Work Text:
ᨐฅ
Makan malam itu berlangsung normal dan biasa saja. Wonwoo dengan pakaian rumah yang memang sudah berada di apartemen milik Soonyoung, sedangkan gadis itu dengan kaos kebesarannya yang menyembunyikan celana pendek di baliknya. Bahkan, Wonwoo yang tengah menyantap masakan buatan Soonyoung itu saja tidak yakin bahwa yang dipakai Soonyoung adalah celana pendek biasa.
“Besok agendanya ngapain?”
Soonyoung yang sudah menyelesaikan makan malamnya itu menatap ke arah Wonwoo yang juga menatap ke arahnya. Gadis itu nampak menjilat bibirnya sebentar sebelum memiringkan kepalanya, “Temenin aku belanja. Mau?”
Seakan tidak curiga dengan ucapan Soonyoung, Wonwoo mengangguk. Ia menyantap sendok terakhir makan malamnya itu sebelum menatap ke arah Soonyoung yang tersenyum miring. Rambut yang diikat kala itu memperlihatkan leher jenjang Soonyoung yang selalu terlihat tanda keunguan akibat Wonwoo suka sekali menandai leher itu.
“Memang mau beli apa?”
“Lingerie.”
Seharusnya Wonwoo tidak kaget mendengar ucapan Soonyoung tersebut. Namun, laki-laki itu nampak seperti hampir tersedak akibat ucapan tersebut. Soonyoung yang melihat itu hanya mengernyit sebelum mendengus, merasa heran karena Wonwoo seakan berpura-pura saja kaget. Padahal, itu bukan kali pertama bagi Wonwoo untuk melihat Soonyoung berbelanja pakaian-pakaian seperti itu.
Pernah suatu waktu, Wonwoo memergoki gadis itu tengah berselancar di online shop dengan berbagai macam gambar lingerie dan juga pakaian-pakaian dalam seksi yang menurut Wonwoo sangatlah tipe Soonyoung. Mulai dari night gown berbahan satin yang memperlihatkan lekukan tubuh bahkan belahan dada hingga sepasang underwear berenda yang diam-diam Wonwoo sukai apabila Soonyoung yang memakainya. Tak jarang, pikiran liarnya turut membayangkan Soonyoung memakai pakaian seperti itu di hadapannya, memamerkan tubuh molek tersebut dan juga dadanya yang besar.
Wonwoo juga pernah diminta Soonyoung lewat pesan teks untuk memilih lingerie yang hendak gadis itu pakai. Diminta seperti itu, Wonwoo tentunya mengambil kesempatan tersebut dengan sebuah syarat; bahwa apabila lingerie yang ia pilih akhirnya dibeli oleh Soonyoung, maka Wonwoo harus melihat Soonyoung memakainya. Dan, tentu saja perempuan centil itu mengabulkan apa yang Wonwoo minta. Lingerie sleepwear berenda yang warnanya hitam itu Soonyoung pakai di depan Wonwoo saat paket itu tiba. Melihat Soonyoung memakai pakaian tersebut, tentu saja Wonwoo tidak tahan untuk tidak menyergap perempuan itu. Alhasil, lingerie baru yang Soonyoung pakai hanya lima menit itu harus tanggal akibat ulah Wonwoo.
“Kamu serius? Perasaan kamu biasanya beli online.”
Soonyoung yang sudah menghapus makeup-nya itu hanya menghela nafas. Ia memutar bola matanya sebelum menatap Wonwoo dengan seksama. Tangannya ia angkat untuk sandaran dagunya.
“It will be more fun if you also come with me and then choose it by yourself which one that suits me. Memang kamu nggak suka bayangin aku pakai begitu kalau kamu lihat aku lagi pilih-pilih, ya?”
