Fandoms
- RIIZE (Band) (5)
Recent works
-
Tags
Summary
“Kenapa?”
“Panas, Wonbin.” Sungchan berkata gugup, suaranya terlalu berat dengan netra yang berkedip berulang kali. “Aku takut ngelewatin batas.”
Sungchan sudah sadar. Benar-benar sadar sekarang kalau tubuh keduanya sudah sangat panas.
Wonbin pun paham. Ia malah mengambil satu langkah untuk semakin dekat dengan kekasihnya. Kedua tangan menggapai rahang Sungchan, memberikan usapan sebagai godaan terbesar pada iman lelakinya yang begitu tinggi. “Gapapa, Sungchan,” bisiknya mengalun lembut. “Kalau sama Sungchan, aku beneran gapapa.”
Sungchan jadi bertanya-tanya, siapa yang mabuk sekarang? Mengapa akal sehat Wonbin ikut meluruh saat dirinya mati-matian menahan diri untuk tidak melewati batas; ia tidak pernah ingin menyakiti Wonbin.
Namun godaan dengan nada yang selembut angin itu sepertinya sengaja ingin membuat sukma Sungchan gugur seketika. Apalagi ketika Wonbin berusaha menjinjitkan kaki, mengecup bibirnya sekali lagi—dengan cepat dan tepat, lalu menebar senyum bagai iblis licik yang menariknya dalam godaan menggiurkan.
Sialan, Wonbin dan pesonanya memang tidak pernah bisa Sungchan tolak.
-
Tags
Summary
Setiap manusia pasti memiliki titik lelahnya sendiri.
Dan, macam-macam manusia juga pasti punya cara tersendiri untuk mengatasi rasa lelah tersebut.
Contohnya, Wonbin yang kadang bisa merasa sangat lelah hingga jenuh dengan kegiatan social butterfly-nya pun memilih untuk jalan-jalan sendirian atau Quality Time namanya. Beristirahat dari sekumpulan teman-temannya dengan menikmati film atau menghabiskan waktu dengan membaca buku seharian di kamar.
Tapi, berbeda dengan kekasihnya.
-
Tags
Summary
“Buka baju lo, Kak. Malam ini, gue pengen jalan-jalan di atas badan lo yang cantik itu.”
Adalah bentuk kalimat yang diwujudkan Anton.
-
Tags
Summary
“Kak, mau gue bantu ngga?”
Tersadar, Sungchan menjauh lagi dan menggelengkan kepala. “Ngga, Anton. Kita kakak-adek.” Ia menolak.
Anton berdecak. “Saudara sambung. Orang tua kita nikah, makanya kita bisa jadi saudara, tapi bukan berarti kita sedarah.” Ia meralat sekaligus berusaha mendekati Sungchan yang terus beringsut hingga punggungnya bersandar di dinding.
“Tetap aja—”
“Shh!” Anton menginterupsi, dan tanpa aba-aba menarik badan Sungchan agar tidak ada jarak di antara mereka yang mengganggu. “Percaya ama gue, gapapa gue bisa bantu.”
-
Tags
Summary
Benar.
Eunseok itu Alpha, dan ia tidak menyembunyikannya seperti yang dilakukan Sungchan selama ini.
Entahlah, padahal Wonbin dan Sohee juga Omega dan mereka tidak menyembunyikannya dari yang lain, tapi Sungchan kekeuh mengatakan kalau dirinya adalah Beta.
BETA TIDAK SEMANIS INI AROMANYA, JUNG SUNGCHAN! Kira-kira begitulah batin Eunseok berkata nelangsa dan frustasi. Sungguh berada di dekat Sungchan selama beberapa hari ini seperti sedang menguji kesabarannya.
Sekali lagi, aroma Sungchan yang memabukkan, memanggil-manggil nafsu Eunseok untuk bangkit. Serius, Eunseok tidak bisa bohong, apalagi kala ia melihat mata bulat bak Rusa milik seorang Jung Sungchan. Senyumnya yang tampak sangat manis melebihi madu, atau suara tawanya yang menggelitik hati, menebar perasaan aneh dalam relung batinnya tersendiri. Gumpalan pipinya yang penuh, merona entah untuk alasan apa. Semuanya menjadi sangat detail dan menyenangkan untuk Eunseok.
Astaga, sebenarnya apa yang salah dengan dirinya?

