Work Text:
Fokus Mark sedari tadi teralihkan, karena bayangan sang kekasih tidur dengan bandmate nya, jungwoo. Sedari tadi Mark tak hiraukan celotehan Donghyuck, sedari di mobil dan akhirnya sampai di rumah keduanya Mark masih enggan berbicara pada pacarnya.
Jangankan untuk berbicara, melihat kekasihnya pun Mark tak mau, dia kesal, sangat kesal hingga tak tau harus meredakan emosinya dengan cara apa.
Donghyuck jelas sadar dengan tingkah laku Mark, tapi ia tak mencoba membujuknya, ia cukup lelah dengan segala kegiatan yang mereka lakukan hari ini, Donghyuck justru memilih untuk mandi terlebih dahulu dan meninggalkan Mark di kamar begitu saja.
Hingga 30 menit berlalu, Mark masih saja diam di sofa sebelah kaca besar yang menghadap ke kota Seoul, nanarnya menatap jalanan ibu kota yang tak kunjung sepi, pikirannya pun melanglang buana entah kemana, ia berpikir dan memutar otak, bagaimana caranya ia kembali bertingkah biasa seperti sebelum cemburunya memenuhi perasaannya.
Donghyuck yang sadar Mark melamun itu kini mendekatkan dirinya dan duduk di atas Mark, ia sengaja sedikit menggoda yang lebih tua karena ia tau Mark nya sedang merajuk padanya. "Kamu kenapa sih diem aja? Aku ada salah?"
Tangan lentiknya itu membelai rambut panjang Mark, dan mengelus wajahnya hingga berakhir di dagu yang lebih tua.
"Kamu cemburu?" Tanya Donghyuck untuk kedua kalinya, Mark yang semakin tak tahan dengan suara manja dan belaian Donghyuck itu kini mau berbicara, dan menatap netra coklat yang lebih muda.
"Aku ga suka tadi kamu pelukan sama Jungwoo, seems like you breastfeed him, it was my place, and my job, tapi malah dia yang kamu peluk"
"You're jealous hm?" Tangan Donghyuck itu meraih tangan yang lebih tua, membawa tangan si lelaki leo itu menuju pahanya yang terekspos akibat masih menggunakan bathrobe.
Meski lampu kamarnya begitu temaram, tapi Mark bisa lihat paha mulus milik sang kekasih, ia bisa merasakan bagaimana kulit si cantik itu sangat lembut.
Tanpa menjawab pertanyaan sebelumnya, Mark itu justru membuka sedikit bathrobe Donghyuck hingga ia bisa menelusupkan wajahnya diantara dada Donghyuck yang sedikit berisi itu.
Donghyuck bisa merasakan gerakan kepala Mark yang mengangguk, Donghyuck tak merasa terganggu dengan tingkah si bayi besar itu, ia justru tersenyum dan mengelus surai cokelat yang akhir-akhir ini menjadi kesukaannya.
"Kakak mandi duluuu.. nanti aku kasih susu" Donghyuck mengangkat kepala Mark dan meninggalkan kecupan basah di bibir yang lebih tua, Mark jelas tau apa yang Donghyuck maksud, dengan begitu dirinya langsung beranjak dari sofa dan meninggalkan Donghyuck ke kamar mandi.
Menit demi menit berlalu, Mark sudah keluar dari kamar mandi, begitu juga Donghyuck, ia sudah siap menyambut Mark untuk bergumul di kasur mereka.
Mark yang melihat kekasihnya itu sudah berbaring di kasur dengan keadaan piyamanya sedikit terbuka dan menampakan dada montokmya langsung saja berlari menuju kasur dan menyambar dada Donghyuck dengan tangan kekarnya "auch! Jangan diremes kuat-kuat!"
"Sayaaangggggg" Mark tak pedulikan omelan yang lebih muda, ia malah memeluk tubuh sang kekasih dan mengusal di dadanya.
"Hmmm, awas dulu... aku mau buka baju" Mark sedikit bergeser dan membiarkan Donghyuck melepas kancing bajunya.
