem saraf kami."
FREDDIE: (Meringis, membetulkan posisi kompres es) "Migrain sebelahku ini punya nama sekarang, Carly. Namanya 'EunHae'. Kepalaku berdenyut setiap kali mendengar ketukan lagu tahun 90-an. Semuanya bermula saat mereka meminjam ruang latihan dance Gibby. Mereka bilang mereka butuh ruang kedap suara untuk menyempurnakan koreografi retro."
PENGAKUAN GIBBY (TRAUMA PEMILIK RUANGAN)
Layar berganti ke Gibby. Dia duduk di lantai ruang latihannya yang dikelilingi cermin. Wajahnya bener-bener kusut, rompi keripik kentangnya sudah robek total, dan dia sedang memeluk sebuah radio tape tua seperti anak kecil yang kehilangan mainan.
GIBBY: "Ruangan ini... ruangan ini dulunya adalah tempat suci tempatku melatih otot perut dan koreografi dansa robotku yang gagah. Lalu dua orang itu—Donghae dan Eunhyuk—masuk. Mereka terlihat sangat keren, oke? Aku bahkan sempat kagum. Mereka menyalakan lagu It's Gonna Be Me milik *NSYNC. Gerakan mereka? Boom! Sinkronisasi tingkat dewa. Aku sampai melongo."
(Gibby menarik napas dalam-dalam, matanya menerawang ngeri)
GIBBY: "Mereka menari seperti robot mainan yang lincah. Tepat di bagian tengah lagu... pas lirik 'Every little thing I do, never seems enough for you', suasananya mendadak berubah dramatis. Lampu ruangan entah kenapa mendadak meredup sendiri. Mereka berputar, saling berhadapan, napas mereka terengah-engah, tatapan mata mereka seperti mau saling menerkam. Dan kemudian... BAM! Mereka berciuman! Tepat di depan mataku! Di tengah ruangan! Mereka melakukannya dengan sangat profesional seolah-olah itu adalah bagian dari koreografi wajib?!"
PENGAKUAN SAM & SPENCER (AKSI APOTIK DARURAT)
Layar terbagi dua (split screen). Di sebelah kiri ada Sam yang memegangi perutnya yang keroncongan tapi mual, dan di sebelah kanan ada Spencer yang masih memakai helm las tapi wajahnya pucat pasi, memegang sebotol sirup obat pencernaan.
SAM: "Dengar, aku ini Sam Puckett. Aku pernah melihat orang dipukul pakai kaos kaki berisi mentega, aku pernah melihat Gibby jatuh dari atap, aku bahkan tidak berkedip saat melihat Spencer membakar celana dalamnya sendiri. Tapi melihat dua cowok Korea itu mendadak melakukan aksi bioskop romantis di tengah lagu boygrup Amerika... perutku langsung bergejolak hebat. Rasanya seperti seluruh daging asap yang kumakan seminggu ini mendadak ingin melompat keluar dari ususku."
SPENCER: (Menenggak obat langsung dari botolnya) "Itu adalah syok budaya yang menyerang jalur pencernaan, Sam! Aku yang sedang asyik merekatkan sosis di luar ruangan langsung terpaku di depan pintu kaca. Estetika visualnya terlalu intens! Otakku tidak siap menerima plot twist selevel itu dari sebuah lagu pop! Perutku langsung melilit seperti ditarik ulur oleh takdir!"
SAM: "Kami berdua langsung lari tunggang langgang keluar dari apartemen, menembus hujan Seattle, cuma demi pergi ke apotik 24 jam di ujung jalan. Apoteker di sana sampai bingung melihat anak punk dan pria dewasa berkostum taco datang sambil memegangi perut, berteriak meminta obat pereda diare paling manjur karena baru saja menyaksikan 'keajaiban K-Pop'."
POSTINGAN BLOG FREDDIE (JUDUL: JANGAN PERNAH UNDANG MEREKA LAGI)
Diposting oleh: TechBenson_98 Tanggal: 3 Hari Pasca Insiden Suasana Hati: Trauma, Menggigil, Butuh Ruwat
[KOLOM KOMENTAR DIKUNCI OLEH ADMIN]
Halo para pembaca blogku. Jika ketikanku agak berantakan, itu karena tanganku masih gemetar menahan sisa-sisa trauma spiritual. Aku baru saja sembuh dari demam tinggi 39 derajat Celsius yang menyerangku selama tiga hari berturut-turut. Dokter bilang ini "demam psikosomatis". Aku bilang, ini adalah serangan gaib akibat terlalu banyak melihat plot twist romansa pria-pria SM Entertainment di tempat yang salah.
Mari kita bahas kejadian di dapur pertamaku.
INSIDEN DAPUR MAUT (LEETEUK & HEECHUL)
Malam itu, aku berniat ke dapur hanya untuk mengambil sebotol air mineral karena tenggorokanku kering setelah berteriak mengatur kabel mikrofon. Tapi apa yang kutemukan di sana?
Leeteuk dan Heechul sedang berdiri di depan kompor. Aku tidak tahu apa yang sedang mereka masak—baunya seperti sup rumput laut bercampur aroma parfum mahal—tapi atmosfer di antara mereka berdua sama sekali tidak seperti orang sedang memasak masakan normal. Suasananya mendadak berubah menjadi drama Korea romantis dengan filter soft blur.
