Actions

Work Header

Geonseo enak enak di dorm

Summary:

Junseo punya kebiasaan rahasia: suka telanjang bulat kalau lagi sendirian di dorm. Suatu hari, saat dia sedang santai masak hanya memakai kaos tipis putih, Geonwoo tiba-tiba datang.

Yang seharusnya sore biasa, berubah jadi bikin dapur dorm atas banjir cairan memek nya Junseo.

Notes:

Selamat membaca guys, sorry kalau ada typo karena aku gak baca ulang lagi (gakuat).

Work Text:

Hari ini akhirnya schedule mereka selesai, akhirnya promosi berakhir dan memereka memiliki waktu untuk istirahat selama tiga hari. Sangwon dan leo pergi pergi ke rumah masih masih, Sanghyeon mengajak Arno untuk menginap di rumahnya karena Arno tidak mungkin kembali ke rumah nya. Sedangkan Anxin dan Xinlong sudah di jemput oleh orang tua Anxin tadi pergi untuk entah kemana. Kalau Geonwoo... ntahlah, sepertinya dia juga pergi karena tidak terdengar suara apapun dari dorm bawah atau pesan dari siapapun di grup.

Nah Junseo memanfaatkan waktu ini untuk dirinya sendiri di dorm sendirian, dan bersantai karena ia sudah sangat sering bertemu orang tua nya, orang tua nya pun menyuruh Junseo untuk tinggal saja di dorm agar tidak terlalu lelah bolak balik.

Junseo ini punya kebiasaan yang agak unik, yaitu dia suka bertelanjang saat sedang sendirian di rumah, telanjang bulat, tanpa mengenakan sehelai baju pun. Menurutnya, ia jadi merasa lega saat melakukan ini, leluasa dan ringan tanpa semua baju baju yang menempel di dirinya.

Sekarang pun begitu, Junseo hanya memakai kaos tipis berwarna putih yang hampir transparan, tanpa celana yang menutupi bagian bawahnyaーbahkan memek nya juga terlihat jelas sembunyi diantara kedua paha mulus nya. Ia duduk di sofa ruang tengah, menonton tv sambil memakan cemilan yang sudah ia beli kemarin.

"Ah gak seru, masa endingnya gitu doang? males ah gak memuaskan" ujarnya sendirian karena drama yang sedang di tonton olehnya, Junseo lalu berdiri, mengganti chanel televisi dan pergi ke dapur.

Junseo mengambil teflon kecil lalu mengeluarkan roti tawar dari lemari, ia ingin makan roti panggang dengan telur sekarang. Suara tv menjadi temannya membuat makanannya, sambil ia bersenandung kecil lagu kesukaannya.

Lalu di sisi lain ada Geonwoo yang sudah berada di depan pintu dorm Junseo, ia sudah mengetuk tapi tidak ada yang membukakan pintu. Tujuan ia kemari adalah ingin memberi tahu bahwa ia akan tinggal di dorm, dan apakah boleh jika ia tidur di dorm atas selagi yang lain pergiーmaksudnya agar Junseo tidak kesepian juga sih.

"Lagi mandi kali ya, makanya gak denger" ucap Geonwoo kepada dirinya sendiri. Geonwoo langsung membuka pintu dorm Junseo menggunakan pin yang memang semua member sudah tau, hanya saja kan Geonwoo ingin dipersilahkan masuk, sopan lah istilahnya, mengetuk pintu dulu dan sebagainya.

𝘤𝘦𝘬𝘭𝘦𝘬

Pintu terbuka dan Geonwoo tidak menemukan Junseo sejauh matanya memandang, ke kanan dan ke kiri yang terlihat hanya sofa dan tv yang menyala tanpa ada penontonnya, volumenya memang agak besar sih, "Pantes aja kak Junseo gak denger, gede banget buset"

Geonwoo lalu masuk ke dalam, melempar handphone nya di sofa, dan mengecilkan volume tv. Ia melirik ke dapur, saat ekor matanya menangkap seseorang disana.