Tanpa perlu waktu lama, Donghyuck berhasil membuka kancing piyama satinnya itu, ia membiarkan Mark langsung mengisap puting merah mudanya layaknya bayi kehausan.
Mark memejamkan matanya merasakan lidahnya bersentuhan dengan kulit Donghyuck yang mulus, ia rasakan juga puting Donghyuck semakin menegang dan berkerut.
Begitupun Donghyuck, ia memejamkan matanya kala merasakan gesekan-gesekan pelan dari Mark, meski begitu tangannya justru asik mengelus surai coklat Mark dan sedikit menjambak surai itu kala Mark tak bisa mengontrol isapannya.
"Pelan-pelan kakak.." Mark enggan menghiraukan Donghyuck, ia justru semakin asik berkelana dengan lidahnya disekitar dada montok Donghyuck, begitupun tangan kekarnya, tangannya seakan berlomba ikut tak mau diam.
Tangannya sibuk meremas dan memainkan puting Donghyuck, menarik, memelintir dan menggaruknya menggunakan kuku Mark. "Ahhh.. kak- jang-anhh dimainin kyk gitu nipplenya"
Donghyuck yang awalnya mengantuk itu justru merasakan tubuhnya menegang karena tangan nakal Mark, Mark yang sadar akan tubuh Donghyuck yang sensitif itu justru semakin asik memainkan puting Donghyuck dan berujung mengelus perut mulus si gemini.
Tapi tak berhenti begitu saja, tangannya justru semakin menjalar ke bawah dan menyelinap masuk ke celana piyama Donghyuck, celananya itu begitu pendek, bahkan bisa memperlihatkan pipi pantat Donghyuck yang semok.
Mark yang semakin nakal itu kian meremas pantat sekal Donghyuck dan mencoba melepas celana pendeknya. Ia sibuk melucuti tubuh bagian bawah Donghyuck tanpa melepas sesapan di mulutnya. "Kakak! Nggghhh aku bilang aku cuma kasih susu, engga lebih! AAKKH!"
Donghyuck berteriak sebab secara bersamaan putingnya Mark gigit dan lubangnya Mark masuk sekaligus dua jari panjangnya itu.
"Nnnghhh ahh.. kak.. Mark... sakit..." Donghyuck meringis kesakitan, meski pada akhirnya ia mendesah keenakan tapi jujur saja perlakuan Mark kali ini membuat tubuhnya kaget.
Mark yang terus menggerakan jemari di dalam anak Donghyuck itu kini melepaskan tautan mulutnya dengan dada Donghyuck, ia mambawa wajahnya turun mengeksplor perut gembul Donghyuck dan menjilati perutnya.
Mata Donghyuck meremang kala Mark tak bisa menahan isapan di perut Donghyuck, mulutnya itu sibuk menyesap dan menggigit perut Donghyuck hingga meninggalkan kemerahan pada perutnya.
Donghyuck hanya bisa mendesahkan nama Mark, tubuhnya tak bisa berbuat apa-apa selain berusaha mengeluarkan cairan putihnya itu.
Mark yang tersadar akan penis Donghyuck yang tegang itu langsung mengalihkan perhatiannya ke penis kecil Donghyuck.
Wajahnya itu semakin Mark sejajarkan dengan selangkangan Donghyuck, tanpa malukya Donghyuck membuka kakinya dan membiarkan Mark mengulum penis kecilnya itu hingga mengeluarkan spermanya.
Donghyuck kepalang sange, begitu penisnya merasakan hangat mulut Mark itu ia langsung memuncratkan cairannya ke mulut Mark, hingga memenuhi mulut yang lebih tua. Begitu Mark merasakan semburan spermanya, Mark langsung melepaskan tautan tangan dengan lubang anal si cantik.
Mark menjauhkan wajahnya dari selangkangan Donghyuck "Kakak.." tapi sayang, ia langsung ditarik tubuh, oleh yang lebih muda.
