Actions

Work Header

524 - Gofushi

Summary:

WARNING 21+
Pair : Gojo Satoru x Female Fushiguro Megumi
PEMBAKARAN LAMBAT!!!!!!!!!

Gojo tidak bermaksud terlibat dalam kehidupan seorang anak bernama Fushiguro Megumi.

Tapi disinilah dia, di awal pertemuan mereka.

'Pria yang mencurigakan' itulah yang pertama kali bocah itu pikirkan tentang dia.

Lama kelamaan keduanya semakin terikat dan terlibat hubungan yang tampak platonik. Tapi seiring berjalannya waktu platonis itu tumbuh menjadi sesuatu yang jauh lebih jahat, sedikit lebih posesif daripada sosok mentor atau wali atau apa pun yang menjadi hubungan acak mereka.

[ Ini tentang kisah cinta Gojo & Megumi dengan mengikuti alur Manga ya....jadi Canon dari awal mereka ketemu sampai chapter sekarang di manga, meski banyak yang aku tambah. Yang suka momen Gofushi langsung mampir! ]

Chapter Text

Catatan:

- Fushiguro Megumi disini adalah Perempuan . Meski begitu sisa sama aja kayak anime yang ga ada yang berubah. ( Ini sih authornya yg terobsesi sama femgumi 🗿)

- Perbedaan umur Gojo dan Megumi di sini 10 tahun (di manga 13 tahun). Ini dibuat supaya lebih realististiskan cerita roman mereka.


- Ini romansa dengan timeline Canon. Jadi timeline dan beberapa cerita mengikuti sesuai manga. PEMBAKARAN LAMBAT

 


Bab 1 : Gojo dan Megumi

Gojo Satoru terlahir sebagai pemilik dari teknik tertinggi klan Gojo yaitu Six Eyes dan Limitless. Mereka mengatakan setelah ia lahir keseimbangan di dunia Jujutsu mulai terguncang. Dia bahkan langsung masuk cap buronan dan menjadi target para pembunuh bayaran sejak kecil dengan nilai hadiah yang sangat besar. 

Tapi bagaimana kehidupan anak berbakat ini? Menjadi penyihir terkuat dan dewa di antara kehidupan manusia. Sejak kecil klannya menempatkan kedudukannya di yang tertinggi, dihormati, dan disanjung oleh masyarakat Jujutsu. Orang-orang berbondong-bondong datang mengunjungi klan untuk menyanjung dan menghormati pemilik kekuatan teknik terkuat di dunia mereka. 

Tidak berguna. 

Masa kecilnya membuat menderita. Tentu saja dia menghabiskan sepanjang hari dengan berlatih, belajar, dan dihormati tanpa sedikit pun ketenangan. 

"Masa depan kami... Kau akan menjadi yang terkuat". Mereka mengutarakannya dengan senyum palsu yang tampak jelas. 

"Lakukan gerakan pertarungan ini hingga anda menguasainya dengan sempurna dan ayah anda akan mengizinkan anda untuk memberi anda istirahat, Gojo-sama". Para petarung terbaik klan Gojo lah yang melatihnya. Ia tidak bisa terus menerus seperti ini, pikiran dan matanya sangat lelah dan rasanya ingin pingsan saat itu juga. Sebagai seorang anak dia ingin menangis saat itu juga. 

"Anda Gojo Satoru anda tidak lelah, tingkatkan enam matamu lebih baik" Ayahnya berkata datar sambil terduduk melihat pelatihannya. 

Mereka mengatakan ini demi kebaikan anda, ini demi kebaikan anda. Satoru berusaha menjalaninya meski ia sangat muak. Dia sebenarnya tidak setuju jika memang disuruh berlatih setiap hari tapi jadwal mereka sangat berlebihan.

"Kamu adalah enam mata, tidak perlu menangis karena hal yang tidak penting. Tidak perlu ada yang kamu sedihkan". Ibunya bahkan mengutarakan ketika dia menangis karena menolak latihan dan menginginkan permen kapas. 

Pada akhirnya bibinya lah yang membelikannya permen kapas meski itu disembunyikan dari ibunya. Barulah setelah itu Gojo akhirnya memiliki mood untuk latihan lagi. 

Satoru kecil tidak punya teman, mereka mengatakan kepadanya bahwa dia ada di atas semua orang. 

Satoru kecil tidak punya seseorang untuk bercerita bahkan berbicara. Semua orang hanya menundukkan kepalanya hingga membuat Satoru sangat muak. Ada batasan antara dirinya dan orang lain, mereka semua canggung. Ketakutan mereka tersembunyi dalam penghormatan mereka. 

Beberapa bulan kemudian wajah muram terpasang diwajah sehari-hari Gojo Satoru. Dia tidak punya mata untuk menangis dan tidak ada kata lelah dalam hidupnya. 