Geonwoo lalu berjalan mendekat ke arah dapur, bahkan Junseo tidak menoleh sekalipun. Ia sibuk bersenandung dan membolak balik telur mata sapi nya. Saat Geonwoo melihat kakak tertua nya tidak memakai apapun, ia agak terkejut, benar benar tidak memakai sehelai benang pun dibawah sana. Hanya kaos putih tipis yang menutupi bokong sintal nya, yang kadang terangkat karena gerakan nya saat memasak. Terlihat putih, mulus dan sangat kenyal. Geonwoo ngiler duluan liatnya.

Bisa bisanya Junseo gak pakai apa apa? wahh jackpot besar buat Geonwoo karena udah lama Geonwoo pengen ngerasain memek Junseo. Ngeliat pantat dia yang nyembul karena pake celana jeans ketat aja kontol Geonwoo udah agak ngaceng. Rasanya pengen Geonwoo remes remes biar makin gede pantat nya Junseo. Tiap Geonwoo lirik, pantatnya Junseo seakan ngejek dia dan ngerayu dia buat megang, bener bener menggoda banget pokoknya.

Tanpa aba-aba, Geonwoo menghampiri Junseo dan menghimpit badan Junseo yang lebih kecil. Junseo tersentak kaget lalu melepaskan pegangannya pada teflon, dapat dirasakan badan besar di belakangnya ini jelas Geonwoo, karena siapa lagi yang lebih tinggi dari dirinya dan mempunya badan besar selain Geonwoo? dan benar saja saat ia membalikkan badan, benar Geonwoo.

Gawat ini, Junseo sama sekali gak pake celana, memek dan pantat nya keliatan jelas, duh mampus batinnya.

"Geonwoo? kenapa ngga ngetuk pintu sih?" Ucap Junseo agak panik. berusaha menurunkan baju nya agar menutupi memek nya yang terpampang jelas itu. Tapi tetep aja kelihatan, bajunya aja tipis dan nggak sepanjang itu, gak ada gunanya Junseo coba nutupin.

"Tadi udah ngetuk sumpah, cuman lo gak nyaut. Jadi yaudah gue masuk dan ternyata tv lo volumenya kenceng banget gila" jawab Geonwoo. Dirinya semakin mendekat ke arah Junseo, sedangkan Junseo refleks mundur perlahan ke belakang.

"Dari tadi loh aku liat, gimana pantat kamu yang semok itu ngegoda aku kak"

"Nakal banget ternyata kalau gak ada siapa siapa kamu suka bugil ya?, mau ngapain? mau bikin video porno? mau rekam diri kamu sendiri seharian di rumah gak pake apa apa?"

"Sumpah, aku aja gak nyangka hahaha".

Geonwoo tersenyum nakal melihat Junseo yang sudah panik di depannya. Ia menekan tubuh Junseo lebih rapat ke meja makan yang ada di dapur, lalu menggendongnya dengan mudah untuk di dudukan di atasnya. Selanjutnya tangan kanannya merayap ke bagian bawah Junseo, jari-jarinya yang panjang langsung membelai bibir memek Junseo yang sudah basah.

"G-geonwoo... jangan gitu... malu," bisik Junseo dengan suara kecil dan desahan tipisnya, tapi pinggulnya malah bergerak berlawan arah, ia malah menggesekkan memeknya ke jari Geonwoo. Aneh? aneh!

"Malu tapi basah banget gini, kak?" Geonwoo terkekeh. Dua jarinya menyusup pelan ke dalam lipatan hangat dan licin itu, mengaduk-aduk perlahan sambil ibu jarinya menggosok klitoris Junseo yang ternyata sudah agak bengkak.