Leeteuk sedang memegang sendok sayur, lalu menyuapi Heechul dengan ekspresi wajah yang... astaga, manis sekali sampai-sampai aku merasa amandelku mau copot karena kadar gula yang berlebihan. Heechul mengecap sup itu, tersenyum cantik (aku benci mengakui kalau dia memang cantik), lalu tiba-tiba—CUP!
Heechul mengecup pipi Leeteuk sebagai tanda terima kasih atas supnya! Tepat di depan mataku yang polos ini!
Aku membeku di ambang pintu dapur seperti patung es. Sendok sayur di tangan Leeteuk berdenting jatuh ke lantai, bersamaan dengan runtuhnya seluruh akal sehatku. Malam itu juga, badanku langsung menggigil, pandanganku berputar, dan aku terpaksa meringkuk di bawah selimut selama tiga hari sambil terus meracau dalam tidur tentang "Sup Rumput Laut Cinta".
MANDI KEMBANG TUJUH RUPA (YUNHO & JAEJOONG)
Belum sempat jiwaku pulih seutuhnya dari duo Super Junior itu, keesokan harinya aku harus menyaksikan babak kedua yang jauh lebih intens di lorong apartemen. Kali ini pelakunya adalah tetua dari TVXQ!: Yunho dan Jaejoong.
Aku bersumpah, mereka berdua hanya sedang merapalkan lirik lagu Bad Romance di sudut ruangan. Tapi cara Yunho menatap Jaejoong itu tidak ramah untuk kesehatan mental penonton. Yunho tiba-tiba menarik kerah jaket Jaejoong, menyudutkannya ke dinding lorong, lalu membisikkan sesuatu yang membuat telinga Jaejoong memerah. Jaejoong hanya tertawa kecil, lalu merapikan dasi Yunho dengan gerakan tangan yang sangat lambat dan penuh perasaan.
Itu dia! Aura magis mereka begitu kuat sampai-sampai aku merasa ada hawa sial yang menempel di pundakku.
Begitu mereka bergeser, aku langsung menelepon Ibuku. Atas saran Ibu, aku akhirnya pergi ke pasar swalayan, membeli tiga kantong bunga mawar, melati, dan kenanga, lalu melakukan mandi kembang tujuh rupa di bak mandi saat itu juga demi membuang kesialan dan membersihkan mataku dari visualisasi yang terlalu ber-damage tersebut. Kulitku sampai bau kuburan selama dua hari, tapi setidaknya jiwaku merasa agak suci!
KILAS BALIK TRAUMA HAWAII (TAO & LUHAN + ANAK SHINee)
Tapi jujur saja, semua kejadian di Seattle ini sebenarnya hanyalah pemicu dari trauma lamaku yang terpendam. Ingatkah kalian saat iCarly memenangkan liburan gratis ke Hawaii tahun lalu? Komplotan SM ini ternyata juga sedang ada di sana untuk liburan agensi mereka.
Malam itu di dekat kolam renang resor, suasananya sangat tenang. Aku sedang duduk di tepi kolam bersama anak-anak SHINee (Onew, Key, Minho, dan Taemin) sambil menikmati es kelapa. Tiba-tiba, Tao dan Luhan berjalan melewati area kolam.
Tao mendadak merengut karena kakinya tidak sengaja menginjak kulit kerang. Melihat hal itu, Luhan dengan sigap berlutut di depan Tao, mengangkat kaki Tao, dan meniup telapak kakinya dengan pandangan mata yang begitu lembut seolah-olah Tao adalah pangeran rapuh yang terbuat dari kaca porselen.
Momen itu sangat manis. Terlalu manis. Saking manisnya, kadar estetikanya merusak gravitasi bumi di sekitar kami.
"Oh, tidak. Mataku!" Teriak Key spontan.
Akibat syok berat dan hilangnya keseimbangan karena panik, Minho yang memiliki refleks atletis malah tidak sengaja menyenggol Onew. Onew jatuh menabrak Taemin, Taemin menarik kaosku, dan dalam hitungan detik—AKU DAN SELURUH ANAK SHINee NYEBUR BERJAM-JAM KE DALAM KOLAM RENANG dengan posisi jungkir balik yang tidak estetik sama sekali!
RITUAL LAMBE TURAH DI BELAKANG STUDIO
Pojok loteng dekat tempat penjemuran Spencer mendadak disulap menjadi markas ghibah nasional. Sam Puckett duduk bersila di atas kotak kayu sambil memegang ham utuh, bertindak sebagai pimpinan sidang. Di depannya, belasan kepala pria tampan dari SM Entertainment merapat, berdesakan dalam lingkaran konsentris, mengabaikan status mereka sebagai superstar Asia demi asupan gosip segar.
"Oke, dengerin semuanya," Sam membuka sidang dengan suara berbisik tapi penuh penekanan. "Gue kumpulin kalian di sini karena kepala gue, Spencer, sama Freddie udah mau pecah sebelah alias migrain akut. Ruangan ini bau minyak angin gara-gara ulah temen-temen kalian!"
