Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2026-06-10
Words:
2,006
Chapters:
1/1
Comments:
4
Kudos:
109
Bookmarks:
8
Hits:
1,565

selebtok atau selebntot

Summary:

Melihat Ohyul kerap memberi makan fanboys', Ryul pun memutuskan untuk memberikan kekasihnya tersebut pelajaran (yang mungkin berharga).

Notes:

semoga kalian suka xo!!

Work Text:

Setelah menghabiskan waktu seharian shooting untuk keperluan konten dan juga endorsment, Ohyul akhirnya mempunyai waktu senggang. Pemuda berwajah tampan sekaligus cantik itu adalah selebgram TikTok yang saat ini menguasai FYP aplikasi tersebut. Dengan followers, engagement, dan juga rate card yang tinggi, Ohyul kerap kali mendapat panggilan untuk kolaborasi atau pun fanmeet.

Jika memiliki waktu luang seperti ini, Ohyul biasanya akan melakukan siaran langsung untuk mengobrol dengan penggemarnya. Seperti saat ini, Ohyul yang sehabis mandi dengan memakai piyama tidur bercorak, tengah tengkurap dikasurnya sembari menunggu untuk penggemarnya hadir pada siaran langsung.

Mata bulatnya aktif membaca komentar-komentar yang masuk. “Abis mandi ya, Kak?” gumamnya kala membaca salah satu komentar. “Iya, aku baru selesai mandi,” jawab Ohyul. “Kerjaan aku baru selesai, gais. Makanya baru mandi, terus langsung nyalain live buat ngobrol sama kalian.”

Sembari menjilat bibirnya yang terasa kering, Ohyul memainkan kakinya sehingga kaki tersebut muncul di kamera beberapa kali. “Kak Ryul mana?” baca Ohyul lagi. “Ada kok dibawah, lagi main game. Kalian kangen sama Ryul, ya?” tanya Ohyul sembari tersenyum kecil.

Lalu tanpa sadar dirinya tertawa kecil kala melihat komentar yang menyuruhnya untuk membujuk Ryul menjadi tiktokers. “Susah, gais. Aku udah berusaha bujuk Ryul buat bikin akun sendiri dan nge-vlog biar kalian bisa puas liat dia, tapi dia nggak mau,” jelas Ohyul. “Tapi nanti aku coba bujuk lagi deh, siapa tau dia sekarang mau. Soalnya dia sekarang tuh udah mau masuk ke video aku. Kalo dulu kan keliatan pundaknya aja langsung lebay banget minta sensor.”

Ditengah bercerita, mata Ohyul membulat kala hadiah berupa paus muncul di layar ponselnya. “Ih! Ya ampun makasih banyak ya, Haruto,” ucap Ohyul sembari menatap kamera. “Kak Haruto ini setiap aku live selalu kasih gift yang mahal-mahal banget. Kamu nggak mau jadi sugar daddy aku aja, Kak?” canda Ohyul sembari tertawa kecil.

“Kak Ohyul, spill bodycarenya dong. Kakinya kok bisa putih dan mulus banget? Aku yang cewek aja kalah,” ucap Ohyul sembari membaca komenan. “Hah? Perasaan biasa aja?” jawab Ohyul dengan bingung. Lalu kemudian pemuda tersebut menjauhkan tubuhnya dari kamera dan berusaha untuk bangun dari posisi telungkupnya. “Nih, emang kulit aku udah kayak gini dari lahir, gais,” sambung Ohyul sembari menunjukkan full bodynya.

Pemuda itu hanya memakai piyama berlengan pendek dengan sepasang celana yang juga pendek. Membuat kulitnya yang putih dan juga bening itu terekspos. Belum lagi saat tadi ia hendak bangun dari posisinya yang telungkup, membuat dada dan juga pantatnya terekspos dengan jelas. Sontak penontonnya kini bertambah lebih banyak dengan komentar yang terus membanjiri layarnya.

“Rame banget, sumpah,” ucap Ohyul sembari kembali telungkup. “Kak Ohyul auratnya kemana-mana itu, Kak. Aku sampe ngeces liatnya,” gumam Ohyul kala membaca komentar yang tertangkap oleh matanya.

Ohyul tertawa kecil lalu kemudian merengut. “Sadar, Nabilla, sadar!” ingatnya sembari menahan tawa. “Ini kenapa pada komennya paha semua, deh?” tanya Ohyul. “Yaudah aku pake selimut aja biar pikiran kalian nggak kemana-mana,” sambung Ohyul sembari memakai selimut untuk menutupi tubuhnya. Hingga kini yang terlihat hanya wajahnya saja.