Wonwoo berdehem. Bukannya ia tidak bisa menjawab pertanyaan Soonyoung yang tepat sasaran. Hanya saja, ia merasa tertangkap basah akibat pikiran liarnya yang selalu membayangkan tubuh molek Soonyoung yang ia suka beri tanda itu memakai berbagai macam jenis pakaian seksi yang ia lihat. Wonwoo bahkan tak bisa mengelak, bahwa fakta yang baru saja Soonyoung ucapkan itu selalu terlintas di kepalanya. Bagaimana ia bisa melihat Soonyoung mencoba pakaian-pakaian itu secara langsung, tentu akan sangat menyenangkan bagi dirinya.
“Gimana?”
Soonyoung menatap ke arah Wonwoo, menunggu jawaban lelaki yang sekarang masih menatapnya itu. Dalam hening, Soonyoung tetap menatap Wonwoo yang sekarang kembali menghabiskan minumnya sebelum anggukan itu terlihat.
“Okay. Aku temenin besok.”
Senyum sumringah Soonyoung tercipta jelas di wajah cantik itu. Setelah ia menumpuk piring-piring kotor, Soonyoung langsung bangkit untuk mencuci piringnya, meninggalkan Wonwoo yang menatap punggungnya dalam diam.
Tanpa ia tahu bahwa esok hari akan menjadi satu hari paling menarik selama ia kenal dengan perempuan itu.
・・・・・
Suasana pusat perbelanjaan hari itu nampak sepi karena memang sebenarnya hari itu adalah hari kerja. Soonyoung, dengan privilege-nya sebagai anak CEO itu meminta Seungkwan untuk memberikan Wonwoo dan dirinya satu hari work from home yang nyatanya malah ia gunakan untuk membawa Wonwoo jalan-jalan.
Setelah mereka berkeliling untuk sebentar, keduanya tiba di salah satu toko pakaian dalam perempuan yang untungnya lengang ketika mereka melangkah masuk ke toko tersebut. Mata Soonyoung yang berbinar bisa Wonwoo lihat ketika mereka berkeliling. Berbagai macam jenis pakaian juga sempat Soonyoung perhatikan sebelum akhirnya gadis itu memilih sebuah lingerie berwarna dusty pink yang terlihat seperti gaun itu.
“Kamu tunggu di sini dulu, ya. Aku mau coba.”
Wonwoo menurut. Laki-laki itu langsung duduk di depan ruang ganti, menunggu Soonyoung yang mencoba pakaian pilihannya. Sembari menunggu, Wonwoo mengedarkan pandangannya, menatap ke sekeliling toko tersebut. Toko itu sepi, hanya ada beberapa karyawan di sana. Bahkan, Wonwoo yakin sekali pelanggan yang datang hanyalah dirinya dan juga Soonyoung.
“Wonwoo. Tolongin aku.”
Mendengar namanya dipanggil, Wonwoo langsung bergegas masuk ke ruang ganti, tidak peduli apabila ada karyawan yang melihatnya menyelonong begitu saja padahal ada Soonyoung di dalam. Ketika dirinya sudah berada di dalam, Wonwoo bisa melihat Soonyoung sudah dibalut dengan lingerie yang berupa sleepwear itu.
Panjang dari lingerie itu hanya sebatas paha dan terlihat transparan. Di belakang bagian punggungnya, terdapat tali yang panjang seperti pita, membuat lingerie tersebut nampak apik memeluk tubuh molek Soonyoung.
“Tolong iketin talinya. Aku mau lihat.”
Wonwoo hanya terdiam. Ia tidak berekspresi dan melakukan apa yang diminta oleh Soonyoung, mengikat tali yang berada di punggung mulus itu. Setelahnya, Wonwoo bisa melihat Soonyoung tersenyum, meliukkan tubuhnya di depan cermin sebelum mata mereka bertemu.
“Gimana?” lirih Soonyoung kepada Wonwoo.
Laki-laki itu tidak berbicara. Wonwoo masih bungkam, tidak mengeluarkan berbagai macam jawaban yang Soonyoung mau. Saat Soonyoung hendak berbalik, Wonwoo menahannya, membuat Soonyoung terkesiap akibat ulah lelaki itu.