Ketika mereka semua diperintahkan kepalanya, dia mengangkat kepalanya tinggi-tinggi. Jika ada yang mencoba menatap matanya. Bocah terkuat itu akan berkata "Apa lihat-lihat, dasar sampah".

Dia ditata untuk menegakkannya di hadapan semua orang. Dia yang terkuat, dia yang terhormat.

 

***

 

Ini omong kosong. 

Toji? Dia hanya pernah mendengar namanya ketika ibu Tsumiki memarahinya. Dia bahkan tidak ingat wajahnya.

"Maaf Megumi. Aku tahu kamu tidak salah, maafkan aku Megumi. Maafkan aku." Kakak laki-laki Megumi menangis saat mencoba mengobati luka di lutut Megumi.

"Kenapa selalu kau yang menangis dan minta maaf, sudah kubilang aku tidak perlu diobati! Ini akan sembuh!" Megumi menepis tangan dari Tsumiki dan bangkit dari tanah aspal itu

"Jangan ikuti aku" Megumi lalu berjalan dengan tertatih-tatih.

Fushiguro Megumi.

Anak perempuan itu diseret kali ini. Dan kekerasan seperti biasa. Tubuhnya memar di beberapa titik. Pergelangan tangan bahkan sangat merah.

Ibu Tsumiki kecewa. Masalah uang dan masalah lainnya yang ditimbulkan Toji berimbas padanya. Pria itu sejak lama pergi dan melimpahkan semua masalah padanya.

Ibu Tsumiki tidak bisa melampiaskan kemarahannya pada Toji, sehingga setiap seseorang datang dengan masalah hutang dari berjudi yang dilakukannya, atau kegiatan apapun yang dilakukannya, Ibu Tsumiki akan marah dan hanya bisa melampiaskannya.

"CEPAT SURUH AYAHMU ITU DATANG KEMARI SIALAN! KATAKAN PADANYA UNTUK MEMBAYARNYA!"

"B*CAH TIDAK BBERGUNA"

"KELUAR DARI RUMAH INI SIALAN!!!"

Akhirnya Tsumiki mencoba mengobatinya tapi Megumi lebih memilih pergi ke tempat dimana dia hanya bisa sendirian.

Megumi sebenarnya juga menunggu Toji. Bukan karena dia ingin bertemu, dia hanya ingin dia menyelesaikan masalah-masalahnya dan bertanggung jawab.

Tapi dia tau itu omong kosong. 

Sudah sejak lama dia muak dengan hidupnya. Muak dengan dirinya sendiri. Mata mati. 

Mata itu sudah tidak menunjukkan ketertarikan pada dunia ini. 

Dia ingin melarikan diri, tapi dia tidak punya keberanian untuk itu. 

Kekerasan, Teriakan, Hinaan yang dilakukan ibu Tsumiki terhadapnya membuat trauma dalam hidupnya.

Dia hanya 6 tahun sialan.

Beberapa hari yang lalu Ibu Tsumiki pernah memarahinya saat ia mabuk karena masalah Toji yang datang saat sakit hari. Para penagih itu mengatakan Toji kalah dalam perjudian besar malam kemarin dan menghilang. Itu membuatnya marah besar dan berakhir dengan ia berteriak "KENAPA KAU TIDAK MATI SAJA!?!MEGUMI!!!!"

"BAWA BAJINGAN ITU BERSAMAMU!!!" 

Kini Megumi berada di gang gelap yang tak terpakai. Ada satu teras usang disana. Ini adalah tempat yang tidak pernah dikunjungi orang karena setengah gangnya tertutup tong sampah besar. Kedua bangunan dari gang itu tidak berpenghuni, dan menyisakan dinding usang. 

Dia kadang tertidur disini dan terkadang dia menangis sendirian disini. 

Megumi hanya duduk menatap kedua kakinya. 

Sejak dulu dia hanya menunduk dan menunduk. Dia bahkan kini menyadari bahwa dia ketakutan setiap ada orang yang melakukan kontak mata dengannya. Padahal itu hanya ilusi dari ketakutannya.

Meskipun dia bisa menahan rasa sakit pada fisiknya tapi puncaknya apapun dia mencoba menahan sakit di hatinya dia tidak bisa menahannya.

Dan saat ini lah dimana hanya ada kegelapan dan kesendirian dia menunduk dan menangis dalam diam.

***

 

Pada awalnya Gojo bahkan tidak pernah memimpikan hal seperti ini. Tapi disinilah ia, matanya melebar saat dia melihat momen di hadapannya. Dia juga melihat ke arah Megumi yang juga memiliki senyum manis di wajahnya.

"Kau adalah berkah terbesar yang datang ke umur yang panjang. Aku mencintaimu, Megumi".

"Mencintaimu juga Satoru".

Ah benar.....pertemuan pertama kita, mungkin itu awal dari semua ini.