Baru saja Ohyul hendak kembali bercerita. Kala mendengar suara pintu kamarnya terbuka, Ohyul pun sontak menolehkan kepalanya dan melihat sosok Ryul yang masuk ke dalam kamar. Dengan itu, Ohyul pun semakin mendekatkan ponselnya ke wajahnya agar sosok Ryul tidak masuk ke dalam layar.

“Ada Ryul, gais. Tuh buat yang nyariin Ryul,” ucap Ohyul sembari melanjutkan siarannya.

Hampir saja Ohyul berteriak saat Ryul secara tiba-tiba masuk ke dalam selimut dan menindih tubuhnya. Wajahnya yang panik itu membuat penonton bertanya-tanya, sehingga kini Ohyul berusaha tersenyum dan menjawab jika dirinya baik-baik saja.

“Siapa yang komen aku panik karena ditusuk titit sama Ryul? Enak aja! Disini tuh kids friendly, ya. Nggak ada tuh hal-hal kayak gitu,” elak Ohyul sembari berusaha untuk menendang kecil kaki Ryul untuk segera pergi.

Namun bukannya pergi, tangan Ryul justru terulur untuk mengambil remote TV di meja samping kasur Ohyul lalu jarinya menekan tombol on, membuat kini suara TV pun menjadi backsound siaran Ohyul.

“Yang nanya Ryul, tadi dia cuma nengokin aku doang abis itu turun lagi buat lanjut main game,” bohong Ohyul karena komentar yang masuk berbondong-bondong menanyakan presensi Ryul.

Sementara Ryul yang sedari tadi menonton siaran kekasihnya pun sudah menahan sabar atas tingkah binal kekasihnya. Belum lagi penonton bernama Haruto yang kerap memberikan hadiah kepada Ohyul. Pasti itu orang aslinya jelek makanya bitchless dan cuma bisa nyawer doang, gumamnya dalam hati.

Maka yang Ryul lakukan saat ini adalah menggesek penisnya pada pantat sekal milik Ohyul. Kedua tangannya meremas pantat sekal tersebut sebelum akhirnya naik untuk menyingkap piyama Ohyul. Membuat punggung Ohyul yang putih dan juga mulus tersebut terekspos.

“Sange ya kamu ditonton sama banyak orang?” bisik Ryul lalu membubuhkan kecupan pada punggung hingga pinggang Ohyul.

Membuat Ohyul sebisa mungkin menahan desahannya tidak keluar serta wajahnya tetap stabil. Jari jemarinya menekuk kala hisapan juga jilatan ia rasakan sepanjang tulang punggung hingga panggulnya. Ohyul sebisa mungkin tetap menjaga ponselnya dengan stabil walaupun aslinya tangannya sudah gemetar dan juga lemas.

Kala Ohyul merasakan tangan Ryul menyelinap ke celananya dan langsung berkontak dengan pantatnya yang tidak dilapisi celana dalam, Ohyul sudah tidak bisa lagi fokus untuk membaca komentar yang masuk.

“Baca komennya dong, lonte. Nanti ketauan kalo kamu lagi di entot sambil live. Atau emang sengaja ya mau pamer kalo kamu lagi di entot? Biar orang-orang bisa liat tubuh dan muka kamu gimana kalo lagi di entot sampe tolol?” bisik Ryul sembari menyingkap celana Ohyul, membuat lubang Ohyul kini terlihat dengan jelas.

Ohyul sekuat tenaga menggigit bibirnya kala ia rasakan kedua jempol Ryul masuk ke dalam lubangnya yang masih kering. Lalu kala Ryul membuang ludah pada lubangnya dan perlahan memelarkan lubangnya, Ohyul hampir saja melempar ponselnya.

“Maaf ya, gais. Siaran kali ini aku banyak diemnya. Soalnya aku capek banget seharian ini,” ucap Ohyul dengan suara yang sedikit parau.

Dan Ohyul dengan cekatan, secepat mungkin menggigit tangannya kala Ryul mengeluarkan jemarinya dan menggantikannya dengan penis pria tersebut. Ohyul memejamkan matanya dengan erat kala Ryul mendorong masuk penisnya sedalam mungkin. Lalu tak lama Ohyul terbatuk karena sudah berusaha menahan desah sekaligus nafasnya.

“Emang gila ya cuaca sekarang tuh bisa hujan, bisa panas. Jadi kalian semua hati-hati, ya. Jaga diri masing-masing. Jangan sampai sakit,” ucap Ohyul sembari tersenyum manis.