Kyuhyun (Super Junior) langsung mengacungkan tangan paling cepat, matanya berbinar licik. "Sebagai perwakilan adek kelas yang tertindas, gue mau mual duluan. Lu tahu kagak, Sam? Insiden dapur Leeteuk-Heechul itu belum ada apa-apanya dibanding kalau mereka lagi di dorm!"
"Heh, omongin tuh yang bener!" Shindong menyenggol Kyuhyun pakai sikutnya, tapi sedetik kemudian dia malah ikutan condong ke depan. "Tapi emang bener sih. Gue yang sekamar sama mereka kadang berasa kayak jadi obat nyamuk elektrik. Gak mati, tapi tersiksa."
PENDERITAAN ANAK-ANAK SHINee & LINI EXO
Onew (SHINee) yang kepalanya masih dibalut handuk kecil karena insiden nyebur ke kolam di Hawaii kemarin, mendesah berat sambil memijat pelipisnya.
"Kalian cuma ngelihat di dapur," cetus Onew lemas. "Lah kami? Di Hawaii kemarin, pas Tao sama Luhan ditiup-tiup kakinya itu, si Minho langsung syok kultural sampai nge-blank. Makanya dia gak sengaja nyenggol gue sampai kita semua nyemplung kayak lele kesetrum!"
"Asli, gue saksinya!" Key menimpali dengan nada ngegasnya yang khas, tangannya sibuk mengipas-ngipas wajahnya yang kepanasan. "Si Luhan itu kalau udah mode protektif ke Tao, dunia berasa milik berdua. Kita yang SHINee ini cuma dianggap hiasan pohon kelapa pajangan resor tahu gak!"
Dari kubu EXO, Suho selaku leader tampak mengurut dada, mencoba menjaga wibawa meski gagal total. "Gue sebagai dompet berjalan mereka udah kenyang, Key. Kemarin pas di bandara, Luhan beliin Tao jaket seharga motor matic cuma gara-gara Tao bilang: 'Gege, dingin...' Gue yang bayar pajangannya cuma bisa senyum sambil nahan nangis."
Sehun yang duduk di sebelah Suho hanya mangut-mangut sambil menyeruput bubble tea-nya dengan santai. "Tapi seru tahu, Hyung. Dapat tontonan gratis."
D.O. menatap Sehun dengan pandangan mematikan khasnya. "Seru matamu. Mata gue sampai rabun ayam gara-gara keseringan kesilauan aura cinta mereka."
ANALISIS TEKNIS SPENCER DAN GIBBY
Spencer, yang dari tadi dengerin sambil mencatat di papan ujian menggunakan krayon merah, tiba-kira berdiri. Helm lasnya dinaikkan ke atas kepala.
"Tunggu, tunggu! Jadi menurut analisis seni-komedi gue," ujar Spencer sambil menunjuk papan tulis kosong. "Kemesraan Yunho dan Jaejoong itu tipikal High-Class Melodrama. Yang satu narik kerah baju, yang satu ngerapihin dasi... itu sinematik banget! Masalahnya, kenapa harus dilakukan di lorong apartemen gue?! Di depan kotak surat?!"
"Nah! Bener banget!" Junsu (TVXQ!) tiba-tiba ikutan nimbrung, tertawa lumba-lumba yang melengking khas. "Aha-ha! Mereka emang gitu, Hyung! Dari zaman debut, kalau Yunho udah mode 'Papa Bear' dan Jaejoong mode 'Mama Bear', gue sama Changmin mending pura-pura pingsan atau pura-pura mati."
Changmin yang dari tadi diem karena fokus ngunyah biskuit pemberian Sam, akhirnya angkat bicara setelah menelan makanannya. "Gue bahkan pernah sengaja mesen makanan porsi porsi kuli cuma buat dipajang di antara mereka berdua biar mereka gak saling tatap-tatapan. Tapi tetep aja, mereka suap-suapan ngelewatin tumpukan piring gue. Migrain gue udah kronis sejak tahun 2004."
PRENGAT-PRENGUT GIBBY & RENCANA REVOLUSI
Gibby yang dari tadi duduk paling pojok sambil meluk sapu, mukanya makin prengat-prengut maksimal. Dia menatap Kai, Lay, Chanyeol, Sungmin, dan Ryeowook bergantian.
"Gue gak peduli mereka mau melodrama apa enggak," gerutu Gibby sambil memajukan bibirnya. "Masalahnya, gara-gara mereka berdua ciuman di ruang dance gue pas lagu *NSYNC, sapu gue jadi patah dua karena gue pakai buat nopang badan gue yang lemes karena syok! Siapa yang mau ganti rugi?!"
Kai langsung menepuk pundak Gibby dengan simpatik. "Sabar, Bro. Gue sebagai sesama dancer paham trauma lu. Nanti gue ajarin dance yang gak pake plot twist ciuman deh. Kita murni body roll aja sampai encok."
"Gimana kalau kita bikin petisi?" Usul Ryeowook sambil memegang panci kecil yang dibawa dari dapur. "Kita kumpulin tanda tangan. Isinya: Dilarang melakukan fan service di radius 50 meter dari kru iCarly dan member SM yang jomblo."
"Setuju!" Seru Chanyeol sambil bertepuk tangan terlalu heboh sampai menyenggol rak jemuran Spencer hingga ambruk (lagi).