"Ahh......shhh....Geonwoo..." Junseo mendesah, kakinya langsung lemas. Ia mencengkeram pinggir meja lebih kuat saat Geonwoo menambah satu jari lagi, sekarang tiga jari tebal Geonwoo menggoyang di dalam memeknya yang sempit. Entahlah, terakhir kali Junseo memuaskan dirinya sendiri itu dua hari yang lalu, memakai jari jari nya dan itupun ia tidak puas, tapi sekarang Junseo sebenarnya malu harus seperti ini di hadapan Geonwoo, member nya. Tapi tidak bisa dipungkiri jari Geonwoo sangat nikmat....seakan pas diciptakan untuk masuk ke memek Junseo.

Geonwoo bergerak semakin cepat, jarinya keluar masuk dengan suara basah yang memalukan. Ia menekuk jarinya, mencari titik sensitif di dinding dalam Junseo dan menggosoknya berulang-ulang.

"Geon...mnghhh... ahh! d-di situ... enak banget..." Junseo menggeleng-geleng, cairan bening sudah mulai menetes di paha dalamnya. Junseo masih sempat heran kenapa dirinya jadi mudah sekali basah begini saat bersama Geonwoo...biasanya ia harus sekuat tenaga untuk membuat memeknya basah dan becek seperti ini, tapi Geonwoo... melakukan nya dengan mudahnya, dengan wajah tampan nya...membuat Junseo semakin terangsang dan banjir.

Geonwoo tak puas hanya dengan jari. Tiba tiba ia berlutut di depan Junseo, untung saja meja makan itu cukup pendek untuk ia bisa langsung tepat berada di depan memek Junseo. Geownoo membuka kedua paha mulus itu lebih lebar, lalu menempelkan mulutnya langsung ke memek Junseo tanpa aba aba, Junseo tersentak, ia tak mengira Geonwoo akan bertindak sejauh ini...Lidah Geonwoo menjilat dari bawah ke atas, menghisap klitorisnya dengan rakus sambil dua jarinya terus memompa memek Junseo di dalam.

Junseo hampir menjerit. "Geonwoo....AHH...jorok nnghh... ahh....sialann...enak bangethh...mhhh!"

Lidah Geonwoo berputar cepat di klitoris Junseo seakan tahu itu adalah titik terlemah Junseo, sesekali menghisap kuat sambil jarinya mengaduk semakin liar. Junseo tubuhnya mengejang hebat, matanya tak bisa fokus, pinggulnya bergetar tak terkendali.

Tak lama kemudian, Junseo orgasme, cairan cinta nya bercampur cairan bening menyembur keluar dari memeknya, tanpa aba aba membasahi wajah Geonwoo serta membanjiri lantai dapur.

"hah...ahhh....Geonwoo...aku......" Junseo terengah-engah, kakinya gemetar hebat terasa lemas. Ia merasa tidak enak karena membasahi muka Geonwoo dengan cairan nya, tapi Geonwoo sama sekali tidak terusik, ia malah tersenyum puas. Mengusap wajahnya yang basah akan cairan Junseo, "Nakal banget kak, kamu pipisin muka aku? Gila banget baru pakai jari aja udah bocor gini memek nya, gimana kalau aku entot kamu pake kontol aku kak? langsung ngucur pasti ya?" Ucapan kotor Geonwoo itu sialnya membuat cairan Junseo keluar lagi, sedikit sih...tapi ia malu karena ketahuan suka sekali Geonwoo berkata kotor tentangnya.

Geonwoo menampar memek Junseo pelan lalu berdiri lagi, wajahnya menyeringai. Ia langsung mengeluarkan kontolnya yang sudah sangat keras. Junseo melirik ke bawah, melihat kontol Geonwoo yang ternyata besar, dan panjang seperti yang selama ini ia bayangkan-eh?

tanpa aba aba, Geonwoo menggosok-gosokkan kepala kontolnya yang besar dan tegang di sepanjang celah memek Junseo yang masih berdenyut-denyut dan basah. Rasanya licin dan becek, Geonwoo suka tapi Junseo jadi gila sendiri, rasanya seperti di bawa terbang, rasanya melebihi dildo manapun yang pernah ia coba, kontol asli memang ternyata lebih nikmat, batin Junseo. Baru di gesek aja dia udah netes lagi cairannya.