"I got the milk, baby" tanpa tau malunya ia langsung membuang cairan putih dari mulutnya ke dada Donghyuck yang sudah penuh kemerahan dan basahnya keringat Donghyuck itu.
Setelah selesai melumuri segala sisi dada Donghyuck, Mark melanjutkan 'menyusu' di dada Donghyuck, Mark bisa melihat jelas dada Donghyuck semakin membusung dan tegang, begitu juga dengan putingnya yang kian mengacung karena perlakuan-perlakuan tak senonoh yang Mark berikan.
Mark menjilat dada Donghyuck seakan tak merasa jijik, ia menjilatnya seakan seperti menjilat es krim yang tengah mencair. Meski begitu, matanya tetap fokus menatap Donghyuck yang kalang nafsu, Donghyuck nya itu berusaha menahan jeritan karena nyeri yang dibuat oleh mark akibat dirinya menggiti puting Donghyuck, ia menggigit bibir bawahnya dan mendangkan kepalanya.
Mark sungguh tidak sopan, ia justru hanya terkekeh menatap yang lebih muda yang kini merasa terganggu.
Hingga akhirnya, selesai sudah kegiatan 'menyusu' nya itu, Mark pergi begitu saja untuk mengambil tisu basah yang berada di meja rias, dengan telaten dan berhati-hati Mark elap dada Donghyuck.
Mark tahu tubuh si pacar kesayangannya itu penuh luka akibat gigitannya, sehingga ia berusaha sepelan mungkin agar tidak menyakiti Donghyuck.
Begitu seluruh kegiatan sensualnya selesai, Mark kembali ke kasur dan menatap tubuh Donghyuck yang terkulai lemas, ia kencingkan bajunya agar si gemini tidak kedinginan.
Donghyuck yang diberi perlakuan manis itu kini malah tersenyum salah tingkah, mukanya bisa Mark lihat sangat merah padam.
Mark terkekeh kala menatap si pacar "thank you for your milk, mommy." Mark langsung kembali kepelukannya, dan menatap netra Donghyuck lekat.
Donghyuck yang mendengar panggilan itu benar-benar salah tingkah, dan langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Mark
"Kakkkkk jangan bikin aku salah tingkah lagiii"
"Salah tingkah kenapa?"
"You calling me mommy..."
Terdengar jelas suara kekehan Mark, ia justru semakin gencar memanggil Donghyuck dengan sebutan yang tak lazim bagi seorang lelaki itu "mommy, mommy, mommy"
Dengan sengaja Donghyuck menggigit dada Mark tepat dari luar kaus hitam Mark itu. "Aww! Sakit sayang"
"Makanya jangan iseng!"
"Hahaha iya sayang, udah ya sekarang tidur" Mark mengeratkan pelukannya, tubuh Donghyuck seakan langsung mengecil kala berada di dalam rengkuhan Mark.
"Pukpuk" Donghyuck langsung menarik lengan Mark seraya ia meminta untuk pantatnya di tepuk-tepuk oleh sang pacar.
"Kok jadi bayi lagi?"
"Aku kan emang bayi" Donghyuck mengadahkan kepalanya ke atas, dan menatap Mark dengan puppy eyes nya.
"Bayi yang suka ngasih nenen?"
"Ih udahan gakkk" Donghyuck membalikan badannya membelakangi Mark, Mark pun itu langsung menarik pinggang Donghyuck dan menelusupkan tangannya ke dalam piyama Donghyuck. "Elus-elus aja ya gak usah pukpuk"
Memang sudah menjadi kebiasaan Donghyuck dikala waktu tidur, dirinya harus merasakan usapan atau tepukan dari Mark, dan Mark jelas sangat senang membantu Donghyuck tidur, karena ia bisa berkesempatan mengeksplor tubuh Donghyuck.
"Hmm" Donghyuck menjawab dan memejamkan matanya, tapi apa daya Mark tetap lah Mark, ia justru mengganggu Donghyuck dengan bisikan di telinga kanan Donghyuck "i love you, mommy." Dan finalnya meninggalkan kecupan singkat di daun telinga si lelaki kelahiran juni itu.