Dari kaca, Soonyoung bisa melihat tangan Wonwoo sekarang melingkar di pinggangnya, membawanya mendekat ke tubuh kekar lelaki itu. Jarak yang tipis membuat bokong Soonyoung menabrak tepat digundukan kemaluan Wonwoo yang terasa keras.
Ternyata, melihat Soonyoung memakai pakaian itu berhasil memantik libido Wonwoo. Perempuan itu agaknya sedikit lupa bahwa Wonwoo memang gampang terpantik nafsunya apabila laki-laki tersebut melihatnya memakai lingerie.
Tangan Wonwoo yang tadinya merengkuh pinggang Soonyoung perlahan naik ke arah payudara gadis itu yang terlihat belahan dadanya di kaca sebelum sebuah rematan terasa, membuat Soonyoung melenguh pelan.
“Wonwoo.”
“Sst, you have to keep quiet or they will know what we do in here. I’ll be quick, I promise.”
Wonwoo berbisik tepat di telinga Soonyoung. Setelahnya, ia menyingkirkan rambut Soonyoung yang tergerai agar ia bisa mencium leher jenjang itu. Sembari mencium bagian leher Soonyoung dan sedikit menggigit bagian tengkuk gadis itu, tangan Wonwoo kembali bergerak. Dua tangan besar itu meremas payudara Soonyoung, berusaha menstimulasi perempuan yang sekarang berusaha menahan lenguhannya. Remasan itu terasa kuat, membawa sedikit nikmat kepada Soonyoung yang matanya menatap ke arah gerakan lihai tangan Wonwoo di kaca hadapannya.
Setelah ia merasa puas meremas payudara Soonyoung, Wonwoo langsung mendorong tubuh gadis itu dengan kasar, membuat Soonyoung membungkuk dengan kaca sebagai tumpuannya.
“I want you to no wear any pants after this.”
Tenaga Wonwoo yang memang tak diragukan itu berhasil merobek g-string tipis yang Soonyoung pakai hari itu. Udara dingin langsung menyapa vagina Soonyoung yang Wonwoo lihat sudah basah itu. Tanpa menunggu lama, Wonwoo langsung berlutut dan menjilat vagina Soonyoung seakan itu adalah es krim yang ingin ia makan.
Lidah Wonwoo yang bermain di pusat tubuhnya berhasil membuat Soonyoung lagi-lagi menahan desahannya. Gadis itu menunduk, menggigit bibirnya sembari tangannya terkepal akibat sensasi yang ia rasakan di bawah sana. Wonwoo tak berhenti, ia semakin merojok lubang vagina Soonyoung dengan lidahnya, dan kedua tangannya memegang bokong Soonyoung agar gadis itu dapat melebarkan kakinya.
Saat Wonwoo merasa vagina Soonyoung berkedut, menandakan bahwa gadis itu hendak mencapai tingginya, Wonwoo melepaskan lidahnya dari sana. Soonyoung yang merasa bahwa Wonwoo tidak segera memberikan tingginya itu langsung merengek.
“Wonwoo. Please. Masukin.”
Senyum miring muncul di wajah Wonwoo. Setelah melepaskan celananya dan mengocok penisnya untuk ia masukan ke dalam lubang vagina Soonyoung yang sudah basah, Wonwoo langsung menarik pinggul perempuan itu. Diarahkannya penis miliknya yang sudah menegang itu ke vagina Soonyoung sebelum kejantanan laki-laki itu berhasil melesak masuk dalam sekali hentakan, membuat Soonyoung melenguh lirih akibat hal itu.
Wonwoo bergerak pelan, menyesuaikan penisnya di dalam vagina Soonyoung yang mulai mengampitnya, meremas penisnya dan berhasil membuatnya menggigit bibir akibat nikmat yang mendera. Sepersekian detik kemudian, Wonwoo langsung menggerakan pinggulnya dengan cepat, menghujam vagina Soonyoung yang sekarang menutup mulutnya agar desahan tidak keluar dari mulutnya. Melihat itu, Wonwoo lagi-lagi menyeringai, semakin mempercepat tempo gerakannya agar keduanya segera bertemu dengan tinggi masing-masing.