Sam berdiri di atas kotaknya, mengangkat paha ham-nya tinggi-tinggi seperti palu hakim. "Oke! Sidang Lambe Turah darurat ditutup! Kesimpulannya: Mulai menit ini, kalau ada yang kedapatan mesra-mesraan lagi sampai bikin anak iCarly migrain... gue sendiri yang bakal masukin mereka ke dalam loker Freddie dan gue gembok dari luar!"
SUNGMIN MENGAMBIL ALIH MIKROFON GHIBAH
Suasana di pojok jemuran Spencer makin merapat setelah Sam Puckett mengetuk paha ham-nya ke kotak kayu. Baru saja Gibby selesai mengeluhkan sapunya yang patah, Sungmin (Super Junior) tiba-tiba mengangkat tangan dengan raut wajah yang mendadak berubah melas, sekaligus penuh dendam masa lalu yang terpendam.
"Gibby," panggil Sungmin, menatap Gibby dengan pandangan mata yang sangat bersimpati. "Lu mikir lu adalah korban pertama dari koreografi plot twist duo kembar anomali itu? Kagak, Bro. Lu kagak sendirian."
Seketika, seluruh pasang mata di lingkaran itu—mulai dari Chanyeol, Kai, sampai anak-anak SHINee—langsung menoleh sinkron ke arah Sungmin.
"Bentar, Hyung," Kyuhyun memicingkan matanya, langsung mengendus aroma skandal baru. "Jangan bilang lu mau bahas kejadian pas kita latihan buat proyek konser rahasia tahun lalu?"
"Iya! Kejadian jahanam itu!" Seru Sungmin, emosinya mendadak tersulut. Dia langsung merebut kemoceng dari tangan Gibby dan menjadikannya sebagai mikrofon darurat. "Gue udah nahan ini di dalam dada selama setahun penuh ya!"
TRAUMA LAGU BYE BYE BYE
Sam Puckett langsung mencondongkan badannya ke depan, matanya berbinar. "Oh, gue suka bau-bau dendam lama begini. Lanjutin, Min. Gimana ceritanya?"
Sungmin menarik napas dalam-dalam, mencoba menstabilkan emosinya sebelum memulai kesaksiannya.
"Waktu itu, anak-anak Super Junior lagi di ruang latihan SM, mutusin buat nge-cover lagu *NSYNC yang satunya lagi, yang judulnya Bye Bye Bye. Semuanya berjalan normal. Gue, Eunhyuk, Donghae, Shindong, sama Yesung udah berdiri di posisi masing-masing. Koreografinya kan ikonik tuh, yang gerakan tangan seperti boneka tali dipotong, terus melompat ke depan."
Sungmin mulai memperagakan gerakan tangan Bye Bye Bye menggunakan kemoceng Gibby dengan wajah sangat serius.
"Pas masuk ke bagian tengah lagu... tepat di lirik 'I'm doing this tonight, you're probably gonna start a fight...', si Eunhyuk sama Donghae harusnya melakukan gerakan saling memunggungi lalu berputar balik. Tapi entah setan dari mana yang ngerasukin mereka berdua hari itu..."
PLOT TWIST DI TENGAH LAGU
"Gue tebak," potong Spencer sambil menaikkan helm lasnya lagi. "Mereka kagak jadi berputar balik?"
"Lebih parah dari itu, Hyung!" Teriak Sungmin, suaranya naik satu oktav. "Mereka berputar balik, tapi jaraknya mepet banget, sisa satu senti! Eunhyuk langsung menarik tengkuk leher Donghae, dan tepat di ketukan lirik 'BYE BYE BYE!', mereka berdua malah... BERCIUMAN MESRA! Dan itu bukan cuma kecupan biasa, itu ciuman yang ada penjiwaan teatrikalnya!"
Yesung langsung menutup mukanya dengan kedua tangan, mengingat kembali memori terkutuk itu. "Ah, gila... gue inget. Gue yang berdiri tepat di belakang mereka pas bagian formasi segitiga langsung kehilangan kekuatan di lutut gue."
"Asli! Ruang latihan langsung chaos gak beraturan!" Lanjut Sungmin dengan menggebu-gebu. "Gue yang lagi megang botol air mineral langsung gak sengaja ngeremes botolnya sampai airnya muncrat ke muka Shindong Hyung. Shindong Hyung yang kaget langsung kepeleset lantai yang basah, terus badannya ngegelinding kayak bola boling, ngehantam barisan sound system di pojok ruangan sampai semuanya ambruk!"
"Gue inget banget suara 'BRAAAKK' hari itu," Ryeowook menambahkan sambil bergidik ngeri. "Gue yang lagi bikin teh di pantri luar sampai ngira ada gempa bumi berkekuatan 7 skala Richter menghantam gedung agensi."
KAI AMBIL ALIH LINGKARAN GHIBAH
Setelah Sungmin selesai dengan kisah pilu *NSYNC-nya, Kai menggeser posisi duduknya ke tengah lingkaran. Dia membetulkan letak kerah jaketnya, menarik napas dalam-dalam seolah sedang bersiap melakukan pidato kebudayaan yang sangat berat.