"Masih mau pipis lagi nggak, kak?" goda Geonwoo sambil terus menggesek-gesekkan kontolnya naik turun, sesekali menekan klitoris Junseo dengan kepala kontolnya. "Lihat, memek kamu masih laper banget kayaknya. Cairannya netes terus kak, kamu kayak lonte deh." ucap Geonwoo santai

Junseo menggigit bibir saat Geonwoo memanggilnya seperti itu, suaranya parau. "M-mau...pelan-pelan ya geon... please..." ia sudah tidak malu lagi, toh Geonwoo juga ternyata tidak protes dan sepertinya suka dengan memeknya.

Geonwoo tersenyum puas. Ia merebahkan badan Junseo di atas meja makan, memegang pinggul Junseo dengan satu tangan, lalu menggesekkan kontolnya lagi beberapa kali di luar lubang kemaluannya sebelum pelan-pelan mendorong masuk. Hanya kepala kontolnya, lalu berhenti, niatnya menggoda. Junseo kepalang sange buat main main sama Geonwoo sekarang, tapi ia tidak bisa protes, ia ingin melihat bagaimana Geonwoo mempermainkan dirinya

"Enak?" tanya Geonwoo sambil menggerakkan pinggulnya maju mundur pelan, hanya setengah kepala masuk-keluar, terus menggesek dinding sensitif Junseo. Membuat Junseo kegilaan, ia ingin lebih sekarang, ia ingin seluruh kontol Geonwoo memenuhi dirinya secepatnya.

"Nnghh...sialan... geon...please..masukin semuanya..." erang Junseo, pinggulnya mencoba mendorong ke depan, ingin memasukkan seluruh kontol Geonwoo sepenuhnya

Geonwoo akhirnya mendorong masuk perlahan hingga separuh batang, merasakan dinding memek Junseo yang masih berdenyut setelah squirt tadi memeluknya erat. Ia bergerak sangat pelan, sambil sesekali menunduk menciumi kening Junseo.

"Memek kamu enak banget kak.. ngisap kontol aku gini," bisik Geonwoo di telinga Junseo sambil mengecup lehernya.

"Tau gitu aku pakai kamu dari awal dulu kak....ahh anjingg enak banget bangsat"

Lalu detik berikutnya Geonwoo kembali ke posisinya semula, menggenggam pinggul Junseo lebih erat, jari-jarinya meninggalkan bekas merah di kulit putih mulus itu. Dengan satu dorongan kuat, ia mendorong seluruh batang kontolnya masuk hingga pangkal, menyentuh titik paling dalam di memek Junseo. Membuat Junseo semakin lemas.

"Nnggaaahh..... Geonwoo..ahhh... penuh banget..." Junseo menjerit, tubuhnya menggelinjang. Memeknya yang masih sensitif setelah squirt tadi meregang maksimal, dinding dalamnya berdenyut-denyut memeluk kontol Geonwoo erat sekali.

"Kak... enak banget, sial" desah Geonwoo sambil tangannya mengusap perut Junseo. "Memek kamu ketat banget....kontol aku serasa di pijet...ahh"

Setelah berkata seperti itu, gerakan pinggul Geonwoo mulai kasar. Ia menarik kontolnya hampir keluar sepenuhnya, lalu menghantam masuk lagi dengan kuat. Suara tubuh mereka yang bertabrakan basah dan keras memenuhi dapur kecil itu. Setiap hantaman membuat tubuh Junseo bergoyang hebat, bokong sintalnya bergoyang-goyang kenyal setiap kali bertabrakan dengan pangkal paha Geonwoo.

"Ahh! geon... enak banget... ahh!!" Junseo mendesah tak karuan, dadanya membusung, air matanya sedikit keluar karena kenikmatan yang terlalu intens. Tangan Geonwoo satu merayap ke depan, meremas dada Junseo dari dalam kaos tipis sambil memilin putingnya, tangan satunya lagi turun menggosok clit Junseo dengan kasar tapi tepat.

