Recent bookmarks
-
Tags
Summary
“Duduk sini dulu, Ayang.” Panggil Jaemin dengan nada lembut dan manja.
Begitu Haechan mendudukkan pantatnya, Jeno langsung merangkul pinggangnya posesif dan mencium pipi kanan Haechan agak lama, “selamat ulang tahun, ya, Pacarku.”
Haechan tersipu malu. Ini sudah dua bulan hubungan pacaran mereka bertiga, tapi rasanya masih sangat canggung dipanggil “sayang” atau “pacar” oleh dua membernya ini.
Bookmarked by marksummer02
07 Jun 2026
-
Tags
Summary
Menuju penghujung tahun salju turun lebih padat dari biasanya. Haechan yang membenci rasa dingin harus menerima kesialannya saat mengetahui penghangat ruangan di kamarnya yang rusak, ditambah teknisi yang ia hubungi mengabarinya jika mereka sudah kembali ke rumah karena takut terjebak salju tebal hingga harus menunda perbaikan penghangat di kamarnya. Hingga satu-satunya jalan keluar adalah meminta Jeno membiarkan dirinya untuk semalam tidur di kamar teman apartemennya tersebut.
Bookmarked by marksummer02
05 Jun 2026
-
Tags
Summary
Jeno dan Jaemin yang akan selalu menuruti keinginan Haechan, bahkan hingga keinginan tergilanya saat ini. Di balik pintu kamarnya yang kedap suara, mereka bertiga mewujudkan itu semua.
Bookmarked by marksummer02
05 Jun 2026
-
Tags
Summary
Demi Haechan yang dicintainya, keputusan tergila dalam hidup Jaemin pun akan ia ambil.
Bookmarked by marksummer02
05 Jun 2026
-
Tags
Summary
"Sekarang lo mau ke mana?"
"Pulang."
"Pulang ke mana?"
"Rumah orang tua gua." Jawaban singkat itu membuat Arvel tertawa sinis. Tawa yang sama sekali tidak mengandung humor.
"Lo bisa gak sih, kalau lagi berantem gak usah kabur terus?"
Hiraya tetap melipat bajunya.
Diam.
Seolah Arvel tidak ada di ruangan itu. Dan itu justru membuat emosi Arvel semakin naik.
- Language:
- Bahasa Indonesia
- Words:
- 1,825
- Chapters:
- 1/1
- Comments:
- 1
- Kudos:
- 45
- Bookmarks:
- 4
- Hits:
- 1,410
Bookmarked by marksummer02
05 Jun 2026