"Oke, ganti giliran," buka Kai dengan suara yang ditekan, matanya menatap Sam dan Spencer bergantian. "Kalau kalian pikir anak-anak Super Junior udah paling menderita gara-gara duo kembar mereka, dengerin dulu berkas kasus dari EXO. Ini tentang dua manusia berinisial T dan L yang kalau udah berdua, bisa mengubah lagu pop-klasik, musik rock, sampai lagu country jadi film romantis picisan."
Chanyeol langsung menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya yang lebar. "Aduh, jangan diingetin lagi, Jongin. Gue masih trauma megang stik drum gara-gara kejadian itu."
Suho hanya bisa mengelus dadanya yang bidang. "Duit operasional agensi habis bukan cuma buat bayar sewa studio, tapi buat biaya ganti rugi mental kita semua."
TRAGEDI PERTAMA – UPTOWN GIRL DAN REKAMAN D.O.
"Kasus pertama," Kai mengangkat satu jarinya. "Waktu itu kita lagi ada proyek iseng di studio rekaman, nge-cover lagu Uptown Girl-nya Westlife. Bagian paling sakral, yaitu vokalnya Shane Filan, didelegasikan ke D.O. Kalian tahu sendiri kan gimana seriusnya Kyungsoo kalau lagi rekaman?"
Sam Puckett mangut-mangut sambil mengunyah dagingnya. "Gue tahu cowok bermata belo itu. Dia kelihatan kayak tipe orang yang bakal gigit leher lu kalau lu salah ambil nada."
"Tepat!" seru Kai. "Kyungsoo udah di dalam recording booth, pakai headphone, merem, lagi menghayati nada tinggi yang super emosional. Pas dia lagi dapet banget penjiwaannya, tiba-tiba di balik kaca studio—tepat di sofa tempat kita nunggu—Tao ngeluh kalau tangannya pegal habis latihan wushu. Tanpa babibu, Luhan langsung narik tangan Tao, dipijit-pijit lembut, terus Luhan niup-niup telapak tangan Tao sambil senyum-senyum kayak pangeran lagi nyembuhin peri terluka."
D.O. yang duduk di sebelah Kai langsung mendengus dingin, matanya menyipit ngeri. "Gue lagi nyanyi lirik 'She's been living in her white-bread world', pas gue melek, gue ngelihat pemandangan itu di balik kaca. Fokus gue buyar. Nada tinggi gue meleset dari kunci G ke kunci jahanam. Gue langsung keluar dari booth sambil bawa stand mikrofon, siap buat ngebacok mereka berdua."
"Gue sama Suho Hyung harus nahan Kyungsoo selama dua jam biar gak terjadi pembunuhan berencana di dalam studio," tambah Sehun sambil menggeleng-geleng bosan.
TRAGEDI KEDUA – BAND REHEARSAL SWEET CHILD O' MINE
"Kasus kedua lebih ekstrem," Kai mengangkat jari kedua. "Kita latihan format band buat lagu Sweet Child O' Mine-nya Guns N' Roses. Genre-nya apa? Rock! Musik keras! Chanyeol udah semangat banget gebuk drum, gue pegang bass, dan Lay Hyung lagi dapet banget melodi gitar solonya Slash yang legendaris itu."
Lay yang biasanya kelihatan linglung tiba-tiba mengangguk bersemangat. "Iya! Gue udah keringatan, goyang-goyangkan kepala kayak rocker sejati. Feeling-nya udah dapet banget!"
"Tapi di tengah-tengah lagu, pas melodi gitar Lay Hyung lagi melengking naik," lanjut Kai dengan nada frustrasi, "Tao tiba-tiba hampir kesandung kabel monitor panggung. Luhan yang lagi megang mikrofon langsung ngelempar mik-nya ke lantai—suaranya 'FEEDBACK' melengking merusak kuping—cuma demi nangkep pinggang Tao biar gak jatuh. Mereka berputar di tengah panggung latihan, Luhan meluk pinggang Tao, mata mereka tatap-tatapan dengan latar belakang melodi rock Slash dari gitarnya Lay Hyung. Itu... itu penistaan terhadap musik rock!"
"Gue langsung salah pukul simbal," gerutu Chanyeol. "Stik drum gue patah dua karena gue terlalu syok melihat kelembutan di tengah badai distorsi gitar."
TRAGEDI KETIGA – HOTEL CALIFORNIA DAN ADDITIONAL BAND YANG GIGIT JARI
"Dan yang paling parah dari semuanya adalah kasus ketiga," Kai mengangkat jari ketiganya, suaranya melemah karena mengingat klimaks dari segala trauma. "Pas kita latihan lagu Hotel California-nya Eagles. Karena butuh instrumen tiup dan perkusi ekstra, agensi nyewa additional band—musisi profesional, bapak-bapak senior yang mukanya garang-garang."
"Oh, gue inget bapak-bapak itu," timpal Sehun. "Mereka tipe musisi yang kalau main musik gak pernah senyum."