Geonwoo semakin liar. Hantaman menjadi lebih dalam dan cepat, kontolnya keluar-masuk dengan ritme brutal. Tapi di sela-sela itu, Geonwoo selalu mainkan puting Junseo dengan lembut, membuat Junseo merasakan kenikmatan penuh.

"Kak...mulai sekarang kamu punyaku ya... memek ini cuma boleh aku yang pake..." gumam Geonwoo sambil menghantam lebih keras,

"Iya... geon... ahh! Milik kamu... please... please..mau lagi-hhhh" Junseo sudah tak punya kendali lagi. Tubuhnya gemetar hebat, cairan beningnya terus keluar membasahi kontol Geonwoo dan paha mereka berdua.

Geonwoo mempercepat gerakannya, tangannya memegang pinggul Junseo kuat-kuat sampai memar kecil, tapi sesekali ia mengelus pinggul itu dengan sayang. Hantaman demi hantaman semakin dalam, ujung kontolnya terus menabrak titik sensitif Junseo.

Tak lama kemudian, Junseo mengejang keras sekali. "Geinwoo—ahhhh... lagi... nghhhh..h-hiks enak banget"

Geonwoo terus menghantam dengan ritme kasar, kontolnya keluar-masuk dalam-dalam di memek Junseo yang sudah sangat becek. Setiap hantaman membuat cairan Junseo muncrat kecil-kecil. Suara desahan Junseo makin melengking, Geonwoo suka mendengarkan nya.

Tubuh Junseo sudah gemetar hebat, perutnya menegang. "Geon... ahh! Aku... mau pipiss... pipis...!"
Geonwoo langsung menyeringai nakal. Ia memperlambat gerakan pinggulnya tapi tetap dalam, lalu tangannya turun ke depan dan menekan kuat perut bawah Junseo tepat di atas tulang kemaluan.

"Jangan dulu, Kak" ucap Geonwoo kepada Junseo dengan suara dalam dan menggoda. "Tahan ya... jangan pipis dulu. Memek kamu cuman boleh muncrat kalau aku udah izinin, ngerti?."

Tanpa menunggu Junseo menjawab, Geonwoo menarik kontolnya keluar sampai hanya kepala yang tersisa di dalam, lalu menggesek-gesekkannya kasar di lubang memek Junseo sambil dua jarinya menggosok clit Junseo dengan cepat dan kuat.
"Nngghh—Geonwo... sialan... aku nggak tahan..." Junseo menangis kecil, pinggulnya bergetar hebat mencoba menahan dorongan kuat untuk squirt. Cairan beningnya terus mengalir deras di selangkangannya, tapi Geonwoo tak membiarkannya lepas.

Geonwoo memasukkan tiga jarinya lagi di samping kontolnya, mengaduk-aduk memek Junseo dengan gerakan brutal sambil tetap menekan perut bawahnya. "Tahan kak... tahan dulu. Lihat, memeknya sudah mau meledak gini. Basah banget, enak banget. Kalau kakak pipis sekarang, aku bakal marah dan ngentot in kamu sampai pagi"

"Geonwoo... please... aku mau pipis... nggak kuat...ahhh shhh" Junseo menggeleng merengek, air matanya jatuh ke meja makan. Tubuhnya mengejang-ngenjang, dinding memeknya berdenyut-denyut liar menggenggam jari dan kontol Geonwoo.
Geonwoo terus menggoda tanpa ampun. Ia mempercepat gerakan jarinya, menekuknya tepat di titik sensitif sambil kontolnya sesekali menghantam pelan tapi dalam. Setiap kali Junseo hampir meledak, Geonwoo menekan perutnya lebih kuat dan memperlambat gerakan.

"Belum boleh... tahan lagi sebentar ya kak..." goda Geonwoo sambil menunduk mencium bahu Junseo lembut, kontras dengan tangannya yang kasar mempermainkan memek Junseo.
Junseo sudah menangis kelelahan kenikmatan. "Please... aku... mau pipis... mnghhh... tolong..."
Baru setelah Junseo benar-benar gemetar tak terkendali dan memohon dengan suara pecah, Geonwoo akhirnya melepaskan tekanan di perutnya dan menghantam keras beberapa kali berturut-turut.
"Sekarang... pipis buat aku kak, pipisin aku sekarang."