Kegiatan bersenggama keduanya di dalam bilik ruang ganti toko tersebut adalah kali kesekian mereka melakukannya di tempat umum. Mereka yang biasa melakukan itu di kantor dan di tempat parkir tentunya sudah tidak peduli dengan keadaan sekitar. Ardenalin yang dirasakan oleh Wonwoo dan Soonyoung ketika melakukannya di tempat umum malah membuat libido keduanya makin tinggi, sehingga mereka berusaha mencari nikmat dan tinggi masing-masing lewat gerakan cepat itu.
“Fuck. You are so tight.”
“Nnh. Wonwoo.”
Desahan Soonyoung yang teredam dalam tangannya sendiri itu bisa Wonwoo dengar. Laki-laki yang masih menusuk lubang vagina Soonyoung dan berhasil menumbuk g-spot milik gadis itu menggigit bibirnya, merasakan nikmat yang hebat ketika ia merasa dinding vagina Soonyoung meremas penisnya yang mulai berkedut.
“Uh. I will give your tight pussy with my cream, Soonyoung. Ah. So good.”
Suara kulit yang saling bertemu akibat kegiatan bersenggama mereka memenuhi bilik itu. Keduanya benar-benar tak peduli apabila suara itu bisa terdengar oleh para karyawan di luar. Yang mereka pikirkan adalah nikmat yang tengah mereka kejar sekarang.
“I’m going to — uh. Wonwoo.”
Soonyoung mencapai putihnya. Wonwoo yang merasakan gelenyar hangat menerpa penisnya yang berkedut itu semakin cepat menggerakan pinggulnya sebelum akhirnya ia menyusul Soonyoung menemui tingginya. Laki-laki itu mengeluarkan seluruh putihnya di dalam vagina Soonyoung sebelum ia mengeluarkan penisnya, membuatnya bisa melihat sperma miliknya keluar dari lubang yang berkedut tersebut. Jari Wonwoo tak tinggal diam, ia kembali memasukan spermanya yang keluar ke dalam vagina Soonyoung.
“Looking so beautiful.”
Wonwoo tersenyum, menatap Soonyoung yang sudah kembali berdiri itu. Peluh terlihat di wajah Soonyoung, membuat Wonwoo terkekeh ketika melihat Soonyoung masih teler akibat kegiatan mereka tersebut. Gadis itu lalu meraih tangan Wonwoo yang tadi ia gunakan untuk memasukan sperma lelaki itu ke dalam vaginanya, mengemut jemari itu sebelum ia berbagi pagutan dengan Wonwoo. Lumatan bibir itu sedikit penuh nafsu, namun Soonyoung sudahi karena ia merasa sudah terlalu lama di dalam bilik ganti itu.
“Beli aja lingerie ini. Aku suka,” kata Wonwoo yang malah menunggu Soonyoung berganti pakaian. Akibat celana dalamnya tadi disobek oleh Wonwoo, Soonyoung pulang hanya dengan mini dress membalut tubuhnya.
“Kamu, mah. Celana dalamku malah disobek! Dingin tahu.”
Wonwoo tertawa akibat ucapan Soonyoung sebelum ia mengecup pelipis gadis itu, “Now, can you hold my cum until we come home? I’m still not done with you, my little doll,” bisiknya yang membuat Soonyoung mendengus.
Mereka kedua kemudian keluar dari ruang ganti setelah Wonwoo mengantongi celana dalam Soonyoung yang sobek di celananya. Beruntung saja saat keduanya keluar, tak ada karyawan yang menunggu atau memperhatikan mereka sehingga keduanya bisa melenggang bebas di toko itu.
Tak banyak yang tahu bahwa gadis yang memakai mini dress berwarna putih itu sekarang tidak memakai celana dalam dibaliknya akibat ulah laki-laki berkacamata yang sekarang juga mengantongi celana dalam di salah satu kantong celananya.
⋆⭒˚.⋆