"Nah, pas bagian akhir lagu, di mana ada solo gitar ganda yang panjang dan ikonik itu, suasananya kan harusnya dramatis dan misterius," ujar Kai, tangannya memperagakan gerakan memetik gitar udara. "Bapak-bapak additional band ini lagi fokus banget mainin perkusi mereka. Tiba-tiba... AC studio mati sebentar. Tao keringatan dan ngeluh gerah. Luhan tanpa sepatah kata pun langsung berdiri di depan Tao, ngelepas kemeja luarnya, terus dikibas-kibasin ke arah muka Tao buat jadi kipas darurat, sambil tangan satunya lagi ngelap keringat di dahi Tao pake tisu sutra."
Seketika Spencer menepuk dahinya sendiri keras-keras sampai helm lasnya bergetar. "Astaga... di tengah lagu Hotel California?!"
"Iya, Spencer! Di depan bapak-bapak musisi senior!" seru Kai emosional. "Dua orang additional band yang lagi megang marakas sama trompet langsung berhenti main. Mereka bengong, mangap, sampai gigit jari mereka sendiri karena gak percaya ada drama romantis anak muda yang kelewat estetik terjadi di depan mata mereka yang udah berkerut! Solo gitarnya berantakan, lagu selesai tanpa arah, dan bapak-bapak itu langsung buru-buru beresin alat musik mereka sambil komat-kamit baca doa penolak bala!"
PEMBUKAAN SIDANG AKBAR MIGRAN
Suasana di pojok jemuran Spencer makin panas. Bau minyak angin aromatherapy sekarang sudah bercampur dengan aroma kopi hitam yang diseduh Kyuhyun untuk menahan kantuk dan pusing. Changmin (TVXQ!) maju ke depan, merebut perhatian lingkaran ghibah setelah mendengar keluhan anak-anak EXO.
"Lu semua baru cerita per grup," suara Changmin terdengar berat dan penuh tekanan batin. "Sekarang biar gue, Junsu, anak-anak Super Junior, sama SHINee ceritain proyek terkutuk agensi yang menggabungkan kita semua dalam satu panggung. Proyek Mega-Medley Rock n' Roll."
"Astaga... proyek jahanam itu," bisik Key (SHINee) langsung menyembunyikan wajahnya di balik jaket. "Gue sengaja nghapus memori itu dari otak gue, kenapa lu bahas lagi, Changmin?!"
"Dunia harus tahu, Key! iCarly harus tahu kenapa kita semua punya trauma kolektif!" seru Kyuhyun sambil menggebrak cangkir kopinya ke lantai.
INTRO REMIX *NSYNC (DUO MAUT BERAKSI)
"Niat awalnya itu keren banget, Spencer, Sam," Shindong mengambil alih narasi, tangannya memperagakan formasi panggung raksasa. "Kita mau bikin medley lagu-lagu legendaris dari Guns N' Roses, Nirvana, Eagles, dan Bon Jovi. Musik cowok banget, penuh distorsi, keringat, dan testosterone!"
"Tapi agensi minta ada intro pengantar," Yesung menimpali dengan lesu. "Dan mereka milih lagu remix Bye Bye Bye dan It's Gonna Be Me milik *NSYNC. Di sinilah malapetaka babak pertama dimulai."
"Gue berdiri di barisan pengiring," ujar Junsu dengan tawa lumba-lumbanya yang mendadak hambar. "Begitu lampu sorot menyala, Yunho dan Jaejoong masuk sebagai pembuka. Mereka melakukan gerakan sinkronisasi intens, tapi tiap kali lirik 'It's Gonna Be Me' bunyi, mereka saling melempar tatapan mata yang... astaga, tatapan mata yang penuh tensi drama romantis!"
"Belum beres syok gue," lanjut Ryeowook yang mulai meremas panci kecilnya lagi, "Duo anomali Donghae dan Eunhyuk masuk dari sisi kiri panggung. Bukannya menari layaknya marionette *NSYNC yang gagah, mereka malah melakukan kontak fisik yang kelewat estetik. Eunhyuk sengaja narik pinggang Donghae pas transisi lagu, bikin seluruh pasukan penari latar di belakang mereka—termasuk gue dan Shindong Hyung—langsung gigit jari berjamaah karena gak kuat nahan tekanan batin!"
BATTLE GITAR TAO & LUHAN (THE SWEETEST ROCK)
"Tapi yang bikin lagu It's Gonna Be Me itu bener-bener kehilangan jati diri sebagai lagu pop-dance adalah di bagian tengah," Taemin (SHINee) akhirnya angkat bicara, matanya menerawang ngeri. "Ada part battle gitar elektrik yang aransemennya dibikin ala-ala rock Guns N' Roses."
"Yang maju siapa? Tao sama Luhan!" seru Onew sambil memijat keningnya yang mulai pening lagi. "Mereka berdua bawa gitar elektrik modifikasi. Harusnya kan kelihatan gahar tuh, saling adu melodi, headbanging, pokoknya rockstar abis!"
"Kenyatannya?!" Chanyeol (EXO) ikutan motong dari luar lingkaran karena gemas. "Di tengah-tengah solo gitar, tali strap gitar Tao agak longgar. Luhan yang lagi mainin melodi langsung berhenti, maju ke arah Tao, dan membetulkan strap gitar itu sambil berlutut di depan Tao, mendongak, terus senyum manis banget! Tao-nya langsung salting, melodi gitarnya meleset jadi petikan lagu pengantar tidur! Kita semua yang lagi megang alat musik di belakang cuma bisa berdiri kaku, gigit jari, sambil mikir: 'Ini kita lagi latihan konser rock atau lagi nonton syuting drama romantis berkedok band?'"