Junseo menjerit keras, tubuhnya mengejang hebat.

𝘚𝘩𝘩𝘩𝘳𝘳𝘳𝘵!!

Suara squirt pertama keluar sangat deras, seperti air mancur yang menyembur kuat dari selang yang ditekan. Cairan bening Junseo memuncrat deras keluar dari memeknya yang meregang, menyemprot kontol Geonwoo dengan suara 𝘣𝘺𝘶𝘳𝘳𝘳 basah dan nyaring, lalu jatuh ke lantai dapur dengan cecer kecil berulang.

"Geonwoo...!! AHHHHH!!"

Tapi squirtnya tidak berhenti di satu kali. Setiap kali Geonwoo menghantam lagi, memek Junseo menyembur lagi dengan kencang, suara khas yang nyaring dan kemaluan nya yang semakin deras mengeluarkan cairan cinta nya tanpa henti. Suaranya campur aduk antara cipratan air yang kuat dengan bunyi basah 𝘴𝘱𝘭𝘶𝘳𝘵-𝘴𝘱𝘭𝘶𝘳𝘵 saat cairan menyembur keluar dari celah memek yang penuh gesekan kontol Geonwoo.

Junseo squirt berkali-kali, cairannya muncrat jauh sampai membasahi wajah Geonwoo, lantai dapur, bahkan sedikit ke teflon yang masih ada di kompor. Suaranya semakin lemah tapi tetap basah dan mesum 𝘴𝘩𝘩𝘳𝘳𝘵... 𝘱𝘭𝘦𝘳𝘳𝘵... 𝘣𝘺𝘶𝘶𝘶𝘳𝘳 — setiap kali gelombang orgasme menyapu tubuhnya.

Junseo sangat luar biasa, batin Geonwoo melihat Hyung tertua nya itu bergetar karena nikmat dan bagaimana memek nya tak berhenti mengucurkan cairannya.

Geonwoo menggeram puas merasakan memek Junseo mengencang hebat di saat squirt.

Setelah di rasa memek Junseo sudah tenang dan berhenti mengeluarkan cairannya, Geonwoo terus menghantam dengan ritme kasar dan dalam, kontolnya yang tebal keluar-masuk memek Junseo yang sudah sangat licin dan berdenyut. Setelah Junseo squirt deras tadi, memeknya jadi semakin sensitif dan sempit, seolah memijat kontol Geonwoo tanpa henti.

"Geon... ahh! Terus... enak banget...hiks.... mnghhh" erang Junseo, suaranya sudah pecah, dicampur tangisan nikmat dari mulutnya.

Geonwoo merasakan kontolnya sudah menegang hebat, orgasmenya sudah di ujung. Ia memperlambat gerakan pinggulnya sedikit, lalu bertanya dengan suara parau kepada Junseo, menatap matanya lekat. Junseo bisa merasakan bahwa Geonwoo akan keluar, karena kontolnya terasa makin membesar di dalamnya.

"Kak... aku mau keluar... mau keluar di mana? Di luar aja ya?"

Junseo langsung menggeleng kuat, pinggulnya malah didorong ke depan agar kontol Geonwoo semakin dalam.
"Jangan... keluar di dalam memek aku aja, geon... please...penuhin memek aku..." rengek Junseo dengan suara manja dan memohon, matanya sayu penuh nafsu. Jackpot sekali untuk Geonwoo, tidak menyangka Junseo malah yang menyuruhnya untuk memenuhi memeknya.

Geonwoo mengerang, gerakannya masih pelan tapi tetap menghunjam dalam. "Tapi... takut kamu hamil nanti..." ucapnya begitu lirik, junseo tersenyum tipis dan tangannya meraih tangan Geonwoo yang ada di pinggangnya, tersenyum lemah sambil masih terengah-engah. "Aku nggak bakal hamil, geon... aku cuma punya memek doang, nggak punya rahim. Kalaupun punya, aku mau dihamilin sama kamu. Jadi... keluar di dalam aja... aku mau ngerasain dipenuhin peju kamu di dalam..."