Lalu pemuda tersebut kembali menahan nafasnya kala Ryul mulai menggerakkan pinggulnya dan menggenjot lubangnya. Kepala Ohyul total pusing dengan rasa nikmat dan juga rasa was-was jika ia ketahuan tengah berbuat asusila. Perasaan was-was itu membuat dirinya semakin bersemangat dan tanpa sadar lubangnya memijat penis Ryul dengan erat. Membuat Ryul diam-diam memuji betapa nikmatnya lubang milik Ohyul.

“Udah cocok kamu jadi sugar baby, sayang. Lubang kamu pinter banget enakin kontol aku. Emang lubang kamu hadir buat nyarungin kontol aku, yang. Gimana kalau aku entot terus kamu tiap saat, yang? Aku sange banget tiap liat kamu, sayang. Entah kamu lagi di dapur, di kolam renang, di teras, di ruang tamu, semuanya bikin sange,” bisik Ryul sembari kedua tangannya menarik masing-masing pantat Ohyul yang masih memakai celana pendek. Membuat lubang Ohyul semakin terbuka dan Ryul berusaha untuk semakin menenggelamkan penisnya.

Ohyul sontak berjengit. Seluruh tubuhnya terasa seperti di setrum. Maka Ohyul dengan cepat mematikan siarannya lalu memohon kepada Ryul. “Aahh Ryul! Hhnghh nggak kuat aahh,” desahnya sembari mencengkram sprei dan berusaha untuk melarikan diri dari jeratan Ryul.

Bukannya melepaskan Ohyul, Ryul menyibak selimut yang menutupi mereka berdua hingga jatuh ke lantai lalu menahan pinggang Ohyul agar pemuda tersebut tidak bisa kabur. Dengan tangan yang memegang kaki kiri Ohyul, Ryul mengubah posisi Ohyul untuk tidur menyamping dan mengangkat kaki kiri kekasihnya dengan tinggi. Tubuhnya sendiri semakin ia majukan hingga penisnya juga ikut masuk lebih dalam.

“Aakhh! Aahh! Ryulhhh haahh!” raung Ohyul sembari meremas sprei. Tubuhnya bergetar kala Ryul terus saja memanjakan titik lubangnya hingga dirinya sudah tidak bisa menahannya lagi.

Perutnya terasa keram, sementara kepalanya sudah tidak bisa berpikir jernih. Maka Ohyul kini menangis sembari mengeluarkan penisnya yang menegang dan mencengram perutnya kala merasakan sengatan. Sensasi sengatan pada perut dan juga rasa gatal sekaligus nikmat pada lubangnya, membuat Ohyul mengeluarkan cairan putihnya. Hingga kasurnya kini basah dengan cairan sperma yang seperti air pipis tersebut.

“Pecun banget, sayang, tubuh kamu,” ucap Ryul kala melihat Ohyul squirt. “Coba, si Haruto itu bisa nggak bikin kamu kayak gini? Dia bisa nggak bisa kamu keenakan kontol kayak gini?” tantang Ryul. “Cuma aku, sayang. Cuma kontol aku yang bisa muasin kamu.”

Dan Ryul pun membuktikan ucapannya. Pria itu seperti kerasukan. Melihat Ohyul yang begitu cantik dan tidak berdaya, penisnya semakin mengeras dan menghajar lubang Ohyul yang sudah bengkak juga memerah.

“Iya sshh anjing mmhh,” desah Ryul. “Betul, sayang. Remes kayak gitu,” sambungnya sembari mengukung tubuh Ohyul. Lalu wajahnya mendekat pada wajah Ohyul yang terlihat seperti akan pingsan, kemudian ia mengecup kening Ohyul yang penuh dengan peluh dengan sayang.

Dengan pinggul yang terus menghentak pada lubang Ohyul, Ryul membisikkan Ohyul tepat pada telinga kekasihnya tersebut. “Nggak ada yang boleh sama kamu selain aku, sayang. Kamu cuma punya aku doang,” ucapnya posesif sembari menyiumi telinga dan juga leher Ohyul.

Dan dengan tiga hentakan terakhir, Ryul mendonggakkan kepalanya. Terlihat uratnya timbul di sekitar dahi sampai pelipis karena rasa nikmat yang ia rasakan. “Ahh fuck enak banget, sayang,” desahnya sembari mengeluarkan spermanya pada lubang Ohyul.