DUET LINTAS GALAKSI (LEETEUK & HEECHUL)
"Itu semua belum puncaknya, teman-teman," Kyuhyun tersenyum getir, menyipitkan mata ke arah Spencer yang sudah melongo menahan ngakak. "Setelah kehancuran lagu rock dan pop itu, tiba-tiba musik melambat. Masuk ke part transisi sebelum lagu Nirvana."
"Tapi entah produser mana yang otaknya geser hari itu," gerutu Sungmin, "Part transisinya malah diisi lagu Goodbye milik Air Supply. Dan yang nyanyi... Leeteuk sama Heechul!"
Seketika seluruh anak SHINee (Onew, Key, Minho, Taemin) langsung kompak menghela napas panjang seraya melakukan gestur berdoa.
"Spencer, Sam, Gibby... dengar ini," suara Kyuhyun bergetar dramatis. "Lagu Goodbye itu kan aslinya udah sedih dan romantis banget. Pas Leeteuk sama Heechul duet, mereka berdiri di atas hidrolik panggung yang naik ke atas. Mereka nyanyi saling berhadapan. Pas lirik 'I can't say goodbye to you...' Heechul tiba-tiba megang pipi Leeteuk dengan tangan kirinya, dan Leeteuk... Leeteuk malah merem pasrah sambil megang tangan Heechul!"
"Demi apa pun! Kemesraan mereka di atas hidrolik itu bukan cuma nembus atap stadion, tapi nembus luar angkasa!" Teriak Shindong histeris. "Aura romansanya begitu kuat sampai-sampai efek asap dry ice di panggung mendadak berubah bentuk jadi gambar hati! Gue yang lagi megang stik drum di bawah sampai gigit jari kuat-kuat sampai hampir berdarah demi nahan jeritan batin!"
"Gue sama Minho langsung pelukan karena gak kuat melihat kelembutan yang melampaui batas astronomi itu!" Key menambahkan sambil menggebrak lantai jemuran. "Niat awal mau dengerin musik rock gahar Bon Jovi sama Nirvana, yang didapat malah hantaman romansa lintas dimensi yang bikin seisi agensi migrain berjamaah selama satu divisi!"
AKHIR DARI SIDANG LAMBE TURAH
Gibby yang dari tadi mendengarkan kisah kolosal itu, kini matanya sudah melotot sempurna. Dia menatap sapunya yang patah, lalu menatap bapak-bapak dan anak-anak SM dengan pandangan takjub sekaligus ngeri.
"Jadi..." Gibby menelan ludah. "Kalian semua... selamat dari ledakan cinta luar angkasa itu?"
"Selamat fisik, Gibby. Tapi mental kami cacat," jawab Changmin datar sambil mengambil biskuit terakhir dari kantong Sam.
Spencer langsung menurunkan helm lasnya lagi, pasrah. "Gue rasa... patung sosis mentega gue gak ada apa-apanya dibanding tingkat keabnormalan komplotan kalian. Kalian adalah mahakarya keos yang sesungguhnya."
Sam Puckett berdiri, membuang tulang ham-nya ke tempat sampah dengan ekspresi puas. "Gue resmi menutup sidang ghibah malam ini. Kesimpulan akhir: Komplotan SM, kalian luar biasa tidak waras. Dan gue suka. Sekarang, mari kita urus Freddie yang masih demam di kamar, sebelum Leeteuk sama Heechul masuk ke kamarnya buat nawarin sup rumput laut jilid dua."
Tepat saat itu, suara alunan melodi lembut lagu Goodbye dari Air Supply sayup-sayup mulai terdengar lagi dari arah ruang tengah loteng, dibarengi suara petikan gitar akustik Luhan yang super lembut, membuat seluruh lingkaran ghibah itu serentak memijat pelipis mereka untuk kesekian kalinya.
CATATAN AKHIR CAST ICARLY (DIKUTIP DARI SITUS RESMI ICARLY.COM)
CARLY SHAY:
"Minggu ini adalah minggu terakhir komplotan SM berada di Seattle, dan sejujurnya, aku tidak tahu harus sedih atau mengadakan syukuran potong tumpeng. Kamar loteng kami sekarang resmi berbau minyak kayu putih, mentega busuk dari patung Spencer, dan sisa bubuk bedak Heechul Hyung. Tapi internet menyukai mereka. Video live streaming kami mencapai 100 juta penonton. Aku belajar satu hal penting dari mereka: kegilaan tidak mengenal batas negara, dan romansa K-Pop bisa membuat pertahanan mental remaja Seattle runtuh dalam semalam."
FREDDIE BENSON:
"Termometerku akhirnya menunjukkan angka normal setelah dua minggu berturut-turut naik-turun akibat kejutan visual. Sebelum mereka pulang, Yunho dan Jaejoong sempat memberiku hadiah perpisahan berupa sebuah jimat keberuntungan Korea. Aku tidak tahu jimat itu berfungsi untuk apa, tapi setiap kali aku mendekati dapur, jimat itu seolah bergetar. Aku melarang Sam membawa radio tape ke dekatku karena jika aku mendengar intro lagu *NSYNC atau Air Supply sekali lagi, aku akan langsung mengunci diri di dalam lemari es."