Geonwoo terdiam sebentar, napasnya kasar. Melihat wajah Junseo yang memohon dan memeknya yang sepertinya sengaja mengetat membuat kontolnya seperti digenggam erat, akhirnya ia mengangguk.

"...Ya udah. aku nurut kamu kak. Aku gak akan berhenti sebelum kamu banjir sama peju aku"

Langsung saja Geonwoo mempercepat hantaman lagi, kali ini lebih brutal dan dalam. Kedua tangannya mencengkeram pinggul Junseo kuat-kuat, menghantam tanpa ampun sambil mendesah kasar.

"Ahhhh!! Kak... memek kamu emang enak banget... aku....aku mau keluar..."
Dengan dorongan terakhir yang sangat kuat, Geonwoo mendorong kontolnya hingga paling dalam dan meledak di dalam memek Junseo.

Sperma kental nya menyembur deras, menyembur berkali-kali, memenuhi rongga hangat itu hingga penuh. Junseo menjerit kenikmatan saat merasakan pancaran demi pancaran peju Geonwoo membasahi dinding dalamnya. Ia pun juga ikut orgasme melihatnya.

"Nnggaahh... geonwo... anget... banyak banget... ahh.."
Setelah klimaks, tubuh Junseo semakin lemas, tubuhnya tak berdaya di atas meja makan. Lututnya bergetar hebat untuk kesekian kalinya. Kulitnya yang putih mulus sekarang basah oleh keringat, wajahnya memerah merona sampai ke telinga, bibir bawahnya bengkak karena digigit sendiri. Matanya setengah terpejam, air mata kenikmatan masih menggenang di sudut mata.

Memek Junseo masih berdenyut-denyut kuat menggenggam kontol Geonwoo, sperma putih kental Geonwoo meluber banyak dari celah memek Junseo saking banyaknya, menetes kental dan hangat jatuh di meja makan, lalu jatuh ke lantai dapur membentuk genangan kecil. Bokong sintalnya yang kenyal masih sedikit bergoyang pelan, bekas merah jemari Geonwoo terlihat jelas di pinggulnya.

Geonwoo sendiri menempel rapat di atas Junseo, dada bidangnya naik turun cepat, keringatnya bercampur dengan keringat Junseo. Otot lengannya menegang saat memeluk pinggang Junseo erat, kontolnya masih tertanam dalam sambil berdenyut pelan, menyemburkan sisa-sisa sperma. Napasnya panas dan kasar menyapu wajah Junseo.

Akhirnya mereka berdua ambruk ke meja dapur yang untungnya kuat itu. Geonwoo masih tertanam dalam sambil memeluk Junseo dengan penuh kasih. Ia menciumi leher dan bahu Junseo yang basah keringat lembut, tangannya mengelus perut Junseo pelan.

"Maaf aku tiba tiba datang dan... begini....jujur aku juga gak sadar, setelah lihat kamu ternyata gak pakai apa apa, aku langsung hilang kendali kak. Kamu enak banget, aku seneng bisa menuhin kamu," bisik Geonwoo sambil terkekeh pelan, suaranya masih berat. "Memeknya penuh banget sama peju aku sekarang."

Junseo hanya tersenyum lemah, tubuhnya masih sedikit bergetar nikmat. "Ngga papa, toh aku nya juga suka. Ternyata kamu, hahaha ternyata kamu jago banget ngentot ya. Dan... aku suka banget kamu bisa buat aku pipis pipis sampai segitunya, aku gak akan kapok sih hahaha"

Mereka tertawa kecil lalu Geonwoo sambil mencium bibirnya pelan. "Mau kamu bersihin dulu atau lanjut ke sofa?"

Sepertinya ini akan menjadi malam yang panjang bagi mereka berdua.