Ryul menikmati klimaksnya dengan menggoyangkan pinggulnya dengan lambat, membiarkan seluruh spermanya mengisi lubang Ohyul hingga tidak ada yang tersisa. Lalu setelahnya, ia perlahan mengeluarkan penisnya, dengan tangan yang masih menyingkap celana pendek Ohyul. Melihat bagaimana lubang Ohyul yang penuh dengan spermanya tersebut berkedut sembari mengeluarkan lelehan spermanya.

Lalu Ryul pun membenarkan kembali celana Ohyul, kemudian mengecup sepanjang betis kiri milik Ohyul sebelum menaruhnya kembali dikasur. Ohyul sendiri sudah menutup kedua bola matanya dengan dada yang bergerak untuk mengambil nafas. Pemuda berwajah cantik itu total tepar. Dirinya sudah tidak bisa membuka kedua bola mata dan tubuhnya sudah lemas tidak bisa digerakkan.

Sementara Ryul terlihat belum puas. Melihat Ohyul yang tertidur dengan mulut terbuka kecil, membuat dirinya kembali horny. Hal ini membuat Ryul bertanya-tanya, apakah dirinya memiliki fetish somnophilia? Entahlah, yang pasti saat ini Ryul mengurut penisnya yang kembali mengeras lalu perlahan menggeseknya pada belahan bibir Ohyul.

Lelaki tersebut memandang wajah cantik Ohyul, lalu tangannya menarik dagu Ohyul untuk membuka mulut kekasihnya lebih lebar. Kemudian Ryul masukkan penisnya ke dalam mulut hangat Ohyul, dan kepalanya mendongak kala merasakan kepala penisnya bergesekkan dengan lidah panas milik Ohyul.

“Anjinghh enak banget sshh,” ucap Ryul sembari menggoyangkan pinggulnya untuk menggenjot mulut Ohyul.

Tangannya yang menganggur ia pakai untuk mengusap pipi Ohyul dengan sayang. Matanya sibuk mengagumi wajah cantik Ohyul yang tidak pernah membosankan. Sementara pinggulnya mengejar kepuasan untuk merasakan jepitan tenggorokan hangat milik Ohyul.

Penisnya masih begitu sensitif. Maka kala dirinya hendak keluar, Ryul mengeluarkan penisnya dari mulut Ohyul. Lelaki itu mengambil tempat untuk berbaring disamping Ohyul, sementara tangannya perlahan menurunkan celana pendek milik Ohyul. Tangannya mengurut kepala penis hingga batangnya yang tegang dan memerah, sementara tangannya yang lain meraih tubuh Ohyul untuk menempel pada dadanya, Ryul perlahan memasukkan kembali penisnya ke dalam lubang Ohyul dan menggenjotnya dengan lambat hingga perlahan ia mengeluarkan spermanya pada lubang sang kekasih.

“Aahh,” desah Ryul kala ia mengeluarkan spermanya. Ia bubuhkan kecupan pada bahu hingga tengkuk Ohyul sembari menikmati pelepasannya.

Dadanya berdebar, sementara tangannya melingkar erat pada perut Ohyul yang sedikit membuncit karena diisi oleh sperma dan juga penisnya. Dengan suasana yang kelewat nyaman, Ryul menggesekkan hidungnya pada tengkuk Ohyul lalu menghirup aroma tubuh sang kekasih.

“Aku cinta banget sama kamu, Ohyul,” gumam Ryul dengan tangannya yang terulur meraih tangan Ohyul. Ia mainkan jari jemari Ohyul, lalu menautkan jemarinya dengan milik Ohyul. “Aku tau banyak yang kagum sama kamu. Entah perempuan maupun laki-laki. Ya pasti sih, orang yang normal pasti bakal jatuh cinta sama kamu. Makanya aku nggak bakal lepasin kamu seumur hidup aku, Nyul. Kamu cuma milik aku doang,” sambung Ryul sembari mengeratkan pelukannya. Membuat dirinya yang kini tengah cock warming pun semakin nyaman dengan rasa hangat dari Ohyul.

Sengaja Ryul biarkan penisnya bersemayam pada lubang Ohyul semalaman. Biar esok paginya saat keduanya sudah terbangun bisa kembali lanjut untuk bersetubuh. Ryul siap membayar mahal penalti karena Ohyul telat atau harus cancel shooting. Dirinya lebih mampu untuk membayar Ohyul di banding semua brand yang berusaha menghubungi Ohyul. Mungkin ini saatnya ia meminta Ohyul untuk mengurangi jadwal dan menghabiskan waktu untuk bersetubuh dengannya seharian penuh.