SAM PUCKETT:
"Gue bakal kangen sama Changmin. Itu anak satu-satunya manusia yang bisa ngajak gue tanding makan tiga kilogram iga sapi tanpa muntah. Tapi gue tetep megang janji gue: Eunhyuk sama Donghae sempet gue gembok di dalam loker sekolah selama dua jam karena mereka nekat mau mempraktikkan koreografi ciuman Bye Bye Bye di depan tukang daging langganan gue. Selamat jalan, komplotan cowok-cowok aneh. Seattle kembali membosankan tanpa aksi salto belakang Tao."
SPENCER SHAY:
"Karya seni tertinggiku, 'The Galactic Sausage of Air Supply', akhirnya selesai dan ditandatangani oleh Leeteuk dan Heechul menggunakan lipstik merah. Lay sempat menitipkan pesan terakhir padaku sebelum naik ke bus. Dia memeluk patung sosisku sambil berbisik, 'Tetaplah tumbuh menjadi sosis yang baik, kawan.' Aku menangis. Pria itu adalah seorang filsuf sejati yang terjebak dalam tubuh seorang idola."
GIBBY:
"GUE. SUDAH. BELI. SAPU. BARU. JANGAN. ADA. YANG. BERANI. CIUMAN. LAGI. DI. RUANG. DANCE. GUE. GIBBYYYYYYY!"
SURAT PERPISAHAN DARI SEOUL (DIKIRIM LEWAT EMAIL AGENSI)
DARI: TVXQ! (Jaejoong, Yunho, Junsu, Changmin)
"Untuk Carly dan tim, terima kasih atas tumpangannya. Ruang tamu kalian sangat nyaman untuk tempat berlatih drama teatrikal kami. Mohon maaf atas rusaknya beberapa engsel pintu akibat Yunho yang terlalu bersemangat melakukan metode 'Papa Bear'. Changmin bilang daging asap di Seattle adalah yang terbaik, dan Junsu masih merindukan tarian tangonya bersama Spencer di tengah malam. Sampai jumpa di konser kami berikutnya!"
DARI: SUPER JUNIOR (Leeteuk, Heechul, Yesung, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Ryeowook, Kyuhyun)
"Kepada Freddie Benson, maaf sudah membuatmu demam tiga hari. Kami sudah mengirimkan satu boks sup rumput laut instan ke Seattle sebagai kompensasi atas insiden dapur kemarin. Untuk Donghae dan Eunhyuk, tenang saja, mereka sudah kami pisahkan kursinya di dalam pesawat menuju Korea agar tidak ada lagi penistaan terhadap lagu-lagu Amerika selama penerbangan 11 jam. Shindong sudah kembali sehat walafiat dari encoknya. We are Super Juni-OR! Terima kasih, Seattle!"
DARI: SHINee (Onew, Key, Minho, Taemin)
"Halo iCarly! Kami bertumpuk di baris belakang bus menuju bandara sekarang. Key sedang sibuk menghapus semua playlist lagu Westlife dan Guns N' Roses dari ponselnya demi menjaga kesehatan mental grup. Onew Hyung meminta maaf karena menghabiskan stok mentega Spencer untuk camilan malamnya. Dan Minho berjanji tidak akan menyenggol orang lagi hingga jatuh ke kolam renang. Shawol, kami pulang!"
DARI: EXO (Luhan, Suho, Lay, Chanyeol, D.O., Tao, Kai, Sehun)
"Untuk aliansi ghibah Lambe Turah (Sam dan Gibby), kalian adalah pendengar yang baik. Suho Hyung akhirnya bisa tersenyum karena kartu kreditnya tidak perlu dipakai untuk membayar ganti rugi marakas additional band lagi. Luhan saat ini sedang memakaikan masker mata dan menyelimuti Tao yang sedang tertidur di kursi pesawat (D.O. sedang menatap mereka dengan tatapan ingin melempar bantal leher dari baris depan). Lay masih mengira Spencer adalah sepupunya yang hilang. Kami akan merindukan kegilaan loteng iCarly!"
SHOT AKHIR (LOG-OFF)
Kamera vlog Carly menyala untuk terakhir kalinya di bandara Seattle-Tacoma. Di latar belakang, siluet dua puluh satu pria tampan berjaket tebal sedang berjalan beriringan memasuki gerbang keberangkatan internasional, melambaikan tangan ke arah kamera dengan kompak.
Tepat sebelum pintu kaca tertutup, sayup-sayup terdengar suara lengkingan vokal Heechul yang melakukan nada tinggi di koridor bandara, disusul suara tawa lumba-lumba Junsu yang menggema.
Carly memutar kamera ke arah wajahnya, menghela napas panjang, lalu tersenyum lepas ke arah lensa.
"Mereka akhirnya pergi, guys. Seattle kembali aman. Saraf kami kembali tenang. Dan untuk terakhir kalinya dari loteng yang penuh mentega dan sosis... aku Carly, dan ini iCarly... sign out."
Klik. Layar menjadi hitam.
